Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Warga Perumahan Sukarami Indah, RT 11 RW 03, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, digegerkan dengan penemuan seorang ibu rumah tangga yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di samping rumahnya, Jumat (15/5/2026) pagi.

 

Korban diketahui berinisial AG (50), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di lokasi kejadian.

 

Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah anak korban, Jhennifer Nieta Tasmin (37), berteriak histeris meminta pertolongan sekitar pukul 06.00 WIB.

 

“Saya mendengar anak korban berteriak histeris minta tolong,” ujar Awi (68), tetangga korban.

 

Mendengar teriakan tersebut, Awi segera mendatangi rumah korban. Saat tiba di lokasi, ia mendapati AG sudah dalam kondisi tergantung di samping rumah.

 

“Saya sempat bertanya ada apa, lalu dia mengajak saya ke belakang rumah. Di sana saya melihat ibunya sudah tergantung,” katanya.

 

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT, yang selanjutnya menghubungi Polsek Sukarami.

 

Sekitar pukul 07.30 WIB, personel Polsek Sukarami bersama Tim SPKT, Reskrim, dan Inafis Polrestabes Palembang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Benar, kami menerima laporan adanya warga yang diduga meninggal karena gantung diri. Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, didampingi Panit Ipda Fadli.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis karena harus merawat suaminya yang sedang sakit, sementara kondisi ekonomi keluarga juga terbatas.

 

“Korban diperkirakan mengalami depresi berat,” tambahnya.

 

Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani kakak kandung korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Duka Nirwana untuk proses pemakaman.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru