JPU Tuntut 8 Bulan, Putusan Kasus Perdagangan Kucing Hutan Justru Ditunda

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang menunda sidang putusan terdakwa M. Juanda alias Nanda dalam kasus perdagangan kucing hutan hingga 13 Mei 2026 karena panitera pengganti sedang cuti.

Saat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang menunda sidang putusan terdakwa M. Juanda alias Nanda dalam kasus perdagangan kucing hutan hingga 13 Mei 2026 karena panitera pengganti sedang cuti.

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Sidang putusan perkara tindak pidana konservasi sumber daya alam dengan terdakwa M. Juanda alias Nanda bin Sulaiman (Alm) di Pengadilan Negeri Palembang yang digelar pada Kamis (7/5/2026) terpaksa ditunda.

 

Penundaan tersebut disampaikan oleh Majelis Hakim yang diketuai Kristanto Sahat, SH, MH, usai membuka persidangan.

 

“Sidang putusan terdakwa M. Juanda kami tunda hingga 13 Mei 2026, karena panitera pengganti sedang menjalani cuti. Oleh karena itu, persidangan hari ini ditunda,” tegas Hakim Ketua Kristanto Sahat sembari mengetuk palu sidang.

 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nenny Karmila SH telah menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani, serta denda sebesar Rp2 miliar subsidair 291 hari kurungan.

 

Dalam surat tuntutannya, jaksa menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memperdagangkan satwa dilindungi dalam keadaan hidup, sebagaimana diatur dalam Pasal 40A ayat (1) huruf d Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M. Juanda alias Nanda bin Sulaiman dengan pidana penjara selama 8 bulan serta denda Rp2 miliar subsidair 291 hari kurungan,” tegas JPU dalam persidangan sebelumnya.

 

Selain itu, jaksa juga meminta majelis hakim menetapkan barang bukti berupa satu unit handphone Vivo Y36 dirampas untuk negara, simcard dimusnahkan, dan uang tunai Rp500 ribu dikembalikan kepada saksi.

 

Kasus ini bermula ketika terdakwa membeli dua ekor kucing hutan jenis kuwuk (Prionailurus bengalensis) dari wilayah Desa Karang Agung, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, seharga Rp300 ribu. Satwa dilindungi tersebut kemudian dijual kembali melalui media sosial Facebook.

 

Petugas yang melakukan penyamaran sebagai pembeli berhasil membongkar praktik ilegal itu di kawasan Kenten Indah, Palembang, pada 21 Januari 2026.

Dalam persidangan terungkap, terdakwa telah empat kali menjual kucing hutan dengan keuntungan sekitar Rp100 ribu per ekor.

 

Dari dua ekor satwa yang diamankan, satu ekor telah dilepasliarkan ke Taman Wisata Alam Punti Kayu, sementara satu ekor lainnya ditemukan mati.

 

Majelis hakim menunda sidang hingga jadwal berikutnya setelah panitera kembali aktif, untuk melanjutkan pembacaan putusan terhadap terdakwa. Penundaan ini membuat proses hukum kasus perdagangan satwa dilindungi tersebut masih harus menunggu keputusan akhir pengadilan.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB