Jika Terinfeksi PMK, Daging Hewan Ternak Masih Bisa Dikonsumsi

- Redaksi

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaraublik.id, Lahat – Daging hewan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), masih bisa dikonsumsi, asalnya dengan prosedur khusus dalam memasaknya.

 

 

Menurut Eti Listina, Kepala Dinas TPH dan Peternakan Kabupaten Lahat, daging hewan yang terinfeksi PMK bisa dikonsumsi, dengan cara direbus dengan air sampai mendidih, atau di masukkan ke freezer dengan suhu minimal nol derajat celcius.

 

 

“Iya betul, daging hewan ternak yang positif terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi, dan Insya Allah aman. Asalnya sebelum memasaknya, direbus dulu, atau di dinginkan pada suhu nol derajat celcius, setelah itu bisa dimasak, dan dikonsumsi,” kata dia, Senin (23/05/2022).

 

 

Dilanjutkan Eti, bagian yang sebaiknya dihindari, yakni kaki, pada bagian mulut dan jeroannya, karena pada bagian itulah penyakit menginfeksi.

 

 

“Hindari saja, konsumsi saja pada dagingnya, tapi kalau terpaksa mau dikonsumsi, dipisahkan terlebih dahulu, jangan dicampur dengan bagian daging, dan lakukan perebusan, kemudian dinginkan dalam freezer,” ungkap dia.

 

 

Namun sejauh ini, belum ditemukan kasus PMK di Kabupaten Lahat.

 

 

“Belum, belum ada hewan ternak berkaki genap yang terjangkit PMK, dan kita berharap tidak masuk dan menular di Kabupaten Lahat,” ujarnya.

 

 

Eti menjelaskan, PMK disebabkan oleh virus, sehingga bisa menyebar ke hewan yang sehat.

 

 

“Iya, bisa menyebar, oleh sebab itu perlu dilakukan antisipasi dengan pemberian vitamin hewan ternak, penyemprotan disinfektan juga harus rutin dilakukan, serta mengecek kesehatan hewan ternak secara berkala,” terangnya.

 

 

Perlu diketahui, PMK pada hewan tidak menular kepada manusia, sehingga membuat dagingnya aman dikonsumsi.

 

 

“Itu hanya menginfeksi hewan saja, tidak pada manusia. Namun tetap saja, kita harus lakukan antisipasi, karena daging hewan yang sehat dan bergizi dapat memberikan manfaat baik bagi kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat
Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat
Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat
Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai menghadiri rapat koordinasi evaluasi penanggulangan karhutla di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Kerentanan Karhutla Tinggi, Wisata Pendakian 9 Taman Nasional Ditutup

Senin, 31 Agu 2026 - 17:49 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai menghadiri rapat koordinasi evaluasi penanggulangan karhutla di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Menhut sebut Tren Karhutla di Sumatera Selatan Terus Menurun

Senin, 31 Agu 2026 - 17:45 WIB