Enam Ternak Sapi Warga Terindikasi Suspect PMK

- Redaksi

Senin, 30 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapublik.id, Lahat – Ternak sapi warga Desa Geramat, Kecamatan Mulak Ulu terindikasi Suspect penyakit mulut dan kuku (PMK), setelah pemilik membeli sapi dari daerah yang terkontaminasi.

 

Aklan (35) salah satu pemilik ternak sapi menyebutkan, dirinya tidak mengetahui kalau hewan yang dibelinya tersebut terkontaminasi PMK.

 

“Saya beli satu, kemudian digabungkan dengan hewan yang sehat, sehingga beberapa hari kemudian terlihat sapi-sapi lainnya mulutnya keluar busa, kuku kaki pun rusak, dan demam tinggi,” ungkapnya, Senin (30/5/2022).

 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Geramat, Agustian menerangkan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat pemilik ternak sapi, bahwasanya hewan peliharaan muncul gejala yang tak wajar.

 

“Makanya, setelah dikoordinasikan dengan instansi terkait, Forkompimcam, turun ke lapangan untuk menyemprotkan cairan desinfektan, serta memisahkan yang sakit dan sehat,” pungkasnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPH dan Nakan) Lahat, Eti Listina SP MM melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Keswan, drh Astin Tri Saputra membenarkan, pihaknya telah turun ke lokasi, guna mengambil sampel terhadap hewan sapi terindikasi PMK.

 

“Sudah dikirimkan ke Lampung, tinggal menunggu hasilnya saja, sejauh ini, hewan tersebut telah dipisahkan dan kandang sudah disemprot Desinfektan,” paparnya.

 

Dirinya menambahkan, awalnya pemilik hewan sapi membeli satu dari daerah yang diduga terinfeksi PMK. Dan digabungkan dengan yang sehat. Kini, kandang sapi telah disemprotkan cairan desinfektan.

 

“Hewan yang sehat ada lima ekor, kemudian dimasukkan satu ekor yang diduga 90 persen memiliki gejala PMK, kemudian selang beberapa hari semuanya menjadi sakit,” pungkas Astin.

Berita Terkait

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat
Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat
Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat
Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai menghadiri rapat koordinasi evaluasi penanggulangan karhutla di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Kerentanan Karhutla Tinggi, Wisata Pendakian 9 Taman Nasional Ditutup

Senin, 31 Agu 2026 - 17:49 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai menghadiri rapat koordinasi evaluasi penanggulangan karhutla di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Menhut sebut Tren Karhutla di Sumatera Selatan Terus Menurun

Senin, 31 Agu 2026 - 17:45 WIB