Ekspor Kopi Sumsel ke Malaysia Capai 19,8 Ton, Nilai Ekonomi Tembus Rp1,2 Miliar

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengecekan biji kopi oleh petugas Karantina Sumsel. Foto: Karantina Sumsel

Pengecekan biji kopi oleh petugas Karantina Sumsel. Foto: Karantina Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan sebanyak 19,8 ton kopi diekspor (kirim) ke Negara Malaysia melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,2 miliar.

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari menyebut dari data Karantina Sumsel menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume ekspor kopi dalam tiga tahun terakhir.

“Pada 2023, ekspor hanya sebesar 64 kilogram. Sementara itu, sepanjang 2024 meningkat menjadi 19,8 ton, dan hingga pertengahan 2025 tercatat sudah mencapai 127 ton,” ujar Sri Endah, Rabu (6/8/2025).

Ia menjelaskan kopi yang diekspor sebelumnya telah melalui proses karantina ketat oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan dan sesuai dengan standar sanitasi dan fitosanitasi (SPS) negara tujuan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sertifikat kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate) juga diterbitkan sebagai dokumen resmi ekspor.

“Tentunya, aspek keamanan dan kualitas menjadi prioritas dalam proses ekspor ini. Setiap komoditas pertanian yang akan dikirim ke luar negeri harus memenuhi persyaratan teknis dan keamanan pangan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk kita,” katanya.

Ia menuturkan penguatan sistem ketertelusuran menjadi langkah strategis berikutnya untuk memperkuat daya saing kopi Sumsel.

Sebab, sistem ini memungkinkan informasi asal-usul produk diketahui secara jelas oleh konsumen luar negeri.

“Kami juga terus berkolaborasi dengan instansi terkait dalam memberikan pendampingan teknis dan pelayanan ekspor yang prima. Harapannya, produk unggulan daerah seperti kopi bisa lebih mudah bersaing di pasar global,” ucap dia.

Berita Terkait

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi
Sabu 9,6 Gram Gagal Beredar, Januardi-Ali Akbar Divonis 7 Tahun
Sidang Perdana BBM Tiruan 10.000 Liter, Taufik Didakwa Beli dari Muba Rp74 Juta
MyTelkomsel Ajak Pelanggan Sumbagsel Nikmati Keseruan Stamp Berhadiah Setiap Hari
Pengurus DPK BKPRMI Kalidoni Resmi Dilantik
Terbukti Abai terhadap Karhutla, Izin Usaha Terancam Dicabut
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Budidaya Ikan Kemang Agung melalui Pakan Mandiri
“Laga Para Juara” Berlanjut di Palembang Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Southern Sumatra Siapkan Wakil ke Panggung Nasional

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Sabu 9,6 Gram Gagal Beredar, Januardi-Ali Akbar Divonis 7 Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:47 WIB

MyTelkomsel Ajak Pelanggan Sumbagsel Nikmati Keseruan Stamp Berhadiah Setiap Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Pengurus DPK BKPRMI Kalidoni Resmi Dilantik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Terbukti Abai terhadap Karhutla, Izin Usaha Terancam Dicabut

Berita Terbaru

Kapal Tongkang yang Melintas di Ampera dan tertutup oleh Kabut Asap

Kota Palembang

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB