Diduga Depresi Ditinggal Anak dan Istri, Novri Gantung Diri

- Redaksi

Senin, 1 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pria 38 tahun yakni Deni Novriansyah (38), ditemukan tewas diduga gantung diri di rumahnya di Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang, Minggu petang (31/3/2024).

Saat ditemukan, jasad Deni Novriansyah dalam kondisi mulai membusuk serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Posisinya tergantung di ruang tamu dengan menggunakan tali jemuran serta kedua tangan terikat borgol.

Berdasarkan data dihimpun, jasad Deni Novriansyah pertama kali ditemukan oleh saksi Uyun Novrianti (34) bersama istri dan adik ipar korban yang mendatangi rumah tersebut.

Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan tergembok sehingga mereka mendobrak pintu depan. Saat masuk, ketiganya melihat Deni Novriansyah sudah tewas tergantung dengan tali jemuran.

Mendapati hal tersebut, saksi Uyun memanggil ketua rukun tetangga (RT) setempat dan selanjutnya menghubungi aparat kepolisian Polsek Kertapati Palembang.

Kuat dugaan, korban Deni Novriansyah nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri dikarenakan depresi ditinggal pergi oleh anak dan istrinya. Hal terungkap setelah korban meninggalkan surat wasiat berupa curahan hati.

Lesu nian nunggu kamu 3 beranak balek, tedok tulah yang biso melupoke kamu aman tebangun saket lagi. Maap aku tedok selamonyo, sayang aku ku bawa tedok,” isi surat wasiat yang diduga ditulis korban sebelum bunuh diri.

Ketika dikonfirmasi, Senin (1/4/2024), Kapolsek Kertapati Palembang AKP Angga Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Untuk sementara, korban diduga bunuh diri karena depresi ditinggal anak istrinya. Sudah kita datangi ke lokasi, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB