Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Penutupan seluruh aktivitas usaha di kawasan Desa Wisata Gunung Dempo menuai sorotan. Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Selatan, H. Alfrenzi Panggarbesi, mendesak Wali Kota Pagaralam dan pimpinan PTPN Gunung Dempo segera duduk bersama guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Menurut Alfrenzi, langkah penutupan ini berpotensi menimbulkan dampak sosial serius, terutama ancaman hilangnya ratusan lapangan pekerjaan yang bisa memicu peningkatan angka pengangguran.

“Saya berharap Pak Wali Kota dan pimpinan PTPN dapat duduk bersama menyelesaikan masalah ini sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Alfrenzi kepada wartawan di Palembang, Kamis (30/4).

Ia mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari sejumlah pelaku usaha di kawasan tersebut yang mengeluhkan penutupan sementara akibat persoalan administrasi. Padahal, para pelaku usaha mengaku telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan kerja sama yang ditetapkan oleh PTPN dan Pemerintah Kota Pagaralam.

“Saya kira ini hanya persoalan koordinasi dan komunikasi. Karena itu, Pemkot Pagaralam dan PTPN harus duduk bersama untuk mencarikan solusinya,” kata anggota DPRD dari Dapil Sumsel VII yang meliputi Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, dan Empat Lawang.

Alfrenzi menilai, keberadaan Desa Wisata Gunung Dempo yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata selama ini memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Selain menjadi destinasi unggulan, kawasan tersebut dinilai mampu menarik minat wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Berbagai usaha wisata di sana telah membuka banyak lapangan kerja bagi warga Pagaralam. Ini tentu harus dipertahankan,” tambah mantan wartawan senior tersebut.

Ia pun berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan merugikan pelaku usaha maupun masyarakat.

“Saya percaya Pak Wali Kota dan jajaran memiliki komitmen kuat untuk terus membangun sektor pariwisata sebagai andalan Kota Pagaralam,” tegas Alfrenzi yang juga anggota Komisi V DPRD Sumsel.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bawa UMKM Binaan Raih Omzet Rp385 Juta di Kriyanusa 2026*
Desak Solusi Permanen Karhutla, Wamen LH dan Gubernur Sumsel Kumpulkan 43 Petinggi Korporasi
Perusahaan Perkebunan Diminta Bangun Infrastruktur Cegah Karhutla di Sumsel
Bongkar Fee 20 Persen Proyek Smartboard: Rp13 Miliar Mengalir ke Abi, PT MSA Cuma Dapat Rp1 Miliar
Korupsi BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Eks Kepala Kantor Pos Air Sugihan Dituntut 8,5 Tahun
Rebutan Bola Berujung Keributan, Pelajar 17 Tahun Lapor Polisi
Motor Indah Dicuri Mantan Pacar, Aksinya Terekam CCTV
Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya dan Ludahi Ibu Kandung

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bawa UMKM Binaan Raih Omzet Rp385 Juta di Kriyanusa 2026*

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Desak Solusi Permanen Karhutla, Wamen LH dan Gubernur Sumsel Kumpulkan 43 Petinggi Korporasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Perusahaan Perkebunan Diminta Bangun Infrastruktur Cegah Karhutla di Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Bongkar Fee 20 Persen Proyek Smartboard: Rp13 Miliar Mengalir ke Abi, PT MSA Cuma Dapat Rp1 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Korupsi BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Eks Kepala Kantor Pos Air Sugihan Dituntut 8,5 Tahun

Berita Terbaru