Category: Ogan Komering Ilir

  • Biliard dan Sepatu Roda Sumbang 5 Emas untuk OKI di Porprov OKU Raya

    Biliard dan Sepatu Roda Sumbang 5 Emas untuk OKI di Porprov OKU Raya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Cabang olahraga (cabor) biliard dan sepatu roda  menjadi penyumbang emas untuk kontingen Ogan Komering Ilir pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Porprov XIII di OKU Raya, Minggu (21/11).

    Emas pertama OKI disumbang Karina Gustri Fridayanti atlet putri Kabupaten OKI dari cabang olahraga (cabor) bilyar. Karina berhasil melaju ke babak final nomor 9 ball U-21 setelah mengalahkan atlit Ogan Ilir, Putri Ayu dengan skor 4-2.

    Sementara cabor Sepatu Roda berhasil menyumbang 4 emas antara lain oleh Isra Zulsilva yang menjuarai nomor speed putri 5 ribu meter, dan 500 meter, Kalea Ataya di nomor 3 ribu meter putri. Di nomor speed putra Yudistira Bimo menyumbang emas di nomor 5 ribu meter dan di nomor speed 300 meter putra atas nama Diky KD .
    Ketua KONI kabupaten OKI, Juni Alpansuri, S.Si merasa bangga dengan perolehan medali kontingen OKI.

    Ia terus berharap semua atlet berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Kabupaten OKI.

    “Semoga perolehan ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet lainnya, sehingga berusaha maksimal menorehkan prestasi demi mengharumkan nama Kabupaten OKI,” pungkas Juni.

    Sampai dengan Minggu, (21/11) kontingen OKI berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 1 perak dan 5 Perunggu.

    Medali perak disumbangkan Vika Artila dari cabor Sepatu Roda nomor speed 10 ribu meter putri.

    Sedangkan 5 medali perunggu masing-masing disumbakan pebeliar OKI, Sunil yang turun di kelas 8 ball putra, Nashita Ika dari cabor sepatu roda nomor 10 ribu meter,  M. Axelle. BL dari nomor speed 3 ribu meter dan Yudistira Bimo di nomor 10 ribu putra dan M. Alik di nomor 3 ribu meter putra. (Dhi)

  • Babinsa Koramil 14/Air Sugihan OKI Antar Warga Sedang Sakit

    Babinsa Koramil 14/Air Sugihan OKI Antar Warga Sedang Sakit

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kertamukti Koramil 402-14/Air Sugihan Kodim 0402/OKI Sertu MS. Yulianto, menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk dan mengantar warga binaan, yakni Danar Anugrah (16 thn), warga Desa Kertamukti Jalur 27 Kec. Air Sugihan Kab. Ogan Komering Ilir. Ia menderita bibir sumbing dan langit sumbing, dibawa menuju Yayasan Ummi Romlah & Smile Train Jl. Baitullah Kamp. Sukorejo Kel. 8 Ilir Kec. Ilir Timur II Kita Palembang, Senin (22/11/21).

    “Saya selaku Babinsa sengaja menjenguk dan membantu membawa Sdr. Danar Anugrah yang merupakan salah satu warga binaan, untuk memberikan semangat dan dukungan moril kepadanya. Agar senantiasa tabah dan semangat untuk kesembuhannya,” tutur Sertu MS. Yulianto.

    “Tentunya sebagai Babinsa, kami harus senantiasa peduli dan perhatian terhadap warga binaan. Sebab menjenguk maupun mengantar orang yang sedang sakit merupakan obat kepada yang bersangkutan agar tetap semangat melawan penyakitnya. Dan termasuk amal sholih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada sang pencipta,” ungkap Sertu MS. Yulianto.

    Dalam kesempatan tersebut, Sertu MS. Yulianto juga menyampaikan doa agar yang bersangkutan lancar dalam menjalani operasi dan lekas diberikan kesembuhan dan kesehatan. Serta berpesan kepada keluarganya untuk sabar, dan tabah untuk merawat Danar Anugrah dengan sebaik-baiknya.

    Sementara itu, orang tua Danar Anugrah, Kuswanto menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Babinsa dan TNI, karena kini anaknya dapat terbantu dalam melaksanakan pengobatan di Palembang. Pada hari ini (Senin) akan menjalani pemeriksaan dan besoknya akan dilaksanakan operasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. (Dhi)

  • Berhasil Bidik Talenta Terbaik, Langkah Jitu Pemkab OKI Implementasi Sistem Merit

    Berhasil Bidik Talenta Terbaik, Langkah Jitu Pemkab OKI Implementasi Sistem Merit

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), telah selesai mengimplementasikan pemetaan potensi dan kompetensi ASN melalui manajemen talenta.

    Sebelumnya, dalam rangka melahirkan profil talenta-talenta terbaik ASN di lingkungan pemerintah kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sekaligus memperkuat implementasi Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), BKPP OKI telah melaksanakan pengukuran potensi, kompetensi dan kinerja pejabat administrator maupun pengawas di lingkungan Pemkab OKI.

    “Hari ini adalah rangkaian dari proses implementasi sistem merit di Ogan Komering Ilir yang telah dimulai sejak Agustus lalu” Ungkap Kepala BKPP OKI, Maulidini di Kayuagung, Jum’at, (19/11/2021).

    Deni memaparkan, sebanyak 137 orang pejabat administrator dan 310 orang pejabat pengawas telah mengikuti tahapan pengukuran potensi dan kompetensi pada tahap I. Dalam pengimplementasian ini Pemkab OKI didampingi langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII Palembang serta Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

    “Hasilnya kami serahkan kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) pada masing-masing OPD” terangnya.

    Dari hasil pengukuran itu Deni mengaku, Pemkab OKI telah memiliki peta kompetensi pejabat se OKI yang terbagi ke dalam 9 kotak talenta (nine box talent).

    “Ada yang di kuadran tujuh, delapan dan sembilan, dengan kategori penilaian baik sekali, baik dan cukup yang selanjutnya menjadi dasar objektif perencanaan dan pengembangan karier PNS di OKI,” terang dia.

    Deni meneruskan implementasi sistem merit mengedepankan aspek profesionalitas dalam pengembangan dan pemilihan calon-calon pimpinan yang akan menduduki jabatan kritikal sesuai dengan rencana strategis Pemkab OKI.

    “Dengan adanya sistem merit ini, diharapkan kita akan memiliki berbagai talent yang siap ditempatkan dan siap menjalankan tugas pemerintahan,” papar Deni.

    Sementara itu Bupati Ogan Komering Ilir melalui sekretaris daerah, Husin, S. Pd, MM, M. Pd mengingatkan seluruh pimpinan OPD harus berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan potensi dan kompetensi pegawai di Pemkab OKI.

    Sebab pemetaan potensi dan kompetensi PNS ini pada dasarnya untuk melihat sejauhmana kompetensi pegawai yang menempati posisi atau jabatannya masing-masing.

    “Pemetaan atau maping ini juga merupakan sebuah keharusan agar kita bisa mengetahui kira-kira apa yang harus dilakukan. Terutama bagi unit yang memperoleh mandat untuk melakukan pengelolaan SDM Arapatur,” kata Sekda Husin.

    Husin menambahkan, hasil dari pemetaan potensi dan kompetensi menjadi acuan dalam penerapan prinsip the right man on the right place in the right time berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan latar belakang ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan.

    “Hal tersebut merupakan salah satu unsur penting diterapkannya sistem merit pada suatu instansi seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, dan saat ini kita terapkan pula di Pemkab OKI,” Tutup Husin. (Dhi)

  • Pengakuan Oknum Guru Pesantren yang Cabuli 12 Bocah Laki-laki, Video Korban Diancam Disebarkan

    Pengakuan Oknum Guru Pesantren yang Cabuli 12 Bocah Laki-laki, Video Korban Diancam Disebarkan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – RP (19) oknum guru pondok pesantren di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli 12 bocah laki-laki. Ia mengaku melakukan pencabulan tersebut pada oktober lalu.

    Para korban adalah santrinya yang tinggal di asrama ponpes tempat ia mengajar sejak 4 bulan terakhir.

    RP bercerita ia melakukan perbuatan tersebut di dalam kamarnya. Korban dipanggil karena telah melakukan kesalahan tidak mengenakan sarung sehingga harus menerima hukuman.

    ”Saya panggil enam orang terlebih dahulu masuk ke ruangan saya dan disuruh melakukan pencabulan,” terangnya, Kamis (18/11).

    Ancam akan Sebarkan Video

    Sebelum melakukan pencabulan, santri-santri tersebut disuruh memainkan alat kelamin masing-masing dan direkam oleh RP. Kemudian disuruh bugil sambil menempel ke dinding. Jika menolak, ia mengancam akan menyebar video hasil rekaman.

    RP sendiri telah dilaporkan ke polisi dan ditangkap unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKI, Rabu (17/11/2021) tanpa perlawanan.

    Saat ditangkap, berdasarkan laporan yang diterima, setidaknya ada 12 orang anak yang berusia antara 11 dan 13 tahun yang menjadi korban RP. Korban adalah Y (12), ARP (12), FF (12) RKW (11),AA (12) MA (11) JP (11),MRP (11) AD (11), ND (12) MI (12) dan AP (13).

    “Ke 12 korban ini masih mengalami trauma dan dilakukan pemeriksaan didampingi orangtuanya,” kata Kapolres OKI, AKBP Diliyanto SH melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto MSi, Kamis (18/11.

    Sementara Korban RKW (11) mengaku, tidak mengetahui saat itu apa kesalahannya tapi ia ikut dipanggil pelaku ke kamarnya dan disuruh melakukan aksi cabul dan direkam temannya.

    ”Saat itu kami tujuh orang masuk kamar pelaku dan masih takut,” imbuhnya.

    Sedangkan orangtua korban, Ramadan meminta tanggung jawab pihak Ponpes untuk pemulihan psikologi anaknya dan para korban lainnya.

    Ia tidak menyangka anaknya bisa menjadi korban pencabulan yang dilakukan oknum guru disana.

    “Seharusnya pihak ponpes sebelum menerima guru baru harus dilakukan tes psikologi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Anak saya masih trauma lihat pelaku langsung takut,” ucapnya. (dhi/mis)

  • Oknum Guru Ponpes Cabuli 12 Santri, Adegan Direkam dan Ancam Video Disebar Jika Menolak

    Oknum Guru Ponpes Cabuli 12 Santri, Adegan Direkam dan Ancam Video Disebar Jika Menolak

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Sebanyak 12 santri laki-laki di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku berinisal RP (19) yang telah ditangkap polisi, merupakan salah satu pengajar di pondok pesantren tersebut.

    Kapolres OKI AKBP Diliyanto SH melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto MSi, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku aksinya telah dilakukan sejak Oktober lalu.

    Korbannya berjumlah 12 anak berusia antara 11 dan 13 tahun. “Ke 12 korban ini masih mengalami trauma dan dilakukan pemeriksaan didampingi orangtuanya,” kata Sapta kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

    Sapta menjelaskan, pelaku melakukan perbuatan tersebut di dalam kamarnya. Korban dipanggil karena telah melakukan kesalahan tidak mengenakan sarung sehingga harus menerima hukuman.

    “Santri-santri tersebut disuruh memainkan alat kelamin masing-masing dan direkam oleh RP. Kemudian disuruh bugil sambil menempel ke dinding. Pelaku mengancam akan menyebar video jika korban menolak,” ujar Sapta.

    Sapta menjelaskan, kejadian ini terkuak setelah pihaknya mendapatkan laporan dari orang tua korban dan segera bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku.

    “Kami menerima laporan bahwa terjadi tindak asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh tenaga pengajar. Hingga saat ini setidaknya ada 12 murid yang telah dicabuli oleh tersangka ini,” jelas Kasatreskrim didampingi Kanit PPA Polres OKI Jamal.

    Atas perbuatannya, tersangka RP dikenakan Pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 UURI No 17 tahun 2016 tentang Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (dhi/mis)

  • KONI OKI Target Masuk 10 Besar di Porprov XIII OKU Raya

    KONI OKI Target Masuk 10 Besar di Porprov XIII OKU Raya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dengan target masuk 10 besar, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten OKI, melepas ratusan kontingen menuju Porprov ke-XIII di OKU Raya, Kamis (18/11/2021).

    Saat dikonfirmasi, Ketua KONI OKI, Alpansuri mengatakan, ada sebanyak 348 atlet dan 90 official yang dilepas pada hari ini. Para kontingen berasal dari 31 cabor.

    “Mudah-mudahan dengan diberangkatnya para kontingen ke Porprov OKU Raya, bisa mendapat prestasi yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. Kita berharap pada ajang Porprov tahun ini bisa masuk 10 besarlah,” ungkap dia.

    Ditambahkannya, pada event yang diselenggarakan dalam 2 tahun sekali tersebut. Ada 37 cabor yang diperlombakan. “Namun kami sendiri hanya mengirimkan 31 cabor saja. Kegiatan berlangsung dari 21-28 November mendatang.”

    “Iya, kita ada cabor baru yaitu muay thai, dan justru menjadi andalan dalam Porprov tahun ini. Meskipun begitu, sebenarnya seluruh cabor unggulan, hanya saja memang ada beberapa yang lebih diunggulkan. Karena setiap Porprov membawa medali. Seperti biliard, pencak silat, judo, taekwondo, wushu dan muay thai,” ujarnya.

    Seperti atlet judo Yuta Gladius Taslim dan Carista Taslim yang akan berlaga di kelas -73 Kg dan kelas -48 kg. Semoga keduanya dapat mendulang medali emas di Porprov ke-XIII, walaupun cabor baru.

    Disinggung soal persiapan, dia menerangkan, untuk persiapan atlet OKI sudah mulai sejak 6 bulan lalu. Dan dua pekan sebelum berangkat sudah diadakan TC (training center) di setiap cabor selama 6 hari.

    “Untuk Porprov tahun ini memang agak unik, karena biasanya fokus pada satu tempat, tapi justru digelar di tiga kabupaten. Dan dari tiga kabupaten itu, ada 5 lokasi bertanding, di Belitang, Martapura, Batu Raja, Banding Agung, serta Muara dua,” jelasnya.

    Dikatakannya lagi, mereka optimis bisa meraih 10 besar. Insya Allah hal itu membawa tekad bagi seluruh atlet dan official untuk kebangkitan olahraga di Kabupaten OKI.

    “Selain 10 besar, kita juga menargetkan setidaknya bisa meraih 20 medali emas. Lalu, untuk dukungan pemerintah, Alhamdulillah sudah baik. Dan KONI juga dalam masa pandemi ini memang banyak kendala, terutama masalah keuangan,” imbuhnya.

    “Berkat dorongan maupun dukungan pemerintah, kami akan turut serta dan bersinergi dalam membangun olahraga di Kabupaten OKI, termasuk dalam kegiatan Porprov di OKU Raya,” pungkas dia.

    Sementara itu, pelatih atlet judo Kabupaten OKI, Yanuardo Taslim dan Rio Trisno, SH MH mengungkapkan, ada 4 atlet yang diturunkan untuk berlaga di ajang Porprov XIII OKU Raya.

    “Para atlet kita yaitu Yuta Gladius Taslim, Carista Taslim, Justin Terry Halim Jr, Rafka Aditya. Ditargetkan para atlet kita dapat mendulang medali emas,” harapnya. (mis)

  • Lelang Lebak Lebung Jadi Primadona Pendapatan Daerah

    Lelang Lebak Lebung Jadi Primadona Pendapatan Daerah

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Sejak dulu potensi lahan rawa lebak di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Bahkan pengelolaan rawa lebak ini diatur dalam Kitab Undang-undang Simbur Cahaya.

    Di masa kerajaan Palembang (1587-1659) Sistem lelang diserahkan kepada pemimpin marga atau pesirah. Sedangkan pada masa kolonial di tahun (1821-1942), Belanda mengubah beberapa aturan yang berpengaruh pada sistem pembagian hasil lelang.

    Di masa sekarang, hak usaha penangkapan ikan areal rawa itu melalui sistem pelelangan yang diatur melalui Peraturan Daerah. Bahkan di tahun ini, rawa lebak di OKI menyumbang penerimaan daerah (PAD) mencapai Rp 7,1 miliar.

    “Tahun ini dari hasil Lelang Lebak Lebung (L3) di 13 kecamatan, menyerap penerimaan daerah mencapai Rp 7,1 miliar,” terang Kepala Dinas Perikanan OKI, Ir. Irawan, MM Kamis, (18/11/2021). Hasil pendapatan ini bahkan lebih tinggi dari target yang diharapkan sekitar Rp 6,3 miliar.

    “Tahun ini, kita over (melebihi) target. Kecamatan Jejawi yang paling tinggi, yakni mencapai Rp 2,2 miliar,” ungkapnya.

    Irawan, menjelaskan, Lebak Lebung merupakan istilah untuk kawasan lebak dalam yang menghasilkan produksi ikan secara alami di Ogan Komering Ilir. Kabupaten dengan luas wilayah 19 ribu kilomenter persegi ini memiliki bentangan rawa lebak mencapai 146.279 hektare atau berisar (58,96 persen) dari luasan lebak yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    Ada sebanyak 328 objek lelang yang tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten OKI. “Ditahap I ini terjual sebanyak 239 objek, sisanya 87 objek belum terjual,” terang dia.

    Untuk objek yang belum terjual tambah dia, akan diajukan kembali pada pelelangan tahap II di penghujung November.

    “Lelang tahap kedua yakni lelang yang dilakukan kembali bagi objek lelang yang tidak laku terjual dan juga lelang bagi objek lelang yang sempat tertunda dibeberapa kecamatan. Jadi masih ada kemungkinan penambahan pendapatan” terang dia.

    Dibagikan ke Desa dan Pelestarian Rawa Lebak
    Selain menjadi sumber pendapatan daerah, hasil lelang dikembalikan ke desa melalui mekanisme bagi hasil. Selain itu juga digunakan untuk pelestarian rawa lebak dan ekosistemnya serta pengawasan pemanfaatan lebak.

    “Memang jadi primadona PAD namun dari hasil tersebut, 50% dikembalikan ke desa sebagai sumber pendapatan desa baik desa yang ada objek lelang maupun tidak menjadi objek lelang,” terangnya.

    Sementara upaya menjaga kelestarian habitat ikan menjadi kewajiban budidaya (pembenihan) yang diserahkan kepada pengemin (pemenang lelang) menjelang akhir pengelolaan areal lelang yakni 5% dari nilai objek. “Pembenihan kembali (restocking) jadi kewajiban pemenang lelang menjelang hingga akhir pengelolaan,” tutupnya. (Dhi)

  • Ini Sosok Bianka Gadis Cilik Penderita Stunting

    Ini Sosok Bianka Gadis Cilik Penderita Stunting

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bianka Mutia tampak lesu dan irit bicara saat kami menyambangi kediamannya, di Dusun II Desa Pedamaran 1, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sepanjang waktu, bocah 2,5 tahun ini duduk bersandar rapat ke tubuh ibunya. Ia menangis saat melihat kami. Takut barangkali.

    Bianka adalah anak yang mengalami stunting atau gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis. Berat badannya tak sampai 7 kilogram atau masih kurang sekitar 3 kilogram dari berat normal minimal.
    Gadis kecil anak ketiga dari pasangan Rahmalia, 35 tahun dan Juharsyah, 38 tahun ini selalu menangis digendongan ibunya. Dia memiliki dua orang kakak laki-laki.

    Rahmalia menyadari kondisi anaknya ini tidak normal. Dia bercerita, saat lahir berat badan Bianca 2,6 kilogram. Sama halnya dengan bayi lain yang lahir dengan berat badan rata-rata 2,5 kilogram. Selama membesarkannya, Rahmalia membagi tugasnya sebagai seorang ibu. Sebab Rahmalia harus membantu suami mencari uang tambahan. Rahmalia seperti ibu rumah tangga kebanyakan di Pedamaran, bekerja sebagai penganyam purun. “Waktu nimbang, diberitahu anak saya stunting, terus pulangnya dikasih biskuit dari posyandu,” kata Rahmalia, Sabtu (13/11/2021) lalu.

    Rahmalia, ibu Bianka, tak mampu memenuhi kebutuhan gizi harian anaknya karena dibelit kemiskinan. Apalagi sejak pandemi, satu-satunya pemasukan dari pekerjaan suaminya sebagai pembeli barang bekas keliling pun, ikut terdampak.

    “Suami kerja di Palembang, pulang kadang seminggu sekali kadang lebih lama. Per bulan paling dapat 1 juta, kadang ngga sampe segitu. Penghasilan yang ada untuk membiayai tiga anak saya. Anak pertama saya sudah kelas 6 SD. Kita juga belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah,” kisahnya. Beruntungnya ia masih ada tempat tinggal. Rumah warisan mertua yang juga didiami satu keluarga lagi dari saudara suaminya.

    Rahmalia menjelaskan, selama masa Pandemi membuat penanganan balita terkena stunting ini terhambat, sebab layanan posyandu kadang ditutup. Sebagai gantinya, kader posyandu kadang harus mendatangi satu persatu rumah penderita stunting.

    “Posyandunya tetap ada, namun memang dibatasi. Saya tetap sesuai jadwal pergi ke Posyandu. Belum ada perhatian khusus apa gitu. Cuman pemberitahuan saja dari kadernya, ‘anaknya stunting lho, Bu.’ Itu saja, kalau bantuan atau apa, tidak ada,” tutur Rahmalia.

    Selain Bianka, ada balita lain juga yang menderita stunting di desa Pedamaran 1. Berdasarkan informasi salah satu tenaga medis yang enggan disebut namanya, masih ada tiga lagi balita penderita stunting yang berada di bawah pengawasannya.

    Malah, informasi yang diperoleh media ini, dua dari tiga balita tersebut berasal dari keluarga berada (ekonomi berkecukupan). Mayoritas masyarakat di sana beranggapan kalau stunting adalah penyakit keturunan (genetik). Sehingga menganggap sepele masalah tersebut.

    Masuk Dalam Desa Lokus Stunting

    Desa Pedamaran 1 merupakan salah satu desa yang menjadi Desa Lokasi Fokus (Lokus) Intervensi penurunan stunting terintegrasi Kabupaten OKI di tahun 2021. Tim Focus Kini berupaya untuk mencari data melalui Kepala Puskesmas setempat yang enggan disebut namanya. Ia justru mengatakan stunting di wilayahnya adalah cerita masa lalu.

    Masalah Stunting agaknya menjadi momok ‘memalukan’ bagi warga dan instansi setempat. Wartawan Focus Kini agak kesulitan mendapatkan data riil masalah ini dari warga. Terbukti, di Desa Menang Raya, tetangga Desa Pedamaran I, kami tidak dapat menggali informasi dari warga mengenai balita penderita stunting.

    Selain Pedamaran 1 dan desa Menang Raya di Kecamatan Pedamaran, ada Desa Mesuji Jaya dan Mataram Jaya di Kecamaran Mesuji Raya, Desa Kampung Baru di Kecamatan Mesuji Makmur, Desa Tulung Selapan Ilir di Kecamatan Tulung Selapan, Desa Pangkalan Sakti, Desa Rantau Karya, Desa Nusantara dan Desa Banyu Biru di Kecamatan Air Sugihan. Desa-desa inilah yang menjadi Desa Lokus Stunting.

    Data tersebut sesuai dengan SK Bupati Ogan Komering Ilir No: 426/KEP/DINKES/2020 tentang Penetapan Desa Lokus dalam Upaya Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaen Ogan Komering Ilir.

    Diberi Asupan Biskuit

    Sementara itu saat ditanyakan masalah ini ke tim medis Desa Pedamaran I menyebutkan kalau pihaknya telah memberikan bantuan makanan tambahan bagi penderita stunting melalui layanan Posyandu.

    “Ada, jadi kita punya bantuan berupa biskuit. Jadi biskuit itu bukan biskuit biasa, namun yang difortifikasi dengan mikrovitamin. Itu dibagikan kepada anak-anak, mulai dari gizi kurang dan gizi buruk,” ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebut namanya.

    Namun ia mengakui kalau layanan posyandu terganggu selama masa pandemi.

    Sejauh ini berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang kami peroleh sebelumnya, persentase kasus stunting di kabupaten tersebut telah turun menjadi 8,44% pada 2020 lalu. Sebelumnya angka stunting sebesar 11,08% pada 2019. Bahkan pada 2018, angka stunting tergolong cukup tinggi, yakni sebesar 30,6%.

    Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Dja’far Shodiq menilai penurunan itu berkat intervensi yang dilakukan pemangku kepentingan setempat.

    “Kini sudah satu digit, tapi kami tidak mau berpuas diri. Harus terus diturunkan,” katanya saat diwawancarai Senin (15/11/2021).

    Dia mengemukakan Pemkab OKI bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (Tim Penggerak PKK), BKKBN, LSM, dan lainnya dalam menekan angka stunting.

    Atas capaian tersebut Pemkab OKI meraih penghargaan dari Pemprov Sumsel atas upayanya dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi pada tahun 2020.
    (Dhi)

  • Kirim 348 Atlet, OKI Target Dulang Emas di Porprov OKU Raya

    Kirim 348 Atlet, OKI Target Dulang Emas di Porprov OKU Raya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir mengirim sebanyak 348 orang untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan ke-XIII di OKU Raya. Para pejuang olahraga ini dilepas Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir, H. M. Dja’far Shodiq dari kantor Bupati OKI, pada Kamis (17/11/2021).

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga OKI melalui Kabid Keolahragaan, Harun, SH menyampaikan kontingen OKI pada Porprov XIII OKU Raya tahun ini mengikuti 31 Cabang Olahraga dengan jumlah kontingen sebanyak 442 orang yang terdiri dari 348 atlit 94 orang pelatih serta official.

    “Tahun ini, kompetisi olahraga Porporv Sumsel diselenggarakan ditempat berbeda antara lain, Kabupaten OKUT bertempat di Martapura dan Belitang serta di OKUS bertempat di Muara Dua , Banding Agung, dan Danau Ranau”, terang Harun.

    Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Juni Alpansuri, S.Si menargetkan Kab. OKI bisa tembus top 10 Porprov XIII OKU Raya.

    “Kontingen OKI telah melakukan persiapan dengan matang, untuk itu kami menargetkan 20 Emas dan TOP 10 mengigat 2 kali perhelatan Porprov di tahun 2019 dan 2017 Kabupaten OKI finish di posisi 13”, terang Juni.

    Sementara Wakil Bupati OKI, H.M.Dja’far Shodiq mengatakan bahwa Kontingen OKI harus semangat untuk merebut podium tertinggi dan memberikan yang terbaik untuk Kejayaaan Bumi Bende Seguguk.

    “Potensi persiapan atlit Kabupaten Ogan Komering Ilir telah matang, baik dari segi fisik dan mental. Sehingga, sangat besar harapan disematkan kepada para atlet, agar mampu meraih prestasi tertinggi pada Porprov XIII di  OKU Raya”, kata Wabup Shodiq.

    Shodiq juga berpesan, kontingen OKI harus tetap semangat dan berjuang semaksimal mungkin. Dirinya menyampaikan segala kebutuhan atlet telah disiapkan oleh tim pendamping.

    “Pak Bupati telah menunjuk sejumlah OPD yang memegang sejumlah cabor untuk memperhatikan kebutuhan atlet. Bagi pendamping yang ikut turun langsung ke lapangan mengawal atlet harus merespon kebutuhan atlet, sehigga atlet pada saat bertanding bisa berkonsentrasi,” kata Shodiq. (Dhi)

  • Warga OKI Kini Bisa Urus Adminduk dari Desa

    Warga OKI Kini Bisa Urus Adminduk dari Desa

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memudahkan layanan kependudukan bagi warganya. Melalui inovasi Pos Pelayanan Administrasi Kependudukan Online dari Desa (Posyandukdes) pencetakkan administrasi kependudukan. Warga tidak perlu lagi harus datang ke Kantor Disdukcapil di Kota Kayuagung akan tetapi langsung bisa dicetak di Kantor Desa atau kelurahan. 

    Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir Hendri, SH., MM mengatakan bahwa pelayanan administrasi kependudukan di desa merupakan upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat.

    “Posyandukdes menjadi cara Disdukcapil untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan memyenangkan. Hal ini juga sebagai aktualisasi dari Permenndagri nomor 7 tahun 2019 untuk memberikan layanan adminduk secara online  kepada masyarakat,” terang Hendri, di Kayuagung, Selasa, (16/11/2021).

    Hendri menyampaikan dengan kondisi geografis Ogan Komering Ilir yang miliki luas mencapai 19.023,47 Km² dengan masyarakat yang tersebar di pedesaan, bantaran sungai hingga pesisir pantai, tentu inovasi dibutuhkan untuk memberikan layanan yang merata.

    “Jadi nantinya tuntas di kantor desa, masyarakat, tidak perlu lagi ke Kantor Dukcapil di Kayuagung. Melalui petugas yang tersebar di 327 desa dan kelurahan akan membantu masyarakat mengurus administrasi kependudukan seperti akte kelahiran/kematian, Kartu Keluarga (KK), Surat Pindah/Datang, Update Data kependudukan dan lainnya,” terang Hendri.

    Lebih lanjut, setelah data pendukung diunggah, petugas Disdukcapil di Kabupaten akan memverifikasi dan memvalidasi permohonan tersebut. Kalau semua persyaratan sudah lengkap dan benar akan disampaikan kepada pihak desa untuk bisa dicetak. 

    “Selanjutnya masyarakat atau pemohon tinggal mencetak di kantor desa,” jelasnya.

    Selain Posyandukdes, Disdukcapil OKI dikenal dengan banyak terobosan yang telah dilakukan antara lain Jalades Kaboki, (Jemput bola ke desa-desa untuk perekaman KTP, pembuatan kartu keluarga, akta kelahiran dan KIA; Inovasi Antar Duku KabOKI (Antar gratis dokumenntasi kependudukan dalam  Kab OKI ) yang bekerja sama dengan PT. POS;  Pandu Samara (Pemberian dokumen kependudukan bagi pasaang baru menikah di Kab OKI) yang bekerjasama dengan Kantor Kemenag Kab. OKI.

    Ada juga Inovasi Biduk Kajang (Bidan buat dokumen administrasi kependudukan, layanan rumah berupa KK, Akta kelahiran dan KIA); Inovasi  UBI SEHAT OKI (Buat adminitrasi kependudukan bersama dinas kependudukan); BAKPIA (Buat KIA bersama Pelaku Usaha Kolam Renang di KAB.OKI) ; dan Inovasi Pondok Duren (Penerbitan dokumen admintrasi kependudukan bagi penduduk rentan).

    Bupati OKI Ogan Komering Ilir melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahterahan Rakyat, Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si mengatakan kemudahan layanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat ini tentunya harus gratis tanpa biaya dan membahagiakan.

    “Terpenting dari setiap layanan pemerintah itu tidak hanya mudah, dekat dan tanpa biaya, dan yang terpenting, membahagiakan warga,”kata Anton.

    Pada kesempatan yang sama Direktur Dukcapil Kemendagri melalui Direktur Pendaftaran Penduduk, Direktorat Jenderal Dukcapil DR. Ir. David Yama, M.Sc. M.BA, mengaperasi Disdukcapil OKI yang telah mendekatkan layanan Adminduk kepada masyarakat melalui berbagai inovasi.

    “Letak geografis yang cukup sulit dijangkau dan ini merupakan tugas yang tidak mudah, oleh karena itu layanan inovasi ini patut diapresiasi dan dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat di OKI,” ujar Yama yang sekaligus menjadi narasumber pelatihan petugas adminduk desa se Kabupaten OKI

    Yama berpesan kepada Petugas Operator di 327 yang telah mendapatkan pembekalan harus memiliki ilmu layanan yang benar, tepat, dan komprehensif

    “Kecapakan para petugas operator di tingkat desa dalam hal pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil ini akan menjadi faktor ini mempermudah dan mensukseskan layanan yang membahagiakan penduduk,” tutupnya. (Dhi)

  • BIN Sumsel Laksanakan Vaksinasi di Ponpes OKI

    BIN Sumsel Laksanakan Vaksinasi di Ponpes OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera – Selatan kembali melaksanakan Vaksinasi di Ponpes Kabupaten OKI, untuk mencapai target 70 persen capaian akhir tahun 2021. Sasaran yang dilaksanakan kali ini di Ponpes Darussalam Desa Tugumulyo Kec. Lempuing Kab. OKI

    Sebelumnya, BIN juga sukses menggenjot vaksinasi dengan sasaran para santri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKI, dan Ponpes Modern Sriwijaya Ogan Ilir.

    Sasaran vaksinasi diutamakan pada santriwan/wati umur 12 tahun dan masyarakat sekitar Ponpes. Terlihat santriwan/wati, antusias untuk vaksin. Sementara jenis vaksin yang disuntikkan yakni Sinovac.

    “Kami melihat antuasisme santriwan/wati serta masyarakat sekitar yang datang sangat tinggi,” Kata Kepala BIN Daerah Sumsel Brigjen TNI Armansyah, SH diwakili Korwil Binda Sumsel Letkol Ervan, saat melakukan cek pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ponpes Darussalam.

    Tujuan vaksinasi ini merupakan rangkaian agenda dalam rangka menyukseskan capaian vaksin khususnya di Kab. OKI. Dan juga membantu pemerintah dalam percepatan herd immunity

    Dikatakannya, sasaran utama vaksinasi adalah pelajar dengan usia 12-17 tahun. Pelajar rentan tertular Covid-19. Dengan alasan mereka merupakan generasi penerus yang sedang menuntut ilmu sehingga harus sehat dan kuat.

    Bukan hanya pelajar saja sebagai sasaran utama tetapi juga masyarakat umum termasuk juga karyawan perusahaan-perusahaan nantinya.

    “Percepatan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah tidak akan terwujud tanpa kerja sama sehingga diperlukan kerjasama forkopimda dan bersinergi,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, dengan adanya vaksinasi gencar, nantinya target pemerintah sampai akhir tahun ini atau awal tahun dapat tercapai herd immunity 70 persen. Dimana BIN Sumsel telah melaksanakan vaksinasi sasaran pelajar usia 12-17 tahun di Sumsel dengan jumlah ribuan siswa. (Rel)

  • ASN di OKI Ketahuan Beberapa Bulan Tak Masuk Kerja, Terancam Dipecat

    ASN di OKI Ketahuan Beberapa Bulan Tak Masuk Kerja, Terancam Dipecat

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, beberapa bulan tak masuk kerja.

    Hal itu diketahui setelah dilakukan validasi data kehadiran ASN di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab OKI.

    “Ada ASN di Dinas kami yang tidak pernah masuk kantor beberapa bulan tapi tetap menerima gaji dan tunjangan,” ujar salah satu Sekretaris dengan inisial L di OKI, Selasa (16/11/2021).

    Pihak Dinas telah melaporkan tindakan pelanggaran disiplin tersebut ke Kepegawaian dan ditembuskan ke Inspektorat.

    Sejauh ini, pihak dinas telah melayangkan 3 (tiga) kali peringatan namun ASN tersebut masih juga belum mengindahkan.

    “Sudah beberapa bulan tidak masuk kerja, kami pun sudah melayangkan surat peringatan hingga tiga kali,” ujarnya.

    Menurut dia, pihak dinas juga sudah berupaya untuk menyambangi kediaman yang bersangkutan, namun oknum ASN tersebut tidak pernah ada di rumah. “Kata istrinya yang bersangkutan saat ini sedang ada di Bangka,” paparnya.

    Mengacu pada PP Nomor 53 Tahun 2010, katanya, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan kepada oknum ASN yang dianggap melanggar disiplin yaitu penyampaian secara lisan kepada yang bersangkutan untuk menghadap.

    Jika penyampaian lisan itu belum juga ditanggapi atau ditindaklanjuti, maka akan diikuti dengan pemanggilan pertama, pemanggilan kedua, dan pemanggilan ketiga.

    “Jika sampai tiga kali pemanggilan tidak juga ada konfirmasi dan kooperatif dari ASN yang bersangkutan maka Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Bupati OKI berhak membuat keputusan pemberhentian dengan tidak hormat yang bersangkutan dari statusnya sebagai ASN, di mana tembusan surat itu disampaikan kepada Komisi ASN dan lainnya,” jelas dia. (Dhi)

  • Pemkab OKI Tingkatkan Kapasitas Bendahara Pengeluaran

    Pemkab OKI Tingkatkan Kapasitas Bendahara Pengeluaran

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa penyusunan laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang dilaksanakan telah sesuai dengan aturan dan tidak terlepas dari peran bendahara pengeluaran di masing-masing OPD

    “Dalam penyusunan laporan keuangan yang baik dan capaian Opini WTP dari BPK, peran dan fungsi bendahara pengeluaran sangatlah penting. oleh karena itu Pemkab OKI melalui BKPP melaksanakan Pelatihan Bendahara Pengeluaran Tahun 2021,” ujar Bupati OKI melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Fahrul Rozi, S.Sos, MM pada sambutannya dalam acara Pembukaan Diklat Bendahara Keuangan Tahun 2021 di Lingkungan Pemkab OKI, Gedung Diklat Teluk Gelam, Senin (15/11/21).

    Fahrul menekankan bahwa setiap bendahara pengeluaran di tiap OPD harus memahami tugas dan tanggungjawabnya.

    “Setiap bendahara pengeluaran harus mampu bersinergi dengan Kuasa Pengguna Anggaran (PA) atau kepala OPD dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di unit kerja masing-masing,” tambah Fahrul.

    Ia juga meminta kepada para peserta agar mengikuti pendidikan dan pelatihan ini dengan baik, sehingga terwujudnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ASN Bendahara Pengeluaran yang semakin berkualitas di Lingkungan Pemkab OKI

    Sebelumnya dilaporkan oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kab. OKI Mauliddini, SKM selaku Ketua Pelaksana Kegiatan bahwa Pendidikan dan Pelatihan Bendahara Pengeluaran Tahun 2021 ini diikuti oleh 67 peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab OKI

    Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 15 s.d. 20 November 2021 di Gedung Diklat BKPP OKI di Teluk Gelam dan seluruh peserta diasramakan.

    Tenaga pengajar berasal dari BPSDM Prov. Sumsel, BPKP Perwakilan Sumsel, KPP Pratama Kayuagung, BPKAD Kab. OKI, Kejari OKI, serta Instruktur dari Kodim 0402/OKI dengan metode pengajaran berbasis diskusi, tanya jawab serta evaluasi. (Dhi)

  • Bupati Iskandar Terima Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan 2021

    Bupati Iskandar Terima Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan 2021

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dinilai berjasa di bidang pertanian, Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir, H.Iskandar, SE menerima penghargaan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional.

    Lencana yang diberikan merupakan penghargaan atas pengabdian, kesetiaan dalam mendampingi, memotivasi semangat dan tanggung jawab, serta kemandirian petani dan nelayan. Dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan, dan serta sistem dan usaha agribisnis.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikutura, Ir. Sahrul, M.Si mengatakan penghargaan tersebut kepada Bupati yang telah mempertahankan produksi pangan.

    “Penghargaan ini diberikan berkat kepiawaian Bupati Iskandar sehingga OKI dapat terus meningkatkan produktivitas pertaniannya. Selain itu, Bupati OKI juga diniliai selalu berkomitmen akan pembangunan pertanian serta peduli kepada petani di OKI,” tutup Sahrul. (Dhi)

  • Layanan Posyandukdes Capil OKI Pukau  Kemenpan RB

    Layanan Posyandukdes Capil OKI Pukau Kemenpan RB

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui Deputi Pelayanan Publik, Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, mengunjungi sekaligus melakukan penilaian kepada layanan kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu, (13/11/2021).

    Pada kesempatan itu Deputi Layanan Publik memantau sejumlah inovasi layanan di Disdukcapil OKI seperti layanan administrasi kependudukan di hari libur, layanan jemput bola (Jalades semedi), Layanan kependudukan online (Lakon Mandira), administrasi kependudukan pasangan baru menikah (pandusamara) serta yang teranyar Pos pelayanan administrasi kependudukan desa (Posyandukdes).

    “Sudah cukup bagus, dari proses bisnisnya, kejelasan layanan, pengaduan dan yang terpenting dalam layanan publik itu mudah dan dekat dengan masyarakat”, ujar Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA.

    Khusus Pos pelayanan administrasi kependudukan desa (Posyandukdes) guru besar Universitas Sriwijaya ini memberi apresiasi tinggi.

    “Banyak sekali inovasi terkait layanan administrasi kependudukan ini dan yang terpenting itu terobosan untuk mendekatkan layanan ke masyarakat apa lagi kabupaten ini jangkauan layanannya sangat luas. Saya apresiasi” terang diah.

    Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil OKI, Hendri menerangkan, Pos pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Desa/Kelurahan se Kabupaten OKI atau Posyandukdes. bertujuan memberikan kemudahan dan mendekatkan pelayanan bagi masyarakat mengingat luasnya wilayah jangkauan layanan di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Inovasi ini akan segera dilaunching secara resmi pada Selasa, (16/11).

    Tujuannya, untuk mempermudah masyarakat melakukan pengurusan kependudukan dan catatan sipil.

    “Ke depan sebagian besar layanaan Adminduk bisa diselesaikan di tingkat desa dan kelurahan. Jadi tidak ada lagi penumpukan di Kabupaten, untuk mendekatkan layanan” jelas Hendri, Sabtu, (13/11/2021).

    Melalui inovasi ini ujar Hendri disdukcapil menyiagakan dua orang petugas di tiap-tiap desa yang bertugas melayani pembuatan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga, Surat Pindah Datang, Update Manual Akta kelahiran dan Akta kematian. Sementara untuk perekaman dan cetak KTP dilayani melalui program jemput bola Jaladessemedi.

    “Petugas ini kita sebar di 327 desa dan kelurahan. Mereka yang input datanya lalu diproses oleh petugas di Kabupaten, setelah selesai bisa langsung cetak di desa”, jelas Hendri.

    Hendri mengatakan, percepatan layanan inovasi ini akan terus dipantau melalui pelatihan petugas pada hari Selasa mendatang. Dia menyebut, sudah ada beberapa desa yang sudah memulai rencana pelayanan berbasis desa dan kelurahan ini.

    “Kita sudah melakukan uji coba di beberapa desa. Hasilnya sangat memudahkan,” jelas dia. (Dhi)

  • HKN Ke-57, Pemkab OKI Beri Penghargaan Nakes Sebagai Pahlawan Pandemi

    HKN Ke-57, Pemkab OKI Beri Penghargaan Nakes Sebagai Pahlawan Pandemi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberi penghargaan kepada tenaga kesehatan di momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57, karena Nakes adalah pahlawan ditengah pandemi Covid-19.

    “Kepada para pahlawan ini, apresiasi diberikan pemerintah berupa piagam penghargaan maupun dukungan finansial. Seperti insentif bagi mereka yang berjuang melawan pandemi Covid-19,” ujar Bupati Ogan Komering Ilir melalui Sekretaris Daerah Kab. OKI, H. Husin, S.Pd, MM., M.Pd pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57, di Kayuagung, Jum’at, (12/11/21).

    Husin mengatakan, untuk mendukung para tenaga kesehatan, dibutuhkan kepatuhan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas.

    “Kita perlu terus menguatkan kepatuhan dan kesadaran vaskinasinasi serta optimisme untuk gotong royong yang menjadi modal kita bangkit dari belenggu Pandemi Covid-19”, pungkas dia.

    Sementara Kepala Dinas Kesehatan OKI melalui Sekretaris Dinas Kesehatan OKI Linda Asmarini, SKM mengatakan HKN ke-57 tahun ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat edukasi masyarakat.

    “HKN ke-57 ini menjadi waktu yang tepat untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memberikan apresiasi tertinggi bagi semua pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan Covid-19”, jelas Linda.

    Linda menambahkan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui upaya kesehatan promotif dan preventif. Dengan begitu, seluruh komponen masyarakat dapat kembali produktif di era adaptasi kebiasaan baru.

    Rangkaian peringatan HKN ke-57 di Kabupaten Ogan Komering Ilir dimulai pada tanggal 25 Oktober 2021 melalui kegiatan pengabdian masyarakat, berupa Keroyok Vaksinasi di seluruh Fasyankes kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir; Penyerahan bantuan alat transportasi kesehatan pada 28 Oktober 2021 ; perlombaan pada tanggal 09-11 November 2021 serta acara puncak yang diisi dengan senam bersama dan penghargaan bagi tenaga kesehatan tahun 2021. (Dhi)

  • Serapan APBD OKI Rendah, Tunjukkan SKPD Berkinerja Buruk

    Serapan APBD OKI Rendah, Tunjukkan SKPD Berkinerja Buruk

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Hingga akhir September 2021 lalu, realisasi penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Ogan Komering Ilir (OKI) 2021, baru sampai 50,92 persen. Sementara di sisi lain, APBD OKI defisit nyaris senilai Rp 20 miliar. Ini menunjukkan buruknya kinerja SKPD dalam lingkup Pemkab OKI

    Demikian dikatakan Dosen Universitas Sumatera Selatan (USS), Agus Salim SE.,MM, Jumat (12/11/2021). Jika menilai sesuai ketentuan, idealnya, pada triwulan III tahun anggaran, realisasi serapan anggaran pendapatan dan belanja sudah harus mencapai 80 persen. Tapi nyatanya, realisasinya belum menyentuh angka 51 persen. Ini menunjukkan buruknya kinerja SKPD di Kabupaten OKI.

    Agus Salim mengatakan, ada tiga masalah dari pemda setiap tahunnya, yakni serapan anggaran yang rendah, belanja birokrasi yang lebih besar, dan proses laporan yang belum optimal. Dia mengkritik keras jika pemda belum bisa mengeluarkan anggarannya secara maksimal saat ini.

    “Kalau terjadi tahun ini kebangetan. Kenapa? Karena SKB Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri itu minimal 35 persen APBD dipakai untuk realokasi anggaran dan refocusing program. Rinciannya, 50 persen dari belanja modal, belanja barang dan jasa, dan belanja aparatur,” ujarnya saat dihubungi awak media.

    Dengan demikian, minimal pemda sudah mengeluarkan 35 persen untuk belanja penanggulangan Covid-19. Jumlahnya bisa melebihi itu apabila ditambah dengan pengeluaran lain. Agus menyebut pada Agustus lalu minimal pengeluaran SKPD itu sudah 50 persen.

    “Kalau belum sampai titik itu, problemnya bukan hanya daya serap yang lamban, tapi komitmen penanggulangan pandemi Covid-19 juga dipertanyakan,” ucapnya.

    Agus Salim menuturkan, memang ada masalah teknis ketika pegawai negeri sipil (PNS) ini bekerja dari rumah. Namun di OKI, akhir-akhir ini justru banyak yang melakukan perjalanan dinas dan belanja lapangan. Kemudian, rekanan dan pihak ketiga juga tidak bekerja optimal, banyak proyek yang progressnya juga masih di bawah 30 persen.

    “Masalahnya ada pada birokrasi di lapangan yang masih menggunakan pola kerja dan mindset lama. Padahal APBD-P sudah di ketok palu tepat waktu, begitu juga dengan R-APBD Tahun 2022,” ungkapnya.

    Berpotensi Sebabkan Inflasi Akhir Tahun

    Di lain pihak, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatra Selatan (Kanwil DJPb Sumsel), Lyidia Kurniawati Christyana, yang dihubungi Selasa lalu (2/11/2021), menyebut, salah satu kunci pemulihan ekonomi ini adalah belanja pemerintah. “Pemda harus mempercepat proses serapan anggaran yang ada,” ungkap

    Menurut Lyidia, penyerapan anggaran akan berdampak pada meningkatnya transaksi di masyarakat. Pihaknya mendorong pemda agar bisa segera merealisasikan belanja. Terutama untuk barang dan jasa.

    “Bisa dikatakan masih banyak dana yang mengendap di kas daerah yang belum tersalurkan,” jelas dia.

    Pihaknya juga mengingatkan pemerintah daerah agar segera merealisasikan anggaran secara cepat dan tepat, mengingat proses realisasi anggaran 2021 menyisakan dua bulan lagi.

    “Perlu segera melakukan percepatan serapan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutur dia.

    Dirinya mengingatkan pemerintah daerah di Sumsel, agar tidak membiasakan diri melakukan tradisi untuk belanja di akhir tahun secara besar-besaran. Pasalnya, “penyakit” tahunan tersebut bisa membuat kondisi perekonomian daerah dapat mengalami inflasi di akhir tahun.

    Lydia mengatakan, belanja besar-besaran pemda di akhir tahun menyebabkan jumlah uang yang beredar mengalami peningkatan. “Hal inilah yang bisa memicu inflasi. Pengaruhnya sangat besar,” ujar Lyidia. (Dhi)

  • Bangga Anak Muda OKI Juara Umun JPD SUMSEL 2021

    Bangga Anak Muda OKI Juara Umun JPD SUMSEL 2021

    SUARAPUBLIK.ID, OKI, Kontingen Ogan Komering Ilir keluar sebagai Juara Umum pada Jambore Pemuda Daerah (JPD) tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2021. Setelah menjurai lima dari enam Cabang Seni, Budaya dan Kreativitas yang diperlombakan.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan melalui Kabid Bidang Pemberdayaan Pemuda, Dra. Hj. Dwiyani Dharma Putri M.Si mengatakan, Jambore Pemuda Daerah yang berlangsung sejak 8 – 11 November 2021 di Gor Biduk Perahu Kajang Kayuagung, telah mewadahi para pemuda untuk mengembangkan potensi seni, budaya, olahraga, dan kreativitas yang berwawasan lingkungan.

    Bupati Ogan Komering Ilir melalui Sekretaris Daerah, H. Husin S.Pd,  MM. M.Pd dalam sambutannya mengatakan, dalam sebuah kompetisi kemenangan tentu menjadi harapan untuk membayar proses yang telah dilakukan, namun yang terpenting akhir dari kompetisi adalah kita jadi memiliki Mental Juara.

    “Seorang juara sejati bukan orang yang tidak pernah kalah, tetapi ia tidak pernah kehilangan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan”, kata Sekda Husin memberikan Semangat bagi seluruh Delegasi Kab/Kota.

    Sekda Husin juga menyampaikan selamat kepada para Delegasi terbaik masing-masing Kabupaten/Kota yang telah berkompetisi secara supportif dan totalitas di Bumi Bende Seguguk ini.

    “Selamat dan Sukses untuk seluruh peserta, panitia dan pihak yang terlibat sehingga perhelatan Jambore Pemuda Daerah tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir terlaksana dengan sukses”, kata Sekda Husin.

    Di akhir sambutannya sekaligus menutup perhelatan Jambore Pemuda Daerah tingkat Provinsi Sumatera Selatan berpesan kepada para generasi muda.

    “Teruslah berkarya anak muda, hasilkan gagasan dan karya nyata dari prosesmu, menjadi kreatif bearti kita telah mencintai kehidupan, sampai bertemu di agenda lainnya”, tutup Sekda Husin.

    Dalam kesempatan tersebut, Kontingen Kabupaten Ogan Komering Ilir menyabet Juara 1 Lomba Defile, Juara 1 Pentas Seni, Juara Pertama Lagu Daerah, Juara 1 Senam Poco-Poco, Juara 1 dan Stand Daerah, dan Juara 3 Lomba Puisi, sedangkan untuk Juara 1 Lomba Puisi diraih oleh Kontingen asal Kota Palembang. (Dhi)

  • Merawat Nilai Gotong Royong di Tengah Kemajuan Zaman

    Merawat Nilai Gotong Royong di Tengah Kemajuan Zaman

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Perkembangan zaman telah membawa manusia menuju peradaban yang semakin maju. Tetapi bukan berarti harus meninggalkan akar kebudayaan yang telah lama ada di tengah masyarakat yang bersifat positif, termasuk budaya gotong royong.

    “Perkembangan zaman jangan sampai menggerus budaya gotong royong yang telah melembaga dan mengakar di kehidupan masyarakat kita. Kegiatan kita hari ini adalah upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan,” ujar Wakil Bupati OKI H. M. Dja’far Shodiq dalam sambutannya pada acara Pencanangan Hari Bulan Bakti Gotong Royong Tingkat Kab. OKI ke XVIII Tahun 2021 di Desa Sukamaju, Lempuing Jaya, Selasa (10/11/21).

    Gotong royong sendiri merupakan budaya asli dari bangsa Indonesia, gotong royong merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama dan bersifat suka rela. Perilaku ini telah dimiliki sejak dahulu kala dan telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia

    “Agenda rutin tahunan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong ini sendiri diatur dalam Permendagri No. 42 Tahun 2005 tentang pedoman penyelenggaraan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat. Hal ini penting untuk dilaksanakan dan terus dipupuk agar semangat kebersamaan dari gotong royong terus mengakar dan melembaga dalam kehidupan bermasyarakat,” sambung Shodiq.

    Kegiatan ini khususnya, ditujukan untuk masyarakat desa di Ogan Komering Ilir agar bersama-sama membangun, berperan aktif dalam mengisi pembangunan dengan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    “Desa diibaratkan sebagai akar yang harus kuat untuk menopang pohon yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir, dengan desa-desa yang kuat dan saling bersinergi dalam pembangunan maka Kabupaten OKI akan kokoh dan semakin maju,” pungkas Shodiq.

    Dalam acara tersebut juga diserahkan berbagai penghargaan kepada desa-desa inovatif yang memberikan kontribusi aktif dalam pembangunan di Kabupaten OKI serta dilakukan peninjauan terhadap Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga), Produk Hasil UP2K dan Kebun Sayur yang ada di Desa Sukamaju. (Dhi)

  • Jasa Pahlawan Jadi Inspirasi Membangun OKI

    Jasa Pahlawan Jadi Inspirasi Membangun OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir melalui Sekretaris Daerah memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan 2021. Ini menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa para pahlawan. Dan kini kita dapat terinspirasi untuk memperkuat gotong-royong dan empati antar sesama.

    Upacara peringatan berlangsung secara khidmat dan diikuti peserta secara terbatas, dengan displin menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan berpusat di Halaman Kantor Bupati OKI, Rabu (10/11/2021).

    Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah, H. Husin, S.Pd, MM, M.Pd mengatakan, dalam momentum setahun sekali ini tidak hanya ingat tetapi perjuangan para pahlawan perlu terus dikenang. Perjuanganya dapat dijadikan inspirasi untuk kita Semangat menjalani hari.

    “Jika dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata dan bertaruh nyawa, tetapi saat ini kita berjuang untuk andil menyelesaikan persoalan bangsa. Salah satunya keluar dari ancaman Covid-19 ini dengan tetap displin menerapkan Protokol Kesehatan”, terang Sekda Husin.

    Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19 upacara Peringatan Hari Pahlawan 2021 bisa berjalan dengan khidmat. Dan ini menjadi bukti persatuan bangsa kita yang masih kuat.

    “Semangat rela berkorban dan gotong royong perlu terus kita jaga. Inilah aset berharga yang kita miliki,” imbuhnya.

    Sekda Husin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk andil dan berkontribusi pada negara

    “Selagi kita masih memiliki empati akan isu sosial bangsa ini, itu artinya kita telah melanjutkan semangat juang para pedahulu. Mari kita jadikan perjuangkan para pahlawan sebagai inspirasi untuk menjadi bangsa yang kuat dalam nafas persatuan,” tandasnya.

    Dalam kesempatan tersebut juga diberikan sembako dan sejumlah uang sebagai tali asih untuk para veteran di lingkungan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Dhi)

  • Hakim Anggota Cuti Menikah, Sidang Perdana Kasus OTT Pemerasan Ditunda

    Hakim Anggota Cuti Menikah, Sidang Perdana Kasus OTT Pemerasan Ditunda

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Sidang perdana dugaan kasus pemerasan terhadap Kepala Inspektorat Kabupaten OKI, yakni RN dan FR yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, ditunda. Pasalnya, Hakim Anggota Dani Agustinus berhalangan hadir.

    “Majelisnya tidak lengkap, jadi terpaksa sidang kita tunda selama dua minggu. Saat ini hakim Dani Agustinus sedang cuti karena menikah,” kata Ketua Majelis Hakim I Made Kariana SH yang juga Humas Pengadilan Negeri Kayuagung, Rabu (10/11/2021).

    Berdasarkan jadwal, sidang perdana tersebut akan diketuai oleh Majelis Hakim I Made Kariana SH dengan Hakim Anggota Dany Agustinus SH MKn dan Nadia Septianie SH. Kedua terdakwa rencananya akan disidang dalam berkas terpisah.

    Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Belmento SH untuk terdakwa FR, peristiwa tersebut berawal pada hari, Senin (10/08/2020) sekitar Pukul 10.40 WIB lalu.

    Saat itu saksi (Kepala Inspektorat) dihubungi oleh saudara I untuk membahas masalah laporan Ormas perihal dugaan penyelewengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah disampaikan ke Polres Ogan Komering Ilir (OKI).

    Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 WIB, saksi I bersama dengan saksi ET datang ke kantor Inspektorat Kabupaten OKI, kemudian bertemu dengan Kepala Inspektorat.

    Dalam pertemuan itu, saksi ET mengatakan, jika pihak Ormas telah melaporkan dugaan penyelewengan dana PKH dan permasalahan cetak sawah pada tahun 2017-2018. Serta permasalahan lainnya di Dinas Pertanian OKI pada saat mendiang S menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian.

    Agar laporan itu tidak diproses ke pihak yang berwajib, saksi ET meminta uang sebesar Rp400 juta sampai dengan Rp500 juta. Namun permintaan tersebut tidak disanggupi oleh korban.

    Mendengar hal tersebut, saksi ET menuturkan, jika dananya tidak boleh kurang dari Rp300 juta. Kemudian disepakati untuk penyerahan dana itu, pada Rabu (12/08/2020), bertempat di ruang kerja saksi S di kantor Inspektorat OKI.

    Pada hari Selasa (11/08/2020) sekitar Pukul 07.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh saksi ET yang menerangkan, jika terdakwa selaku ketua Ormas di Sumsel dan RS selaku ketua Ormas di OKI, diundang oleh saksi S untuk datang ke kantor Inspektorat guna menyelesaikan masalah laporan PKH, yang mana hal tersebut disetujui oleh terdakwa.

    Kemudian, pada hari Rabu (12/08/2020) sekitar pukul 15.00 WIB terdakwa bersama saksi HM dan saksi SB berangkat dari Palembang menuju kantor satu ormas tersebut di Kayuagung. Sesampainya disana, terdakwa bertemu RS yang sebelumnya sudah dihubungi oleh terdakwa untuk ikut datang ke kantor Inspektorat menemui mendiang S.

    Ketika itu terdakwa menerangkan kepada saksi RS untuk meminta dana sebesar Rp1 miliar kepada mendiang S agar laporan PKH tidak diproses. Lalu, sekitar Pukul 17.00 WIB terdakwa bersama saksi ET dan RS sampai di kantor Inspektorat.

    Namun mendiang S masih ada tamu sehingga masih menunggu. Barulah sekira pukul 17.30 WIB, terdakwa bersama saksi ET dan RS bertemu dengan saksi mendiang S di ruang kerjanya.

    Lalu, saksi ET mengatakan, jika tujuannya bersama para terdakwa bertemu dengan korban untuk menyelesaikan laporan dari pihak ormas perihal penyelewengan PKH. Dan dinas pertanian yang dilakukan oleh korban.

    Agar laporan tersebut tidak diproses. Terdakwa menerangkan, bahwa korban harus memberikan dana sebesar Rp1 miliar. Ketika itu, mendiang S menawar untuk mendapatkan discount sebesar 50%, namun dijawab oleh terdakwa paling bisa discount sebesar 35%, kalau tidak laporan tersebut akan diproses di Polres OKI.

    Mendengar hal itu, mendiang S menjawab jika sekarang mempunyai dana sebesar Rp50 juta. Lalu dijawab oleh terdakwa dan saksi ET tidak apa-apa untuk tanda jadi.

    Lalu korban menghubungi, saksi DM selaku staf Inspektorat untuk mengantarkan dana sebesar Rp50 juta tersebut ke ruang kerjanya. Saksi DM pun menemui saksi LP selaku bendahara pada Inspektorat untuk meminjam uang sebesar Rp50 juta itu atas perintah korban.

    Lalu, uang tersebut disiapkan saksi LP dan dimasukkan ke dalam tas laptop warna hitam dan dibawanya ke ruang kerja korban. Setelah itu, S meletakkan tas laptop warna hitam tersebut di atas meja dan mengeluarkan uang yang ada didalam tas serta menghitungnya.

    Usai dimasukkan kembali ke dalam tas oleh korban dan diserahkan kepada terdakwa. Tas yang berisi uang Rp50 juta itu diletakkan kembali oleh terdakwa di atas meja.

    Sekira pukul 18.00 WIB, datanglah saksi ME dan CR yang merupakan anggota Kepolisian Polres OKI dan melakukan penangkapan terhadap para terdakwa bersama dengan saksi ET dan dibawa ke Polres OKI untuk diproses hukum.

    “Atas perbuatannya, para terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP dan Pasal 369 KUHP serta Ketiga Pasal 335 KUHP diancam dengan pidana 9 tahun penjara,” tukasnya. (Dhi)

  • Tujuh Organisasi Pemuda dan Masyarakat Menginisiasi Forum Gerakan Pemuda OKI

    Tujuh Organisasi Pemuda dan Masyarakat Menginisiasi Forum Gerakan Pemuda OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemuda memiliki karakter unik dengan kelebihannya masing-masing. Selain itu, banyak juga pemuda yang menjadi penyambung lidah aspirasi masyarakat untuk sampai ke pembuat kebijakan di lingkungannya, bahkan sampai pada pembuat kebijakan di negara kita.

    “Sudah saatnya kita para pemuda dan mahasiswa berkumpul dan duduk sama rata, untuk membahas sebuah pembahasan yang menjadi urgensi di kabupaten kita tercinta,” ujar Achik Muhrom S.Sos, salah satu inisiator Konsolidasi Pemuda dan Mahasiswa OKI yang diselenggarakan di PM Cafe & Resto Kayuagung, Rabu (10/11/2021).

    Oleh karena itu, lanjut Ketua PGK OKI ini, kita hari ini mengadakan sebuah Konsolidasi Pemuda dan Mahasiswa OKI dengan tema “Refleksi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan dan Sosial Kontrol di Kabupaten OKI”.

    “Hari ini, kita merasa bersyukur sebab setelah para pemuda, mahasiswa dan ormas berkumpul akhirnya terbentuk Forum Gerakan Pemuda OKI ini,” ujar Muhrom.

    Muhrom berharap adanya forum Gerakan tersebut, dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

    Oleh sebab itu, kata dia, dalam kepengurusan ini dibagi menjadi tiga wilayah koordinator. Yakni, koordinator wilayah pantai timur, wilayah lintas timur dan wilayah tengah.

    “Ini adalah murni gerakan untuk masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan tidak ada muatan politik apa pun,” tegasnya.

    Intinya, sambung dia, Forum Gerakan Pemuda OKI, ingin menjadikan pembangunan lebih baik lagi. Baik di bidang infrastruktur, bidang kesehatan, Pendidikan dan pelayanan publik lainnya.

    “Sebab di Gerakan ini telah Bersatu berbagai elemen masyarakat OKI,” ungkapnya.

    7 Organisasi pemuda dan masyarakat yang menjadi inisiator Forum ini adalah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) OKI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) OKI, Komunitas Mahasiswa OKI Bersatu (Komokib), Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Masyarakat Serikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC K Sarbumusi), Pemuda Pedamaran Timur, Pemuda Muhammdiyah, Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) OKI dan Sekber Wartawan Indonesia (SWI) OKI selaku partner media.

    Setelah terbentuk, forum ini segera membahas isu-isu yang beredar di masyarakat beserta solusinya sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah Kabupaten OKI. (dhi)

  • Mantan Petinggi Ormas di Sumsel Segera Jalani Sidang di PN Kayuagung

    Mantan Petinggi Ormas di Sumsel Segera Jalani Sidang di PN Kayuagung

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kedua tersangka dugaan kasus pemerasan terhadap Kepala Inspektorat Kabupaten OKI, RN dan FR, pada Rabu (10/11/2021) dijadwalkan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung. Keduanya merupakan mantan petinggi Organisasi Masyarakat (Ormas) di Sumsel.

    Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Tira Tirtona SH Mhum mengatakan, berkas kedua tersangka telah dilimpahkan ke PN Kayuagung oleh pihak Kejaksaan Negeri OKI minggu lalu. Maka setelah diperiksa berkasnya, ditetapkan jadwal persidangan.

    “Adapun jadwal persidangan ditetapkan Rabu (10/11/2021), sidang masih dilakukan secara virtual. Besok itu sidang perdana untuk keduanya,” kata Tira, Selasa (9/11/2021).

    Dalam persidangan untuk keduanya, majelis hakim yang ditunjuk adalah I Made Gede Kariana SH, anggota Nadia SH dan Dani Agustinus SH. Agendanya pembacaan surat dakwaan.

    Diberitakan sebelumnya, kedua tersangka ini diduga terlibat kasus pemerasan terhadap Kepala Inspektorat Kabupaten OKI, Syarifudin SP MSi yang dilakukan di Kantor Inspektorat, Kabupaten OKI dengan barang bukti uang Rp 50 juta.

    Keduanya akan didakwa dalam tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam pasal 368 KUHP, pasal 369 KUHP dan pasal 335 KUHP. Dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

    Perbuatan kedua tersangka terjadi pada Rabu (12/08/ 2020) sekitar pukul 18.00 Wib, bertempat di Kantor Inspektorat, Kabupaten OKI di Jl Letnan Dharna Jambi. Keduanya tertangkap tangan oleh anggota Polres OKI.

    Sementara itu, Kejaksaan Negeri OKI, Kasi Pidum Husni Mubarok SH didampingi Imran SH membenarkan untuk kedua tersangka RN dan FR Rabu (10/11/2021) besok, dijadwalkan menjalani sidang perdana di PN Kayuagung. (mis)

  • Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Panca Tunggal Benawa SP 2 Resmi Ditahan

    Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Panca Tunggal Benawa SP 2 Resmi Ditahan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir resmi menahan mantan Kepala Desa (Kades) Panca Tunggal Benawa SP 2, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kadis S.Pd. Dalam kasus dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018, dengan kerugian negera sebesar Rp 192 juta, Selasa (9/11/2021).

    Kepala Kejari Ogan Komering Ilir Abdi Reza Fachlewi Junus MH melalui Kasi Intel Belmento SH mengatakan, pihaknya telah melakukan penahanan hingga 20 hari ke depan terhadap mantan kades tersebut.

    “Korupsi ini terkait pengerjaan 12 item pekerjaan. Sudah dilaksanakan, tapi volumenya tidak sesuai,” ungkap Belmento SH.

    Dikatakannya, mantan Kades tersebut dikenakan Pasal 2, junto pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU No 20 Tahun 2021 dengan ancaman 20 tahun penjara.

    “Untuk saat ini tersangka akan dilakukan penahanan hingga 20 hari kedepan dan bisa diperpanjang. Saat ini kita akan melengkapi berkas untuk dikirim ke pengadilan,” lanjut Belmento.

    Sementara Kuasa hukum tersangka, Jontan R mengungkapkan, status tersangka sudah bergulir sejak 2019 dan Kejaksaan Negeri OKI menjadi tangguhan perkara. Dan kemarin dibuatkan surat penahanan diuji ke pengadilan sejauh mana keterlibatan kliennya dalam kasus tersebut.

    “Kami segera berkonsultasi dengan pihak keluarga jika akan dilakukan penangguhan penahan pihaknya sebagai pengacara siap melakukannya,” tandasnya. (dhi)

  • Kunjungi Lapas Kayu Agung, Lapas Tanjung Raja Jalin Silaturahmi dan Sharing Ilmu

    Kunjungi Lapas Kayu Agung, Lapas Tanjung Raja Jalin Silaturahmi dan Sharing Ilmu

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kepala Lapas Klas IIA Tanjung Raja mengunjungi Lapas Kelas IIB Kayuagung, Selasa (09/11/2021). Kunjungan tersebut disambut langsung Kepala Lapas Kelas IIB Kayuagung Reza Mediansyah beserta pejabat Eselon IV dan V.

    Selain bersilaturahmi, kunjungan ini bertujuan untuk saling berbagi ilmu tentang perkebunan Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE).

    “Dalam kunjungan ini kita banyak berbagi llmu saling sharing tentang Perkebunan Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE), agar ilmu dapat diterapkan di lapas masing masing khususnya bagian kegiatan kerja (Giatja),” ujar Reza saat menerima rombongan Lapas Klas IIA Tanjung Raja di Perkebunan Sarana Edukasi dan Asimilasi Lapas Kelas IIB Kayu Agung.

    Kalapas mengaku senang mendapatkan kunjungan dari Lapas Tanjung Raja. “Kami sangat berterima kasih serta sangat senang mendapat kunjungan dari Lapas Tanjung Raja. Semoga kegiatan silaturahmi ini dapat berkelanjutan,” tuturnya.

    Sementara Kalapas Tanjung Raja, Ramdhani Boy juga menyampaikan rasa terimakasih bisa mengunjungi dan saling berbagi ilmu di Lapas Kayu Agung.

    “Kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan sharing antara Lapas Kayu Agung dan Lapas Tanjung Raja,” ungkap Ramdhani Boy.

    Kunjungan dilanjutkan dengan acara latihan menembak bersama di Lapangan Tembak Lapas Kayu Agung. (dhi)

  • Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab OKI Diganjar Penghargaan

    Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab OKI Diganjar Penghargaan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir sukses menekan angka kasus stunting dari tahun ke tahun. Dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan yang sangat signifikan di kabupaten ini.

    “Kita mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam upaya penurunan kasus stunting, berkat kerja keras kita semua, angka stunting di Kabupaten OKI yang pada tahun 2018 adalah 30,6% turun menjadi 11,08% di Tahun 2019 dan kembali turun menjadi 8,44% di Tahun 2020,” ujar Wakil Bupati OKI H. M. Dja’far Shodiq saat acara Pemberian Penghargaan Terhadap Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Lokus Stunting Tahun 2020, di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (9/11/2021).

    Atas capaian tersebut Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, meraih penghargaan atas upayanya dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi pada tahun 2020 oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Ir. SA Supriono, MM kepada Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H. M. Dja’far Shodiq

    Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sumsel agar Kabupaten/Kota di Sumsel semakin meningkatkan kinerjanya dalam penanganan kasus stunting

    “Kami berterimakasih dan mengapresiasi upaya Kabupaten/Kota yang telah berpartisipasi aktif dalam 8 aksi konvergensi penurunan kasus stunting, kami mengharapkan agar ke depan Kabupaten/Kota di Sumsel semakin meningkatkan kinerja agar percepatan penurunan kasus stunting di Sumatera Selatan dapat terwujud,” ujar Pj. Sekda Sumsel Ir. SA Supriono, MM dalam sambutannya.

    Supriono juga menjelaskan bahwa penanganan kasus stunting ini adalah masalah yang serius, “Permasalahan kasus stunting ini adalah permasalahan multi dimensi, penanganannya pun harus dilakukan melalui pendekatan multi sektor, untuk itu saya mengajak semua pihak terkait agar semakin meningkatkan sinergitas dalam hal ini,” pungkasnya.

    Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI Hj. Lindasari Iskandar yang juga berkesempatan hadir pada acara pemberian penghargaan tersebut menuturkan, bahwa Tim Penggerak PKK OKI sebagai mitra Pemkab OKI berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya yang dilakukan Pemkab OKI dalam menurunkan kasus stunting di OKI.

    “PKK sebagai mitra pemerintah yang memiliki program kerja di bidang kesehatan akan terus memberikan kontribusi nyata untuk membantu mewujudkan penurunan kasus stunting, khususnya di OKI. PKK akan terus menggerakkan seluruh kader hingga tingkat desa untuk mengedukasi dan membantu masyarakat terutama Ibu Hamil, Menyusui dan Balita agar mendapatkan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan kasus stunting,” tegas Lindasari. (Dhi)

  • Buka JPD, Pesan Bupati OKI ke Pemuda: Terus Berkarya

    Buka JPD, Pesan Bupati OKI ke Pemuda: Terus Berkarya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati OKI, H. Iskandar, SE membuka Jambore Pemuda Daerah (JPD) Provinsi Sumsel 2021 yang digelar di Gor Biduk Kajang Kayuagung, Senin, (8/11/2021).

    Dalam sambutannya, Iskandar berharap JPD 2021 bisa membawa dampak positif bagi pemuda Sumatera Selatan

    “Tidak ada kreativitas tanpa hasil, setiap kreasi pasti akan menghasilkan. Teruslah berkarya kelak kalian akan menjadi pemuda handal yang bermanfaat di tengah masyarakat”, kata Bupati Iskandar.

    Bupati mengatakan jika dulu dirinya dan semua yang duduk di panggung utama juga dulu melewati proses seperti peserta, kelak akan terjadi rotasi dan, kalianlah yang akan meneruskan dan menggantikan.

    “Kalian adalah pengurus bangsa, estafet kepemimpinan. Berikan yang terbaik, dan kami selaku Tuan Rumah juga memberikan yang  terbaik untuk peserta,” imbuh Bupati Iskandar.

    Bupati Iskandar juga mengatakan 3 hal yang harus dilakukan pemuda kini yaitu banyak membaca dan menulis karena dengan membaca kita tahu. Kita lakukan dengan kreativitas. Selain itu juga pemuda harus bijak tau yang benar dan salah serta menjaga silahturahmi dan nguatakan persaudaraan.

    “Selamat datang, selamat berkompetisi. Terpenting  bukan mencari siapa pemenangnya tetapi kesadaran kita bahwa Sumatera Selatan memiliki ragam seni budaya yang patut kita dilestarikan”, tandas Iskandar

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, H. Akhmad  Yusuf Wibowo dalam laporannya menyampaikan Jambore Pemuda Daerah ini telah dilaksanakan sebanyak 9 kali, untuk tahu ini, Kabupaten Ogan Komering Ilir dipercaya sebagai Tuan Rumah dan diikuti oleh 13 Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan.

    JPD 2021 akan berlangsung sejak 08 hingga 11 Oktober 2021. Para Delegasi dari masing-masing Kabupaten dan Kota akan mengikuti 6 Cabang Perlombaan diantaranya Lomba Pentas Seni, Puisi, Senam Poco-Poco, Lagu Daerah, Stand Daerah, dan Defile.

    Gubernur Sumatera Selatan melalui Asisten  Bidang Pemerintahan dan Kesejahterahan Provinsi Sumatera Selatan, K.H Rosidin Hasan,  mengatakan pemuda memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter bangsa.

    “Pemuda memiliki peran strategis untuk pembentukan karakter bangsa dan kontrol sosial, agen perubahan dan mampu memberdayakan potensi yang dimiliki”, kata Rosidin.

    Rosidin menambahkan kompenen utama yang perlu dikembangkan oleh pemuda yaitu wawasan, hal ini bisa didapat dengan rajin membaca. Selain itu, karakter juga harus dimiliki.

    “Semakin banyak membaca kita akan memiliki wawasan yang luas dengan wawasan,  tidak  cukup itu, tetapi juga diperlukan kreativitas dalam bentuk karya yang nyata. Hal ini bisa jadi modal untuk kita orang yang hebat di masa depan”, kata Rosidin dengan nada suara yang memotivasi. (Dhi)

  • Program ‘Keroyok Vaksinasi’ di OKI Telah Suntik 350 Ribu Jiwa

    Program ‘Keroyok Vaksinasi’ di OKI Telah Suntik 350 Ribu Jiwa

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Program ‘Keroyok Vaksinasi’ yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, membuahkan hasil. Sejak dicanangkan Bupati Ogan Komering Ilir pada 25 Oktober 2021 lalu, jumlah warga yang divaksin Covid-19 bertambah sebanyak 350.910 orang, atau meningkat hingga 37 persen dari target 557 ribu jiwa.

    “Diawal pencanangan 25 Oktober lalu capaian kita baru sekitar 16 persen. Per hari ini sudah mencapai 37 persen atau 350 ribu jiwa” Ungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Komering Ilir, Iwan Setiawan saat pelaksanaan ‘keroyok’ vaksinasi di Zona 3 OKI, Senin, (8/11/21).

    Sebelumnya untuk mengejar Herd Immunity strategi ‘Keroyok Vaksinasi’ perzona diterapkan oleh Pemkab OKI.

    “Ada empat zona intervensi vaksinasi yang kita keroyok. Sudah berjalan di 3 zona dengan realisasi sebanyak 116.970 atau meningkat 21 persen dari kondisi awal sejak dicanangkannya program ‘keroyokan’ ini”, jelas Iwan.

    Iwan optimis target 70 persen penduduk Ogan Komering Ilir tervaksin bisa dicapai diakhir tahun ini.

    Capaian ini tak lepas dari program ‘keroyok vaksinasi’ yang dikomandoi langsung Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE. Seperti pada Senin, (8/11) Iskandar didampingi Ketua TP PKK Linda Sari Iskandar, dan Duta Literasi Kab. OKI, M.Alki Ardiansyah memantau langsung pelaksanaan vaksinasi masal di Kecamatan SP. Padang, Pampangan dan Jejawi.

    Kehadiran Bupati Iskandar menjadi penyemangat warga untuk mendapatkan layanan vaksinasi secara gratis.

    “Masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan layanan vaksinasi hari ini. Sejak pagi mereka telah berdatangan”, ujar Syawal Harahap, Camat SP. Padang.

    Pihaknya mengerahkan vaksinator di masing-masing Puskemas yang berada di Kecamatan SP. Padang agar memastikan masyarakat mendapatkan vaksin dengan cepat dan mudah.

    Setelah dari lokasi Program Keroyokan Vaksinasi di Kantor Kecamatan SP. Padang, Bupati OKI dan Rombongan melanjutkan tinjauan vaksinasi di Kecamatan Pampangan dan Kecamatan Jejawi.

    Iskandar mengibaratkan vaksin sebagai pelindung ketika berkendara, “Kita tidak mampu memprediksi terjadinya kecelakan namun dengan kita menggunakan alat pelindung yang lengkap maka resiko kecelakannya dapat diminimalisir. Kita yang telah divaksinasi ini bisa lebih terlindungi dan bisa mengurangi dampak resiko jika terpapar setelah mendapatkan vaksinasi”, kata Bupati Iskandar.

    Iskandar juga mengingatkan meski level PPKM secara Nasional diturunkan dan kondisi di OKI masih dalam kategori terkendali. Dia meminta masyarakat tetap displin untuk menerapkan Protokol Kesehatan, mulai dari diri sendiri. Untuk melindungi diri dan sesama. (Dhi)

  • Mudahkan Warga, Dinkes OKI Gelar Vaksinasi di Taman Kota

    Mudahkan Warga, Dinkes OKI Gelar Vaksinasi di Taman Kota

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dalam rangka program vaksinasi OKI Sehat yang dibagi menjadi beberapa zona yang menargetkan 5.000 orang divaksin setiap hari, Dinas Kesehatan Kabupaten OKI melalui Puskesmas Celikah yang bertugas di Zona II membuka gerai vaksinasi di Taman Segitiga Emas Kayuagung, Minggu (7/11/21).

    Sebelumnya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten OKI telah memetakan 4 zona prioritas vaksinasi masal, antara lain Zona I di Kecamatan Mesuji, Mesuji Raya, Mesuji Makmur, Lempuing dan Lempuing Jaya. Zona II terdiri dari Kecamatan Pedamaran, Pedamaran Timur, Teluk Gelam, Tanjung Lubuk, dan Kayuagung. Zona III terdiri dari Kecamatan Sirah Pulau Padang, Jejawi, Pampangan dan Pangkalan Lampam sementara zona 4 terdiri dari Kecamatan Cengal, Sungai Menang dan Air Sugihan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI menuturkan bahwa tujuan diadakannya gerai vaksin ini adalah untuk mengejar target vaksinasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, “Kegiatan hari ini merupakan upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir” Ujar Iwan Setiawan.

    Selain di Kecamatan Kayuagung, kegiatan Vaksinasi ini juga secara berkesinambungan diadakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    “Agar kabupaten OKI mencapai herd immunity, minimal 70% masyarakat Kabupaten OKI mendapatkan vaksinasi” Jelas Iwan.

    Masyarakat dihimbau agar berperan aktif untuk mendapatkan vaksinasi dengan mengunjungi sentra layanan vaksinasi terdekat dari tempat tinggalnya masing-masing.

    “Kami menghimbau agar masyarakat kabupaten OKI agar dapat hadir di 32 Puskesmas di seluruh kecamatan Kabupaten OKI serta kegiatan-kegiatan gerai vaksin di Kecamatan masing-masing” pungkas Iwan. (Dhi)