Category: Polda Sumsel

  • Siapkan 1500 Dosis, Gerai Vaksinasi Booster Ditpolairud Berhadiah Beras Satu Karung

    Siapkan 1500 Dosis, Gerai Vaksinasi Booster Ditpolairud Berhadiah Beras Satu Karung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ditpolairud Polda Sumsel membuka gerai layanan vaksinasi dosis ketiga atau booster, untuk masyarakat di wilayah perairan Kota Palembang, Kamis (17/3/2022). Gerai layanan vaksinasi ini berada di dermaga Polairud di kawasan Musi II.

    Dir Polairud Polda Sumsel, Kombes Pol Y S Widodo, mengatakan layanan vaksinasi booster ini sudah dibuka sejak tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Polairud menyiapkan sebanyak 1.500 dosis vaksin booster.

    “Target kita hari ini sebanyak 1.500 orang mendapatkan suntik vaksin dosis ketiga. Kegiatan ini akan kita lakukan sampai semua warga pesisir di kawasan Musi II Palembang menerima suntik vaksin,” kata Widodo.

    Widodo bilang, vaksinasi booster ini bisa diikuti seluruh masyarakat mulai dari usia 12 tahun. Selain itu, penerima suntik vaksin booster juga sudah memenuhi syarat, yaitu telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Di mana untuk dosis kedua, minimal telah berjarak enam bulan.

    “Dengan suntik vaksin booster ini, diharapkan imun masyarakat jauh lebih kuat. Sehingga dapat mencegah penularan virus corona,” jelasnya.

    Uniknya, kegiatan vaksinasi kali ini tidak hanya lebih menguatkan imun, tetapi masyarakat juga mendapat hadiah beras satu karung. Masing-masing masyarakat yang ikut vaksinasi diberi beras satu karung seberat lima kilogram. (ANA)

  • Polda Sumsel Instansi Polri di Daerah Pertama Dukung Ketahanan Pangan

    Polda Sumsel Instansi Polri di Daerah Pertama Dukung Ketahanan Pangan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Polda Sumsel jadi instansi kepolisian di daerah pertama di Indonesia, yang mendukung program ketahanan pangan nasional. Ini ditandai dengan penandatanganan bersama dan penanaman Jagung di lahan milik Polda Sumsel, di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Betung, Banyuasin, Rabu (16/3/2022).

    Penanaman ini dilakukan Gubernur Sumsel, Herman Deru, bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Bambang Pramono, dan para tamu undangan.

    Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, pihaknya bercita-cita menjadikan Sumsel sebagai efisien lubung Jagung. Hal ini dimulai oleh Polda Sumsel dan pihaknya memastikan apresiasi dengan apa yang dilakukan Polda Sumsel.

    “Polda kita menjadi yang pertama di Indonesia mengagas lahan-lahannya untuk ditanami Jagung, dengan harapan Sumsel di 2022 bertaget 200.000 hektar Jagung tertanam,” kata Herman.

    Hal ini akan segera terwujud dengan adanya klaster-klaster yang dimulai oleh Polda Sumsel dan berikutnya diharapkan adanya klaster TNI, maupun klaster milik pemerintah sipil.

    “Jagung ini menjadi prioritas diluar beras karena kita menganggapnya mempunyai komoditas yang punya ekosistem yang luar biasa dalam memengaruhi harga komoditas,” katanya.

    Jadi, kata Herman Deru, hal yang dilakukan ini sangat selaras dengan apa yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat di IKM beberapa waktu lalu.

    “Kami para Gubernur yakni 34 provinsi di kumpulkan untuk menyegerakan jagung, usai dari IKM saya langsung di udang oleh Bapak Kapolda Sumsel terkait penanaman jagung sehingga ini menjadi kejutan bagi saya dan hal ini harus di contoh oleh yang lainnya,” terangnya.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, kegiatan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak kondisi pademi COVID-19. Pihaknya sudah memprediksi bahwa masalah COVID-19 ini tidak akan pendek.

    “Jadi sebetulnya kita sudah memulainya sejak tahun sebelumnya dan ini salah satu program berkelanjutan program ketahanan pangan yang juga kita lakukan untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

    Oleh karena itu pihaknya berharap bersama TNI hingga lainnya melalui kegiatan seperti tersebut bisa meningkatkan komoditas khususnya tanaman jagung ini sebagai tanaman ekspor yang bisa memakmurkan Sumsel.

    “Kita harapkan langkah yang kita lakukan bisa di contoh oleh yang lainnya dengan begitu akan mampu mendukung Sumsel menjadi lubung pangan khususnya tanaman jagung,” tuturnya. (ANA)

  • Hingga Kini Kasus Rp2 Triliun Mengendap

    Hingga Kini Kasus Rp2 Triliun Mengendap

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Masih ingat kasus donasi fiktif senilai Rp 2 triliun mengatasnamakan Akidi Tio, hingga saat ini kasus tersebut masih mengendap dan belum jelas kepastian hukumnya.

    Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo SH,SIK mengatakan, bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara terkait kasus Rp 2 Triliun.

    “Dalam waktu dekat kita akan lakukan gelar perkara terkait kasus tersebut,” ujar Senin (14/3/2022).

    Anwar juga mengatakan bahwa, hingga saat ini pihaknya masih tetap menunggu hasil dari dokter terkait pemeriksaan terhadap Heriyanti. “Yang jelas dalam waktu dekat akan kita gelar,” ujarnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, menanggapi kasus Akidi Tio, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo SH, SIK mengatakan, bahwa secara garis besar pihaknya telah mempelajari alur kasus tersebut.

    “Tentunya harus ada kepastian hukum, karena itu ditunggu masyarakat. Mengenai hal ini tim kami akan segera bekerja untuk menentukan arah kasus ini seperti apa,” ujar Anwar, Jumat (7/1/2022).

    Anwar juga menjelaskan bahwa, secara umum dirinya telah mengetahui situasi dan kondisi wilayah Sumsel. Karena ia juga pernah bertugas di sejumlah wilayah di Sumatera, sehingga telah mengetahui karakteristik dari masyarakatnya.

    “Tentunya kita akan meneruskan program dari pejabat Direktur Ditreskrimum yang lama. Termasuk dengan menjaga supaya situasi ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Polda Sumsel aman dan kondusif,” tutupnya. (Etr)

  • Kunjungan KSAD TNI ke Bumi Sriwijaya Disambut Kapolda dan Forkopimda

    Kunjungan KSAD TNI ke Bumi Sriwijaya Disambut Kapolda dan Forkopimda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja ke Bumi Sriwijaya, Senin (7/2/2022).

    Tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Adampingi istri sekaligus Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana (KCK) Pusat Ny. Rahma Dudung Abdurachman, disambut langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH berserta Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi dan Forkopimda Sumatera Selatan.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto,MH melalui Kabid Humas Kombes Pol Drs Supriadi MM menjelaskan, kedatangan Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Istri juga disambut dengan pengalungan selempang dan Handbucked oleh Bujang-Gadis Palembang. Serta diiringi Tari Gending Sriwijaya, Tarian Khas Provinsi Sumatera Selatan sebagai prosesi penyambutan adat.

    Kunjungan orang nomor satu di TNI AD ke Bumi Sriwijaya ini merupakan kunjungan perdana sejak dilantik pada 17 November 2021 lalu. Kunjungan ini juga merupakan rangkaian agenda kunjungannya ke wilayah Indonesia.

    Usai rehat sejenak di VIP Room Bandara SMB II Palembang, rombongan KSAD didampingi Pangdam II/Swj, langsung bertolak menuju Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang. Di UNSRI, KSAD akan memberikan ceramah kepada mahasiswa dan mahasiswi UNSRI.

    Selanjutnya, KSAD juga akan melakukan peninjauan Serbuan Vaksinasi Kodam II/Sriwijaya berkerja sama dengan Kimia Farma di Balai Prajurit Jln. Sekanak Palembang.

    “Selain itu pada malam harinya, KSAD juga akan melakukan silaturahmi dan ramah tamah dengan Forkopimda Sumsel dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di Griya Agung Palembang,” ujar Supriadi MM

    Turut menyambut kedatangan KSAD beserta rombongan antara lain, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya, Kapolda Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, Kajati Sumsel, Kalanti Sumsel, Kasdam II/Swj, Danrem 044/Gapo, Danlanal Palembang dan Danlanud SMH Palembang. (Rel)

  • 37 Personel Polda di Tes Urine, Semua Negatif

    37 Personel Polda di Tes Urine, Semua Negatif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bid Propam Polda Sumsel melakukan tes urine mendadak terhadap Satker Humas dan Satker Bid Tik Polda Sumatera Selatan, Rabu (2/3/2022).

    Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Agus Halimudin, mengatakan bahwa, pihaknya akan terus berupaya untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polda Sumsel.

    “Dalam melakukan tes ini kita libatkan dari Nakes Biddokes Polda Sumsel serta kasaker yang kita laksanakan test urine,” ujarnya.

    Agus juga mengatakan, bahwa tes urine ini dilakukan secara mendadak bertujuan agar anggota tidak sama sekali mengetahui jadwal dan proses dilakukannya tes urine di lingkungan Polda Sumsel.

    “Kita juga akan terus menerjunkan personel sampai kesatwil, Polsek jajaran Polda Sumsel yang sifatnya sidak,” ujarnya.

    Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, melalui Kasubbid Mulmed Bid Humas Polda Sumsel Kompol Fantry Taherong, ada 37 personel yang dilakukan tes urine pada hari ini.

    “Di antaranya 16 personel Bidhumas Polda Sumsel, terdiri dari Polki 8 personel serta Polwan 8 personel dan 21 personel saf Bid Tik Polda Sumsel terdiri dari 15 Polki dan 6 personel Polwan,” jelasnya.

    Fantry mengungkapkan, bahwa kegiatan ini tanpa ada persiapan apapun. Kegiatan itu murni dadakan dan anggota yang di tes urine dipilih secara acak yang sebelumnya dilaksanakan pemeriksaan kelengkapan surat personel Polri diantaranya KTP, KTA, SIM dan Gampol.

    “Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” ujarnya. (ANA)

  • Ini Jawaban Kabag Humas, Soal Awak Media Dibatasi Meliput Kunjungan Kapolri di Kayu Agung

    Ini Jawaban Kabag Humas, Soal Awak Media Dibatasi Meliput Kunjungan Kapolri di Kayu Agung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Rabu sore (23/02/2022) tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Petinggi kepolisian RI tersebut dijadwalkan berkunjung ke Kayu Agung OKI, Kamis (24/2/2022). Sayangnya, tidak banyaka awak media yang diizinkan meliput acara ini.

    Dijelaskan Kabag Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi Kamis (24/02/2022), kedatangan petinggi Polri tersebut, dalam rangka Kunjungan Kerja (kunker), supervisi pelaksanaan penanganan serta penanggulangan COVID-19 di Provinsi Sumsel. Serta menyaksikan Vaksinasi yang dilakukan di Kabupaten OKI, Sumsel.

    Sayangnya, tidak semua awak media dapat melakukan peliputan terkait acara dan kegiatan kunker orang nomor satu di tubuh Polri tersebut.

    Polda Sumsel hanya memilih beberapa media saja. Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumsell, Kombes Supriadi MM membenarkan jika awak media yang meliput dibatasi. Hal ini berkaitan dengan protokol COVID-19.

    “Ia dibatasi berkaitan dengan Protokol COVID-19,” kata Supriadi.

    Supriadi menyebutkan bahwa hanya ada beberapa media yang diperbolehkan melakukan peliputan. Sementara untuk media lainnya, Supriadi mengatakan akan mengirimkan rilisnya usai acara selesai.

    Ditambahkan Supriadi tidak saja media, para pejabat utama Polda Sumsel juga dibatasi. Sedangkan untuk para tamu undangan sifatnya tentatif.

    Turut hadir menyertai Kapolri Gubernur Sumsel, Kapolda.Sumsel, Ketua DPRD, sedangkan Pejabat Mabes Polri yang menyertai Kapolri Aslog, Asrena, dan Kadiv Propam Polri. Sedangkan Pejabat Utama Polda Sumsel hanya Karo Ops, Dir Pam Obvit, dan Dir Binmas yang lain tentatif.

    Sementara itu, keluhan tidak bisa meliput kegiatan Kapolri di Kayu Agung, dialami puluhan wartawan yang berniat mewawancarai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Bahkan salah seoarang wartawan berinisial AK diusir saat hendak meliput kegiatan tersebut oleh seorang polisi yang tengah berjaga.

    Puluhan wartawan tersebut sejak pagi hari sudah menunggu kesempatan mewawancarai Kapolri, Kamis (24/2/2022).

    Mereka menunggu Kapolri yang datang dengan helikopter dengan berdiri di seputaran GOR Biduk Kajang. Namun saat helikopter yang membawa Kapolri mendarat di Lapangan Segitiga Emas, Kayuagung, polisi mengawal ketat orang nomor satu di tubuh kepolisian tersebut.

    Meski agak dongkol, wartawan memenuhi permintaan petugas, dan memilih menunggu di luar GOR.

    Para jurnalis mengatakan, mereka menjalankan tugas yang diatur dengan undang-undang. Namun polisi tidak mau mengerti dan tetap meminta wartawan untuk tidak meliput.

    “Giliran ada perlunyo bae kalian mengundang kami, kalau tidak kami diusir begini,” celetuk seorang wartawan sambil berjalan ke luar. (Dhi)

  • Kapolri Kunjungi Kayu Agung, Tinjau Vaksinasi Serentak

    Kapolri Kunjungi Kayu Agung, Tinjau Vaksinasi Serentak

    SUARAPUBLIK.ID, KAYU AGUNG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di dampingi Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, Gubernur Sumsel H.Herman Deru, meninjau pelaksanaan vaksinasi massal serentak secara langsung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di GOR perahu kajang, Kayuagung, Kamis (24/2/2022).

    Jenderal Listyo mengatakan, bahwa target pencapaian vaksin suntikan harian ditingkatkan, jika biasanya mencapai 50.000 hingga 60.000, kali ini mencapai 90.000 vial.

    “Saya memberikan apresiasi atas kerjasama seluruh Forkopimda tingkat provinsi hingga kabupaten. Tentunya peran serta masyarakat yang bersedia bekerjasama dalam menyukseskan program vaksinasi ini,” ujarnya.

    Jenderal Listyo mengungkapkan, untuk varian Omicron masih terus meningkat hingga pergeserannya mulai terasa di luar Jawa dan Bali. “Kita melihat bahwa tren penyebaran di luar Jawa trennya naik, sedangkan angka kematian secara nasional meningkat,” katanya.

    Pihaknya bakal mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi hingga percepatan untuk dosis ketiga. “Saat ini kita melihat angka kematian masih rendah, antara 2 persen hingga 3 persen. Namun demikian ini akan mengganggu aktivitas dan berisiko bagi lansia yang belum lengkap,” aku dia.

    Oleh karena itu, lanjut dia, tingkatkan target dengan seluruh wilayah khususnya wilayah yang dikontrol terus oleh pihaknya. Dengan minimal dosis kedua mencapai 70 persen dan dosis pertama mencapai 90 persen.

    “Ini akan terus kita dorong untuk menyakinkan bahwa masyarakat kita benar-benar memiliki kesehatan dan imunitas, hingga bisa terhindar dari resiko yang pernah terjadi. Kita melihat varian Omicron saat ini belum mencapai titik tertinggi, sehingga langkah-langkah tersebut harus dilakukan,” jelasnya.

    Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa dalam kegiatan yang ditinjau langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit ini, mencapai 2.150 orang yang melakukan vaksinasi.

    “Dari data yang kita peroleh dari 18 kecamatan dalam Kabupaten OKI ada sekitar 2.150 orang yang melakukan vaksinasi,” jelas dia saat ditemui di ruang kerjanya.

    Dirinya menuturkan, bahwa vaksinasi sendiri akan gencar dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 hingga varian Omicron.

    “Untuk itu marilah kita bersama-sama mencegah dan mengantisipasi penyebaran dengan mengikuti program vaksinasi, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas, ” tutupnya. (Rel)

  • Polisi Ungkap Penyebab Tahanan Polsek Lubuk Linggau Utara Meninggal dengan Luka Lebam

    Polisi Ungkap Penyebab Tahanan Polsek Lubuk Linggau Utara Meninggal dengan Luka Lebam

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hermanto, salah satu tahanan di Polsek Lubuk Linggau Utara meninggal dunia dengan luka lebam hampir di seluruh tubuhnya. Penyebab kematian Hermanto ini pun sempat ada dugaan karena dianiaya.

    Hermanto ditemukan sudah terbujur kaku di ruang tahanan pada Senin (14/2/2022), sekitar pukul 18.30 WIB. Untuk mengungkap fakta, polisi pun langsung melakukan visum terhadap jenazah korban. Hasilnya, polisi memastikan jika korban meninggal dunia bukan karena dianiaya.

    “Hasil visum menunjukkan lebam tersebut bukan dikarenakan tindak penganiayaan. Memang ada lebam, tapi bukan karena dipukul. Itu lebam mayat,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Sabtu (19/2/2022).

    Supriadi bilang, lebam seperti itu memang kerap muncul dalam beberapa kasus kematian. “Kalau mayat kondisinya tidak bagus (sakit), satu dua jam saja bisa keluar lebam,” ujarnya.

    Menurut Supriadi, pemeriksaan sejauh ini baru sebatas hasil pemeriksaan visum. Sebab hingga saat ini pelaksanaan proses autopsi masih terganjal izin keluarga korban.

    “Jika mau lebih akurat seharusnya dilakukan autopsi, tapi yang jadi masalah sekarang keluarganya yang tidak mau di autopsi,” terangnya.

    Padahal, untuk lebih tahu apakah yang bersangkutan punya riwayat penyakit juga bisa diketahui dari autopsi. Jadinya bisa lebih transparan. “Tapi keluarganya tidak mau, ya kita tidak bisa memaksa mereka,” ucapnya.

    Supriadi memastikan, proses penyelidikan terhadap kematian Hermanto masih akan terus didalami. Propam Polda Sumsel dan Polres Lubuk Linggau juga bekerjasama dalam memeriksa lima anggota yang diduga terlibat.

    “Belum ada laporan mereka dibawa ke Polda. Pemeriksaan ke anggota masih kita dalami. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, ya kita akan tindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Apa salahnya, pasti akan kita tindak,” ungkapnya.

    Terkait identitas maupun anggota yang diperiksa, Supriadi mengaku belum mendapat data terkait hal tersebut. “Saya belum dapat inisialnya dari Polres. Tapi yang jelas, pemeriksaan dilakukan ke anggota yang piket saat itu. Intinya ke anggota yang mengetahui, baik itu yang piket ataupun penyidiknya, kita periksa,” ujarnya.

    “Meski memang ada juga praduga tak bersalah karena kan penyebab meninggalnya belum tahu. Tapi tetap anggota tersebut kita periksa,” terang Supriadi. (ANA)

  • Anjing Pelacak Jadi Bagian Penting Polri Ungkap Kasus

    Anjing Pelacak Jadi Bagian Penting Polri Ungkap Kasus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bagi Unit Polisi Satwa (K-9) Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel), keberadaan Anjing pelacak merupakan hal terpenting untuk mengungkap setiap tindak kejahatan.

    Namun untuk menjadikan Anjing tersebut bisa membantu tugas kepolisian dalam melaksanakan tugasnya, Anjing harus mengikuti pelatihan khusus agar bisa melacak. Sehingga dapat membantu polisi untuk mempermudah tugasnya.

    Kanit Polsatwa Ditsamapta Polda Sumsel, AKP Suparno mengatakan, Anjing khusus yang berada di Polsatwa Ditsampta Polda Sumsel berjumlah 11 satwa anjing. “Dari ke 11 anjing tersebut merupakan anjing khusus yang berasal dari Belanda,” ujarnya, Kamis (17/2/2022).

    Dia bilang, Anjing yang didatangkan dari Belamra itu tidak serta merta sudah mahir dalam menjalankan tugasnya. Perlu dilatih secara khusus agar dapat menjadi Anjing pelacak yang mahir.

    Menurutnya, sebelum Anjing tersebut diberikan oleh Mabes Polri ke Polda Sumsel, terlebih dahulu dilakukan pelatihan minimal dua bulan di tempat pelatihan di Kelapa Dua Jakarta, agar dapat menjadi Anjing pelacak dengan baik.

    Tetapi kepelatihan dua bulan tersebut belum cukup bagi Anjing-Anjing itu, diperlukan pengasahan kembali agar menjadi lebih tajam penciumannya dalam menjalankan tugas.

    Sedangkan untuk pelatih Anjing satwa setiap satu tahun sekali ada anggota Polsatwa Ditsamapta Polda Sumsel yang diberangkatan untuk Dikjur. “Sekarang pun ada satu  anggota Polwan kita yang sedang Dikjur di Kelapa Dua,” ujarnya.

    “Sedangkan untuk pelatih di Polda Sumsel sebagian besar sudah kejuruan. Jadi sudah dibekali dengan ilmu untuk melatih satwa anjing tersebut,” tambahnya.

    Namun meskipun sudah mempunyai keterampilan khusus setiap anggota dalam melatih satwa anjing, AKP Suparno bercerita, tidak jarang ada ada yang cidera karena serangan satwa anjing tersebut.

    “Saya pun dulu pernah digigit juga oleh satwa anjing kita sendiri, akan tetapi hal itu tidak menimbulkan rasa takut bagi kami,” jelasnya.

    Suparno menerangkan, Anjing tersebut dilatih untuk melakukan pencarian jejak pelaku kriminal, baik itu dalam bentuk pencurian, perampokan, pembunuhan termasuk juga melakukan pencarian terhadap orang hilang.

    Hal itu merupakan pelacakan umum yang dilakukan Anjing satwa. “Sedangkan untuk pelacakan khusus, Anjing satwa di antaranya dapat melakukan pelacakan bahan peledak, dan pelacak narkotika,” jelasnya. (ANA)

  • Tes Urine Dadakan, Personel Polda Sumsel Bersih dari Narkoba

    Tes Urine Dadakan, Personel Polda Sumsel Bersih dari Narkoba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tes urine dadakan dilakukan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap Personel Direktoral Reserse Kriminal Umum, pada Rabu (9/2/2022).

    Kabid Propam, Kepala Bidang Profesi Pengamanan Polda Sumsel, Agus Haliudin, megatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya meminimalisir penyalahgunaan narkoba di kalangan personel Polda Sumsel.

    Agus mengatakan, dalam hal ini pihaknya juga melibatkan dari Nakes Biddokes Polda Sumsel serta Kasaker untuk melaksanakan test urine.

    “Tes urine dadakan di lingkungan Polda Sumsel digelar dalam rangka menindaklanjuti program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tes urine tersebut dilakukan mendadak di jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel,” ujarnya.

    Agus menerangkan, bahwa pelaksanaan tes urine secara mendadak ini bertujuan agar anggota tidak mengetahui jadwal dan proses dilakukan tes urine di lingkungan Polda Sumsel.

    Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi, mengatakan bahwa ada 55 personel dengan perincian 5 Polwan serta 50 Polki. Personel anggota Dit Reskrimsus Polda Sumsel yang dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah ada anggota dari jajaran Polda Sumsel yang menggunakan narkoba.

    “Kegiatan ini tanpa ada persiapan apapun, murni dadakan dan anggota yang di tes urine dipilih secara acak. Alhamdulillah hasilnya semua negatif,” tuturnya. (ANA)

  • HUT Satpam ke-41, Kapolda Harapkan Kamtibmas Meningkat

    HUT Satpam ke-41, Kapolda Harapkan Kamtibmas Meningkat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di hari Ulang tahun Satpam Indonesia ke-41, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Toni Harmanto, mengharapkan satuan pengamanan dapat lebih meningkatkan lagi dalam hal Kamtibmas. Hal ini diungkapkannya, usai menghadiri upacara HUT Satpam ke 41 Tahun 2022 di Aula Golden Sriwijaya Jakabaring, Rabu (2/2/2022).

    “Sebagaimana amanat Kapolri, Kepolisian Republik Indonesia berterima kasih atas tugas-tugas pelaksanaan satpam yang mendapat tugas terbatas di lingkup kerja mereka,” jelas Toni.

    Dengan momen HUT Satuan Pengamanan Ke 41 Tahun 2022 “Bersama Polri, Satpam Siap menjaga Kamtibmas dan Penanggulangan Covid 19”, Kapolda berharap agar Satpam ke depannya dapat lebih meningkatkan  kinerjanya.

    “Tentunya kita sangat terbantu hadirnya Satpam dalam menjaga stabilitas kamtibmas yang ada di lingkup kerja mereka dan kami berharap ada peningkatan kinerja yang dilakukan, khususnya Kamtibmas, dengan modernisasi, kesederhanaan, kecepatan dalam pekerjaan yang memudahkan dalam membantu tugas-tugas kita,” tuturnya.

    Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Profesi Satpam Seluruh Indonesia (APSI) wilayah Sumsel, Rano Karno menjelaskan, apresiasi setinggi-tingginya untuk Kapolri, khususnya Bapak Kapolda Sumsel atas   bimbingannya selama ini.

    “Sekitar 17.635 Satpam sudah melalui pendidikan dasar garda pratama dan siap bergabung dalam APSI wilayah Sumsel di tahun 2022 ini. Semoga mereka bisa bersinergi dengan kita dan aparat kepolisian,” ucapnya.

    Di mana adanya rencana kepolisian akan melakukan pergantian warna baju Satpam yang direncanakan akan berganti. Rano Karno menambahkan, tidak masalah kita ikuti aturan.

    “Ya kami tidak mempersoalkan warna baju, namun misi kami tetap akan melakukan yang terbaik,” tuturnya. (ANA)

  • Berantas Narkoba, Kalangan Personil Polda Sumsel Lakukan Tes Urin Mendadak

    Berantas Narkoba, Kalangan Personil Polda Sumsel Lakukan Tes Urin Mendadak

    SUARAPUBLK.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) dan Personel Yanma Kepolsian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan tes urine dadakan.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kepala Bidang Profesi Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumsel, Kombes Pol Agus Halimudin, SIK menuturkan, hingga saai ini pihaknya terus berupaya untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di kalangan personel Polda Sumsel dan jajaran.

    “Dalam hal ini tentunya kita melibatkan Nakes Biddokes Polda Sumsel serta Kasatker yang kita laksanakan tes urine,” ujarnya Rabu (26/1/2022).

    Agus mengatakan bahwa tes urine dadakan yang dilakukan di lingkungan Polda Sumsel, digelar dalam rangka menindaklanjuti program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Ia mengaku, tes urine secara mendadak tersebut bertujuan agar anggota tidak sama sekali mengetahui jadwal dan proses dilakukan tes urine di lingkungan Polda Sumsel

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi MM mengatakan, bahwa ada 67 orang anggota Ditres Narkoba dilakukan tes urine, serta 12 orang Personel Yanma Polda Sumsel.

    Ia menjelaskan, tes tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah ada anggota dari jajaran Polda Sumsel yang menggunakan narkoba.

    Ditambahkan Supriadi bahwa bahwa kegiatan ini tanpa ada persiapan apapun. Murni digelar dadakan dan anggota yang di tes urine dipilih secara acak.

    “Langsung kita lakukan tes urine sehingga anggota tidak memiliki persiapan apapun saat dilakukan tes urine, dan Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” tutupnya. (Etr)

  • Ditresnarkoba Polda Sumsel Berhasil Amankan Dua Kurir Narkoba Asal Aceh

    Ditresnarkoba Polda Sumsel Berhasil Amankan Dua Kurir Narkoba Asal Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Baihaki (46) dan Taufik (35), diamankan pada saat melintas di Jalan Palembang – Jambi Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba, Sabtu (15/1/2022) sekitar pukul 12.00 WIB.

    Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel,
    Kombes Pol Heri Istu Hariono mengatakan, kedua tersangka kedapatan mencoba mengelabui petugas dengan menyembunyikan sabu di dalam Dashboard Toyota Innova BK 1686 OM yang saat itu mereka kendarai.

    “Barang tersebut disimpan dalam bungkus teh cina yang setelah diperiksa ternyata berisi sabu,” ujarnya, Senin (24/1/2022).

    Diduga, kedua tersangka akan mengedarkan sabu tersebut di kota Palembang tepatnya di kawasan Gandus.

    “Dari pengakuannya, mereka dapat upah Rp.5 juta untuk sekali antar. Tapi kami tidak percaya, karena biasanya bisa lebih dari itu untuk sekali antar di atas satu kilo,” ucapnya.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka kini terancam dijerat dengan pasal
    114 ayat (2) pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 dengan ancaman minimal 20 tahun maksimal seumur hidup. (Etr)

  • Kabid Humas Polda Sumsel Benarkan Dua Oknum Polri Terima Suap

    Kabid Humas Polda Sumsel Benarkan Dua Oknum Polri Terima Suap

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kabid Humas Polda Sumsel membenarkan Kasus Suap yang melibatkan dua oknum Anggota Polri di Polda Sumsel. Salah satu di antaranya sedang diproses di Mabes Polri, sementara yang lainnya sudah meninggal.

    “Benar, oknum Polda Sumsel AKBP Dalizon menerima dana tersebut, seperti apa yang dibeberkan oleh saksi di dalam persidangan  Tipikor PN Kelas I Palembang,” ujar Supriadi  saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/1/2022).

    Supriadi juga mengatakan, AKBP Dalizon menerima uang tersebut saat ia masih menjabat sebagai Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sumsel. Untuk besaran uangnya tidak diketahui karena semuanya sudah diambil alih Mabes Polri dan juga yang bersangkutan sudah ditahan.

    “AKBP Dalizon sudah ditahan sejak 8 Januari lalu dan untuk tugasnya sebagai Kapolres OKU Timur sudah dicopot dan digantikan oleh pejabat sementara,” tuturnya.

    Mantan Kapolres OKUT Resmi Ditahan, Dugaan Terima Suap Rp2 Miliar dari Bupati Muba

    Disinggung selain AKBP Dalizon yang menerima uang proyek Muba tersebut, Kasat Reskrim Polres Muba juga turut mendapat uang sebesar Rp20 juta. Supriadi mengatakan bahwa Kasat Reskrim sebelumnya yang menerima uang tersebut.

    “Kasat Reskrim yang sebelumnya sudah meninggal, dan itu urusan dia dengan yang Di Atas,” ujarnya.

    Menurut Supriadi, untuk saat ini yang masih ditangani oleh Mabes Polri adalah, AKBP Dalizon dan belum tahu apakah masih ada lagi oknum anggota Polri yang terlibat kasus proyek Muba tersebut.

    “Siapa pun yang terlibat akan diproses hukum. Sedangkan di Polda Sumsel belum ada penanggananya,” tutupnya.

    Diberitakan sebelumnya, Mantan Kapolres OKU Timur, AKBP Dalizon diberhentikan dari jabatannya. Ia menjalani pemeriksaan Propam lantaran melakukan pelanggaran kode etik Polri, yakni menerima suap dari Bupati Muba Non Aktif, Dodi Reza Alex Noerdin, sebesar Rp2 miliar.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, menjelaskan adanya dugaan kasus aliran dana suap Bupari Muba ke Dalizon berangkat dari keterangan saksi Herman yang dihadirkan di sidang Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin.

    Di hadapan majelis hakim, saksi Herman jelaskan, uang suap pengerjaan empat proyek di Muba juga mengalir ke kepolisian sebesar Rp2 miliar. (Etr)

  • Kapolda Tindak Tegas Pelaku Korupsi, Tokoh Ulama Mendukung

    Kapolda Tindak Tegas Pelaku Korupsi, Tokoh Ulama Mendukung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH bakal mengambil tindakan tegas atas semua pihak yang berani melakukan tindakan melawan hukum. Penindakan dipastikan tidak akan pandang bulu. Keinginan Kapolda ini mendapat dukungan sejumlah tokoh ulama dan masyarakat.

    Hal ini dikatakan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas,  Kombes Pol Supriadi. “Siapa pun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti, karena itu prinsip kerja Polri,” ujarnya. Minggu (23/01/2022).

    Ia memastikan Polri berkomitmen memberantas korupsi di Indonesia. Pemberantasan korupsi dilakukan hingga ke akar, tanpa pandang bulu tambahnya.

    “Polri  berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah berhenti sampai indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi,” bebernya.

    Masyarakat juga diminta membantu Polri dalam memantau kinerja pejabat di wilayahnya masing-masing. Polri meminta masyarakat melapor jika menemukan dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pejabat publik.

    “Polri ingin memastikan bahwa semua informasi dari masyarakat, kami perhatikan. Tentu kami pelajari dan dalami termasuk keterangan informasi dari masyarakat yang disampaikan langsung ke Polri,” tuturnya.

    Sementara itu, salah satu tokoh agama, Dr H Iklal S Ag MM mendukung upaya Kapolda Sumsel dalam pemberantasan korupsi di wilayah Sumsel. “Kita mendukung upaya yang dilakukan Kapolda Sumsel,” jelasnya.

    Sedangkan, Ketua PW NU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi menuturkan, bahwa untuk memberantas korupsi di Indonesia khususnya di wilayah Sumsel, PW NU Sumsel mendukung langkah-langkah Kapolda Sumsel dalam pemberantasan korupsi.

    “Kita jangan takut dalam pemberantasan korupsi dan kita mendukung Kapolda Sumsel dalam memerangi Korupsi di wilayah Sumsel,” ungkapnya.

    Di tempat berbeda, Ketua Forum Umat Islam Sumsel, Drs H Umar Said mengapresiasi langkah Kapolda Sumsel dalam upaya pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya tanpa adanya pandang bulu.

    Karena sesungguhnya pelaku korupsi itu lebih jahat daripada rentenir hingga lintah darat. “Koruptor itu kita berpandangan mengambil uang rakyat dari keuangan negara yang seharusnya sampai ke tangan rakyat, tapi dikorupsi oleh mereka,” tambahnya.

    Maka pihaknya dan berbagai elemen mendukung apa yang dilakukan Kapolda Sumsel dalam upaya pemberantasan korupsi. “Kita meminta Kapolda Sumsel untuk menghukum seberat-beratnya pelakunya termasuk pelaku suap menyiapkan,” tukasnya. (Rel)

  • Dugaan Dana Rp2 Miliar yang Diterima Polda Sumsel, Ini Kata Kapolda

    Dugaan Dana Rp2 Miliar yang Diterima Polda Sumsel, Ini Kata Kapolda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang lanjutan mengenai dugaan suap Bupati Muba Dodi Reza dan oknum pejabat di dinas PUPR Muba, Suhandy di Pengadilan Tipikor Palembang pada Kamis (20/1/2022). Terungkap fakta bahwa ada uang sebesar Rp 2 miliar yang mengalir ke pihak kepolisian.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto tidak membantah kemungkinan adanya aliran dana Rp 2 miliar untuk mengamankan kasus di dinas PUPR Muba untuk Polda Sumsel. Dan ini ada kaitanya dengan penangkapan Kapolres OKUT non aktif.

    Diketahui mantan Kapolres OKUT, AKBP Dalizon,SIK. dinonaktifkan divisi Propam Polda Sumsel. “Kalau saya mengatakan mungkin ada arahnya kesana,” ujar Toni, Jumat (21/1/2022).

    Namun saat ditanya mengenai adanya uang Rp 2 milyar yang mengalir ke Polda dan Polres Muba dari dinas PUPR Muba untuk pengamanan, Toni Harmanto menegaskan kalau bukan pihak Polda yang menangani. “Akan tetapi yang menangani Mabes Polri,” ungkapnya.

    Termasuk adanya dugaan oknum yang terlibat yang disebut-sebut dalam sidang tersebut, Toni menjelaskan agar untuk konfirmasi langsung ke Mabes Polri.

    “Yang periksa bukan kita. Jadi daripada salah menyampaikan, silahkan langsung konfirmasi ke Mabes Polri,” tutupnya. (Etr)

  • Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Shabu, Ekstasi dan Ganja

    Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Shabu, Ekstasi dan Ganja

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Aparat Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan pemusnaan narkotika di depan gedung narkoba di polda sumsel, Jum’at (21/1/2022).

    Adapun narkotika yang dimusnahkan, jenis sabu-sabu sebanyak 892 gram, ekstasi 80 butir dan 14 gram ganja. Proses pemusnahan barang bukti narkoba dipimpin Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Hariono.

    Barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan bensin. Sementara pemusnahan shabu-shabu serta ekstasi dilakukan dengan cara diblender yang sebelumnya dicampur dengan deterjen.

    “Barang bukti narkoba yang dimusnahkan tersebut hasil ungkap kasus 13 orang tersangka yang berhasil diungkap oleh aparat Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan selama priode November – Desember 2021,” tutupnya. (Etr)

  • Berita Mengenai akan Digelar Razia STNK Dipastikan Hoax

    Berita Mengenai akan Digelar Razia STNK Dipastikan Hoax

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kembali beredar dari grup WhatsApp pesan berantai, berisikan informasi yang akan menggelar razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk yang telat membayar pajak. Sebelumnya, di awal Januari 2022, pesan berantai ini juga sudah pernah beredar luas di berbagai grup WhatsApp. Pesan berantai tersebut dipastikan hoax (tidak benar).

    Dalam pesan tersebut disampaikan razia ini akan digelar oleh tim gabungan Pemda, Dishub serta Polri yang akan dimulai pada esok harinya.

    Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Irwan Andeta menegaskan pesan berantai itu adalah hoax.

    “Itu hoax,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (20/1/2022).

    Pesan berantai tersebut berbunyi :

    *Razia STNK* Dimulai Besok, Nih Jadwalnya:
    Pemda, Dishub kerja sama dengan Polri menggelar *razia pajak STNK mobil & motor*.

    Untuk kendaraan yang telat bayar pajak.

    Berdasarkan data, ada ratusan ribu motor dan mobil yang belum membayar pajak dan masih menggunakan pelat lama.

    Bagi kendaraan yang telat bayar pajak 3 tahun atau lebih akan langsung dikandangin.

    Dan bayar derek serta bayar parkir SEHARI Rp 400 ribu.

    Berikut jadwal jam dan tempat razianya. Info dari grup WA kiriman dari Bhayangkara polri.

    1. pagi jam 10:00-12:00
    2. siang dari jam 15:00-17:00
    3. malam dari jam 22:00-24:00 dilanjutkan kembali dari Jam 03:00-05:00 wib.

    Razia zebra gabungan dengan polres se-indonesia.
    Lengkapi surat2 kendaraan anda. Mhn ditertibkan atribut2 TNI/Polri yg terpasang di kendaraan anda
    *nyaman berkendara untuk keselamatan kita bersama*

    Atas kabar menyesatkan yang sudah beredar ini, Kompol Irwan Andeta mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati saat menerima informasi.

    Dia meminta masyarakat untuk mengkroscek terlebih dahulu setiap informasi apalagi pesan berantai yang beredar.

    “Cek dulu kebenaran infonya, jangan langsung percaya apalagi sampai ikut informasi yang belum tentu itu benar.  Masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam bersosial media,” ujarnya. (Etr)

  • Ungkap Kasus Narkoba 56 Tersangka Berhasil Diamankan

    Ungkap Kasus Narkoba 56 Tersangka Berhasil Diamankan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel menekankan peredaran narkoba di wilayah Sumsel.

    Dalam pemberantasannya Ditresnarkoba Polda mengungkap 41 kasus dengan mengamankan 56 tersangka dalam satu pekan terakhir.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa anggotanya bekerja keras untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Sumsel.

    “Anggota kita terus bekerja keras untuk memastikan generasi muda kita aman dari jeratan barang haram tersebut, ” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022).

    Dia menjelaskan, dari 56 tersangka yang diamankan Minggu Kedua Januari 2022 ini. Terdiri dari satu bandar, 49 orang pengedar dan sisanya pemakai.

    “Untuk barang bukti yang diamankan anggota kita sendiri yakni sabu sebanyak 2,3 Kg, ganja 100.378,62 gram dan ekstasi sebanyak 1.444 butir,” katanya.

    Minggu kedua ini dia juga mengatakan, ada empat kasus menonjol di Sumsel yakni, pengungkapan kasus oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel mengamankan dua kurir dengan barang bukti 1 Kg sabu.

    Satres Narkoba Polrestabes Palembang, berhasil mengagalkan peredaran sabu di wilayah Palembang dengan mengamankan satu pelaku dengan barang bukti 1047,50 gram sabu.

    Sedangkan untuk Polres Banyuasin berhasil mengamankan satu orang Kurir dengan barang bukti 1.000 butir ekstasi sedangkan Polres Muba mengagalkan peredaran ganja sebanyak 100 paket dengan berat bruto 100.000 gram.

    “Dari berbagai ungkap kasus yang berhasil di ungkap tersebut, dengan barang bukti ganja, ekstasi dan sabu. Maka kita telah berhasil menyelamatkan 117.301 anak bangsa,” tutupnya. (Etr)

  • Herry Gondrong yang Tak Lagi Gondrong dan Sudah Jadi Perwira

    Herry Gondrong yang Tak Lagi Gondrong dan Sudah Jadi Perwira

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di kota Palembang siapa yang tak kenal Herry Gondrong, polisi yang dikenal berani dan nyentrik dengan penampilan rambut panjangnya. Kini, Heri tidak gondrong lagi, dan sudah menjadi seorang perwira, dengan jabatan Kanit 1 Jaga Tahanan, Direktorat Tahan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumsel.

    Herry Gondrong mengungkapkan tidak jarang orang yang menjumpainya sedikit bingung dengan penampilan yang baru saat ini.

    “Apalagi saat ini kan masih pake masker jadi banyak yang bingung, tapi biasanya orang mengenali saya dari mata saya,” ujar pria bernama asli Heri Kusuma Wijaya itu,
    saat diwawancarai Kamis (13/1/2022).

    Dikatakan Herry Gondrong, meskipun tidak lagi menjabat Katim Opsnal Unit 1 Jatanras Polda Sumsel, dirinya tetap bersedia jika masih ada yang memanggil dirinya Katim.

    “Kalau rekan-rekan yang lama masih manggil Katim tidak apa-apa, itukan sudah kebiasan dari dulu-dulu,” ujar Hergon.

    “Masyarakat juga banyak kenalnya Katim, kalau Kanit kan baru. Tidak jadi masalah mau manggil apa saja,” tambahnya.

    Diceritakan Hergon, saat bertugas di Tahti Polda Sumsel ini, tentunya mendapatkan pengalaman yang jauh berbeda.

    “Saat ini lebih banyak berkomunikasi dengan tahanan. Kita bisa memberikan petuah-petuah yang berbeda kepada para tahanan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ungkapnya.

    Ia mengungkapkan, kalau dulu ia dikenal masyarakat sebagai penangkap pelaku kejahatan untuk ditahan. Namun sekarang justru sebaliknya, ia lebih banyak berkomunikasi dengan tahanan.

    “Banyak juga tahanan itu yang sudah mengenal saya. Apalagi saat baru-baru pindah tahanan banyak bilang itu Heri Gondrong,” ceritanya.

    Meskipun tidak lagi di lapangan seperti yang dulu, Hergon mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dalam beraktifitas. “Tetap hati-hati dalam aktifitas di luar rumah, kalau bawa motor tetap selalu gunakan kunci tambahan agar lebih aman,” tutupnya. (Etr)

  • Kapolda Pimpin Sertijab 5 PJU dan 7 Kapolres Jajaran Polda Sumsel

    Kapolda Pimpin Sertijab 5 PJU dan 7 Kapolres Jajaran Polda Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni  Harmanto  MH, memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) 5 PJU dan 7 Kapolres jajaran Polda Sumsel, di Rekonfu Gedung Promoter Mapolda Sumsel Palembang, Jumat (7/01/2022).

    Kegiatan Sertijab tersebut, dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan Sik SH MH dan para PJU Polda Sumsel.

    5 Pejabat Utama dan 7 Kapolres jajaran Polda Sumsel yang di Serah terimakan jabatannya, yaitu, Karolog Polda Sumsel resmi dijabat Kombes Pol Drs Saidal mursalin yang sebelumnya menjabat Pamen Ssdm polri,Penugasan Lemhanas RI menggantikan Jabatan yang ditinggal Kombes Pol Muhlis yang memasuki Pensiun

    Kemudian, Dirintelkam Polda Sumsel yang diserahterimakan  dari Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK  kepada Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, SIK MSi yang sebelumnya menjabat sebagai Dir Pam Obvit Polda Jateng dan Kombes Pol  Ratno Kuncoro Sik bergeser menjadi Analis utama Tk 1  Baintelkam  Polri.

    Selanjutnya Direskrimum polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK diserahterimakan Kepada Penggantinya Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo,SH,SIK yang sebelumnya Kasubdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ,selanjutnya Kombes Pol Hisar Siallagan SIK,menduduki Pos baru Kabagbindikwa robindiklat Diklat Polri,

    Kemudian Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Sofiandi ,SH ditarik menjadi Kabag Pustaka Waketbinminwa STIK Lemdiklat Polri Jabatannya digantikan Kombes Pol Agus Halimudin,SIK yang sebelumnya menjabat pemeriksa utama Ro Provos Divpropam Polri ,

    Selanjutnya Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto,SIk diserah terimakan kepada Kombes Pol Donyar Kusumadji,SIK yang sebelumnya Anjak Madya Brigade Mobil Korp Brimob Polri,Sedangkan Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto,SIK dalam rangka mengikuti Dikreg XLIX Sesko TNI TA 2022.

    Sedangkan, jajaran Kasatwil Kapolrestabes Palembang  yang dilantik, yaitu Kombes Pol Mokhamad Ngajib,SIK  yang sebelumnya menjabat Anjak Madya Bid Paminal Div Propam Polri   menggantikan Kombes Pol Irvan Prawira satyaputra SIK MSi yang akan Mengikuti Diksespimti Polri Direg ke 31 TA 2022,

    Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto SIK MSi yang sebelumnya menjabat Kasubidpaminal Bid propam Polda Jateng  menggantikan AKBP Danny H Ardiantara B Sianipar SIK yang akan menjabat sebagai Kasubbag dalkara baganev Robinopsnal Bareskrim Polri,

    AKBP Imam Tarmudi  SIK,MH yang mendapat promosi menjadi Wadirbinmas Polda Sumsel,Jabatan Kapolres Banyuasin diserah terimakan kepada AKBP Imam Safi’i,Sik ,MSi yang sebelumnya menjabat Kasubbid paminal Bid Propam Polda NTT,
    Selanjutnya, Kapolres PALI AKBP  Efrannedy SIK,MAP yang sebelumnya menjabat Kapolres Musi rawas  menggantikan AKBP Rizal Agus Triadi SIK yang mendapat promosi  jabatan sebagai Kabag dalops roops  Polda Sumsel

    Selanjutnya Kapolres Musi rawas  dijabat AKBP Achmad Gusti Hartono,SIK Jabatannya Selaku Kapolres Lahat digantikan AKBP Eko Sumaryanto,Sik

    Jabatannya selaku Kapolres Musi Rawas utara digantikan AKBP Ferly Rosa Putra Sik yang sebelumnya menjabat Pamen Ro SDM Polda Sumsel dalam rangka penugasan FPU

    Dalam arahannya, Kapolda Sumsel mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama atas inovasi dan dedikasinya selama ini yang telah mengabdi di Polda Sumsel, serta kesuksesan di tempat yang baru.

    “Kepada pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan dengan situasi di tempat kerjanya, sehingga dapat melaksanakan tugas lebih giat dan semangat dalam melayani masyarakat,” Ujar Kapolda.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM, menambahkan, mutasi yang dilakukan hari ini merupakan hal biasa di organisasi Polri.

    “Yang pertama, adalah penyegaran personil dan yang kedua, merupakan promosi dari yang bersangkutan dalam tugas serta kinerjanya yang diberikan oleh Kapolri langsung,” ujar Kabid Humas.

    “Dalam pelaksanaan Sertijab ini, kita tetap melaksanakan Prokes secara ketat, dengan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker, tidak berkerumun  dalam rangka untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuh Supriadi,MM

  • Tilang Online Mulai Berlaku, Satlantas Masih Tetap Beri Tindakan Langsung

    Tilang Online Mulai Berlaku, Satlantas Masih Tetap Beri Tindakan Langsung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ditlantas Polda Sumsel sudah mulai memberlakukan tilang online (ETLE). Kamera ETLE pun sudah terpasang sebangak sembilan titik di Palembang dengan menggunakan dua macam kamera, epolis dan cek point. Epolis untuk bagian di persimpangan. Sedangkan cek point untuk di bagian jalan lurus.

    Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama, mengatakan, tidak hanya melalui kamera ETLE, petugas di lapangan juga bisa melalukan penindakan langsung seperti tilang, apabila mendapati pelanggar di jalanan.

    “Apabila anggota di lapangan melihat adanya pelanggaran, anggota bisa langsung melakukan penilangan,” ujarnya, Kamis (6/1/2022).

    Untuk sembilan titik lokasi yang di pasang kamera ETLE yakni di Simpang Empat RS Charitas depan Pos Lantas dan di Simpang Jalan A Yani Seberang Ulu 2, Jalan Kol H Burlian Km-9 (depan PT Trakindo), Jalan R Soekamto (depan Hotel Novotel), Jalan Jenderal Sudirman Km-3,5 (samping SPBU Taman Makam Pahlawan).

    Jalan Jenderal Sudirman (depan RM Sederhana Cinde), Jalan A Yani depan dealer Honda, Jl KH Wahid Hasyim SU-1 (depan Panca Motor) dan di Jalan GHA Bastari Jakabaring.

    Untuk penerapan sanksi tilang ETLE diberlakukan, Kombes Pol Prarama menjelaskan terlebih dahulu pihaknya akan berkordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan. “Kita akan kordinasikan dulu, untuk jumlah denda maksimalnya berapa,” tuturnya. (ANA)

  • Tilang Online Mulai Diberlakukan, Kamera ETLE Rekam Puluhan Ribu Pelanggar

    Tilang Online Mulai Diberlakukan, Kamera ETLE Rekam Puluhan Ribu Pelanggar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sejak awal Januari 2022, Jajaran Ditlantas Polda Sumsel mulai memberlakukan tilang online (ETLE). Kamera ETLE pun sudah terpasang sebangak sembilan titik di kota Palembang dengan menggunakan dua macam kamera, epolis dan cek point. Epolis untuk bagian di persimpangan. Sedangkan cek point untuk di bagian jalan lurus .

    “ETLE ini menggunakan dua macam kamera, yaitu Epolis dan Cek Point. Epolis itu untuk di karakteristik persimpangan, kemudia Cek Point karakteristik pelanggaran di jalan lurus,” ungkap Paur Subbaganev Bagbinopsnal Ditlantas Polda Sumsel, AKP M Sadeli, Kamis (6/1/2022).

    Adapun  mekanisme yang terdapat di ETLE yaitu pelanggar yang tercapture atau tertangkap kamera petugas langsung mengeprint surat konfirmasi yang akan dikirimkan ke rumah pelanggar.

    “Pelanggar yang tercapture atau tertangkap kamera, kemudian data tersebut masuk ke server maka petugas operator langsung mengendalikan hasil capturean yang ada di lapangan. Kemudia hasil captureannya akan di cetak dalam bentuk surat konfirmasi. Setalah satu atau dua hari tercapture, langsung mengantarkan surat konfirmasi ke rumah yang bersangkutan,” jelasnya.

    Sadali juga mengimbau jika di hari kedelapan pelanggar tidak melaksanakan korfirmasi, maka di hari kesembilan data kendaraan akan di blokir. Namun apabila pelanggar datang dan mengakui adanya pelanggaran maka akan dilaksanakan penilangan di tempat.

    Untuk hari ini, di sembilan titik sudah sebanyak 7.982 pelanggaran. Sementara kemarin, ada sebanyak 26.071 pelanggaran yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

    Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol M. Pratama, mengungkapkan, sejak awal ujicoba setiap hari ada 50 surat konfirmasi yang dikirimkan oleh pos kepada pelanggar lalu lintas itu, belum seluruh jumlah pelanggar.

    “Pelanggaran yang bisa kita lihat baru satu hari itu di sembilan titik sebanyak 7.982 pelanggaran. Ini nanti menjadi bank data kita bagaimana tingkat kepatuhan pada masyarakat,” tambahnya. (ANA)

  • Jangan Takut Melapor Polisi, Jika Perempuan Alami Kekerasan

    Jangan Takut Melapor Polisi, Jika Perempuan Alami Kekerasan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kekerasan terhadap perempuan sepertinya tidak pernah berhenti terjadi. Saat masalah ini ditanyakan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, Selasa (4/1/2022), masih ada perempuan yang tidak berani melaporkan ke polisi atas kekerasan yang ia alami.

    “Perempuan yang mengalami kekerasan dan tidak berani melapor, itu tergantung dari pribadinya masing-masing. Ada yang masih mentoleransi kejadian tersebut, ada juga yang sudah lelah, sehingga memutuskan diri untuk melapor kekepolisian,” ujar Toni.

    Petinggi polisi di Sumatera Selatan itu dengan tegas berucap, bahwa pelaporan ke polisi tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Jika memang itu menjadi kendala perempuan tidak melaporkan kekerasan yang ia alami.

    Sedangkan untuk pengacara, sambung Toni, biasanya dibutuhkan dari terlapor. Sementara pelapor sudah dilindungi polisi. “Dan kalau mamang pelapor butuh pengacara, dan dia mempunyai uang, bisa memilih pengacara sendiri. Tetapi jika dia tidak memiliki biaya untuk membayar pengacara, maka pemerintah menyiapkan pengacara melalui LBH (Lembaga Bantuan Hukum),” ungkapnya.

    Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Kapolda juga memaparkan terjadi peningkatan angka kriminalitas di tahun 2021, di bandingkan dengan tahun 2020 lalu.

    “Sepanjang tahun ini secara total ada 5.304 laporan masyarakat, dan yang berhasil kita selesaikan ada sekitar 4.644 laporan polisi,” ujarnya.

    Untuk 2020 lalu, laporan masyarakat mencapai 5.217. Dan berhasil diselesaikan ada sekitar 3.264 kasus. 

    “Dari sekian banyak kasus kriminal di Sumsel hanya beberapa kasus yang meningkat di 2021 ini seperti Curanmor, penganiayaan berat (Anirat), penipuan, narkotika, pencurian biasa, judi dan pemerkosaan,” ujarnya. 

    Dari data yang telah di ungkapkan, Kapolda berharap agar di tahun 2022 ini kriminalitas segera menurun.

    “Data tersebut akan memotivasi kita untuk lebih baik lagi. Dan memacu melakukan berbagai pengungkapan kasus sesuai dengan laporan masyarakat, sehingga diharapkan di 2022 mendatang tingkat kriminalitas di Sumsel akan menurun dibandingkan tahun ini,” ujarnya.

    Selain itu juga pihaknya mengimbau kepada Polrestabes dan Polres Jajaran, agar merespon cepat laporan masyarakat dengan melakukan pengungkapan kasus hingga tingkat kriminalitas, khususnya kejahatan menonjol, akan berkurang.

    “Kita akan berupaya menekan kriminalitas di wilayah Sumsel dengan berbagai cara hingga merespon cepat laporan masyarakat. Agar kejahatan di Sumsel berhasil ditekan, dan masyarakat tidak was-was lagi berpergian ke luar rumah,” ujarnya

    Selain itu, lanjut Irjen Pol Toni menerangkan bahwa untuk jumlah hotspot di wilayah Sumsel di tahun ini mengalami penurunan. Tahun 2020 lalu jumlah hotspot mencapai 4.514, sedangkan di tahun ini mencapai 851 titik hotspot.

    Begitu juga jumlah lahan yang terbakar di tahun lalu ada sekitar 946,33 Ha. Dan di tahun ini ada sekitar 240,261 Ha. “Dari data tahunan yang kita terima, titik hotspot mengalami penurunan sekitar 3.663 titik dan jumlah lahan terbakar mengalami penurunan sekitar 706,069 ha,” beber Toni.

    Dengan berbagai pencapaian tersebut, pihaknya bakal melakukan evaluasi, sehingga di 2022 mendatang akan mampu menekan beberapa kasus menonjol. Dan terus berupaya melakukan penekanan terhadap jumlah titik hotspot serta lahan terbakar.

    “Kita berharap kinerja kita akan lebih baik lagi khususnya dalam hal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam laporan hingga menindaklanjuti laporan tersebut,” tutupnya. (Etr)

  • Kapolda dan Gubernur Sumsel Monitoring Situasi Malam Pergantian Tahun

    Kapolda dan Gubernur Sumsel Monitoring Situasi Malam Pergantian Tahun

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Kapolda Sumsel bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan Forkopimda melihat langsung kedisiplinan masyarakat, terkait protokol kesehatan di malam pergantian tahun.

    Skaligus juga rombongan melakukan pengecekan sejumlah pos pengamanan yang ada di Kota Palembang.

    “Kita ingin melihat langsung kedewasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Selama ini kita terus mengingatkan melalui himbauan pentingnya protokol kesehatan. Tidak usah berkerumun di malam pergantian tahun. Lebih baik diisi dengan rasa syukur dan doa agar ke depan dapat lebih baik,” kata Herman Deru sebelum melakukan pantauan dan pengecekan, Jum’at malam (31/12/2021).

    Diketahui, di penghujung tahun 2021, Sumsel sendiri secara tak langsung mendapatkan kado istimewa. Target program vaksinasi di akhir tahun sebesar 70 persen sudah terlampaui.

    Tepat pada 31 Desember 2021, angka vaksinasi di Sumsel yang sudah diberikan ke masyarakat telah mencapai 76,5 persen.

    Selain memantau aktivitas masyarakat dan melakukan pengecekan pos pengamanan natal dan tahun baru, Herman Deru di dampingi Irjen Toni Harmanto dan rombongan. Juga berkesempatan meninjau langsung ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Sumsel.

    Selain sebagai tempat memonitor lalu lintas melalui kamera pengawas, ruang RTMC Ditlantas Polda Sumsel, juga sebagai tempat memantau pelanggaran lalu lintas pengguna jalan yang akan diterapkan sistem tilang elektronik (E-Tilang).

    Selain di dampingi empat pimpinan institusi di Sumsel, tampak hadir pula Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira, dan sejumlah pejabat baik di lingkungan Polda Sumsel dan Pemprov Sumsel. (*)

    Teks: rilis
    Editor: maya

  • Polda Sumsel Selidiki Peredaran Oli Palsu

    Polda Sumsel Selidiki Peredaran Oli Palsu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan maraknya kasus penjualan oli palsu. Bahkan, dalam penyelidikannya, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menyita sebanyak 3840 botol oli merk AHM dan 6388 botol oli merk Yamalube yang diduga palsu.

    Terungkapnya peredaran oli palsu ini membuat Polda Sumatera Selatan (Sumsel) segera melakukan penyelidikan. Petugas bakal bertindak tegas jika oli palsu beredar di Bumi Sriwijaya.

    Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhani, mengatakan, bahwa tidak perlu adanya laporan dari masyarakat, pihaknya dapat menindak peredaran oli diduga palsu yang ada di wilayah hukumnya.

    “Kami sudah diperintahkan Bareskrim Polri untuk mendalami apakah di Sumsel ada atau tidak (peredaran oli palsu). Kami sudah berkordinasi dengan pihak terkait untuk bersama-sama mengungkap kasus tersebut,” tegasnya, Kamis (30/12/2021).

    Ia mengungkapkan, bahwa tim di lapangan juga sudah diterjunkan untuk menyelidiki apakah peredaran oli tersebut juga terjadi di Sumsel dan di wilayah Kabupaten Kota.

    “Apabila dalam waktu dekat ini terungkap adanya peredaran oli palsu, segera kita sampaikan kepada rekan-rekan media,” jelasnya. (ANA)

  • Minimalisir Pelanggaran Lalu Lintas, Pemasangan ETLE Dipercepat

    Minimalisir Pelanggaran Lalu Lintas, Pemasangan ETLE Dipercepat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel, kini mempercepat pemasangan program Electronic Traffic Law Einforcement (ETLE) di sembilan titik di wilayah Palembang.

    “Kita targetkan hingga akhir tahun ini pemasangan perlengkapan ETLE, mulai dari tiang kamera, kamera hingga optiknya selesai. Di awal tahun depan sudah bisa diterapkan,” kata Direktur Ditlantas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, Selasa (14/12/2021).

    Pratama menjelaskan, sembilan titik yang sedang dalam tahap pemasangan perangkat ETLE ini diharapkan bisa meng-cover seluruh wilayah Palembang.

    Pratama menuturkan, bahwa sebelumnya dua titik telah dipasang perangkat ETLE yakni di Simpang Lima DPRD Sumsel dan di depan Makorem 044/Gapo.

    Lalu di Jalan Veteran Simpang Empat Charitas, Jalan A Yani Simpang 8 Ulu, Jalan Jenderal Sudirman depan SPBU Pahlawan, Jalan Kol H Burlian depan Trakindo, Jalan GHA Bastari Jakabaring dan di Jalan KH Wahid Hasyim arah Kertapati.

    “Jika sudah terpasang seluruhnya, kita harapkan dapat lebih menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan bagi pengemudi kendaraan yang masih suka melanggar, dengan ETLE ini walaupun tidak diawasi petugas. Hal ini bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas,” ungkapnya.

    Pratama mengatakan, bahwa pemasangan perangkat ETLE dan tilang elektronik ini diharapkan tidak akan ada lagi terjadinya perdebatan antara pelanggar lalu lintas dan petugas.

    “Saat launching program ETLE sama-sama akan kita perlihatkan bagaimana bentuk-bentuk pelanggarannya,” tuturnya. (ANA)

  • Konflik Agraria di Sumsel Polda Terima 33 Laporan

    Konflik Agraria di Sumsel Polda Terima 33 Laporan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tingginya angka konflik agraria di provinsi Sumsel baik antara perusahaan dengan masyarakat, maupun masyarakat dengan masyarakat, menjadi perhatian serius Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumsel. Guna mempercepat penanganan konflik tersebut, melalui Forum Group Discussion (FGD), menggandeng langsung Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel. Kegiatan FGD dilaksanakan Selasa (30/11/2021) di Ball Room Hotel Novotel Palembang. Saat ini saja, sudah ada 33 pengaduan konflik sengketa lahan yang diterim Polda Sumsel.

    Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM mengatakan, Forkopimda di Sumsel sepakat konflik agraria ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Melainkan harus komprehensif, untuk mencegah jangan sampai terjadi konflik di tanah masyarakat. Deteksi konflik yang akan terjadi harus dilakukan agar Sumsel benar – benar zero konflik.

    “Konflik masyarakat dengan masyarakat itu sendiri yang kerap kali terjadi. Inilah yang mesti dicari apa penyebabnya, bahkan ada konflik antar keluarga (anak dengan orang tua). Untuk tidak ada kata terlambat, mari mulai inventarisasi potensi yamg mungkin terjadi terutama konflik agraria di Sumsel. Forkompimda bisa membantu mencarikan solusi penyelesaiannya,” katanya.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH memberikan keterangan yang disampaikan Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro mengatakan, Polda Sumsel dalam konflik agraria di Sumsel setidaknya sudah menerima 33 kasus yang berkaitan dengan agraria. Presiden Jokowi sudah memerintahkan aparat penegak hukum Polri, Kejaksaan bersama Kementerian Agraria, untuk memberantas mafia tanah di Indonesia.

    “Laporan yang diterima Polda Sumsel, ada sengketa antar masyarakat dengan masyarakat, ada masyarakat dengan korporasi. Dalam penanganan perkara ini Polda Sumsel berkoordinasi dengan BPN Sumsel,” katanya.

    Kepala kantor wilayah BPN Sumsel Pelopor mengatakan, BPN melihat konflik agraria dari 33 konflik yang tercatat di Polda 10 di antaranya sudah ditangani oleh BPN. Dalam penanganan nya tidak selancar yang diinginkan, karena kedua belah pihak mengklaim haknya masing masing. Kepada masyarakat, Pelopor mengimbau, yang memiliki ataupun yang menguasai tanah harus segera didaftarkan.

    “Untuk mencegah kejahatan agraria urus sendiri untuk legalitas tanah. Jangan percayakan kepada orang lain. Kalaupun harus diwakilkan carilah lembaga yang benar benar dipercaya yang berkompeten,” katanya.

    Dikatakan Pelopor, kalau kita mempunyai tanah peliharalah batas-batas, di usahakan jangan sampai ditelantarkan dalam waktu yang lama. Hal ini bisa dikuasai orang lain dengan memanfaatkan lahan yang terlantar untuk mereka kuasai.

    “Permasalahan utama konflik agraria, mayoritas karena tanah tidak dimanfaatkan pemiliknya. Kalau sudah ada konflik agraria, BPN menyarankan untuk penyelesaian diupayakan melalui mediasi dan tidak harus sampai ke meja hijau atau pengadilan,” bebernya. (Rel)

  • Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Bea Cukai Diamankan Ditreskrimsus Polda Sumsel

    Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Bea Cukai Diamankan Ditreskrimsus Polda Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), mengamankan ribuan bungkus rokok tanpa bea cukai. Ditemukan dalam bus dan bagasi yang berada di halaman loket Triadi Satrio Wisata, Kamis (8/11/2021) sekitar pukul 06.00 WIB.

    Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhany di dampingi Kasubbid Penmas, Kompol Erlangga mengatakan, dua unit mobil Toyota Hiace dari Kabupaten Madura, Provinsi Jawa Timur (Jatim) membawa rokok tanpa cukai sebanyak 86.750 bungkus atau 1.735.000 batang, yang akan dibawa ke Pangkalan Kericu, Provinsi Riau.

    “Untuk mengelabui anggota kita, mereka ini melakukan pemindahan rokok tanpa bea cukai tersebut menggunakan bus wisata Bintang Bali yang dilakukan di halaman loket bus Triadi Satrio wisata,” ujarnya, Senin (22/11/2021).

    Namun saat telah terjadinya pemidahan rokok tanpa cukai tersebut ke dalam bus berupa kotak-kotak rokok ilegal, Tim Unit 4 SUBDIT 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, melakukan pengamanan terhadap rokok tanpa cukai yang berada di dalam bus tersebut.

    Untuk rincian rokok tanpa bea cukai tersebut lanjut dia, terdiri dari merek R One sebanyak 46.850 bungkus, MX BOLD sebanyak 12.200 bungkus, VIOS sebanyak 15.800 bungkus dan ESJE sebanyak 11.900 bungkus.

    “Selain mengamankan ribuan rokok tanpa bea cukai anggota kita turut mengamankan mobil bus pariwisata Bintang Bali dengan nomor polisi (nopol) AB 7952 JN,” katanya kepada wartawan di sela-sela press release di halaman Ditreskrimsus Polda Sumsel.

    Untuk pasal sendiri dalam kasus ini, yakni pasal 54 dan pasal 29 ayat (1) UU RI nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai. Dengan hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai. Dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

    “Kita akan menyerahkan masalah ini bersama barang bukti rokok tanpa bea cukai ini ke Kanwil Bea Cukai Sumbagtim,” tutupnya. (Kik)