Anjing Pelacak Jadi Bagian Penting Polri Ungkap Kasus

- Redaksi

Kamis, 17 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bagi Unit Polisi Satwa (K-9) Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel), keberadaan Anjing pelacak merupakan hal terpenting untuk mengungkap setiap tindak kejahatan.

Namun untuk menjadikan Anjing tersebut bisa membantu tugas kepolisian dalam melaksanakan tugasnya, Anjing harus mengikuti pelatihan khusus agar bisa melacak. Sehingga dapat membantu polisi untuk mempermudah tugasnya.

Kanit Polsatwa Ditsamapta Polda Sumsel, AKP Suparno mengatakan, Anjing khusus yang berada di Polsatwa Ditsampta Polda Sumsel berjumlah 11 satwa anjing. “Dari ke 11 anjing tersebut merupakan anjing khusus yang berasal dari Belanda,” ujarnya, Kamis (17/2/2022).

Dia bilang, Anjing yang didatangkan dari Belamra itu tidak serta merta sudah mahir dalam menjalankan tugasnya. Perlu dilatih secara khusus agar dapat menjadi Anjing pelacak yang mahir.

Menurutnya, sebelum Anjing tersebut diberikan oleh Mabes Polri ke Polda Sumsel, terlebih dahulu dilakukan pelatihan minimal dua bulan di tempat pelatihan di Kelapa Dua Jakarta, agar dapat menjadi Anjing pelacak dengan baik.

Tetapi kepelatihan dua bulan tersebut belum cukup bagi Anjing-Anjing itu, diperlukan pengasahan kembali agar menjadi lebih tajam penciumannya dalam menjalankan tugas.

Sedangkan untuk pelatih Anjing satwa setiap satu tahun sekali ada anggota Polsatwa Ditsamapta Polda Sumsel yang diberangkatan untuk Dikjur. “Sekarang pun ada satu  anggota Polwan kita yang sedang Dikjur di Kelapa Dua,” ujarnya.

“Sedangkan untuk pelatih di Polda Sumsel sebagian besar sudah kejuruan. Jadi sudah dibekali dengan ilmu untuk melatih satwa anjing tersebut,” tambahnya.

Namun meskipun sudah mempunyai keterampilan khusus setiap anggota dalam melatih satwa anjing, AKP Suparno bercerita, tidak jarang ada ada yang cidera karena serangan satwa anjing tersebut.

“Saya pun dulu pernah digigit juga oleh satwa anjing kita sendiri, akan tetapi hal itu tidak menimbulkan rasa takut bagi kami,” jelasnya.

Suparno menerangkan, Anjing tersebut dilatih untuk melakukan pencarian jejak pelaku kriminal, baik itu dalam bentuk pencurian, perampokan, pembunuhan termasuk juga melakukan pencarian terhadap orang hilang.

Hal itu merupakan pelacakan umum yang dilakukan Anjing satwa. “Sedangkan untuk pelacakan khusus, Anjing satwa di antaranya dapat melakukan pelacakan bahan peledak, dan pelacak narkotika,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam, Keluarga Sebut Penangkapan Tanpa Surat Tugas
Mulai 13 Maret, Truk Besar Dilarang Melintas di Jalur Mudik Sumsel
Buron Penembakan Diringkus di Kos Palembang, Polda Sumsel Sita Peluru 9 mm dan Sabu
Dugaan Mafia Tanah di Sematang Borang Resmi Dilaporkan ke Polda Sumsel
Sempat Melawan Saat Ditangkap, Begini Kronologi Penangkapan Predator Anak di Palembang
Aksi Berantai Berakhir di Jeruji Besi, Jatanras Polda Sumsel Bekuk Spesialis Curanmor 5 TKP
Jamin Keamanan Ramadhan 1447 H, Polda Sumsel Ungkap Ribuan Kasus Penyakit Masyarakat
Lima Bulan Buron, Pencuri Motor di Gereja HKBP Belitang Diringkus di Kosan Palembang

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:24 WIB

Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam, Keluarga Sebut Penangkapan Tanpa Surat Tugas

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:55 WIB

Mulai 13 Maret, Truk Besar Dilarang Melintas di Jalur Mudik Sumsel

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:49 WIB

Buron Penembakan Diringkus di Kos Palembang, Polda Sumsel Sita Peluru 9 mm dan Sabu

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:18 WIB

Dugaan Mafia Tanah di Sematang Borang Resmi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:09 WIB

Sempat Melawan Saat Ditangkap, Begini Kronologi Penangkapan Predator Anak di Palembang

Berita Terbaru

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai langsung di Masjid Taqwa Palembang, Selasa (26/5/2026). Foto: (Tia)

Kota Palembang

Pegawai Pemprov Sumsel Salurkan 148 Sapi Kurban Tanpa APBD

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:44 WIB