BMKG Peringatkan Sumsel Waspadai Cuaca Ekstrem di Akhir Oktober

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Cuaca mendung di Kota Palembang, Sumsel. Foto: Tia

Ilustrasi - Cuaca mendung di Kota Palembang, Sumsel. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan masyarakat khususnya di wilaah itu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan pada akhir Oktober 2025.

Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis menjelaskan pada dasarian III Oktober ini sebagian besar wilayah di provinsi tersebut diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan dengan intensitas menengah.

Yang mana, kondisi ini dapat memicu terjadinya genangan air, banjir, maupun longsor di beberapa daerah.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah dampak lanjutan seperti penyakit akibat banjir,” ujar Wandayantolis, Selasa (21/10/2025).

Ia menyebut sekitar 85 persen wilayah Sumsel telah memasuki musim hujan, sedangkan beberapa daerah lainnya masih berada dalam masa peralihan.

“Daerah seperti Empat Lawang dan Ogan Komering Ilir bagian selatan diprediksi hanya mengalami hujan ringan,” imbuhnya.

Pada dasarian II Oktober, sebagian besar wilayah Sumsel masih mencatat sifat hujan bawah normal atau curah hujan lebih rendah dari rata-rata.

Namun, beberapa daerah seperti Musi Banyuasin, Lahat, dan Ogan Komering Ilir berada pada kategori normal, sementara Lubuklinggau, Musi Rawas Barat, dan Banyuasin bagian barat tercatat mengalami hujan di atas normal.

“Curah hujan tertinggi tercatat di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas, yang mencapai sekitar 203 milimeter,” katanya.

Sementara itu, hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan sebagian besar wilayah Sumsel masih mengalami hujan dengan kategori sangat pendek, antara satu hingga lima hari tanpa hujan.

Beberapa daerah seperti Palembang, Muara Enim, Lahat, dan Banyuasin mencatat HTH pendek (6–10 hari), sedangkan Ogan Ilir dan OKU Selatan termasuk kategori menengah (11–20 hari).

“Pos hujan di Indralaya Utara, Ogan Ilir, mencatat hari tanpa hujan terpanjang, yakni sekitar 17 hari berturut-turut,” jelasnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam pengelolaan drainase serta pembersihan saluran air guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ
Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 
Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara
Antrean Biosolar Sumsel Memanjang, Distribusi FAME Jadi Sorotan
Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara
Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang
Zero Balap Liar Ratusan Pemuda Deklarasi Tolak Balap Liar
Angkut 10 Ribu Liter Solar Sulingan dari Muba ke Lampung, Dua Sopir Divonis 15 Bulan Penjara

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:16 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ

Selasa, 8 September 2026 - 21:11 WIB

Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 

Selasa, 8 September 2026 - 18:36 WIB

Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara

Selasa, 8 September 2026 - 17:08 WIB

Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang

Berita Terbaru