Author: Red Pel

  • Polsek Megang Sakti Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Bermodus Beli Sapi

    Polsek Megang Sakti Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Bermodus Beli Sapi

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Unit Reskrim Polsek Megang Sakti, menciduk seorang pria berinisial MS (34) atas dugaan penggelapan sepeda motor milik seorang petani.

    Warga Kelurahan Megang Sakti I ini ditangkap setelah melarikan motor korban dengan modus pura-pura bertransaksi jual beli ternak.

    Kapolsek Megang Sakti AKP Hendri mengungkapkan bahwa tersangka ditangkap pada Selasa (20/1/2026) sore.

    “Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban berinisial JU (47) yang kehilangan motor Honda CBR miliknya,” ungkap Hendri, Senin (26/1/2026).

    Peristiwa ini bermula pada Minggu (28/12/2025). Tersangka MS awalnya mendatangi rumah korban di Desa Megang Sakti I dengan dalih ingin membeli sapi seharga Rp 10 juta.

    Setelah sempat terjadi komunikasi via telepon, tersangka datang kembali pada malam hari membawa mobil pikap berkerangkeng untuk mengangkut ternak tersebut.

    “Tersangka kemudian mengajak korban pergi dengan alasan mengambil uang pembayaran di rumah orang tuanya. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor milik korban,” terang Hendri.

    Setelah sempat berpindah-pindah lokasi dengan alasan mencari orang yang memegang uang, tersangka akhirnya berhenti di Desa Jajaran Baru I. Di sana, MS meminjam motor korban dengan alasan ingin membeli rokok sekaligus mengambil uang tunai.

    Namun, setelah ditunggu lama, pelaku tidak kunjung kembali dan membawa kabur motor korban. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp 9.500.000.

    “Saat ini, tersangka MS telah mendekam di sel tahanan Polsek Megang Sakti untuk menjalani pemeriksaan intensif,” jelas Hendri.

    Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah dokumen kendaraan sebagai barang bukti, antara lain, STNK asli sepeda motor Honda CBR 150 (Nopol A 6159 XC) serta fotokopi BPKB milik korban. (ANA)

  • Bawa Lebih dari 5 Gram Ekstasi, Dua Perantara Narkoba Divonis 7 Tahun Penjara

    Bawa Lebih dari 5 Gram Ekstasi, Dua Perantara Narkoba Divonis 7 Tahun Penjara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Upaya peredaran narkotika jenis ekstasi di Palembang berakhir pahit. Dua terdakwa, Muhammad Adi Bin Romli dan M. Sopian Bin Syamsudin, resmi dijatuhi vonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (26/1/2026).

    Majelis hakim yang diketuai Noor Ichwan Ria Adha, SH, MH menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak sebagai perantara jual beli narkotika Golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.

    “Menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 7 tahun serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan, dan memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan,” tegas hakim ketua, saat membacakan amar putusan di ruang sidang.

    Vonis tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Muhammad Ichsan Syahputra, SH, yang sebelumnya menuntut pidana 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan.

    Usai putusan dibacakan, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya Arief, SH langsung menyatakan menerima putusan, sementara JPU menyatakan pikir-pikir.

    Transaksi Gelap yang Berujung Penangkapan

    Dalam dakwaan JPU terungkap, kasus ini bermula pada Jumat, 11 Juli 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Terdakwa Muhammad Adi dihubungi seseorang tak dikenal untuk memesan 15 butir ekstasi. Pesanan itu kemudian diteruskan kepada M. Sopian.

    Keduanya lalu menuju kawasan Perintis Kemerdekaan, Palembang, untuk menemui seorang pemasok berinisial Jok (DPO). Setelah menerima 15 butir ekstasi, para terdakwa bergerak menemui pembeli di Jalan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, sekitar pukul 19.30 WIB.

    Namun transaksi tersebut ternyata adalah jebakan polisi. Pembeli yang ditemui merupakan dua anggota Satresnarkoba Polrestabes Palembang yang menyamar. Saat uang transaksi dihitung, petugas langsung melakukan penangkapan.

    Dari tangan terdakwa, polisi mengamankan 15 butir ekstasi dengan berbagai warna dan logo, yakni,9 butir ekstasi warna pink logo granat, 4 butir ekstasi warna merah logo superman, 2 butir ekstasi warna kuning logo tengkorak.

    Selanjutnya, kedua terdakwa langsung dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ANA)

  • HK Lakukan Pemeliharaan Rutin di Ruas Tol JTTS

    HK Lakukan Pemeliharaan Rutin di Ruas Tol JTTS

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya (Persero) melakukan pemeliharaan rutin di beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pemeliharaan tersebut meliputi Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang–Indralaya (Palindra), dan Tol Betung–Tempino–Jambi (Tol Betejam).

    Seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.

    Pada Ruas Tol Terpeka, pekerjaan pemeliharaan dilakukan pada KM 228+000 – KM 231+361 Jalur A (dari Terbanggi Besar ke Kayu Agung) dan B (dari Kayu Agung ke Terbanggi Besar), KM 232+445 – KM 232+465 Jalur B: KM 239+993 – KM 240+013 Jalur B: KM 196+380 – KM 196+435 Jalur A: KM 239+974 – KM 240+009 Jalur A: KM 265+381 – KM 265+442 Jalur A: KM 272+861 – KM 272+911 Jalur A: serta KM 277+701 – KM 277+713 Jalur A. Selain itu, pemeliharaan juga dilakukan pada koridor KM 140+000 – KM 330+000 Jalur A dan B.

    Sementara di Tol Palindra, pemeliharaan dilaksanakan pada KM 010+380 – KM 010+330 Jalur B (dari Indralaya ke Palindra): KM 008+935 – KM 008+854,50 Jalur B: KM 013+620 – KM 013+505,80 Jalur B: KM 012+680 – KM 012+583,50 Jalur B: serta KM 007+820 – KM 007+669,30 Jalur B.

    Khusus di Ruas Tol Betejam, pemeliharaan dilaksanakan pada Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi 4 (Tempino–Simpang Ness) dengan titik pekerjaan di KM 045+875 – KM 045+910 Jalur A (dari arah Tempino ke Simpang Ness).

    Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengungkap, bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jalan melalui pemasangan rambu sesuai standar, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan untuk pengaturan lalu lintas dan mengarahkan pengguna jalan saat melintasi area pekerjaan.

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ungkap

    Mardiansyah, Senin (26/1/2026).

    Untuk informasi lebih lanjut, pengguna jalan dapat menghubungi Call Center Integrasi Ruas Tol Sumbagsel untuk Tol Terpeka dan Tol Palindra melalui 150-700 (telepon) dan 08112-77000 (WhatsApp), serta Call Center Tol Betejam di 0821-8888-7710 atau melalui akun resmi media sosial @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya.

    “Tetap patuhi rambu, jaga jarak aman, kurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan, dan utamakan keselamatan selama perjalanan,” kata Mardiansyah. (ANA)

  • Hendak Pergoki Suaminya Diduga Bersama Wanita Lain, IRT Ini Malah Dikeroyok

    Hendak Pergoki Suaminya Diduga Bersama Wanita Lain, IRT Ini Malah Dikeroyok

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tak terima sudah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan wanita idaman lain (WIL) suaminya, membuat ML mendatangi pengaduan Polestabes Palembang, Senin (16/1/2026). Kedatangannya tidak lain hendak melaporkan TR, yang diduga berselingkuh dengan suaminya.

    Kepada petugas piket pengaduan ML yang merupakan warga Plaju Palembang ini menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 12.30 WIB, di Lorong Kelekar kost Gery, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

    Berawal, berawal saat korban mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dengan tujuan untuk mengecek suaminya (menggerbek-red) bersama Terlapor.

    “Saya mendatangi TKP ini awalnya hendak menggerbek suami saya pak dengan terlapor,” ucapnya kepada petugas.

    Lalu, sesampai di TKP dan korban yakin bahwa suaminya dan terlapor berada di kostan lantai 2 ujung. Saat itu korban pun naik keatas dan tiba diatas pintu sudah terbuka.

    “Saya curiga, langsung naik ke lantai 2. Tenyata pintu sudah terbuka. Dan saya melihat suami saya, Terlapor dan teman-teman sedang duduk-duduk,” bebenya.

    Tak terima, Terlapor dan korban terjadi cek cok mulut yang berujung penganiayaan terhadap korban. “Saya pianiaya pak oleh Terlapor, hingga saya mengalami luka lecet di tangan sebelah kanan, oleh itulah saya laporkan ke sini,” katanya, berharap Terlapor dipanggil atas ulahnya.

    Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Ammar membernarkan adanya laporan korban terkait kasus penganiayaan.

    “Laporan sudah kita terima dan segera ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan terkait laporan korban,” tuturnya. (ANA)

  • Terdakwa Wafat saat Proses Peradilan, Perkara Korupsi H Halim Resmi Menuju Gugur

    Terdakwa Wafat saat Proses Peradilan, Perkara Korupsi H Halim Resmi Menuju Gugur

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proses hukum perkara korupsi yang menjerat KMS. H. Abdul Halim Ali Bin KMS Ali akhirnya memasuki babak penutup tanpa putusan pokok perkara. Pengadilan Negeri (PN) Palembang resmi menerima permohonan penghentian penuntutan dari Kejaksaan, menyusul wafatnya terdakwa di tengah proses persidangan.

    Menindaklanjuti permohonan tersebut, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Palembang menjadwalkan sidang pembacaan penetapan gugurnya perkara pada Kamis, 5 Februari 2026. Perkara ini tercatat dengan nomor 85/Pid.Sus-TPK/2025/PN Plg.

    Sebagaimana diketahui, H Halim merupakan terdakwa dalam kasus dugaan penguasaan lahan di luar Hak Guna Usaha (HGU), suap penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM), serta pemalsuan surat dalam pembebasan lahan tol.

    Namun proses hukum tersebut terhenti setelah terdakwa meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026) siang, tepat sebelum Majelis Hakim menjadwalkan pembacaan putusan sela atas eksepsi yang diajukan tim penasihat hukum.

    Kematian terdakwa terjadi di tengah dinamika persidangan yang sejak awal diwarnai pertimbangan serius terkait usia lanjut dan kondisi kesehatan terdakwa yang rentan.

    Juru Bicara PN Palembang, Chandra Gautama, menjelaskan perkara ini didaftarkan oleh Jaksa Penuntut Umum pada 26 November 2025, dan mulai disidangkan pada 4 Desember 2025.

    Sejak sidang pertama, terdakwa dihadirkan ke ruang sidang dengan alat bantu oksigen dan pendampingan tim medis. Majelis Hakim yang diketuai Fauzi Isra, SH MH bahkan secara langsung menanyakan kesiapan terdakwa untuk mengikuti persidangan, yang saat itu dijawab sanggup oleh terdakwa.

    Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Majelis Hakim secara aktif menawarkan opsi persidangan daring (online/video conference). Tawaran ini disampaikan berulang kali, mengingat terdakwa tidak ditahan dan secara hukum memungkinkan mengikuti sidang dari rumah atau rumah sakit.

    “Majelis sudah menawarkan opsi maksimal demi menjaga hak terdakwa dan kelancaran persidangan,” ujar Chandra Gautama, Senin (26/1/2026).

    Namun, penasihat hukum terdakwa memilih tetap menghadirkan kliennya secara langsung ke ruang sidang. Alasannya, terdakwa merasa kurang jelas apabila sidang dilakukan secara daring. Setiap kehadiran langsung pun selalu dibarengi pendampingan medis dari kedua belah pihak.

    Di tengah proses persidangan, tim kuasa hukum juga mengajukan permohonan izin berobat ke Singapura serta meminta pencabutan status pencekalan terhadap terdakwa.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Hakim menegaskan adanya batas kewenangan pengadilan. Majelis menyatakan tidak berwenang mengeluarkan penetapan izin berobat karena terdakwa tidak berstatus tahanan.

    “Karena terdakwa tidak ditahan, Majelis tidak dapat mengeluarkan penetapan. Hak terdakwa untuk berobat tetap terbuka,” tegas Ketua Majelis.

    Sementara terkait pencekalan, Majelis menegaskan kewenangan sepenuhnya berada di tangan Penuntut Umum, dan mendorong kedua pihak untuk berkoordinasi.

    Gugur Karena Hukum

    Pada sidang yang dijadwalkan Kamis (22/1/2026) dengan agenda pembacaan putusan sela, terdakwa tidak dapat dihadirkan karena menjalani perawatan intensif di ICU. Sidang pun ditunda selama dua pekan setelah JPU dan penasihat hukum menyerahkan surat keterangan dokter.

    Namun pada hari yang sama, terdakwa dilaporkan meninggal dunia. Kejaksaan kemudian mengajukan permohonan penghentian penuntutan yang telah diterima Majelis Hakim PN Palembang.

    Menurut Chandra Gautama, Majelis Hakim akan menerbitkan penetapan bahwa kewenangan menuntut pidana menjadi hapus karena terdakwa meninggal dunia, sesuai ketentuan hukum acara pidana.

    PN Palembang Kelas IA Khusus mengacu pada Pasal 77 KUHP jo Pasal 132 ayat (1) huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023, serta Pasal 140 ayat (2) KUHAP, yang menyatakan bahwa penuntutan gugur apabila terdakwa meninggal dunia.

    Dengan demikian, perkara korupsi bernomor 85/Pid.Sus-TPK/2025/PN Plg secara hukum resmi dinyatakan gugur, menutup proses panjang persidangan yang berulang kali tertunda akibat kondisi kesehatan terdakwa, tanpa pernah sampai pada putusan materi perkara. (ANA)

  • Korupsi Dana Forum, Dua Kades di Lahat Divonis 1 Tahun Penjara

    Korupsi Dana Forum, Dua Kades di Lahat Divonis 1 Tahun Penjara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan uang kas Forum Kepala Desa (Kades) Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, berakhir dengan vonis penjara.

    Dua terdakwa masing-masing dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, Senin (26/1/2026).

    Kedua terdakwa tersebut yakni Jonidi Sohri Bin Gimbar, Kepala Desa Muara Dua yang juga menjabat Bendahara Forum Kades, serta Nahudin Bin Martani (alm), Kepala Desa Padang Pangun yang merangkap Ketua Forum Kades Kecamatan Pagar Gunung.

    Majelis hakim yang diketuai Sangkot Lumban Tobing, SH MH menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Dalam amar putusannya, majelis hakim menegaskan bahwa kedua terdakwa melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

    “Menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun, serta denda Rp50 juta, dengan subsider 50 hari kurungan,” tegas Hakim Ketua.

    Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai perbuatan para terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

    Sementara hal-hal yang meringankan, majelis hakim mempertimbangkan sikap terdakwa yang sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, serta memiliki tanggungan keluarga.

    Usai mendengarkan putusan, kedua terdakwa menyatakan menerima putusan, sedangkan JPU Kejaksaan Negeri Lahat menyatakan pikir-pikir.

    Jaksa Sempat Tuntut Lebih Berat

    Sebelumnya, JPU Kejari Lahat menuntut kedua terdakwa dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

    Tim penasihat hukum terdakwa, Misnan Hartono SH MH didampingi Altarik SH, mengapresiasi putusan majelis hakim.

    “Menurut kami, putusan ini sudah cukup adil dan cukup baik. Oleh karena itu, kami menyatakan menerima,” ujar Misnan.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada JPU, majelis hakim, serta rekan-rekan kepala desa dan keluarga yang terus memberikan dukungan selama proses persidangan.

    Misnan menambahkan, kliennya telah menjalani masa penahanan sejak Juli 2025.

    “Jika dihitung, sudah enam bulan ditahan. Dengan vonis satu tahun, maka dua pertiganya sekitar sembilan bulan,” jelasnya.

    Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kejaksaan Negeri Lahat pada 24 Juli 2025 di Kantor Camat Pagar Gunung. Dalam OTT tersebut, jaksa mengamankan uang tunai Rp65.850.000 yang diduga berasal dari setoran para kepala desa.

    Jaksa menegaskan, Forum Kepala Desa tidak memiliki dasar hukum maupun anggaran dalam APBDes, sehingga praktik pengumpulan dana tersebut dinilai sebagai perbuatan melawan hukum. (ANA)

  • Muba Siap Dukung Program Lisdes, Listrik Pedesaan Jadi Prioritas

    Muba Siap Dukung Program Lisdes, Listrik Pedesaan Jadi Prioritas

    SUARAPUBLIK.ID,MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan dan Dukungan Perizinan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di Provinsi Sumatera Selatan Secara Virtual, Senin (26/01/2026).

    Acara Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat proses perizinan dan meningkatkan dukungan bagi program Lisdes di Sumatera Selatan. Program Lisdes ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan dengan menyediakan akses listrik yang lebih baik.

    Pada kesempatan ini, Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Alva Elan SST MPSDA mengungkapkan, komitmennya untuk mendukung program Lisdes di Muba. “Kami menyambut dengan antusias atas program ini. Kami akan membantu semaksimal mungkin agar proses ini bisa berjalan dengan baik, sebagaimana mestinya,” ujarnya.

    Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, juga menekankan pentingnya percepatan dan dukungan perizinan untuk kesuksesan program Lisdes di Muba. “Kami siap mendukung agar program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

    Lanjutnya, “Muba siap menjadi bagian dari program ini dan memberikan kontribusi yang signifikan. Kabupaten Muba akan terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mendukung program-program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

  • Sekolah Rakyat Palembang untuk 1.000 Siswa: Antara Janji Inklusivitas dan Tantangan Lahan

    Sekolah Rakyat Palembang untuk 1.000 Siswa: Antara Janji Inklusivitas dan Tantangan Lahan

    PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Rencana Pemerintah Kota Palembang membangun Sekolah Rakyat terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA bagi 1.000 siswa keluarga kurang mampu menjadi harapan baru pemerataan pendidikan. Namun, di balik ambisi besar tersebut, persoalan klasik berupa ketersediaan lahan dan kesiapan koordinasi lintas instansi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

    Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, dengan fokus memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Palembang menjadi salah satu daerah yang menyatakan kesiapan mendukung program tersebut.

    Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Raimon Lauri, mengungkapkan bahwa pemerintah kota telah melakukan audiensi dengan Kementerian Sosial terkait rencana pembangunan sekolah tersebut. Sekolah ini dirancang menampung hingga 1.000 siswa dalam satu kawasan terpadu.

    “Kita sudah audiensi dengan Kemensos. Sekolah Rakyat di Palembang ini direncanakan menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD sampai SMA,” kata Raimon.

    Namun, hingga saat ini, penentuan lokasi lahan masih dalam tahap finalisasi. Raimon menegaskan bahwa penyediaan lahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang, sementara pembangunan fisik gedung akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    “Lahan masih kita siapkan. Untuk pembangunan fisiknya nanti langsung oleh Kementerian PUPR melalui Satker Prasarana Strategis Sumsel,” jelasnya.

    Selain persoalan lahan, seleksi peserta didik juga menjadi isu krusial. Raimon menyebutkan, siswa Sekolah Rakyat akan direkrut dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Pendataan dilakukan secara ketat dan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

    “Data calon siswa akan kita verifikasi berlapis. Setelah itu disampaikan ke wali kota untuk diteruskan ke kementerian,” ujarnya.

    Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan gedung pendidikan, melainkan instrumen strategis untuk memutus ketimpangan akses pendidikan di perkotaan.

    “Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal keberpihakan pada masyarakat kurang mampu. Program ini sejalan dengan agenda prioritas nasional dan Asta Cita Presiden. Kita ingin segera direalisasikan,” kata Ratu Dewa.

    Pemerhati pendidikan, Lukman Haris, menilai Sekolah Rakyat berpotensi menjadi model pendidikan inklusif pertama di Sumatera Selatan jika dikelola serius dan konsisten. Namun ia mengingatkan, banyak program pendidikan gagal karena lemahnya eksekusi di tingkat daerah.

    “Sekolah rakyat jangan sampai berhenti di tataran konsep. Penentuan lokasi, kesiapan infrastruktur, hingga tata kelola harus jelas sejak awal,” katanya.

    Menurut Lukman, dengan konsep sekolah terpadu dari SD hingga SMA, Sekolah Rakyat di Palembang bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan.

    “Kalau benar-benar terwujud, ini bisa menjadi tonggak penting pendidikan inklusif di Sumatera Selatan. Tapi pemerintah daerah harus bergerak cepat agar janji pendidikan rakyat tidak sekadar menjadi wacana,” pungkasnya.

  • Targetkan Serapan 172 Ribu Ton Beras, Bulog Sumsel Babel Optimistis Dongkrak Pengadaan Tahun 2026

    Targetkan Serapan 172 Ribu Ton Beras, Bulog Sumsel Babel Optimistis Dongkrak Pengadaan Tahun 2026

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menetapkan target penyerapan beras sebesar 172.682 ton untuk tahun 2026, atau meningkat 29,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya guna memperkuat stok pangan nasional.

    Target ambisius tersebut ditetapkan setelah Bulog Sumsel Babel mencatatkan kinerja positif pada 2025 dengan realisasi mencapai 141.465 ton atau setara 106 persen dari target awal.

    Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Mersy Windrayani menyampaikan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam mengamankan produksi gabah petani.

    “Tahun lalu penyerapan berhasil melampaui target dengan total 141.465 ton setara beras,” ujar Mersy dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

    Memasuki awal tahun ini, Bulog telah mengamankan serapan sementara sebanyak 4.174 ton gabah dari titik panen awal di Kabupaten Banyuasin hingga 24 Januari 2026.

    Ia memastikan proses pengadaan tetap berjalan sesuai dengan regulasi harga yang ditetapkan pemerintah untuk melindungi nilai jual di tingkat produsen.

    “Hingga saat ini, Bulog tetap konsisten melakukan pembelian sesuai harga ketentuan yakni Rp6.500 per kilogram,” imbuhnya.

    Meski menerapkan skema any quality dalam penyerapan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada petani mengenai pentingnya waktu panen yang tepat.

    Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas beras yang masuk ke gudang memenuhi standar sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

    “Harapannya dengan sinergi berbagai pihak di lapangan, penyerapan gabah kering panen lebih meningkat. Beras ini yang akan disimpan menjadi beras CPP yang nantinya disalurkan ke masyarakat,” pungkasnya.

  • Budaya Literasi Siswa Tergerus Gawai, Disdik Sumsel Ingatkan Ancaman Hoaks dan Krisis Nalar

    Budaya Literasi Siswa Tergerus Gawai, Disdik Sumsel Ingatkan Ancaman Hoaks dan Krisis Nalar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, budaya literasi siswa di Sumatera Selatan justru dinilai kian tergerus. Arus informasi instan dari gawai dan media sosial tidak diimbangi dengan kemampuan membaca kritis dan berpikir mendalam, sehingga berpotensi melahirkan generasi yang rentan hoaks dan miskin nalar.

    Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Misral, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa rendahnya budaya literasi bukan sekadar persoalan minat baca, melainkan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

    “Anak-anak kita hari ini dibanjiri informasi, tapi belum dibekali kemampuan menyaring dan memahami. Jika literasi lemah, mereka mudah percaya hoaks, berpikir dangkal, dan kehilangan daya kritis,” ujar Misral, Selasa (26/1/2026).

    Menurutnya, literasi sejatinya adalah fondasi pembentukan karakter, cara berpikir, dan kemampuan mengambil keputusan. Tanpa literasi yang kuat, pendidikan hanya akan melahirkan siswa yang pintar menghafal, namun lemah memahami realitas.

    Misral menilai, gawai dan media sosial telah mengubah pola belajar siswa secara drastis. Kebiasaan membaca buku secara mendalam tergantikan oleh konsumsi konten singkat, cepat, dan sering kali tidak jelas sumbernya.

    “Kita sedang menghadapi generasi yang terbiasa scrolling, bukan membaca. Ini tantangan besar dunia pendidikan,” katanya.

    Ia mengingatkan, jika kondisi ini dibiarkan, sekolah berisiko gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai ruang pembentukan nalar dan karakter.

    Tak hanya siswa, Misral juga menyoroti praktik literasi di sekolah yang dinilai belum menyentuh substansi. Program literasi kerap berhenti pada kegiatan formalitas, seperti membaca 15 menit sebelum pelajaran, tanpa pendalaman dan diskusi kritis.

    “Membaca tanpa memahami bukan literasi. Menulis tanpa berpikir bukan literasi. Literasi harus melatih siswa bertanya, menganalisis, dan menyimpulkan,” tegasnya.

    Ia menilai perpustakaan sekolah masih sering diposisikan sekadar pelengkap, bukan pusat aktivitas intelektual. Padahal, perpustakaan seharusnya menjadi ruang hidup bagi diskusi, eksplorasi ide, dan penguatan daya pikir siswa.

    Dinas Pendidikan Sumsel menekankan peran guru sebagai garda terdepan dalam membangun budaya literasi. Guru dituntut tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberi teladan membaca dan menulis secara konsisten.

    “Guru adalah wajah literasi di sekolah. Jika guru tidak membaca dan menulis, siswa sulit diajak mencintai literasi,” ujar Misral.

    Selain itu, literasi digital juga menjadi fokus utama untuk menghadapi maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif di ruang digital.

    “Siswa harus diajarkan memverifikasi informasi, memahami konteks, dan berpikir kritis. Ini keterampilan hidup, bukan sekadar pelajaran,” katanya.

    Misral mengingatkan bahwa lemahnya budaya literasi hari ini akan berdampak langsung pada daya saing Sumatera Selatan di masa depan. Daerah yang ingin maju, menurutnya, harus ditopang generasi yang mampu membaca realitas, bukan sekadar menghafal teori.

    “Kita tidak sedang mendidik anak untuk lulus ujian semata. Kita sedang menyiapkan mereka menghadapi kehidupan. Literasi adalah bekal utama itu,” ujarnya.

    Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Sumsel berkomitmen memperkuat gerakan literasi sekolah melalui penguatan perpustakaan, pelatihan guru, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.

    “Literasi bukan hanya tugas sekolah. Ini tanggung jawab bersama. Jika gagal hari ini, kita sedang mempertaruhkan masa depan anak-anak kita,” tutup Misral.

  • 16 Motor Diduga Lakukan Balap Liar dan Pakai Knalpot Brong Diamankan di Polrestabes

    16 Motor Diduga Lakukan Balap Liar dan Pakai Knalpot Brong Diamankan di Polrestabes

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Polrestabes Palembang tidak main-main, dalam melakukan penegakan hukum kepada remaja remaja yang sering melakukan balapan liar dan memakai knalpot brong. Ini terbukti 16 motor yang mengunakan knalpot brong diamankan pada Minggu (25/1/2026) malam.

    Pengendara tidak bisa mengambil motornya dalam waktu 1 bulan. Hal ini diungkap oleh Kapolrestabes Paelmbang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan melalui Kasat Lantas AKBP Finan S Radipta.

    “Benar setelah dilakukan penilangan, karena diduga melakukan balap liar dan mengunakan knalpot brong, motor ditahan selama 1 bulan,” tegas Finan.

    Lanjut Finan, sesudah 1 bulan, saat melakukan pengambilan barang bukti san setelah melaksanakan sidang dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan berupa BPKB dan STNK.

    “Selanjutnya kepada pemilik motor, sepeda motor harus di standarkan kembali sesuai kondisi Pabrik untuk spare part knalpot brong dan body. Sedang untuk knalpot brong di tinggal di Polrestabes Palembang,” ungkapnya.

    Finan mengimbau kepada masyarakat Palembang tetap tertib berlalu lintas agar tidak menjadi korban laka lantas. “Harus tetap tertib berlalu lintas, jangan sampai kita menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” harapnya.

    Kepada remaja remaja yang sering melakukan balapan liar, ditambahkan Finan, berhentilah melakukan balap liar, karena membahayakan diri sendiri juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

    “Saya imbau untuk berhenti melakukan balapan liar, karena membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” tuturnya. (ANA)

  • Anak Diserang dan Dibacok, Ibu Korban Lapor Polisi

    Anak Diserang dan Dibacok, Ibu Korban Lapor Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tak terima anaknya yakni Syahril (17), sudah menjadi korban pembacokan dan pengeroyokan, membuat Isnanik (53), seorang ibu rumah tangga (IRT), melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Palembang, Senin (26/1/2026).

    Dihadapan warga Gang Aida Kecamatan IT I, Palembang ini menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, di Jalan Mayor Ruslan Lorong Derma tepatnya di depan KR Hotel Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IT III, Palembang.

    Isnanik menuturkan berdasarkan keterangan anaknya dan teman korban, saat itu korban dan teman teman sedang bermain game online di handphone di TKP (tempat kejadian perkara).

    “Dari keterangan teman korban dan anak saya mereka saat itu sedang main game online pak di TKP,” ungkapnya, kepada petugas.

    Tak lama berselang, lanjut ibu korban, Terlapor yakni RM dan teman temannya datang melempar bom molotov ke arah korban dan temannya. “Terlapor ini ramai pak datang, saat itu datang langsung melempar bom molotov ke arah anak saya dan teman temannya,” jelasnya.

    Setelah itu, terlapor dan teman temannya hendak masuk ke dalam lorong untuk menyerang korban dan teman temannya. “Terlapor ini hendak masuk lorong hendak menyerang. Namun ditahan anak saya, namun salah satu terlapor langsung menyerang anak saya dengan celurit,” ungkapnya.

    Akibat peristiwa itu korban mengalami luka bacok di pergelangan tangan kanan, luka robek diantara jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan. “Oleh itu lah pak kami melapor kesini. Berharap atas laporan kami pelaku bisa ditangkap,” harapnya.

    Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Ammar membenarkan adanya laporan ibu korban Terkait laporan penganiayaan, pengeroyokan dan pembacokan.

    “Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang unit Pidum untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” tuturnya. (ANA)

  • Gunakan Truk Pribadi, Walikota Lepas Keberangkatan Bantuan Korban Bencana Sumatera

    Gunakan Truk Pribadi, Walikota Lepas Keberangkatan Bantuan Korban Bencana Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota Pagar Alam kembali mengirimkan bantuan berupa logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, yang keberangkatanya dilepas langsung Walikota Ludi Oliansyah, di depan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, pada Senin (26/01/2026).

    Bantuan ini berupa bantuan pangan, yakni paket sembako, mie instan, popok bayi, pakaian layak pakai, serta uang tunai kurang lebih Rp342 juta, yang diangkut menggunakan mobil truk pribadi milik Walikota Ludi.

    Adapun pengiriman bantuan ini akan difokuskan ke salah satu daerah yang terdampak bencana namun belum banyak menerima bantuan, yakni di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    “Ternyata masih ada daerah yang memang belum terjangkau, Alhamdulillah dari hasil penelusuran tim MUI Kota Pagar Alam, juga telah membuat posko khusus, di Kabupaten Agam, yang salah satu yang harus kita tuju, karena masih banyak yang belum terjangkau,” ungkapnya.

    Walikota berharap, bantuan yang dikirimkan ini dapat membantu dan meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

    “Tentunya kita mengharapkan apa yang kita salurkan ini benar-benar dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana tersebut,” jelasnya. (ANA)

  • Polsek Tanjung Raja Amankan DPO Curat di Ogan Ilir

    Polsek Tanjung Raja Amankan DPO Curat di Ogan Ilir

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Tim Rajawali Unit Reskrim Polsek Tanjung Raja menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah hukumnya. Pelaku bernama Irwansyah (42) warga Desa Tanjung Raja Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.

    Kapolsek Tanjung Raja AKP Zahirin menerangkan, pelaku ditangkap di Desa Mularakit, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (22/1/2026) malam tanpa perlawanan.

    “Pelaku diketahui beraksi bersama rekannya Rudianto alias Bujang, yang sebelumnya telah lebih dulu ditangkap dan menjalani hukuman,” terang Zahirin, Senin (26/1/2026).

    Kata Zahirin, kasus pencurian tersebut terjadi pada Agustus 2024 di Desa Tanjung Raja Selatan, di mana korban Resa Oktarisa menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX di rumah seorang saksi.

    Sepulang dari Kota Pagaralam, sepeda motor korban diketahui telah raib dicuri pelaku. Kini, Irwansyah beserta barang bukti sepeda motor Yamaha NMAX telah diamankan di Mapolsek Tanjung Raja untuk diproses hukum lebih lanjut.

    “Pelaku saat ini masih menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Zahirin. (ANA)

  • Nyamar Jaksa untuk Peras Korban, Bobby Asia dan Edwin Firdaus Dituntut 5 Tahun Penjara

    Nyamar Jaksa untuk Peras Korban, Bobby Asia dan Edwin Firdaus Dituntut 5 Tahun Penjara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Aksi penyalahgunaan atribut kejaksaan demi memeras korban akhirnya berujung tuntutan berat. Bobby Asia dan Edwin Firdaus, dua terdakwa dalam perkara dugaan pemerasan berkedok jaksa, dituntut masing-masing 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus, Senin (26/1/2026). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fatimah, SH, MH, dan dihadiri kedua terdakwa bersama penasihat hukum mereka.

    Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Ogan Ilir, Ulfa Nauliyanti, SH, MH, didampingi Bayu Kuncoro, SH, menegaskan bahwa perbuatan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan sebagai tindak pidana korupsi berupa pemerasan dengan memanfaatkan nama dan atribut institusi Kejaksaan Republik Indonesia.

    Menurut JPU, Bobby Asia dan Edwin Firdaus secara sadar dan terencana melakukan perbuatan melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri maupun orang lain. Modus yang digunakan yakni memaksa korban menyerahkan sejumlah uang dengan dalih memiliki kewenangan serta akses di lingkungan kejaksaan.

    Perbuatan tersebut dinilai memenuhi unsur Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Dalam pertimbangannya, JPU menyebutkan sejumlah hal yang memberatkan, antara lain perbuatan para terdakwa telah mencederai kehormatan dan martabat institusi kejaksaan serta merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Selain itu, perbuatan tersebut menyebabkan kerugian materiil berupa penerimaan dan penikmatan uang dari para korban sebesar Rp21.500.000.

    Adapun hal-hal yang meringankan, para terdakwa mengakui perbuatannya, bersikap sopan selama persidangan, serta belum pernah menjalani hukuman pidana sebelumnya.

    “Atas perbuatan tersebut, kami menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara kepada masing-masing terdakwa selama lima tahun, serta denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan, dan memerintahkan agar para terdakwa tetap berada dalam tahanan,” tegas JPU.

    Dalam dakwaannya, JPU juga memaparkan bahwa terdakwa Bobby Asia, seorang PNS pada UPT Wilayah I Klas A Dinas P3AP2KB Kabupaten Way Kanan, diduga sengaja menyalahgunakan identitas dan atribut kejaksaan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Aksi tersebut didorong rasa frustrasi karena proposal pengadaan yang diajukan ke sejumlah instansi dan Kementerian Pertanian RI selalu gagal.

    Saat berada di ruang tunggu Kementerian Pertanian, terdakwa melihat seorang jaksa berseragam lengkap. Dari situ, ia terinspirasi mengenakan seragam serupa agar lebih dihormati dan dipercaya saat mencari proyek.

    Pada Mei 2025, terdakwa memesan seragam lengkap jaksa beserta atribut resmi, seperti bordir lambang Kejaksaan RI, name tag intelijen, dan sejumlah pin, yang dibeli di Bandar Lampung serta melalui marketplace dengan total biaya sekitar Rp1 juta.

    JPU melanjutkan, pada Juni 2025 di Hotel Princess Palembang, terdakwa mengaku sebagai jaksa kepada Abdullah, yang kemudian memperkenalkannya kepada Edwin Firdaus dan Nasrul. Dari pertemuan tersebut, terdakwa menerima dana perjalanan sebesar Rp4 juta dari Nasrul.

    Bersama Edwin, terdakwa juga mengklaim memiliki akses ke pejabat Kejaksaan Agung, Kejati Sumsel, hingga Kejari OKI, serta menawarkan “bantuan penyelesaian kasus” dan peluang jabatan dengan imbalan uang.

    Salah satu korban adalah Muhammad Refly, pejabat Pemkab OKI. Terdakwa kerap menakut-nakuti korban dengan ucapan bernada ancaman, “Permasalahan ini bisa digoreng dan makin bahaya.” Untuk meyakinkan korban, terdakwa bahkan mendatangi Kejati Sumsel dan Kejari OKI dengan mengenakan seragam jaksa lengkap, seolah-olah bertugas sebagai jaksa intelijen.

    Total uang yang diperoleh dari para korban mencapai Rp21,5 juta, dengan rincian Rp4 juta dari Nasrul, Rp7 juta dari Deddy Paslah, dan Rp10,5 juta dari Muhammad Refly. Selain uang tunai, korban juga diminta membelikan baju gamis yang disebut-sebut akan diberikan kepada pejabat kejaksaan.

    Puncak peristiwa terjadi pada 3 Oktober 2025, saat tim Kejari OKI mengamankan terdakwa di RM Pindang Saudagar, Kayuagung. Saat ditangkap, terdakwa mengenakan seragam lengkap jaksa berpangkat IV/A, lengkap dengan pin resmi dan name tag bertuliskan “Bobby Sia”.

    JPU menegaskan perbuatan terdakwa juga melanggar PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, khususnya terkait larangan penyalahgunaan wewenang dan tindakan tercela yang bertentangan dengan norma sosial serta rasa keadilan.

    Usai mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi) yang dijadwalkan akan disampaikan pada sidang pekan depan. (ANA)

  • Jadi Pembina Upacara, Kapolsek BMT Iptu Swisspo Ingatkan Anak Didik Fokus Belajar Demi Masa Depan

    Jadi Pembina Upacara, Kapolsek BMT Iptu Swisspo Ingatkan Anak Didik Fokus Belajar Demi Masa Depan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melakukan sambang dan sosialisasi lalu lintas, bahaya narkoba, kenakalan remaja, dan bullying. Agar anak didik dapat fokus belajar demi masa depan yang gemilang.

     

    Giat Polsek Goes to Scholl yang berlangsung di SMP Negeri Tanjung Mas, dipimpin langsung Kapolsek BMT Iptu Swisspo, diikuti oleh para dewan guru SD Tanjung Mas, dewan guru TK Tanjung Mas, dan siswa/wi SDN Tanjung Mas.

     

    Sementara itu, Polsek BMT Goes to School yang berlangsung di SDN Sido Makmur, dipimpin langsung Bhabinkamtibmas Polsek BMT Brigadir Tedy Haryadi, yang diikuti kepala sekolah SDN Sido Makmur, dewan guru, dan siswa-siswi SDN Sido Makmur.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek BMT Iptu Swisspo menyampaikan, sekolah mempunyai andil besar dalam menjaga Hak, Kewajiban, Tugas, dan Tanggung Jawab Kepolisian dalam Menjaga Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Harkamtibmas). Agar para pelajar lebih fokus dalam menimba ilmu, demi masa depan yang gemilang.

     

    “Fokus belajar demi masa depan, Indonesia butuh generasi yang beriman, berpengetahuan dan berketerampilan,” katanya.

     

     

    Dia menambahkan, berekspresi itu hak tapi ada kewajiban taat aturan sekolah, tempat terbaik untuk pelajar, ber medsos cerdas dan bijak dengan mengajak kebaikan dan hindari kejelekan seperti provokasi anarkisme. Serta mengambil hikmah kejadian anarkis akhir-akhir ini, agar para pelajar hati-hati dengan jari, mulut dan pikiran.

     

    Para Siswa/siswi generasi penerus untuk tidak melakukan beberapa prilaku tidak baik seperti narkoba, judi online, begal, tindak pidana pencurian, balap liar, tawuran, bullying, minuman keras, bolos sekolah dan taat peraturan lalu lintas.

     

    “Polsek tidak segan untuk menindak sesuai hukum guna zona zero begal, zero narkoba dan zero judi online dalam mewujudkan wilayah BMT aman dan nyaman,” tegasnya.

     

    Para pelajar diminta untuk mempunyai attitude yang baik kepada orang tua, guru, serta orang yang dituakan. “Gantungkan cita-citamu setinggi harapan kalian, Masa Depan Bangsa dan Negara ada di pundak Adik-adik, Siswa/Siswi sekalian,” pesannya.

  • Melalui Giat Sambang dan Himbauan, Polsek BMT Ajak Masyarakat Wujudkan Daerah Zero Narkoba

    Melalui Giat Sambang dan Himbauan, Polsek BMT Ajak Masyarakat Wujudkan Daerah Zero Narkoba

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Personil Polsek Buay Madang Timur melaksanakan sambang dan himbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur, kepada Masyarakat Desa Harjo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, pada Senin (26/01/2026).

     

    Giat sambang dan himbauan Kamtibmas, dilakukan guna meningkatkan Harkamtibmas yang kondusif dan aman serta nyaman. Giat tersebut dilaksanakan oleh Aipda Zulkifli, Bripka Berlin Mandala.

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo melalui Aipda Zulkifli mengatakan, pihaknya terus menyampaikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian rumah kosong, serta tindak kriminal lainnya. Pastikan rumah dan kendaraan dikunci dengan aman.

     

    “Memberikan himbauan nyata, agar warga lebih waspada terhadap tindak kejahatan dan meningkatkan kepedulian sesama. Serta mencegah terjadinya gangguan keamanan melalui edukasi langsung, bukan hanya penindakan,” tegasnya.

     

    Dengan adanya giat sambang akan mempererat kemitraan Polisi dengan masyarakat, dalam rangka Polri Presisi. Serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam pembinaan dan pengawasan wilayah desa/kelurahan.

     

    “Agar masyarakat mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Kapolsek menekankan pentingnya ronda malam, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” tegasnya.

     

    Masyarakat di Wilkum Polsek BMT diharapkan lebih bijak menggunakan media sosial, dengan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

     

    Dengan adanya peran serta masyarakat, pencegahan peredaran narkoba akan lebih efektif dan maksimal, dalam mendukung program Zero Narkoba dengan melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

     

    Masyarakat juga diminta tertib berlalu lintas dengan tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm SNI, serta tidak berkendara dalam keadaan mabuk atau menggunakan ponsel saat mengemudi.

     

    Dengan tetap menjaga kerukunan antar warga, Polsek BMT mengajak masyarakat memperkuat toleransi, menjaga hubungan baik, dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah demi terciptanya situasi kondusif.

     

    “Melalui program baru dari Kapolsek BMT, Quick Respon Cepat melalui Whattshap dengan melaporkan kejadian melalui Scan Barcode WA. agar bisa cepat dan tanggap dalam menerima laporan dari masyarakat khususnya wilkum Polsek BMT,” imbuhnya.

     

    Sehingga Polsek BMT dengan Motto “Aman Nyaman Warganya Bahagia Personilnya” meningkatkan Wilkum Polsek BMT zero narkoba, zero begal 3 C, zona zero judi online.

     

    Tingginya curah hujan menyebabkan naiknya debit air di saluran irigasi. Masyarakat terutama orang tua dan anak yang tinggal disekitar irigasi untuk berhati-hati, adanya tren peningkatan debit air irigasi.

     

  • PGN Komitmen Dorong Pengembangan Jargas Lewat Kolaborasi Strategis

    PGN Komitmen Dorong Pengembangan Jargas Lewat Kolaborasi Strategis

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan perluasan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menyediakan energi energi bersih dan efisien bagi masyarakat.

    Guna mencapai target tersebut, PGN secara terbuka membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pengembang perumahan (developer), real estate, hingga sektor swasta lainnya melalui skema kemitraan yang saling menguntungkan.

    Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menyampaikan bahwa pembangunan Jargas secara masif merupakan salah satu kontribusi Dukungan PGN dalam menahan laju pertumbuhan impor energi pemerintah sehingga dapat memperbaiki Current Account Defisit Migas. PGN berkomitmen bahwa kemitraan berperan penting untuk memperkuat pilar strategi pengembangan jargas di berbagai daerah.

    Saat ini PGN telah melayani jargas dari lebih dari 821.000 Sambungan Rumah (SR) dan memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan lebih dari 19.000 kilometer pipa beserta layanan Jargas di berbagai wilayah. Namun, PGN menyadari bahwa tantangan pembangunan infrastruktur energi gas bumi juga memerlukan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, PGN mengedepankan kolaborasi strategis agar dapat mendorong percepatan pengembangan Jargas.

    Salah satu kerja sama yang dilakukan PGN beberapa waktu lalu adalah penjajakan pengembangan jargas di proyek properti milik anggota Real Estate Indonesia (REI). Kerja sama ini menandai kesepakatan PGN dan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perumahan REI (DPP REI) untuk mendorong pemanfaatan gas bumi di sektor perumahan dan real estate.

    PGN maupun REI berkomitmen menjalankan kerja sama sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). “Kerja sama ini bernilai strategis, karena REI memiliki jaringan anggota yang luas, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk memperluas pemanfaatan jargas maupun kerjasama potensial lainnya,” kata Aldi (26/1).

    Dengan kompetensi teknis dan sumber daya dalam pengembangan Jargas yang dimiliki, PGN siap mendukung REI mulai dari desain, pembangunan, pengoperasian, penyaluran hingga pemeliharaan Jargas dalam kerja sama ini.

    “Kami terus bergerak maju agar masyarakat mendapatkan akses energi yang berkelanjutan. Jargas adalah bentuk konkret melayani sepenuh hati dalam menghadirkan energi lebih bersih, aman, dan terjangkau untuk masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan misi ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber gas domestik,” tutup Aldi.

  • Random Play Dance K-Pop dan Kesempatan Terbang ke Korea: KOREA KAJA Vol.2 Jadi Ruang Ekspresi #AnehTapiNyata bagi Anak by.U

    Random Play Dance K-Pop dan Kesempatan Terbang ke Korea: KOREA KAJA Vol.2 Jadi Ruang Ekspresi #AnehTapiNyata bagi Anak by.U

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – by.U, youth telco brand serba digital dari Telkomsel, sukses menggelar program KOREA KAJA Vol.2 yang berlangsung sepanjang 9 Juli hingga 31 Oktober 2025. Salah satu sorotan utama program ini adalah kompetisi Random Play Dance (RPD) terbesar se-Indonesia, yang mencatat lonjakan partisipasi signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

    Kompetisi RPD digelar melalui rangkaian roadshow di lima kota besar, yakni Jakarta, Solo, Bandung, Surabaya, dan Bali, sebelum ditutup dengan Grand Final di Jakarta yang dimeriahkan oleh bintang tamu SM*SH. Program ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus wadah kebersamaan bagi para pecinta K-culture dari berbagai komunitas.

    KOREA KAJA memadukan aktivasi online dan offline, menjadikan Random Play Dance tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ajang inklusif bagi siapa pun yang menguasai koreografi K-pop untuk langsung bergabung dan menari bersama. Konsep ini disambut antusias oleh anak muda di berbagai daerah.

    Melalui empat jalur partisipasi—kompetisi Random Play Dance, pembelian paket “Kpopers Modal Kuota”, pembelian merchandise di uStore, serta penukaran Ucoin—sebanyak 17 peserta resmi berhasil memenangkan perjalanan ke Korea Selatan selama 7 hari 6 malam.

    Dalam perjalanan yang berlangsung pada 10–16 Desember 2025 tersebut, para pemenang mendapatkan pengalaman eksklusif, mulai dari menonton konser idola K-pop, mengikuti kelas menari di 1MILLION Dance Studio, hingga mengunjungi destinasi budaya dan kuliner ikonik yang kerap menjadi lokasi syuting drama Korea.

    Head of by.U Product Marketing, Herman A. Prasetyo, mengatakan bahwa by.U dikembangkan dengan semangat kebebasan bagi anak muda untuk mengatur layanan dan paket sesuai minat mereka. Menurutnya, tren Random Play Dance menjadi bukti bahwa musik mampu menyatukan komunitas lintas latar belakang.

    “Lewat lagu-lagu populer dari TWICE, BTS, BLACKPINK, hingga Stray Kids, siapa pun yang hafal koreografinya bisa langsung ikut menari. KOREA KAJA menjadi ruang #AnehTapiNyata bagi anak muda untuk berekspresi sekaligus saling menginspirasi,” ujarnya.

    Berdasarkan analisis data pihak ketiga, tren Random Play Dance di media sosial menunjukkan daya tarik besar. Tagar #randomplaydance tercatat meraih sekitar 1,5 miliar penayangan dan lebih dari 19,4 ribu unggahan di TikTok hingga Oktober 2025.

    Antusiasme tersebut sejalan dengan capaian KOREA KAJA Vol.2. Tercatat lebih dari 1.450 video submission masuk melalui jalur Random Play Dance, atau meningkat 97,8 persen dibandingkan Vol.1 yang mencatat sekitar 750 submission.

    Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi, by.U menghadirkan jajaran juri profesional dengan rekam jejak kuat di dunia dance dan K-culture. Sejak Vol.1, Asyifa “Acipa” (@a.ci.pa) dipercaya sebagai juri utama. Pada Vol.2, penilaian diperkuat dengan kehadiran Brandon De Angelo (@brandon_lilhero), Bisma Karisma (@sibisma), serta juri lokal di setiap kota roadshow.

    Di akhir keterangan, Telkomsel mengimbau masyarakat agar waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan by.U, Telkomsel, maupun program KOREA KAJA. by.U menegaskan tidak pernah meminta data pribadi pelanggan seperti kode OTP atau PIN.

    Informasi lengkap mengenai by.U KOREA KAJA Vol.2 serta daftar pemenang program dapat diakses melalui situs resmi koreakaja.id.

  • Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”

    Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna mempromosikan gaya hidup sehat yang menyeluruh, Aryaduta Palembang secara resmi meluncurkan program wellness bertajuk “Tjakap Djiwa” pada Minggu (25/1/2026).

    Mengusung tema Harmony Within, inisiatif ini bertujuan mengajak masyarakat dan tamu hotel mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan mental.

    Program Tjakap Djiwa berpijak pada tiga pilar utama, yakni Mindful Living (kesadaran diri), Active Harmony (aktivitas fisik), dan Nourishing (nutrisi seimbang).

    Melalui pilar-pilar tersebut, Aryaduta berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang tidak sekadar rekreasi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup para tamunya.

    General Manager (GM) Aryaduta Palembang Emmy Yunarti mengungkapkan bahwa peluncuran dimulai sejak subuh dengan sesi Sunrise Hatha Yoga di area Helipad gedung hotel.

    “Kegiatan ini menawarkan sensasi meditasi di ketinggian sembari menikmati panorama matahari terbit Kota Palembang,” ungkap Emmy.

    Acara kemudian berlanjut dengan senam Zumba yang energik pada pukul 07.00 WIB.

    “Bersamaan dengan momen tersebut, manajemen juga meresmikan fasilitas kebugaran terbaru, Health Club Aryaduta Palembang, yang kini siap melayani kebutuhan olahraga para tamu dengan peralatan yang lebih lengkap,” kata Emmy.

    Peluncuran program Wellness “Tjakap Djiwa” di Aryaduta Palembang. (Photo: Suci)

    Tak hanya fokus pada olah tubuh, Aryaduta Palembang memperkenalkan menu sehat khusus dalam pilar Nourishing. Dua menu andalan yang diperkenalkan di The Kitchen Restaurant adalah:

    Grill Chicken Wrap: Hidangan kaya protein yang seimbang

    Berry Boost: Minuman bernutrisi untuk pemulihan energi.

    Acara ditutup dengan sesi hiburan bertajuk Party After Sweat yang menghadirkan DJ Owie. Penutup ini dirancang untuk memberikan suasana santai dan energi positif bagi para peserta setelah menjalani rangkaian aktivitas fisik yang intens.

    “Melalui program tahunan ini, Aryaduta Hotel Group menegaskan posisinya sebagai pionir dalam menyediakan ruang bagi tamu untuk menemukan harmoni diri di tengah kesibukan urban,” tutur Emmy. (ANA)

  • Pertamina Patra Niaga Dorong Peningkatan Gizi dan Penurunan Stunting Lewat Program TJSL

    Pertamina Patra Niaga Dorong Peningkatan Gizi dan Penurunan Stunting Lewat Program TJSL

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang dijalankan di wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia.

    Beragam program unggulan TJSL di bidang kesehatan yang berfokus pada kontribusi peningkatan gizi dijalankan secara terintegrasi, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sosialisasi dan pendampingan pencegahan stunting, pelayanan kesehatan dasar, hingga edukasi dan pelatihan penyusunan menu sehat, bergizi seimbang, serta berbasis pangan lokal. Sepanjang periode 2022–2025, program-program tersebut telah memberikan manfaat kepada 3.097 penerima manfaat, terdiri dari 1.782 balita, 217 anak-anak, 331 ibu hamil, 319 lansia, dan 448 dewasa, serta menjangkau 28 desa di berbagai wilayah Indonesia.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa program TJSL Pertamina Sehati yang berfokus pada kesehatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan dasar serta peningkatan pemenuhan gizi.

    “Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi pengingat bahwa kesehatan khususnya dalam hal pemenuhan gizi yang baik memegang peranan penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui berbagai program TJSL, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar Roberth.

    Salah satu program unggulan dijalankan melalui Program Kampung Iklim Pengentasan Stunting di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Regional Sumatera Bagian Selatan. Program ini mengintegrasikan pengembangan lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan kapasitas keluarga melalui pemanfaatan hidroponik dan pengolahan pangan bergizi.

    Berdasarkan data awal, terdapat 18 anak yang terindikasi dan hampir terindikasi stunting di wilayah tersebut. Melalui dukungan PMT yang disalurkan ke tiga Posyandu, jumlah anak yang masih terindikasi stunting berhasil ditekan menjadi 4 anak, atau berkontribusi pada penurunan hingga sekitar 75 persen dari kondisi awal. Hasil panen hidroponik juga dimanfaatkan langsung sebagai bahan PMT bagi balita, sekaligus memperkuat peran ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

    Sementara itu, di daerah Jawa, contohnya program Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjalankan program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat pesisir melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta penguatan peran Posyandu dan PAUD, antara lain di PAUD Bunga Seroja dan PAUD Nyi Mas Ayu.

    Berdasarkan data desa, jumlah balita stunting di wilayah ini berangsur menurun dari 32 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025, seiring dengan pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan kesehatan yang mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.

    Roberth menambahkan bahwa seluruh program TJSL di bidang kesehatan yang berfokus pada pemenuhan gizi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

    “Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutupnya.

  • Pertamina Patra Niaga Dorong Generasi Peduli Lingkungan Lewat Sekolah Energi Berdikari di Sumsel

    Pertamina Patra Niaga Dorong Generasi Peduli Lingkungan Lewat Sekolah Energi Berdikari di Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Program Sekolah Energi Berdikari yang dilaksanakan di SMA Negeri 14 Palembang turut ambil bagian dalam Festival Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 19–23 Januari 2026, dan meliputi pameran pendidikan serta talkshow bertema “Penguatan Kemitraan Guna Mengakselerasi Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

    Program Sekolah Energi Berdikari merupakan inisiatif Pertamina di sektor pendidikan yang telah berjalan sejak 2024 sebagai upaya mendukung pencapaian Sekolah Adiwiyata di Provinsi Sumatera Selatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.

    Dalam festival tersebut, SMA Negeri 14 Palembang berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret menampilkan beragam karya dan praktik pembelajaran berbasis lingkungan, antara lain pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui panel surya, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, pembuatan briket arang dari daun kering, pengembangan pakan ternak berbasis maggot, produksi sabun cuci piring dari daun pandan, penggunaan mesin pencacah daun kering, alat pengering dan penetas telur tenaga surya, serta sistem misting spray berbasis Internet of Things (IoT).

    Selain itu, SMA Negeri 14 Palembang juga membina dua sekolah lain menuju Sekolah Adiwiyata melalui kegiatan sosialisasi dan kampanye lingkungan. Program ini telah mengedukasi 1.101 siswa dan 85 guru. Sejak 2024, sekolah juga berhasil mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai melalui penerapan penggunaan tumbler.

    Melalui Program Sekolah Energi Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan dukungan berupa fasilitas EBT, pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pendampingan menuju Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan kondusif.

    Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin.

    “Kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat membantu kami dalam pencapaian Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain,” ujar Harry.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.

    “Melalui komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Sekolah Energi Berdikari menjadi ruang kolaborasi untuk mendukung pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan sejak dini,” ungkap Rusminto.

    Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Mandi di Sungai Musi, Pemain Angklung Tenggelam Terseret Arus

    Mandi di Sungai Musi, Pemain Angklung Tenggelam Terseret Arus

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Seorang pemain angklung keliling asal Palembang bernama Rizky Romadon (15) dilaporkan tenggelam terseret arus Sungai Musi, Kelurahan Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (24/1/26) sekitar pukul 17.30 WIB.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengungkapkan bahwa peristiwa berawal pada Sabtu (23/1/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, korban bersama tiga orang rekannya yang sama-sama berasal dari Kota Palembang setelah melaksanakan aktivitas mengamen.

    Selanjutnya mereka pergi ke sungai untuk bersih-bersih dan sekalian mandi. Ketika sedang mandi tiba-tiba tubuh korban terseret arus, rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dengan cara memegang tangan korban. Namun, dikarenakan derasnya arus sungai membuat pegangan tangan korban terlepas hingga membuatnya seketika tenggelam.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin membenarkan tenggelamnya korban.

    “Ya benar, laporan yang kami terima seperti itu dan saat ini Tim Rescue kami sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian,” ungkap Raymond, Minggu (25/1/2026).

    Metode yang dilakukan yaitu dengan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU. SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai musi sejauh 10 KM² ke arah timur laut dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.

    “Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir aliran sungai,” tutur Raymond. (ANA)

  • HKI Rampungkan Penataan TPA Tungkal Jaya Seluas 4 Hektare di Musi Banyuasin

    HKI Rampungkan Penataan TPA Tungkal Jaya Seluas 4 Hektare di Musi Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) secara resmi menyerahkan hasil penataan lahan (clearing area) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tungkal Jaya kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Minggu (25/1/2026).

    Aksi lingkungan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HKI melalui unit Proyek Jalan Tol Betung – Jambi Seksi 2A.

    Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

    Proses pembersihan dan penataan lahan mencakup area seluas kurang lebih 4 hektare. Sekretaris Perusahaan HKI Philadelphia menjelaskan bahwa pengerjaan ini meliputi pembersihan tumpukan sampah, perataan tanah, hingga pengaturan zonasi lahan agar lebih teratur.

    “Penataan ini dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, seperti risiko pencemaran, aroma tidak sedap, hingga potensi gangguan kesehatan bagi warga,” jelas Philadelphia.

    Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin dan Pemerintah Kecamatan Tungkal Jaya.

    “Selama proses pengerjaan, HKI memastikan koordinasi intensif dengan pengelola setempat serta mengutamakan standar keselamatan kerja yang ketat,” kata Philadelphia.

    Program ini juga disebut sebagai perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 15 terkait pelestarian ekosistem daratan.

    “Dengan kondisi TPA yang lebih tertata, diharapkan kapasitas tampung sampah menjadi lebih efisien dan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan limbah domestik di Kecamatan Tungkal Jaya,” tutur Philadelphia. (ANA)

  • Jaga Kamtibmas, Polsek BMT Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

    Jaga Kamtibmas, Polsek BMT Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Personel Polsek Buay Madang Timur Polres OKU Timur melaksanakan Kegiatan Rutin Kepolisian Yang Ditingkatkan (KRYD), Patroli antisipasi 3 C, Sambang, pengecekan debit air Sungai Macak, mitigasi karhutla, dan Strong Point.

     

    Pada Minggu  (25/01/2026) sekitar Pukul 01.00 WIB – Pukul 05.00 WIB, giat patroli dilaksanakan di Jalan Desa Kedu, oleh Aiptu M Ali Amin, Aipda Naldi Saptama, Bripka Nur Holik, Brigadir Tedy Heryadi, Brigadir Rusendi.

     

    Kemudian, pada Minggu (25/01/2026) sekitar Pukul 09.00 WIB – Pukul 11.00 WIB, patroli dilaksanakan di Jalan Desa Karang Tengah,  oleh Aiptu Mulyono, Aipda Agus Tralia, Brigadir Iswan, dan Bripda Dekya Kevin Titara.

     

    Kegiatan dengan sasaran Miras, Premanisme, Senpi. Sajam, Narkoba, Curanmor, curas, curat, dan penyakit masyarakat lainnya, dipimpin oleh Kapolsek BMT Iptu Swisspo diawali dengan apel pengecekan personel.

     

    “KRYD ini merupakan operasi rutin dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” Ungkap Iptu Swisspo.

     

    Iptu Swisspo menambahkan, bahwa Pelaksanaan KRYD juga bertujuan untuk mengurangi pontensi gangguan Kamtibmas, yang di harapkan bisa menekan niat pelaku tindak kriminal untuk melancarkan aksinya.

     

    “Guna menjaga situasi Kamtibmas, kami mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

  • Minggu Kasih, Polsek BMT Tingkatkan Kenyamanan Beribadah Umat Kristiani Di Gereja Trinitas Bangun Sari

    Minggu Kasih, Polsek BMT Tingkatkan Kenyamanan Beribadah Umat Kristiani Di Gereja Trinitas Bangun Sari

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melaksanakan Minggu Kasih di Gereja Trinitas Bangun Sari, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, pada Minggu (25/01/2026).

     

    Polsek Buay Madang Timur melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup sesuai dengan Sprin Nomor : SPRIN /52/ XII/ 2025 Kapolsek Buay Madang Timur.

     

    Kapolsek Buay Madang Timur (BMT) Iptu Swisspo mengatakan, berdasarkan dari Kalender Kamtibmas 2026 dalam rangka kegiatan rutin Minggu Kasih di Gereja Trinitas Bangun Sari.

     

    Adanya kegiatan rutin ibadah Mingguan di Gereja Trinitas Bangun Sari, yang diikuti sekitar 250 jemaat. Personil Polsek Buay Madang Timur melakukan giat pengamanan dan Turlalin di sekitar Gereja Trinitas Bangun Sari.

     

    Dia menambahkan, banyaknya Jamaah kristiani yang akan mengikuti ibadah tersebut. Sehingga dipandang perlu untuk dilakukan pengamanan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu jalannya ibadah tersebut.

     

    “Dengan adanya rencana rangkaian kegiatan di Gereja Trinitas Bangun Sari, secara umum mempunyai potensi kerawanan kamtibmas, seperti adanya ancaman Curat, Curas dan Curanmor selama kegiatan ibadah. Sehingga penting untuk mengirimkan dan menempatkan anggota,” ungkapnya.

  • Dilaporkan Hilang, Pensiunan Guru Ini Ternyata Jadi Korban Perampokan

    Dilaporkan Hilang, Pensiunan Guru Ini Ternyata Jadi Korban Perampokan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan menangkap tiga tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap seorang pensiunan guru berinisial C (80).

    Pengungkapan ini bermula dari laporan orang hilang yang dilaporkan pihak keluarga pada pertengahan Januari 2026. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 04.47 WIB, di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning Palembang.

    Korban C (80) dilaporkan hilang setelah berpamitan pergi dari rumah menggunakan mobil Mitsubishi Mirage berwarna merah metalik untuk berobat ke RS Bhayangkara.

    Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengonfirmasi bahwa setelah melakukan penyelidikan intensif, pihak kepolisian menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam hilangnya korban.

    Kecurigaan muncul setelah pihak keluarga mendapatkan rekaman CCTV dan keterangan saksi mengenai adanya pria tak dikenal yang membawa keluar mobil korban dari rumahnya.

    “Berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti-bukti di lapangan, tim Jatanras Polda Sumsel bergerak cepat melakukan pengejaran. Kami telah mengamankan tiga orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam kasus ini,” terang Nandang, Sabtu (24/1/2026).

    Tersangka utama berinisial YG (61) diamankan di wilayah hukum Polres Tulungagung, Jawa Timur, setelah sebelumnya sempat melarikan diri ke Jakarta dan Lampung.

    “Selain YG, polisi juga mengamankan tersangka JI (46) yang berperan menyimpan barang milik korban dan S (57) yang diduga membantu menjual mobil milik korban,” ungkap Nandang.

    Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi Mirage milik korban, satu unit telepon genggam merk Oppo, satu buah payung, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta uang tunai sebesar Rp53.000.000.

    Saat ini, personel Jatanras Polda Sumsel tengah melakukan penjemputan terhadap tersangka utama YG dari Jawa Timur untuk dibawa ke Mapolda Sumsel guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian juga masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan fisik korban serta melengkapi administrasi penyidikan.

    “Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional. Personel saat ini juga fokus melakukan pencarian terhadap keberadaan korban serta melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),” tutur Nandang.

    Para tersangka terancam dijerat dengan Pasal 479 KUHP UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pencurian dengan Kekerasan. (ANA)

  • Di Tengah Kabut Dieng, Terbangun Sinergi Bank Sumsel Babel dan Media Sumbagsel

    Di Tengah Kabut Dieng, Terbangun Sinergi Bank Sumsel Babel dan Media Sumbagsel

    SUARAPUBLIK.ID, YOGYAKARTA –Awal tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi Bank Sumsel Babel bersama media Sumbagsel dan para influencer. Bukan sekadar perjalanan biasa, agenda capacity building yang digelar di Dataran Tinggi Dieng ini menjelma menjadi ruang kebersamaan, refleksi, dan penguatan sinergi lintas peran, dengan alam sebagai saksi.

    Dieng dipilih bukan tanpa makna. Di kawasan pegunungan yang tenang dan sarat filosofi ini, setiap langkah perjalanan menghadirkan pelajaran tentang keteguhan, kesabaran, dan pentingnya berjalan bersama.

    Perjalanan dimulai sejak dini hari menuju Puncak Sikunir. Dalam dinginnya udara dan gelapnya pagi, seluruh peserta melangkah dengan semangat yang sama. Meski cuaca tak bersahabat dan langkah harus terhenti di pelataran bukit, suasana hangat tetap terjaga. Kebersamaan yang terjalin justru menjadi inti dari perjalanan tersebut—bahwa rencana manusia selalu berdampingan dengan kehendak Sang Pencipta.

    Usai dari Sikunir, rombongan beristirahat di Syra Resto. Di tempat inilah sekat formal perlahan mencair. Percakapan ringan, tawa, dan diskusi hangat mengalir natural di antara perwakilan Bank Sumsel Babel, insan media, dan influencer. Momen sederhana ini menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi yang jujur dan saling memahami.

    Langkah kemudian berlanjut ke Candi Arjuna. Berdiri di tengah bangunan bersejarah yang telah bertahan ratusan tahun, para peserta diajak merenungi arti nilai dan keberlanjutan. Seperti candi yang kokoh oleh waktu, kepercayaan publik pun dibangun melalui konsistensi, integritas, dan komitmen—nilai yang sejalan dengan visi Bank Sumsel Babel.

    Keheningan Telaga Menjer menghadirkan suasana berbeda. Air yang tenang memantulkan langit dan pegunungan, menghadirkan ruang refleksi bagi setiap peserta. Di tengah alam yang damai, tersirat pesan bahwa kolaborasi yang kuat lahir dari keseimbangan antara profesionalisme dan empati.

    Hamparan hijau Kebun Teh Panama menjadi destinasi berikutnya. Barisan tanaman teh yang tumbuh berdampingan, meski berbeda namun tetap harmonis, menjadi simbol kerja sama antara perbankan, media, dan influencer. Perbedaan latar belakang justru memperkaya tujuan bersama: menyampaikan nilai, membangun kepercayaan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

    Petualangan ditutup dengan Tour Jeep menuju kawasan Si Karim dan Swiss Van Java. Medan terjal dan jalur menantang menjadi pengalaman penuh adrenalin sekaligus tawa. Di atas jeep, solidaritas semakin terasa—mengajarkan bahwa dalam setiap tantangan, kepercayaan dan kerja sama adalah kunci untuk melaju bersama.

    Perjalanan ini bukan hanya tentang destinasi, melainkan tentang makna di setiap langkah. Sebuah pengingat bahwa sinergi yang kuat selalu berawal dari kebersamaan yang tulus.

  • Wujudkan Instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni Pacu Sentra Bawang Merah di Musi Rawas Utara

    Wujudkan Instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni Pacu Sentra Bawang Merah di Musi Rawas Utara

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – Menindaklanjuti instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait penguatan kedaulatan pangan nasional, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan sekaligus Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni, melakukan langkah konkret dengan mentransformasi sektor pertanian di wilayahnya.

    Fokus utama dalam gerakan ketahanan pangan ini adalah optimalisasi budidaya bawang merah sebagai komoditas unggulan yang mampu menekan inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

    Program ini bukan sekadar wacana. Di bawah kepemimpinan Devi Suhartoni, Kabupaten Musi Rawas Utara kini mulai memanen hasil dari perluasan lahan pertanian bawang merah. Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor perkebunan sawit atau karet.

    Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni.

    “Ibu Ketua Umum senantiasa mengingatkan kami bahwa pangan adalah urusan hidup matinya sebuah bangsa. Sebagai kader, tanggung jawab kami adalah memastikan rakyat tidak hanya cukup makan, tapi juga mandiri secara pangan,” ujar Devi Suhartoni saat meninjau lahan pertanian di Muratara.

    Poin Utama Program Ketahanan Pangan di Muratara:

    •  Optimalisasi Lahan Tidur: Mengonversi lahan yang tidak produktif menjadi sentra bawang merah yang bernilai ekonomis tinggi.
    • Pendampingan Petani: Memberikan bantuan bibit unggul, pupuk, serta bimbingan teknis agar hasil panen mencapai standar pasar nasional.
    •  Pengendalian Inflasi: Dengan memproduksi bawang merah sendiri, ketergantungan pasokan dari luar daerah berkurang, sehingga harga di pasar lokal lebih stabil.
    • Kemandirian Ekonomi: Mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor agribisnis bagi generasi muda di pedesaan.

    Implementasi di Musi Rawas Utara ini diproyeksikan menjadi pilot project bagi kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan. Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Devi Suhartoni menegaskan bahwa politik hijau dan politik pangan adalah identitas perjuangan partai.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa kader PDI Perjuangan hadir memberikan solusi nyata di tengah rakyat. Kemandirian pangan di Muratara adalah bagian dari kontribusi kami untuk ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

    Melalui program ini, diharapkan Sumatera Selatan tidak hanya menjadi lumbung pangan di sektor padi, tetapi juga menjadi pemain utama dalam komoditas hortikultura di tingkat regional.