Author: Administrator Suara Publik

  • Maling Diduga Masuk Lewat Jendela, Iphone 12 Raib di Kostan

    Maling Diduga Masuk Lewat Jendela, Iphone 12 Raib di Kostan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pelaku spesialis pencurian di kostan kembali beraksi. Kali ini korbannya seorang mahasiswi, yakni Eka Priesna Rahmadani (18), harus kehilangan iPhone 12 nya, setelah kostannya disatroni maling.

    Tak terima dengan peristiwa tersebut warga jalan Tanah Abang Utama ini melaporkan peristiwa ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polrestabes Palembang, Rabu (20/1/2026).

    Kepada petugas Eka yang ditemani bibinya menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/1/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, dini hari, di Jalan Jendral Ahmad Yani Lorong Manggis Kost 2 Putri Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring, Palembang.

    Berawal, berawal korban meletakan Handphone dilantai sambil di changer (cas), lalu korban tidur. “Seperti biasa pak, kalau hendak tidur saya cas hp saya dan letakkan dilantai. Kemudian saya tinggal tidur,” ungkapnya.

    Keesokan paginya ketika korban terbangun tidur hendak mengunakan handphonenya, ketika dicari-cari Hp sudah tidak ada lagi.

    “Ketika bangun tidur hp itu saya cari pak tetapi tidak ada. Hanya casannya saya ada. Lalu saya cek kondisi kost-an ternyata jendela kostan saya sudah terbuka dan dirusak,” ungkapnya.

    Korban menduga hilangnya iPhone 12 miliknya, kostan lantaran sudah dimasuki maling. “Jendela terbuka dan dirusak pak. Siapa lagi yang masuk kalau bukan maling,” ungkapnya.

    Akibat kejadian ini korban harus kehilangan 1 unit iPhone 12, dengan harga Rp 7 juta. Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Tamia Rahmadhani membenarkan adanya laporan korban terkait pencurian.

    “Lapor korban sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan,” tuturnya. (ANA)

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan melalui UMKM Orchid Bakery

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan melalui UMKM Orchid Bakery

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kehilangan pekerjaan di usia produktif 23 hingga 26 tahun menjadi tantangan besar, khususnya bagi perempuan yang turut menopang ekonomi keluarga. Namun, Orchid Bakery, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), membuka peluang baru dengan menyediakan pekerjaan layak bagi 6–8 perempuan muda di kawasan Plaju, Palembang.

    Orchid Bakery berdiri pada 2018 dari keresahan sepasang pelaku usaha yang kesulitan menemukan kue kering premium dengan kualitas rasa yang unggul. Dari pengalaman tersebut, Orchid Bakery menghadirkan produk andalan berupa nastar nanas premium yang memadukan resep turun-temurun dengan sentuhan modern dan hingga kini digemari konsumen.

    Nama Orchid mencerminkan filosofi bunga anggrek yang tumbuh melalui proses perawatan dan ketelatenan. Berlokasi produksi dan outlet di Jalan Kapten Abdullah Lorong Saleh No. 43, Plaju, Palembang, Orchid Bakery memproduksi roti harian, jajanan pasar, serta snack box dengan harga Rp10 ribu hingga Rp30 ribu. Menjelang Lebaran, Orchid Bakery memproduksi kue kering premium dengan harga Rp100 ribu hingga Rp190 ribu per toples dan mencatat omzet rata-rata Rp30 juta hingga Rp35 juta per bulan.

    “Kami memulai dari nol dan sempat beberapa kali bangkrut, namun terus merawat usaha ini dengan ketekunan. Kini, Orchid Bakery tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberdayakan 6–8 perempuan muda,” ujar Rafif selaku founder Orchid Bakery.

    Proses produksi yang terjaga menghasilkan produk berkualitas sekaligus berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekerja. Salah satu karyawan, Rizki, bahkan mampu membeli motor dari penghasilannya di Orchid Bakery.

    “Alhamdulillah, dari kerja di Orchid Bakery saya bisa beli motor sendiri dan lebih percaya diri membantu keluarga,” ujar Rizki.

    Melalui pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Orchid Bakery memperoleh penguatan kapasitas usaha dan akses promosi melalui UMK Academy. Saat ini, Orchid Bakery tergabung dalam skala regional Sumbagsel, masuk Top 500 Nasional kompetisi DCE Telkomsel, serta meraih predikat Stand UMKM Terfavorit pada Karya Nyata Festival Vol. 11 DPRD Sumsel Oktober 2024. Orchid Bakery juga aktif mengikuti berbagai event kuliner untuk memperluas jangkauan pasar.

    Selain berdampak pada ketenagakerjaan, Orchid Bakery menerapkan kepedulian lingkungan dengan mengalihkan sekitar 1–2 kilogram roti tidak layak konsumsi per bulan melalui kolaborasi dengan peternak lele untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan maggot.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Orchid Bakery merupakan contoh nyata UMKM yang mampu bangkit dan menciptakan dampak sosial.

    “Orchid Bakery membuktikan bahwa UMKM yang tumbuh mampu menciptakan dampak sosial nyata dengan memberdayakan 6–8 perempuan korban PHK. Kami bangga mendampingi perjalanan mereka hingga berkembang dan menjadi Stand UMKM Terfavorit,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Orchid Bakery turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 5 Kesetaraan Gender, Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

  • Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Polsek BMT Monitoring Debit Air Sungai Macak Secara Berkala dan Teratur

    Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Polsek BMT Monitoring Debit Air Sungai Macak Secara Berkala dan Teratur

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melaksanakan monitoring debit air Sungai Macak dan aliran irigasi Bendungan Komering (BK) yang berada di area pemukiman di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek, pada Rabu (21/01/2026).

     

    Giat Monitoring debit air Sungai tersebut dilaksanakan oleh Bripka Nur Holik, Brigadir Tedy, dan Brigadir Rusendi.

     

    Adapun Lokasi Yang Dilaksanakan Monitor Yaitu Daerah Rawan Banjir Di Wilkum Polsek Buay Madang Timur,mur, yaitu, aliran Sungai Macak Di Desa Sukoharjo, sepanjang Aliran Irigasi (BK) Bendungan Komering di Kecamatan Buay Madang Timur Wilkum Polsek Buay Madang Timur.

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo melalui Bripka Nur Holik mengatakan, guna memastikan keamanan dan keselamatan warga yang berada di area aliran Sungai Macak. Pihaknya perlu melakukan monitoring debit air sungai tersebut. Mengingat curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten OKU Timur.

     

    “Dari hasil Monitoring dilapangan, debit air di Sungai Macak saat ini masih dalam kategori Normal (aman) dari area pemukiman warga di pinggiran Sungai Macak,” ungkapnya.

     

    Dia menambahkan, curah hujan tinggi di Wilkum Polsek Buay Madang Timur terjadi pada waktu Sore hingga malam hari. untuk itu, pihaknya melaksanakan Patroli dan Monitoring secara berkala terkait perkembangan debit air di Sungai Macak.

     

    Dimana Unit Intel dan Bhabinkamtibmas Polsek Buay Madang Timur berkoordinasi dengan Perangkat Desa. Guna mengantisipasi terjadi area rawan banjir maupun tanah longsor.

     

    “Agar warga desa di sekitaran Sungai Macak, tidak membuang sampah di sungai tersebut. Bhabinkamtibmas menyampaikan himbauan melalui perangkat desa, dan warga agar berhati – hati dalam aktifitas dipinggiran sungai khususnya anak – anak,” tegasnya.

     

    Dia menambahkan, pihaknya terus mengingatkan warga desa Kecamatan Buay Madang Timur tidak menebang pohon yang mengakibatkan resapan air tidak ada lagi.

     

    “Agar warga desa Kecamatan Buay Madang Timur menjadi perhatian dan pengawasan bersama dengan pihak yang terkait dan saling menjaga hutan,” imbuhnya.

  • Giat Sambang dan Himbauan Polsek BMT, Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Aksi Kriminalitas

    Giat Sambang dan Himbauan Polsek BMT, Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Aksi Kriminalitas

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Personil Polsek Buay Madang Timur melaksanakan sambang dan himbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur, kepada Masyarakat Desa Kedung Rejo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, pada Rabu (21/01/2026).

     

    Giat sambang dan himbauan Kamtibmas, dilakukan guna meningkatkan Harkamtibmas yang kondusif dan aman serta nyaman. Giat tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek BMT Bripka Nur Holik, Opsnal Polsek BMT Brigadir Rusendi, dan Bhabinkamtibmas Polsek BMT Brigadir Tedy.

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo melalui Bripka Nur Holik mengatakan, pihaknya terus menyampaikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian rumah kosong, serta tindak kriminal lainnya. Pastikan rumah dan kendaraan dikunci dengan aman.

     

    “Memberikan himbauan nyata, agar warga lebih waspada terhadap tindak kejahatan dan meningkatkan kepedulian sesama. Serta mencegah terjadinya gangguan keamanan melalui edukasi langsung, bukan hanya penindakan,” tegasnya.

     

    Dengan adanya giat sambang akan mempererat kemitraan Polisi dengan masyarakat, dalam rangka Polri Presisi. Serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam pembinaan dan pengawasan wilayah desa/kelurahan.

     

    “Agar masyarakat mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Kapolsek menekankan pentingnya ronda malam, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” tegasnya.

     

    Masyarakat di Wilkum Polsek BMT diharapkan lebih bijak menggunakan media sosial, dengan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

     

    Dengan adanya peran serta masyarakat, pencegahan peredaran narkoba akan lebih efektif dan maksimal, dalam mendukung program Zero Narkoba dengan melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

     

    Masyarakat juga diminta tertib berlalu lintas dengan tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm SNI, serta tidak berkendara dalam keadaan mabuk atau menggunakan ponsel saat mengemudi.

     

    Dengan tetap menjaga kerukunan antar warga, Polsek BMT mengajak masyarakat memperkuat toleransi, menjaga hubungan baik, dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah demi terciptanya situasi kondusif.

     

    “Melalui program baru dari Kapolsek BMT, Quick Respon Cepat melalui Whattshap dengan melaporkan kejadian melalui Scan Barcode WA. agar bisa cepat dan tanggap dalam menerima laporan dari masyarakat khususnya wilkum Polsek BMT,” imbuhnya.

     

    Sehingga Polsek BMT dengan Motto “Aman Nyaman Warganya Bahagia Personilnya” meningkatkan Wilkum Polsek BMT zero narkoba, zero begal 3 C, zona zero judi online.

     

    Tingginya curah hujan menyebabkan naiknya debit air di saluran irigasi. Masyarakat terutama orang tua dan anak yang tinggal disekitar irigasi untuk berhati-hati, adanya tren peningkatan debit air irigasi.

     

  • Akurasi Data Jadi Dasar Pembangunan Pemkot Palembang

    Akurasi Data Jadi Dasar Pembangunan Pemkot Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Wali Kota Ratu Dewa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Sensus Sosial Ekonomi dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Ruang Video Conference Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Rabu (21/1/2026). Rakor ini menegaskan pentingnya akurasi dan pemanfaatan data statistik sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Kepala BPS Kota Palembang, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.

    Dalam arahannya, Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemkot Palembang dan BPS selama ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, ia menegaskan tetap diperlukan arahan serta pembekalan lanjutan dari BPS Provinsi agar pelaksanaan sensus di lapangan berjalan optimal.

    “Beberapa waktu lalu kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, dan seluruhnya mengarah pada pentingnya data statistik sebagai dasar kebijakan,” Ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan rencana pelaksanaan forum group discussion (FGD) bersama para camat dan lurah se-Kota Palembang. Setelah FGD tersebut, camat dan lurah diharapkan dapat langsung bergerak melakukan pendataan di wilayah masing-masing secara detail dan menyeluruh.

    Menurut Ratu Dewa, data hasil sensus dan DTSEN akan menjadi referensi bagi OPD dalam menyusun dan menjalankan program kerja, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), Dinas Perdagangan serta yang lainya.

    Dengan demikian, seluruh program yang dijalankan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

    Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto menegaskan pentingnya sinergi antara BPS dan pemerintah daerah dalam menghasilkan data yang akurat dan mutakhir.

    Data tersebut, kata dia, sangat dibutuhkan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi terkini masyarakat Palembang.

    “Kita terus bersinergi agar data yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Program-program Pak Wali Kota dapat tercermin melalui penerapan indikator-indikator yang tepat. Kami juga sangat mengapresiasi berbagai penghargaan nasional yang diraih,”pungkasnya.

  • Tak Sekadar Buku, Disdik Palembang Dorong Pembelajaran SD Lebih Konkret

    Tak Sekadar Buku, Disdik Palembang Dorong Pembelajaran SD Lebih Konkret

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang menegaskan pentingnya pemanfaatan alat peraga pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar (SD). Penggunaan alat peraga dinilai mampu membuat pembelajaran lebih konkret, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa.

    Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kota Palembang, Alhadi Yan Putra, mengatakan penggunaan alat peraga terus didorong di seluruh SD negeri maupun swasta agar proses pembelajaran tidak hanya bergantung pada buku teks.

    “Di jenjang sekolah dasar, anak-anak belajar lebih efektif jika mereka bisa melihat dan mempraktikkan langsung. Alat peraga membantu siswa memahami konsep pelajaran secara nyata,” ujarnya.

    Menurut Alhadi, alat peraga memiliki peran strategis dalam mendukung kurikulum yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Pada mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), misalnya, penggunaan balok hitung, bangun ruang, hingga model organ tubuh terbukti mampu meningkatkan daya tangkap siswa.

    “Pembelajaran menjadi lebih hidup. Siswa lebih aktif, tidak mudah bosan, dan lebih berani bertanya,” katanya.

    Ia menambahkan, Disdik Kota Palembang secara bertahap terus meningkatkan ketersediaan alat peraga melalui pengadaan sarana pembelajaran serta pelatihan bagi para guru. Selain itu, guru juga didorong untuk lebih kreatif dengan memanfaatkan alat peraga sederhana yang berasal dari lingkungan sekitar.

    “Alat peraga tidak harus mahal. Yang terpenting relevan dengan materi dan mampu membuat pembelajaran lebih menyenangkan,” jelasnya.

    Alhadi juga mengingatkan pihak sekolah agar merawat alat peraga yang telah tersedia sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan alat peraga secara optimal diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang positif serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

    “Dengan pembelajaran yang lebih kontekstual, siswa diharapkan tumbuh menjadi anak yang aktif dan kritis,” pungkasnya.

  • Dari Atap Bocor hingga Dinding Retak, Disdik Palembang Susun Prioritas Perbaikan Sekolah

    Dari Atap Bocor hingga Dinding Retak, Disdik Palembang Susun Prioritas Perbaikan Sekolah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Retaknya dinding kelas, atap bocor, hingga ruang belajar yang tak lagi layak pakai masih menjadi potret sejumlah sekolah di Kota Palembang. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang turun langsung ke lapangan untuk memetakan tingkat kerusakan dan menyusun langkah perbaikan demi menjamin keamanan serta kenyamanan peserta didik.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, M. Affan Prapanca, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan peninjauan langsung ke seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Disdik Palembang. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran riil kondisi infrastruktur sekolah, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

    “Pemantauan dan pendataan sudah kami selesaikan untuk seluruh jenjang TK, SD, dan SMP di bawah naungan Disdik Kota Palembang,” ujarnya.

    Berdasarkan hasil pendataan tersebut, Disdik Palembang mencatat lebih dari 1.300 titik satuan pendidikan telah dikunjungi. Dari jumlah itu, kondisi infrastruktur sekolah dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

    “Sekitar 20 persen sekolah masuk kategori rusak berat, 25 persen rusak sedang, dan sisanya mengalami kerusakan ringan,” kata Affan.

    Ia menjelaskan, data tersebut akan menjadi dasar utama dalam penyusunan prioritas anggaran perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Disdik Palembang berupaya agar proses pembelajaran dapat berlangsung di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

    “Data ini akan kami gunakan sebagai dasar perencanaan perbaikan. Harapannya, anggaran yang tersedia dapat mencukupi untuk menangani sekolah-sekolah yang paling membutuhkan,” ujarnya.

    Selain fokus pada perbaikan fisik bangunan, Affan juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan. Guru dan pihak sekolah diminta lebih peka terhadap potensi masalah yang dapat membahayakan keselamatan siswa maupun menghambat proses belajar mengajar.

    “Jika semua unsur sekolah peduli dan sigap, banyak persoalan bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya.

  • DPRD Palembang Siap Sahkan Perda Pemajuan Kesenian Tahun Ini

    DPRD Palembang Siap Sahkan Perda Pemajuan Kesenian Tahun Ini

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kesenian yang selama ini terus diperjuangkan oleh Dewan Kesenian Palembang (DKP), seniman di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) untuk disahkan.

    Untuk segera merealisasikan pengesahan Perda Pemajuan Kesenian,Aliansi Seniman Palembang menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Palembang, Rabu (21/1/2026) pagi.

    Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan anggota Aliansi Seniman Palembang menyampaikan aspirasi terkait pentingnya Perda Pemajuan Kesenian segera disahkan oleh DPRD Palembang.

    Ketua Bapemperda sekaligus anggota Komisi I DPRD Palembang Jumono menyambut baik apresiasi yang disampaikan Aliansi Seniman Palembang. DPRD Palembang akan berkomitmen untuk membahas Perda Kemajuan Kesenian, untuk segera disahkan tahun ini.

    “Dari hasil diskusi, kami melihat memang perjuangan 15 tahun ini dan terkait apresiasi terhadap pekerja seni dan seniman, perlu menjadi perhatian utama. Karena Perda Kemajuan Kesenian sangat penting dan kami mendukung Perda Pemajuan Kesenian segera disahkan,” ujarnya.

    Dia juga sudah mendengar Disbud Palembang setuju mencabut pengajuan Perda Kebudayaan. DPRD Palembang akan memanggil mereka untuk mendengar langsung. Yang terpenting, perlu adanya surat pencabutan dari OPD, yang akan diajukan ke Rapat Paripurna DPRD Palembang.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Syaiful Padli yang turut hadir, juga memberikan dukungan kepada para pekerja seni. Dia juga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bisa mengapresiasi para seniman di Palembang Sumsel.

    Menurutnya, jika Perda Pemajuan Kesenian saja tidak didukung, bagaimana akan menganggarkan dana untuk menunjang kesenian di Kota Palembang. Karena harus ada payung hukum untuk mengalokasikan kegiatan kesenian.

    “Kami akan kawal Perda Kemajuan Kesenian diajukan dan segera disahkan. Pembatalan Perda Kebudayaan juga harus dapat surat resmi dari Disbud Palembang. Jika sudah dihapuskan, kami tinggal rapat paripurna untuk membatalkannya,” katanya.

    Ketua DKP M Nasir mengatakan, pengesahan Perda Pemajuan Kesenian berkaitan penting dengan kemajuan kesenian Palembang, terutama kesejahteraan para seniman di Palembang.

    Rancangan Perda Pemajuan Kesenian sebenarnya sudah lama rampung, namun berbagai hal yang akhirnya menghambat perda tersebut disahkan oleh DPRD Palembang. Terutama di dua tahun terakhir sedang ramai terkait Perda Kemajuan Kebudayaan, yang semakin membuat Perda Pemajuan Kesenian kurang diperhatikan.

    “Kita meminta sahkan segera Perda Kemajuan Kesenian, tolak Perda Kemajuan Kebudayaan. Dengan kondisi yang seadanya, para seniman dan DKP terus bergerak. Jika punya payung hukum seperti ini, maka bisa dioptimalisasikan untuk pelestarian dan perkembangan kesenian,” ujarnya.

    Jika Perda Pemajuan Kesenian sudah disahkan, tidak hanya menjadi manfaat positif bagi para seniman di Palembang, namun juga untuk kemajuan Kota Palembang, Sumsel dan Indonesia.

    Saat menyampaikan aspirasi ke DPRD Palembang, dia bersyukur anggota dewan memberikan respon yang baik dan berjanji tahun ini akan merealisasikan pengesahan Perda Kemajuan Kesenian.

    “Alhamdulillah kita mendapat respon yang baik, kita yakin janji tersebut bisa disahkan tahun ini bisa diwujudkan. Apalagi dari Disbud Palembang juga mendukung itu, walau nanti harus ada SOP yang harus dijalankan. Tahun ini harus segera disahkan, lebih cepat lebih bagus,” ungkapnya.

  • PEMA dan PGN Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Gas Bumi untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh

    PEMA dan PGN Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Gas Bumi untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –PT Pembangunan Aceh (Perseroda) resmi menjalin kerjasama strategis dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengoptimalkan potensi gas bumi di wilayah Aceh. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kajian Bersama Pemanfaatan Pasokan Gas di Muraya Hotel, Banda Aceh, Senin (19/1).

    Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan kuat bagi pengembangan industri hilir berbasis gas bumi, termasuk pemetaan kebutuhan infrastruktur dan identifikasi potensi industri yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah Aceh.

    Direktur Pengembangan Bisnis PEMA, Naufal Natsir Mahmud, mengungkapkan bahwa ruang lingkup kajian ini mencakup evaluasi potensi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk pemanfaatan Blok Mubadala. Ia menekankan bahwa stabilitas suplai energi menjadi kunci utama untuk membangkitkan ekonomi daerah, terutama dalam masa situasi pemulihan pasca-bencana.

    “Dalam upaya untuk membangkitkan roda ekonomi Aceh, dibutuhkan energi yang stabil. PEMA menyadari pentingnya mitra strategis seperti PGN untuk bersama-sama membangun ekosistem gas bumi yang menyeluruh di Aceh,” ujar Naufal usai prosesi penandatanganan, Senin (19/1).

    Terkait investasi, PEMA akan melakukan studi mendalam untuk menyusun tahapan pengembangan yang terukur (tier), mulai dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang.

    “Kami berharap, kerja sama ini dapat memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh. Kami juga mendorong hilirisasi agar dapat menghadirkan multiplier effect, termasuk penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh,” tambahnya. Ia pun memastikan bahwa sumber daya manusia (SDM) lokal akan diberikan ruang yang luas untuk terlibat dalam operasional bisnis ke depan.

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, memandang Aceh sebagai titik vital (key point) untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Aceh bagi ketahanan energi nasional. Kerja sama ini menggabungkan pemahaman lokal PEMA, mandat pembangunan daerah, serta kapabilitas nasional PGN di bidang pengelolaan gas bumi.

    PGN akan berfokus pada optimalisasi infrastruktur yang menghubungkan sumber pasokan dengan titik permintaan (demand), khususnya untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe dan Aceh Besar.

    “PGN melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi pasokan gas, kebutuhan pengembangan infrastruktur, serta potensi demand yang akan dilayani, guna memastikan keterhubungan yang optimal antara sumber gas dan pusat demand di Aceh,” jelas Mirza.

    Mirza menambahkan, kajian teknis ini akan menentukan apakah distribusi gas nantinya dilakukan melalui jaringan pipa atau dalam bentuk konversi wujud seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG). “Target realisasi diharapkan lebih cepat sehingga aspek keekonomian dapat terkonfirmasi dan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan,” tegas Mirza.

    Sinergi PEMA-PGN ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan industri di Aceh sekaligus menarik minat investor global. Selain sektor gas, PEMA di bawah arahan Direktur Utama Mawardi Nur juga terus mematangkan ekspansi bisnis di sektor komoditas lain seperti kopi, nilam, hingga pengolahan cangkang sawit dan kelapa untuk memperkuat portofolio bisnis perusahaan sejak tahun 2025.

    Media Contact
    Fajriyah Usman
    Corporate Secretary
    M : +62858-8330-8686
    E: fajriyah.usman@pertamina.com

    ————
    _Disclaimer: Siaran pers ini memuat informasi yang bersifat prospektif berdasarkan data terkini dan ekspektasi Perusahaan, yang mengandung sejumlah risiko, ketidakpastian, dan asumsi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material antara lain kondisi industri, fluktuasi harga minyak mentah dan gas, kemampuan Perusahaan dalam memperoleh serta mengeksekusi proyek baru, dan dinamika persaingan. Apabila satu atau lebih risiko atau ketidakpastian tersebut terjadi, atau jika asumsi yang mendasari tidak terealisasi, maka hasil yang dicapai dapat berbeda secara material dari yang dinyatakan atau diantisipasi._

  • Banjir Hadiah Awal Tahun, Pegadaian Umumkan Pemenang Undian Badai Emas 2025

    Banjir Hadiah Awal Tahun, Pegadaian Umumkan Pemenang Undian Badai Emas 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Pegadaian resmi mengumumkan pemenang Program Undian Badai Emas Periode II sekaligus Grand Prize Tahun 2025. Program apresiasi bagi nasabah setia ini kembali digelar sebagai bentuk komitmen Pegadaian dalam memberikan nilai tambah sekaligus mendorong peningkatan transaksi digital melalui aplikasi Tring!.

    Pengundian dilaksanakan di Ballroom The Gade Tower pada Selasa (20/1/2026) dan diikuti antusias oleh lebih dari dua juta peserta dari seluruh Indonesia, dengan total kupon mencapai ratusan juta.

    Pada periode ini, Pegadaian menghadirkan Grand Prize berupa Tabungan Emas seberat 1 kilogram. Hadiah tersebut menjadi sangat istimewa di tengah tren emas yang terus meningkat dan diminati masyarakat sebagai instrumen investasi jangka panjang.

    Tak hanya itu, khusus bagi nasabah Pegadaian Syariah, Pegadaian juga menyediakan Grand Prize Paket Haji Plus, sebagai bentuk dukungan nyata dalam membantu nasabah mewujudkan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih nyaman.

    Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan partisipasi nasabah dalam program tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Lebih dari dua juta peserta ikut serta dalam pengundian Badai Emas periode ini. Terima kasih atas kepercayaan nasabah yang terus menggunakan produk investasi dan pembiayaan Pegadaian,” ujarnya.

    Selain hadiah utama, Pegadaian juga mengundi ratusan hadiah menarik lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Berikut daftar hadiah Undian Badai Emas Periode II Tahun 2025 (periode transaksi 1 September–31 Desember 2025):

    Kategori Investasi Emas:

    6 emas batangan Galeri24 @124 gram

    200 Tabungan Emas @1,24 gram

    Kategori Kebutuhan Usaha:

    6 unit mobil niaga Gran Max Pick Up

    20 unit tablet Samsung A9+

    Kategori Lifestyle:

    6 unit smartphone Samsung S24 Ultra

    2 paket wisata luar negeri senilai masing-masing Rp20 juta

    Kategori Nasabah Pegadaian Syariah (Ibadah)

    10 paket umrah senilai masing-masing Rp40 juta.

    Proses pengundian dilakukan sesuai ketentuan dan disaksikan serta disahkan oleh Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial, dan Notaris. Pegadaian juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan dan memastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi perusahaan.

    Pegadaian menegaskan bahwa Program Badai Emas tidak dipungut biaya apa pun, serta seluruh pajak hadiah dan biaya pengiriman ditanggung sepenuhnya oleh PT Pegadaian.

    Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI, Emmi Destiatmi, menyatakan bahwa pelaksanaan undian telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    “Pengundian dilakukan secara berizin dan disaksikan oleh pihak terkait. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap Dana Usaha Kesejahteraan Sosial bagi masyarakat rentan,” ungkapnya.

    Melalui Program Badai Emas, Pegadaian berharap dapat terus memperkuat ekosistem emas nasional sekaligus mengakselerasi inklusi keuangan digital melalui pemanfaatan aplikasi Tring!.

    > “Kami ingin meningkatkan loyalitas masyarakat bertransaksi di Pegadaian, baik di outlet maupun melalui aplikasi Tring!. Melalui aplikasi ini, nasabah bisa berinvestasi, memantau, dan mengelola emas dengan mudah dan cepat,” tutup Novryandi.

  • Target PAD Sumsel 2026 Naik Rp237 Miliar, Ini Sektor Penyumbang Terbesarnya

    Target PAD Sumsel 2026 Naik Rp237 Miliar, Ini Sektor Penyumbang Terbesarnya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Target penerimaan Pajak Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2026 naik sebesar Rp4,07 triliun, atau naik Rp237 miliar dibandingkan target tahun 2025. Kenaikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

    Target penerimaan pajak daerah 2026 tersebut tercatat sebesar Rp4.071.314.046.831, meningkat dari target 2025 yang berada di angka Rp3.833.367.486.607. Angka tersebut juga sejalan dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel pada 2025.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Achmad Rizwan, mengatakan bahwa sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi salah satu sumber besar penerimaan pajak daerah. Pada 2026, PKB ditargetkan naik signifikan dari Rp771,44 miliar menjadi Rp875,04 miliar.

    Selain PKB, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) juga diproyeksikan meningkat dengan target penerimaan mencapai Rp835.433.859.206 pada tahun 2026.

    “Sektor kendaraan bermotor masih menjadi kontributor utama pajak daerah, ditambah salah satu tulang punggung dalam penerimaan pajak yakni Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) menjadi penyumbang terbesar dengan target mencapai Rp1,54 triliun,” ujar Rizwan, Selasa (20/1/2026).

    Tidak hanya sektor kendaraan, sejumlah jenis pajak lain juga mengalami peningkatan target. Di antaranya Pajak Alat Berat (PAB) yang ditetapkan sebesar Rp6,3 miliar, Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp34,31 miliar, serta Pajak Rokok yang ditargetkan mencapai Rp744,77 miliar. Selain itu, penerimaan dari Opsen Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dipatok sebesar Rp29,27 miliar.

    Rizwan menyampaikan apresiasi Gubernur Sumsel Herman Deru kepada masyarakat yang telah patuh membayar pajak kendaraan bermotor selama 2025. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat kembali digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

    “Pajak yang dibayarkan masyarakat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel,” jelasnya.

    Ia menegaskan, peningkatan target pajak daerah merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

    “Sejalan dengan instruksi Gubernur, kami berkomitmen meningkatkan kontribusi PAD. Apalagi tahun ini anggaran dari pemerintah pusat ke daerah mengalami pemotongan, sehingga daerah wajib mencari sumber pendapatan mandiri demi mewujudkan kemandirian fiskal,” tegas Rizwan.

    Adapun berdasarkan data terbaru per tanggal 20 Januari 2026, realisasi target PAD Sumatera Selatan dari tujuh sektor pajak tersebut telah menyentuh angka Rp200.231.661.066,58.

  • Andie Dinialdie Ajak Karang Taruna OKU Selatan Perkuat Kolaborasi Bersama Pemerintah

    Andie Dinialdie Ajak Karang Taruna OKU Selatan Perkuat Kolaborasi Bersama Pemerintah

    SUARAPUBLIK.ID, OKUS — Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) OKU Selatan Andie Dinaldie menegaskan bahwa Karang Taruna harus diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah, bukan sekadar organisasi pelengkap dalam agenda pembangunan. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Temu Karya Karang Taruna di Wisma Pusri, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (17/1/2026).

    Menurut Andie Dinaldie, Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang memiliki potensi besar dalam pemberdayaan generasi muda, terutama dalam bidang sosial dan pembangunan karakter. Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten OKU Selatan untuk lebih serius merangkul Karang Taruna sebagai bagian dari mitra pembangunan daerah.

    “Pemkab OKU Selatan harus merangkul Karang Taruna, bukan hanya sebagai organisasi pelengkap, tetapi sebagai mitra strategis yang mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” tegas Andie Dinaldie yang juga menjabat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

    Ia menilai, Karang Taruna memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga sangat potensial menjadi penggerak pembangunan berbasis masyarakat, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kepemudaan di daerah.

    Ia berharap kepengurusan baru di bawah Prima Akbar mampu memperkuat kolaborasi dengan Pemkab OKU Selatan demi kemajuan bersama.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Karang Taruna Sumatera Selatan Yudha Novanza Utama yang diwakili Wakil Ketua OKK Karang Taruna Sumsel, Kms Umar Jayanegara yang akrab dipanggil Dedek, menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya Temu Karya Karang Taruna OKU Selatan.

    “Saya mewakili Ketua Karang Taruna Sumatera Selatan Yudha Novanza Utama memohon maaf karena beliau berhalangan hadir. Beliau menyampaikan salam kepada seluruh kawan-kawan Karang Taruna OKUS. Insyaallah pada agenda pelantikan nanti, beliau akan hadir,” ujar Dedek.

    Dedek menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan Karang Taruna merupakan kunci dalam memperkuat peran pemuda menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

    “Ke depan, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih intensif dan berkelanjutan dengan Karang Taruna di semua tingkatan, agar program kepemudaan sejalan dengan visi pembangunan daerah,” pungkasnya.

    Sementara itu, Plt Ketua Karang Taruna OKU Selatan, Heri Martadinata, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekurangan. Ia menekankan bahwa siapapun yang terpilih nantinya harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

    “Siapapun yang terpilih nanti harus siap bersinergi dengan pemerintah. Saya juga berpesan agar Bupati OKU Selatan dapat merangkul Karang Taruna,” ujarnya.

    Dari unsur pemerintah daerah, Asisten II Pemkab OKU Selatan, Zulfakar Dani, menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap bersinergi dengan Karang Taruna OKU Selatan.

    “Pemkab OKUS tetap akan menganggarkan kegiatan Karang Taruna OKUS. Namun sesuai aturan dana hibah, organisasi Karang Taruna tidak bisa dianggarkan setiap tahun,” jelasnya.(*)

  • Dalam Pledoi, Tim PH Minta Hendri Dibebaskan dari Seluruh Dakwaan

    Dalam Pledoi, Tim PH Minta Hendri Dibebaskan dari Seluruh Dakwaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Perkara dugaan pengangkutan batubara ilegal yang menyeret Hendri, seorang sopir truk tronton, memasuki fase penentuan. Dalam sidang nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (20/1/2026), tim penasihat hukum secara lantang meminta majelis hakim membebaskan Hendri dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Agung Ciptoadi, SH, kuasa hukum Hendri Benny Murdani, SH, MH bersama Toto Wibowo, SH, MH dan M. Anugerah Al Abin, SH menyebut tuntutan pidana 1 tahun penjara yang diajukan JPU sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata.

    “Klien kami hanyalah sopir. Ia bekerja berdasarkan perintah. Tidak ada niat jahat, tidak ada keuntungan pribadi yang ia peroleh dari pengangkutan batubara tersebut,” tegas Benny Murdani.

    Dalam nota pembelaannya, tim kuasa hukum mempersoalkan terpenuhinya unsur pidana yang didakwakan jaksa. Berdasarkan fakta persidangan, Hendri dinilai sama sekali tidak memiliki kewenangan atas asal-usul batubara maupun legalitas perizinan barang yang diangkutnya.

    Tak hanya itu, kuasa hukum juga mengungkap sejumlah kejanggalan selama proses persidangan, termasuk upaya JPU menghadirkan saksi verbalisan yang akhirnya ditolak oleh majelis hakim. Menurut mereka, penolakan tersebut semakin menegaskan rapuhnya konstruksi pembuktian jaksa.

    “Ketika sopir dijadikan terdakwa utama, sementara pemilik barang dan pemilik usaha tak pernah disentuh hukum, di situlah rasa keadilan dipertanyakan,” ujar Benny, dengan nada keras.

    Atas dasar itu, penasihat hukum meminta majelis hakim menyatakan Hendri tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan (vrijspraak).

    “Jika majelis berpendapat lain, kami mohon setidak-tidaknya terdakwa dilepaskan dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging), dan diputus dengan seadil-adilnya,” lanjutnya.

    Selain itu, tim kuasa hukum juga meminta seluruh barang bukti dikembalikan. Di antaranya satu unit truk tronton Hino warna hijau bernomor polisi BG 8534 LU bermuatan sekitar 40 ton batubara beserta STNK atas nama CV Sriwijaya Transport yang dikembalikan kepada pemilik kendaraan Erwin Zulkarnain. Sementara satu unit handphone Oppo A1K dan surat jalan batubara CV Bara Mitra Usaha dimohonkan dikembalikan kepada Hendri. Biaya perkara diminta dibebankan kepada negara.

    Dalam persidangan terungkap, Hendri direkrut sebagai sopir untuk mengangkut batubara dari Tanjung Enim menuju wilayah Jabodetabek. Namun pada dini hari 21 Agustus 2025, truk yang dikemudikannya dihentikan dan diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan di Jalan Lintas Sumatera, Baturaja.

    Hasil uji Laboratorium Kriminalistik menyatakan muatan tersebut merupakan batubara jenis sub-bituminus. Jaksa menilai pengangkutan tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan melanggar ketentuan hukum di sektor pertambangan.

    Usai mendengarkan pledoi, JPU Kejati Sumsel dijadwalkan menyampaikan tanggapan atau replik secara tertulis pada sidang lanjutan yang akan digelar Rabu (21/1/2026). (ANA)

  • Diduga Telantarkan Anak Kandung, Oknum Kepala UPTD Disnakertrans Ogan Ilir Jadi Tersangka

    Diduga Telantarkan Anak Kandung, Oknum Kepala UPTD Disnakertrans Ogan Ilir Jadi Tersangka

    SUARAPUBLIK.ID, ‎OGAN ILIR – Satreskrim Polres Ogan Ilir.Unit PPA, menetapkan oknum kepala UPTD di Disnakertrans Pemkab Ogan Ilir atas dugaan penelantaran anak, Selasa (20/1/2026).

    ‎RM (31) ditetapkan tersangka sejak Oktober 2025 lalu atas laporan mantan istrinya Erfida Nafratilova yang merupakan Kepala Puskesmas Muara Kuang.

    ‎Dugaan penelantaran anak yang dilaporkan Erfida Nafratilova itu diduga terjadi pada Mei 2023 hingga Desember 2024 sebelum mereka bercerai.

    ‎Proses panjang yang dilakukan penyidik, RM (31) ditetapkan tersangka dugaan penelantaran ataa kedua anak mereka yang masih berusia balita.

    ‎Di mana penyidik Unit PPA Ogan Ilir memfasilitasi pertemuan dengan agenda konfrontir.

    ‎”Saya sudah bertahun tahun menahan sakit hati, psikis menjalani proses ini saya berharap penyidik segera menahan  yang bersangkutan,” ucap Efrida.

    ‎Ditempat yang sama, Wakil Direktur LBH Bima Sakti Dr Conie Pania Putri SH, selaku penasihat hukum Efrida terkait dugaan penelantaran anak yang memiliki ancaman hukuman maksimal 5 tahun dia meminta penyidk untuk melakukan penahanan.

    ‎”Ya dimana penahanan itu tidak dilakukan karena dijaminkan oleh Kadisnakertransnya,” ujarnya.

    ‎Demi kepastian hukum Conie juga meminta kepada Bupati Ogan Ilir dapat bertindak dengan memberhentikan sementara waktu.

    ‎Menurut Conie, aturan pemberhentian sementara itu merujuk UU ASN no 20 tahun 2023 pasal 53 dimana ASN diberhentikan sementara apabila ditahan karena jadi tersangka atau terdakwa dilakukan pemberhentian sementara untuk mendukung proses hukum.

    ‎Conie mengungkapkan dalam konfrontir tersangka sempat meng-klaim nafkah yang dipenuhi tersangka. ‎Namun hal itu dibantah, bahwa nafkah yang selama ini diberikan berkaitan adalah pasca perceraian, sedangkan yang menjadi laporan kliennya adalah sebelum perceraian.

    ‎‎”Kasus ini sudah sangat lama, dan sampai saat ini klien kami tidak ingin berdamai,” ucapnya.

    ‎‎Di tempat terpisah, Ahmad Darmawan SH kuasa hukum tersangka RM menyampaikan pihaknya hingga kini terus berupaya mengajukan perdamaian.

    ‎”Dengan KUHAP baru, seluruh permasalahan itu tidak harus dipidanakan apalagi ini masalah keluarga jadi kami upaya untuk perdamaian,” jelasnya. (ANA)

  • Kasus Perusakan Fasum Jelang Demondi DPRD, Terdakwa Bantah Dakwaan dan Ungkap Dugaan Intimidasi

    Kasus Perusakan Fasum Jelang Demondi DPRD, Terdakwa Bantah Dakwaan dan Ungkap Dugaan Intimidasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Persidangan perkara dugaan perusakan fasilitas umum menjelang aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sumatera Selatan kembali bergulir di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (20/1/2026). Dalam sidang yang menghadirkan delapan remaja sebagai terdakwa itu, muncul pengakuan mengejutkan terkait dugaan intimidasi hingga kekerasan fisik oleh oknum aparat kepolisian.

    Sidang dengan agenda pemeriksaan para terdakwa tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Corry Oktarina, SH. Salah satu terdakwa, Fatahillah, menyampaikan bantahan tegas atas dakwaan yang menuding dirinya terlibat dalam perusakan pos jaga DPRD Sumsel.

    Dihadapan majelis hakim, Fatahillah menegaskan tidak pernah melakukan pelemparan apalagi pembakaran pos penjagaan. Ia mengaku hanya merekam situasi kericuhan yang terjadi di lokasi.

    “Saya tidak melakukan pelemparan maupun pembakaran. Saya hanya merekam kejadian,” ujar Fatahillah, dengan nada serius.

    Ia menuturkan, usai kejadian tersebut dirinya sempat pulang ke rumah. Namun tak lama kemudian, aparat dari Polrestabes Palembang datang dan melakukan penangkapan terhadap dirinya. Sejak saat itu, menurut Fatahillah, ia justru mengalami perlakuan yang dinilainya tidak sesuai prosedur.

    “Saya dibawa ke Polrestabes Palembang dan kepala saya dibenturkan ke lemari besi,” ungkapnya di ruang sidang.

    Tidak hanya itu, Fatahillah juga mengaku kembali mendapat tekanan saat menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel. Ia menyebut sempat ditampar dan dipaksa mengakui perbuatan merusak pos jaga DPRD, meski merasa tidak pernah melakukannya.

    Pengakuan senada juga disampaikan terdakwa lain, M Nursaidi. Ia membantah dakwaan telah merusak pos polisi di kawasan Simpang Radial. Menurutnya, ia hanya melempar ke arah videotron yang saat itu sudah dalam kondisi rusak.

    “Videotron itu sudah rusak lebih dulu. Saya tidak membakar motor polisi,” kata Nursaidi l, dihadapan majelis hakim.

    Nursaidi juga mengungkap keterlibatannya berawal dari ajakan seorang rekannya bernama Obama. Namun hingga kini, menurutnya, rekannya tersebut tidak diproses hukum dan tidak ditetapkan sebagai tersangka.

    Meski menyampaikan bantahan dan pengakuan dugaan kekerasan, seluruh terdakwa dalam persidangan menyatakan penyesalan atas keterlibatan mereka dalam aksi anarkis yang berdampak pada kerusakan fasilitas umum serta keresahan masyarakat.

    Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum menjerat para terdakwa dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 170 KUHP, Pasal 160 KUHP, serta Pasal 406 KUHP, sesuai peran masing-masing terdakwa.

    Adapun delapan terdakwa tersebut yakni Alfan Saputra, El Habib, Fadli Jangkaru, M. Nur, Fatahillah, M. Fadli, Syarifudin, dan Jumadi. Mereka diduga terlibat dalam perusakan pos polisi dan fasilitas umum di kawasan rumah susun menjelang aksi demonstrasi di DPRD Sumsel.

    Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, termasuk mendalami dugaan intimidasi yang diungkap para terdakwa dalam persidangan. (ANA)

  • Korupsi Dana PMI, Eks Wawako dan Kabag Administrasi Dituntut 8,5 Tahun Penjara

    Korupsi Dana PMI, Eks Wawako dan Kabag Administrasi Dituntut 8,5 Tahun Penjara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Perkara dugaan korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang memasuki fase penentuan. Mantan Wakil Wali Kota Palembang sekaligus mantan Ketua PMI Palembang, Fitrianti Agustinda, bersama Kepala Bagian Administrasi PMI Palembang Dedi Sipriyanto, resmi dituntut masing-masing 8 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (20/1/2026).

    Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Masriati, SH, MH. Jaksa menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, yang menyebabkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp4 miliar.

    Selain pidana penjara, JPU Kejaksaan Negeri Palembang juga menuntut denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap masing-masing terdakwa.

    Dalam amar tuntutannya, JPU Syahran Jafizhan menyebut perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    “Menuntut dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Fitrianti Agustinda dan terdakwa Dedi Sipriyanto masing-masing selama 8 tahun 6 bulan, serta denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar JPU di persidangan.

    Jaksa juga menuntut pidana tambahan berupa uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,7 miliar terhadap Fitrianti Agustinda. Apabila tidak dibayarkan, hukuman tersebut akan diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan.

    Sementara itu, terdakwa Dedi Sipriyanto dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp365 juta. Jika tidak dilunasi dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan.

    Dalam persidangan terungkap bahwa dana BPPD PMI yang seharusnya dialokasikan untuk operasional Unit Transfusi Darah dan pelayanan publik diduga digunakan untuk berbagai kepentingan pribadi. Penggunaan dana tersebut antara lain untuk pembelian papan bunga, kebutuhan rumah tangga, biaya publikasi, bantuan sosial yang tidak sesuai ketentuan, hingga pembelian kendaraan.

    Jaksa memaparkan, pada tahun 2020 Fitrianti membeli satu unit Toyota Hi-Ace secara kredit dengan uang muka dan cicilan yang seluruhnya dibayarkan menggunakan dana PMI. Kemudian pada tahun 2023, Fitrianti kembali membeli satu unit Toyota Hilux yang juga dibiayai dari dana PMI. Kedua kendaraan tersebut diketahui tidak tercatat sebagai aset resmi PMI Palembang.

    Berdasarkan hasil audit BPKP Sumatera Selatan, Unit Transfusi Darah PMI Palembang menerima dana sebesar Rp83,77 miliar sepanjang 2020 hingga 2023. Namun dalam pengelolaannya ditemukan sejumlah penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp4,09 miliar.

    Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada tim penasihat hukum para terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) yang dijadwalkan pada persidangan berikutnya. (ANA)

  • Ketum PB PMII Resmikan Sekretariat Sementara PKC PMII Sumsel

    Ketum PB PMII Resmikan Sekretariat Sementara PKC PMII Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Sumatera Selatan meresmikan sekretariat sementara yang berlokasi di Jalan Bunga, Kelurahan Bukit Baru, Kota Palembang, pada Senin (19/1/2025).

    Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, M. Shofiyulloh Cokro, jajaran PKC PMII Sumatera Selatan, dan sejumlah kader PMII.

    Ketua PKC PMII Sumatera Selatan, Syaidina Ali menyampaikan bahwa sekretariat sementara ini dibuka dan diperuntukkan bagi seluruh pengurus PMII Sumatera Selatan dari berbagai daerah yang ingin menetap dan beraktivitas di Ibu Kota Provinsi. Menurut Ali, keberadaan Sekretariat PKC PMII Sumatera Selatan sangat penting untuk menunjang kerja-kerja organisasi secara optimal.

    “Alhamdulillah, untuk mengawali periode kepengurusan ini kita langsung membuka Sekretariat PKC PMII Sumatera Selatan. Sekretariat ini diperuntukkan bagi sahabat-sahabat yang ingin berproses, menetap, dan mengabdi di Kota Palembang,” kata Ali.

    Ali menjelaskan, selama ini banyak pengurus PMII dari daerah yang datang ke Palembang untuk kepentingan organisasi, pendidikan, maupun pengabdian, namun belum memiliki tempat bersama yang representatif. Oleh karena itu, keberadaan Sekretariat PKC PMII Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi rumah besar bagi kader PMII se-Sumatera Selatan.

    Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa salah satu tujuan utama kepengurusannya adalah mendirikan sekretariat permanen PMII Sumatera Selatan. Ia menyebutkan bahwa secara historis, PMII telah hadir di Sumatera Selatan sejak tahun 1967, namun hingga kini belum memiliki sekretariat permanen di tingkat provinsi.

    “Dari sejumlah senior sepuh yang saya sowani mengatakan PMII masuk ke Sumatera Selatan ini sejak tahun 1967. Namun sampai hari ini, kita belum memiliki sekretariat permanen. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama,” ungkap Ali.

    Menurut Ali, peresmian Sekretariat PKC PMII Sumatera Selatan yang bersifat sementara ini merupakan langkah awal yang strategis. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk panitia pembangunan sekretariat permanen yang melibatkan unsur senior dan alumni PMII Sumatera Selatan.

    “Saya berharap dukungan penuh dari para senior dan alumni PMII untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan sekretariat permanen PMII Sumatera Selatan. Ini bukan hanya untuk kepengurusan hari ini, tetapi akan bermanfaat hingga periode-periode selanjutnya,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyulloh Cokro, mengapresiasi langkah PKC PMII Sumatera Selatan yang langsung bergerak cepat dengan meresmikan sekretariat sementara di awal masa kepengurusan.

    “Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama-sama berkumpul dengan sahabat-sahabat PKC PMII Sumatera Selatan untuk meresmikan sekretariat sementara. Ini adalah ikhtiar penting sembari sekretariat permanen kita persiapkan dan bangun bersama,” ujar Shofiyulloh.

  • Polres Banyuasin Ringkus Pelaku Penadah Motor Curian

    Polres Banyuasin Ringkus Pelaku Penadah Motor Curian

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Tim Reserse Kriminal Polres Banyuasin meringkus tersangka penadah (penerima barang hasil curian) dalam kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Banyuasin III. Pelaku bernama Yanto (41) warga Desa Sidang Mas, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

    Pelaku ditangkap di Jalan Panglima Plangki, Dusun Solok, Desa Sidang Mas, Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

    Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ilham menerangkan bahwa penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan korban Asti Wulandari (28).

    Dalam laporannya, korban mengungkap bahwa aksi pencurian pencurian terjadi pada Senin 29 Desember 2024 sekitar pukul 16.00 WIB.

    Saat itu, seorang pelaku bernama Andriansyah diduga mengambil paksa sepeda motor Honda Genio milik korban yang diparkir di halaman rumahnya di Jalan Panglima Plangki, Dusun Solok, Desa Sidang Mas.

    “Korban baru mengetahui motornya hilang setelah diberitahu oleh ibunya Mulyati. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta,” terang Ilham, Selasa (20/1/2026).

    Setelah menerima laporan, jajaran Sat Reskrim melakukan penyelidikan mendalam. Upaya pengembangan kasus membuahkan hasil. “Pelaku ditangkap di lokasi yang sama dengan TKP pencurian,” ungkap Ilham.

    Pria yang berprofesi sebagai petani itu ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana penadahan sesuai Pasal 476 dan/atau 591 KUHP.

    “Setelah dilakukan pengembangan, kami menemukan barang bukti 1 unit sepeda motor merk Honda Genio warna merah Nopol BG 2122 JBA, yang disembunyikan tersangka di dalam kebun karet di Desa Sidang Mas,” kata Ilham.

    Motif kejahatan ini diduga kuat disebabkan faktor ekonomi. Saat ini, tersangka menjalani proses pemeriksaan intensif di Polres Banyuasin.

    “Kami juga masih mengejar pelaku utama pencurian, yakni Andriansyah, yang saat ini masih dalam daftar pencarian (DPO),” jelas Ilham. (ANA)

  • Lagi, Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

    Lagi, Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Aksi pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), kembali terekam CCTV. Tak ada rasa takut, meski terekam kamera pengintai, pelaku tetap melancarkan aksinya. Kali ini korban yakni Mochamad Yusuf Prayoga (23), harus kehilangan motornya saat terparkir di teras rumah.

    Tak terima motornya telah hilang, membuat warga KP Lengkong Bojongsoang, Bandung ini, melaporkan ke Polrestabes Palembang, Selasa (20/1/2026). Dia berharap, atas laporannya pelaku dapat ditangkap.

    Kepada petugas, Prayoga menuturkan, peristiwa pencurian motor dialaminya terjadi pada Senin (19/1/2026), sekitar pukul 02.27 WIB, di Jalan Makrayu Lorong Kinra Kuning, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang.

    Berawal, saat korban memarkirkan motornya di dalam pagar rumah kontrakan yang ia huni dengan terkunci stang, lalu korban masuk ke dalam untuk beristirahat. “Seperti biasa, jika pulang ke rumah motor saya parkirkan depan teras rumah, lalu saya tidur,” ungkapnya.

    Keesokan paginya, ketika korban hendak pergi berkerja, ia pun dibuat panik melihat motornya sudah tidak ada lagi di parkiran.

    “Pagi ketika saya hendak kerja melihat motor, sudah tidak ada lagi. Lalu saya tanya warga sekitar rumah. Namun mereka tidak mengetahui motor saya dicuri siapa,” katanya.

    Panik, korban pun langsung melihat CCTV yang ada di depan rumah kontrakannya. Ketika dilihat di CCTV, benar saja, motor korban sudah dicuri. “Benar, motor saya sudah dicuri oleh dua pelaku ketika saya lihat CCTV,” bebernya.

    Akibat peristiwa ini korban harus kehilangan 1 unit motor Honda beat bernopol F 4333 AAI.

    Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Hendra membenarkan adanya laporan korban terkait curanmor R2.

    “Laporan sudah kita terima dan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang Unit Ranmor untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” tuturnya. (ANA)

  • Harga Cabai di Palembang Turun jadi Rp30 Ribu, DKPP Sumsel Pastikan Petani Masih Untung

    Harga Cabai di Palembang Turun jadi Rp30 Ribu, DKPP Sumsel Pastikan Petani Masih Untung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang mengalami penurunan dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram akibat normalisasi permintaan pasca-libur Natal dan Tahun Baru 2026.

    Meskipun harga cabai turun, pemerintah daerah menegaskan kondisi ini justru menyeimbangkan daya beli masyarakat tanpa merugikan para petani di tingkat produsen.

    Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi membantah kekhawatiran mengenai harga yang dianggap anjlok, karena angka tersebut dinilai masih berada di jalur ekonomi yang sehat.

    “Tidak (anjlok) kok, harga itu masih bagus. Kalau di bawah Rp15 ribu baru bisa dikatakan anjlok,” ujar Ruzuan saat dikonfirmasi, (Selasa (20/1/2026).

    Penurunan harga ini merupakan imbas langsung dari berkurangnya permintaan konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang sebelumnya melonjak tinggi di akhir tahun lalu.

    “Permintaannya menurun secara bertahap seusai momen Nataru. Namun untuk produksi saat ini masih normal, tidak sampai terjadi penumpukan stok atau kekurangan barang,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan berdasarkan skema Harga Acuan Pembelian (HAP), posisi tawar petani saat ini masih sangat aman karena harga jual di tingkat lahan masih berada pada angka Rp22.000 hingga Rp29.600 per kilogram.

    “Petani tidak bisa dikatakan rugi dengan harga saat ini, kalau dia jual di bawah Rp15 ribu barulah petani bisa dikategorikan rugi,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan DKPP Sumsel, secara umum stabilitas bahan pangan pokok di Kota Palembang terpantau terkendali dengan stok yang mencukupi.

    Meski harga cabai melandai, beberapa komoditas seperti daging ayam masih bertahan pada level harga yang cukup tinggi.

    “Secara keseluruhan kondisi masih normal, namun untuk daging ayam memang terpantau masih dijual pedagang pada kisaran harga Rp38 ribu per kilogram,” tutupnya.

  • Penuh Keakraban Giat Sambang dan Himbauan Kamtibmas Personel Polsek BMT Dengan Masyarakat

    Penuh Keakraban Giat Sambang dan Himbauan Kamtibmas Personel Polsek BMT Dengan Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Personil Polsek Buay Madang Timur melaksanakan sambang dan himbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur, kepada Masyarakat Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, pada Selasa (20/01/2026).

     

    Giat sambang dan himbauan Kamtibmas, dilakukan guna meningkatkan Harkamtibmas yang kondusif dan aman serta nyaman. Giat tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Heri Hariyanto, dan Bripka Berlin Mandala.

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo melalui Aiptu Heri Hariyanto mengatakan, pihaknya terus menyampaikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian rumah kosong, serta tindak kriminal lainnya. Pastikan rumah dan kendaraan dikunci dengan aman.

     

    “Memberikan himbauan nyata, agar warga lebih waspada terhadap tindak kejahatan dan meningkatkan kepedulian sesama. Serta mencegah terjadinya gangguan keamanan melalui edukasi langsung, bukan hanya penindakan,” tegasnya.

     

    Dengan adanya giat sambang akan mempererat kemitraan Polisi dengan masyarakat, dalam rangka Polri Presisi. Serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam pembinaan dan pengawasan wilayah desa/kelurahan.

     

    “Agar masyarakat mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Kapolsek menekankan pentingnya ronda malam, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” tegasnya.

     

    Masyarakat di Wilkum Polsek BMT diharapkan lebih bijak menggunakan media sosial, dengan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

     

    Dengan adanya peran serta masyarakat, pencegahan peredaran narkoba akan lebih efektif dan maksimal, dalam mendukung program Zero Narkoba dengan melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

     

    Masyarakat juga diminta tertib berlalu lintas dengan tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm SNI, serta tidak berkendara dalam keadaan mabuk atau menggunakan ponsel saat mengemudi.

     

    Dengan tetap menjaga kerukunan antar warga, Polsek BMT mengajak masyarakat memperkuat toleransi, menjaga hubungan baik, dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah demi terciptanya situasi kondusif.

     

    “Melalui program baru dari Kapolsek BMT, Quick Respon Cepat melalui Whattshap dengan melaporkan kejadian melalui Scan Barcode WA. agar bisa cepat dan tanggap dalam menerima laporan dari masyarakat khususnya wilkum Polsek BMT,” imbuhnya.

     

    Sehingga Polsek BMT dengan Motto “Aman Nyaman Warganya Bahagia Personilnya” meningkatkan Wilkum Polsek BMT zero narkoba, zero begal 3 C, zona zero judi online.

     

    Tingginya curah hujan menyebabkan naiknya debit air di saluran irigasi. Masyarakat terutama orang tua dan anak yang tinggal disekitar irigasi untuk berhati-hati, adanya tren peningkatan debit air irigasi.

  • Tembus 17 Ton per Hari, Sentra Telur Banyuasin Siap Ekspansi ke Pasar Singapura

    Tembus 17 Ton per Hari, Sentra Telur Banyuasin Siap Ekspansi ke Pasar Singapura

     

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Kapasitas produksi telur ayam di Kabupaten Banyuasin yang mencapai 17 ton per hari kini tengah dipersiapkan untuk melakukan ekspansi pasar ke Singapura melalui pendampingan standar ekspor oleh Balai Karantina Sumatera Selatan (Sumsel).

    Langkah ini diambil guna mengoptimalkan potensi besar sektor peternakan di Banyuasin yang memiliki populasi hingga 400.000 ayam petelur di satu unit usaha saja.

    Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah menyampaikan jika verifikasi kesiapan ekspor sangat penting untuk memastikan komoditas telur ayam konsumsi ini dapat diterima oleh otoritas negara tujuan.

    “Kita pastikan telur ayam asal Sumsel bisa ekspor dan diterima oleh negara tujuan, sebagaimana komoditas unggulan lainnya seperti kelapa, kopi, dan sawit,” ujar Sri Endah, Selasa (20/1/2026).

    Ia mengatakan hasil peninjauan menunjukkan bahwa fasilitas produksi telah menerapkan standar biosekuriti dan manajemen pemeliharaan yang sesuai dengan indikator keamanan pangan internasional.

    “Dari kelengkapan dokumen yang telah dimiliki, unit usaha ini dirasa sudah cukup siap untuk ekspor, selanjutnya perlu memenuhi persyaratan spesifik sesuai negara tujuan,” katanya.

    Sejalan dengan itu, Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumsel, Jafrizal menuturkan pemenuhan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) level 1 menjadi jaminan kualitas bagi produk tersebut.

    “Hal tersebut menunjukkan bahwa unit usaha memiliki kepatuhan tinggi terhadap persyaratan teknis sehingga produknya memenuhi semua standar keamanan pangan asal hewan,” tuturnya.

    Dirinya juga memastikan bahwa peternakan yang menjadi sentra produksi ini telah mengantongi sertifikat bebas Avian Influenza dan bebas Salmonella.

    Di sisi lain, pemilik unit usaha peternakan, Niko menjelaskan jika pembukaan jalur ekspor ini sedang memasuki tahap penyelesaian teknis dengan pihak logistik.

    “Saat ini kami sedang proses negosiasi dengan pihak pengiriman agar dapat mengangkut telur ke Singapura,” pungkasnya.

  • Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek BMT Patroli Titik Rawan Kriminalitas di Perbatasan

    Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek BMT Patroli Titik Rawan Kriminalitas di Perbatasan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

     

    Personel Polsek Buay Madang Timur Polres OKU Timur melaksanakan Kegiatan Rutin Kepolisian Yang Ditingkatkan (KRYD), Patroli antisipasi 3 C, di titik rawan tindak pidana, di perbatasan Desa Tambak Boyo,  Kecamatan BMT dengan Desa Sumber Suko Kecamatan Belitang I.

     

    Giat patroli titik rawan di perbatasan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Mulyono, Aipda Agus Tralia, Brigadir Iswan, dan Bripda Dekya Kevin Titara.

     

    Patroli antisipasi 3C tak hanya dilakukan di wilayah perbatasan. Polsek BMT juga menggelar patroli subuh di jalan Desa Karang Tengah, pada Selasa (20/01/2026), sekitar Pukul 04.00 WIB – Pukul 06.00 WIB. Dengan giat patroli antisipasi 3C, KRYD, sambang, dan mitigasi Karhutla, yang dilaksanakan oleh Aiptu Mulyono, Aipda Agus Tralia, Brigadir Iswan, dan Bripda Dekya Kevin Titara.

     

    Kemudian, Pada Selasa (20/01/2026) sekitar Pukul 09.00 WIB – Pukul 11.00 WIB, giat patroli dilaksanakan di Jalan Desa Karang Tengah, oleh Aiptu Heri Hariyanto, Aipda Syahrul Munir, Aipda Zulkifli, Bripka Berlin Mandala, dan Brigpol Ahmad Yani Dinata.

     

    Kegiatan dengan sasaran Miras, Premanisme, Senpi. Sajam, Narkoba, Curanmor, curas, curat, dan penyakit masyarakat lainnya, dipimpin oleh Kapolsek BMT Iptu Swisspo diawali dengan apel pengecekan personel.

     

    “KRYD ini merupakan operasi rutin dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” Ungkap Iptu Swisspo.

     

    Iptu Swisspo menambahkan, bahwa Pelaksanaan KRYD juga bertujuan untuk mengurangi pontensi gangguan Kamtibmas, yang di harapkan bisa menekan niat pelaku tindak kriminal untuk melancarkan aksinya.

     

    “Guna menjaga situasi Kamtibmas, kami mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

  • Libatkan Industri, SMK Negeri 2 Palembang Perketat Ujian Kompetensi Siswa

    Libatkan Industri, SMK Negeri 2 Palembang Perketat Ujian Kompetensi Siswa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —SMK Negeri 2 Palembang memastikan pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Mandiri berjalan sesuai standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Komitmen tersebut diwujudkan dengan melibatkan perusahaan sebagai penguji eksternal guna menjamin mutu serta kredibilitas kompetensi lulusan.

    Kepala SMK Negeri 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan industri dalam UKK Mandiri menjadi langkah penting untuk memastikan kompetensi siswa benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan standar profesional.

    “UKK Mandiri melibatkan pihak perusahaan sebagai penguji sekolah atau DUDI. Ini menjadi bagian penting dalam menjamin bahwa kompetensi yang diuji sesuai dengan tuntutan dunia kerja,” ujarnya.

    Namun demikian, Suparman menegaskan tidak semua perwakilan perusahaan dapat langsung bertindak sebagai penguji. Peran industri juga dapat dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berfungsi sebagai observer atau pengamat.

    “Observer dari LSP tidak memiliki kewenangan menguji, kecuali yang bersangkutan telah memiliki sertifikat asesor resmi,” jelasnya.

    Ia menambahkan, asesor yang telah memiliki sertifikat, khususnya di bidang otomotif, diharapkan tidak menguji di SMK Negeri 2 Palembang, melainkan di sekolah lain. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga objektivitas dan independensi penilaian.

    Lebih lanjut, Suparman menjelaskan bahwa pelaksanaan UKK di SMK Negeri 2 Palembang mengacu pada skema LSP P1 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama). Skema ini menjadi bentuk pengakuan resmi bahwa siswa telah menjalani proses pembelajaran dan pelatihan selama tiga tahun di sekolah kejuruan.

    Adapun persyaratan mengikuti UKK tergolong ketat. Siswa wajib mengikuti seluruh proses pembelajaran sejak semester satu hingga semester lima, serta telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama satu semester.

    “UKK wajib diikuti seluruh siswa. Ini bukan sekadar ujian, tetapi pembuktian kompetensi sebelum mereka terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

    Pada tahun ini, sekitar 800 siswa SMK Negeri 2 Palembang dijadwalkan mengikuti UKK yang akan dilaksanakan pada April mendatang. Ujian tersebut melibatkan sembilan program keahlian, dengan materi dan teknis pelaksanaan disesuaikan dengan standar kompetensi masing-masing jurusan.

    Melalui pelaksanaan UKK Mandiri yang melibatkan industri dan LSP, SMK Negeri 2 Palembang berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata, terukur, dan siap bersaing di dunia kerja. Langkah ini sekaligus menegaskan peran SMK sebagai pencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri.

  • Dalih Jemput Istri, ‘Andre Tabes’ Penumpang Ngaku Oknum Polisi Bawa Kabur Motor Ojol

    Dalih Jemput Istri, ‘Andre Tabes’ Penumpang Ngaku Oknum Polisi Bawa Kabur Motor Ojol

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Malang dialami seorang driver ojek online di Palembang ini. Alih-alih menerima penumpang dari orang yang mengaku sebagai anggota Polisi, sepeda motor miliknya malah dibawa kabur pelaku.

    Tidak terima sudah menjadi korban penggelapan motor, membuat korban yakni Herdi Gunawan (18), warga Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (19/1/2026).

    Di mana diketahui modus pelaku yakni meminjam sepeda motor driver Ojol untuk menjemput istrinya, namun minta diantar terlebih dahulu ke Polrestabes Palembang. Korban yang percaya, hanya bisa meminjamkan sepeda motor miliknya. Namun hingga kini tak kunjung dikembalikan.

    Kepada petugas, korban menuturkan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Perumahan Ogan Permai, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, pada Senin (19/1/2026), sekitar pukul 15.00 WIB.

    Di mana, berdasarkan keterangan pelapor, bahwa terlapor (lidik) merupakan penumpang ojek dari pelapor. Saat tiba di TKP terlapor meminjam sepeda motor korban untuk menjemput istri.

    “Pelaku ini pinjam motor dengan alasan jemput istrinya,” ungkapnya.

    Setelah motor dipinjam, dan ditunggu-tunggu terlapor tidak mengembalikan sepeda motor korban. “Dia bilang ‘tanyo Bae Andre Tabes, tau Galo’. Dia bilang begitu saat pinjam motor saya,” katanya.

    Atas peristiwa tersebut, korban harus kehilangan sepeda motor jenis Yamaha NMAX nomor polisi BG 6734 JAX yang ditafsir sebesar Rp 18 juta.

    Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Hendra membenarkan adanya laporan korban terkait penggelapan.

    “Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” tuturnya. (ANA)

  • UPGRIP Tegaskan Arah Pengembangan S2: Relevan dengan Dunia Kerja dan Kepemimpinan

    UPGRIP Tegaskan Arah Pengembangan S2: Relevan dengan Dunia Kerja dan Kepemimpinan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penguatan dan pengembangan program magister (S2) yang selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan, dunia kerja, serta kepemimpinan profesional.

    Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Badan Pengurus (BP) PGRI Universitas PGRI Palembang, Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H., melalui Wakil Ketua BPH BP PGRI UPGRIP, Drs. H. Lukman Haris, M.Si., menyampaikan bahwa UPGRIP secara konsisten memperkuat perannya dalam pengembangan SDM berkualitas, khususnya melalui penyelenggaraan pendidikan jenjang magister yang relevan dengan tuntutan zaman.

    “Saat ini Universitas PGRI Palembang menyelenggarakan sejumlah Program Studi Magister (S2), yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Matematika, Pendidikan Olahraga, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, dari berbagai program magister yang tersedia, Magister Manajemen Pendidikan menjadi program yang paling diminati. Tingginya animo mahasiswa menunjukkan besarnya kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajerial di bidang pendidikan.

    Program tersebut dinilai strategis karena membuka peluang peningkatan jenjang karier, mulai dari kepala sekolah, pejabat struktural, hingga berbagai posisi kepemimpinan lainnya, baik di lingkungan pendidikan maupun birokrasi.

    Lebih lanjut, Lukman Haris menerangkan bahwa secara kelembagaan, program magister di Universitas PGRI Palembang berada di bawah dua naungan. Program Magister Pendidikan Matematika, Pendidikan Olahraga, dan PGSD berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sementara itu, Program Pascasarjana menaungi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Manajemen Pendidikan.

    Ia menambahkan, pengembangan institusi tidak berhenti pada program studi yang telah ada. UPGRIP terus mengkaji rencana pembukaan program studi baru secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan masyarakat, kebutuhan dunia kerja, serta arah kebijakan pendidikan nasional.

    “Langkah ini merupakan bagian dari strategi Universitas PGRI Palembang untuk memastikan setiap program studi yang dibuka benar-benar relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kualitas dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

  • Gubernur Tekankan Perbaikan Infrastruktur, Bupati Perkuat Solidaritas di Momen HUT OKU Timur ke-22

    Gubernur Tekankan Perbaikan Infrastruktur, Bupati Perkuat Solidaritas di Momen HUT OKU Timur ke-22

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur memperingati Hari Jadi ke-22 melalui Rapat Paripurna ke-16 DPRD OKU Timur, pada Senin (19/0/2026).

     

    Mengusung tema Melangkah Bersama, Maju Lebih Cepat dalam Bingkai Kemuliaan, Rapat ini dibuka secara langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten OKU Timur, Hermanto.

     

    Peringatan HUT kali ini berlangsung dengan suasana reflektif, menyusul bencana banjir yang baru saja melanda sejumlah wilayah di OKU Timur pada awal Januari lalu.

     

    Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang hadir menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-22 kepada Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Deru mengapresiasi berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih, yang menurutnya mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap daerahnya.

     

    Gubernur menegaskan, capaian yang telah diraih harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.

     

    Memasuki tahun 2026, Deru meminta agar seluruh infrastruktur yang belum selesai dapat segera dituntaskan, serta infrastruktur yang mengalami kerusakan segera direhabilitasi.

     

    Gubernur menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan produktivitas masyarakat, seperti jalan dan jembatan penghubung, agar aktivitas ekonomi, pertanian, dan distribusi hasil produksi warga dapat berjalan lebih lancar dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat OKU Timur.

     

    Bupati OKU Timur, Lanosin, menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan hanya momentum mengenang perjalanan daerah, tetapi juga saat yang tepat untuk meneguhkan kepedulian dan kebersamaan, terutama setelah masyarakat menghadapi ujian bencana.

     

    “Di usia ke-22 ini, kita patut bersyukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih. Namun pada saat yang sama, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap saudara-saudara kita yang baru saja terdampak bencana banjir,” ujar Bupati.

     

    Selama lebih dari dua dekade, Kabupaten OKU Timur terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, hingga berbagai penghargaan tingkat nasional. Meski demikian, Bupati menekankan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan.

     

    Lanosin menyampaikan, permohonan maaf kepada masyarakat, apabila dalam perjalanan pembangunan masih terdapat kekurangan. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan serta menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih responsif.

     

    Perhatian khusus disampaikan terhadap banjir akibat luapan Sungai Muara Balak, Sungai Macak, dan Sungai Rengas yang terjadi pada 08 Januari 2026. Bencana tersebut mengakibatkan ribuan rumah warga tergenang, lahan pertanian terdampak, serta kerusakan pada infrastruktur dan fasilitas umum.

     

    “Momentum hari jadi ini hendaknya menjadi pengingat bahwa kekuatan kita ada pada kebersamaan. Bukan sekadar empati dalam kata-kata, tetapi gotong royong dan langkah nyata untuk membantu pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat pascabanjir,” tegasnya.

     

    Bupati mengajak seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintah, DPRD, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk memperkuat solidaritas agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan OKU Timur mampu bangkit kembali dengan lebih kuat.

     

    Pada momen Rapat Paripurna tersebut, juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian sejumlah jembatan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Infrastruktur yang diresmikan meliputi Jembatan Gantung Negeri Sakti Kecamatan Cempaka, Jembatan Jatimulya II Kecamatan Madang Suku II, serta Jembatan Desa Persiapan Sukajaya–Sukamaju Kecamatan Buay Madang Timur. Keberadaan jembatan-jembatan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

     

    Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten OKU Timur, acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan pembangunan daerah, dengan harapan OKU Timur terus tumbuh sebagai daerah yang tangguh dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

  • Buron 8 Bulan, Pencuri Motor dan Tabung Gas Ditangkap

    Buron 8 Bulan, Pencuri Motor dan Tabung Gas Ditangkap

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuasin menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada pertengahan tahun lalu. Tersangka berinisial AT (22) warga Pilip 3, Desa Taja Raya I, Kecamatan Betung.

    Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ilham mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku setelah pihaknya menerima laporan dari korban berinisial A (24).

    Aksi pencurian terjadi Desa Taja Raya I, Kecamatan Betung, Sabtu 17 Mei 2025 sekitar pukul 06.30 WIB. Akibat dari peristiwa tersebut korban kehilangan sejumlah barang dari gudang belakang rumahnya

    Menurut laporan korban, pelaku merusak kunci pintu gudang dan mengambil 2 tabung gas 3 kg, 3 jerigen minyak pertalite (total 35 liter), serta 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam dengan nopol BG 2777 JC.

    Berdasarkan laporan tersebut, Ilham memerintahkan timnya untuk melakukan penyelidikan. Upaya pembongkaran kasus ini akhirnya membuahkan hasil pada Rabu dini hari, 14 Januari 2026.

    Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Joko Prakoso menangkap tersangka di Pilip 3, Desa Taja Raya I, Kecamatan Betung, sekitar pukul 01.30 WIB.

    “Setelah dilakukan penyelidikan, kami dapat mengidentifikasi dan menangkap tersangka AT. Pelaku saat ini telah diamankan bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Banyuasin,” ungkap Ilham.

    Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan arang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul yang dicuri serta 1 buah BPKB kendaraan tersebut.

    “Motif kejahatan ini diduga kuat akibat faktor ekonomi,” kata Ilham.

    Satreskrim Polres Banyuasin telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan tindak pidana lain yang dilakukan tersangka.

    “Kami juga melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap tersangka dan saksi-saksi, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),” tutur Ilham.

    Dengan ditangkapnya AT, diharapkan kasus ini dapat segera diselesaikan secara hukum dan memberikan efek jera, sekaligus menimbulkan rasa aman bagi masyarakat. Polres Banyuasin juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengamankan barang berharga di tempat yang aman. (ANA)

  • Sejumlah Desa di OKI Terendam Banjir Setinggi Lutut, Aktivitas Masyarakat Terhambat

    Sejumlah Desa di OKI Terendam Banjir Setinggi Lutut, Aktivitas Masyarakat Terhambat

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Camat Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Indra Husin, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir, pada Minggu (18/1/2026).

    Pemantauan tersebut dilakukan di Desa Terusan Menang dan Desa Belanti, dua wilayah yang terdampak cukup parah akibat luapan sungai.

    Banjir merendam pemukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai, dengan ketinggian air mencapai sebatas betis orang dewasa. Sehingga mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

    Indra menyampaikan, bahwa pihak Kecamatan telah melakukan pendataan terhadap warga terdampak, mengimbau masyarakat untuk mengamankan, serta mengevakuasi perabotan rumah tangga.

    Pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat, guna menyiagakan tenaga kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

    “Data warga terdampak selanjutnya akan kami serahkan kepada dinas terkait sebagai bahan laporan dan tindak lanjut penanganan banjir,” ujar Indra Husin.

    Adapun desa-desa yang terdampak banjir meliputi Desa Ulak Jermun, Mangunjaya, Terusan Menang, dan Belanti.

    Pemerintah kecamatan berharap kondisi banjir segera surut. Masyarakat terdampak diharapkan tetap waspada dan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini. (ANA)