Tembus 17 Ton per Hari, Sentra Telur Banyuasin Siap Ekspansi ke Pasar Singapura

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Karantina Sumatera Selatan (Sumsel) saat meninjau peternakan di Desa Mukut, Banyuasin. Foto: Karantina Sumsel

Balai Karantina Sumatera Selatan (Sumsel) saat meninjau peternakan di Desa Mukut, Banyuasin. Foto: Karantina Sumsel

 

SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Kapasitas produksi telur ayam di Kabupaten Banyuasin yang mencapai 17 ton per hari kini tengah dipersiapkan untuk melakukan ekspansi pasar ke Singapura melalui pendampingan standar ekspor oleh Balai Karantina Sumatera Selatan (Sumsel).

Langkah ini diambil guna mengoptimalkan potensi besar sektor peternakan di Banyuasin yang memiliki populasi hingga 400.000 ayam petelur di satu unit usaha saja.

Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah menyampaikan jika verifikasi kesiapan ekspor sangat penting untuk memastikan komoditas telur ayam konsumsi ini dapat diterima oleh otoritas negara tujuan.

“Kita pastikan telur ayam asal Sumsel bisa ekspor dan diterima oleh negara tujuan, sebagaimana komoditas unggulan lainnya seperti kelapa, kopi, dan sawit,” ujar Sri Endah, Selasa (20/1/2026).

Ia mengatakan hasil peninjauan menunjukkan bahwa fasilitas produksi telah menerapkan standar biosekuriti dan manajemen pemeliharaan yang sesuai dengan indikator keamanan pangan internasional.

“Dari kelengkapan dokumen yang telah dimiliki, unit usaha ini dirasa sudah cukup siap untuk ekspor, selanjutnya perlu memenuhi persyaratan spesifik sesuai negara tujuan,” katanya.

Sejalan dengan itu, Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumsel, Jafrizal menuturkan pemenuhan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) level 1 menjadi jaminan kualitas bagi produk tersebut.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa unit usaha memiliki kepatuhan tinggi terhadap persyaratan teknis sehingga produknya memenuhi semua standar keamanan pangan asal hewan,” tuturnya.

Dirinya juga memastikan bahwa peternakan yang menjadi sentra produksi ini telah mengantongi sertifikat bebas Avian Influenza dan bebas Salmonella.

Di sisi lain, pemilik unit usaha peternakan, Niko menjelaskan jika pembukaan jalur ekspor ini sedang memasuki tahap penyelesaian teknis dengan pihak logistik.

“Saat ini kami sedang proses negosiasi dengan pihak pengiriman agar dapat mengangkut telur ke Singapura,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lakukan Curas MM Ditangkap Anggota Reskrim Polsek SU II, Palembang
Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi
Polda Sumsel Dalami Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura, Polisi Tegaskan Penanganan Objektif dan Transparan
Sidang Kasus Penipuan, Terdakwa Akui Rp700 Juta Dana Kredit Dipakai untuk Modal Nyaleg
Muka Air Rawa Menurun, Sumsel Genjot Produksi Padi Targetkan 4 Juta Ton GKG pada 2026
Hakim Tegaskan Saksi yang Pernah Ikuti Sidang Harus Diberitahukan, Tergugat Keberatan atas Kesaksian Dwi Handayani
Ciptakan Kepedulian, Hadirkan Harapan, Astra Motor Sumsel Gelar Donor Darah HUT ke-56
Kejari Palembang Periksa 51 Saksi, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Terus Didalami

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:01 WIB

Lakukan Curas MM Ditangkap Anggota Reskrim Polsek SU II, Palembang

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:58 WIB

Polda Sumsel Dalami Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura, Polisi Tegaskan Penanganan Objektif dan Transparan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:57 WIB

Sidang Kasus Penipuan, Terdakwa Akui Rp700 Juta Dana Kredit Dipakai untuk Modal Nyaleg

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:48 WIB

Hakim Tegaskan Saksi yang Pernah Ikuti Sidang Harus Diberitahukan, Tergugat Keberatan atas Kesaksian Dwi Handayani

Berita Terbaru

Kota Palembang

Lakukan Curas MM Ditangkap Anggota Reskrim Polsek SU II, Palembang

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:01 WIB

Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi

Kota Palembang

Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB