SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —SMK Negeri 2 Palembang memastikan pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Mandiri berjalan sesuai standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Komitmen tersebut diwujudkan dengan melibatkan perusahaan sebagai penguji eksternal guna menjamin mutu serta kredibilitas kompetensi lulusan.
Kepala SMK Negeri 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan industri dalam UKK Mandiri menjadi langkah penting untuk memastikan kompetensi siswa benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan standar profesional.
“UKK Mandiri melibatkan pihak perusahaan sebagai penguji sekolah atau DUDI. Ini menjadi bagian penting dalam menjamin bahwa kompetensi yang diuji sesuai dengan tuntutan dunia kerja,” ujarnya.
Namun demikian, Suparman menegaskan tidak semua perwakilan perusahaan dapat langsung bertindak sebagai penguji. Peran industri juga dapat dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berfungsi sebagai observer atau pengamat.
“Observer dari LSP tidak memiliki kewenangan menguji, kecuali yang bersangkutan telah memiliki sertifikat asesor resmi,” jelasnya.
Ia menambahkan, asesor yang telah memiliki sertifikat, khususnya di bidang otomotif, diharapkan tidak menguji di SMK Negeri 2 Palembang, melainkan di sekolah lain. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga objektivitas dan independensi penilaian.
Lebih lanjut, Suparman menjelaskan bahwa pelaksanaan UKK di SMK Negeri 2 Palembang mengacu pada skema LSP P1 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama). Skema ini menjadi bentuk pengakuan resmi bahwa siswa telah menjalani proses pembelajaran dan pelatihan selama tiga tahun di sekolah kejuruan.
Adapun persyaratan mengikuti UKK tergolong ketat. Siswa wajib mengikuti seluruh proses pembelajaran sejak semester satu hingga semester lima, serta telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama satu semester.
“UKK wajib diikuti seluruh siswa. Ini bukan sekadar ujian, tetapi pembuktian kompetensi sebelum mereka terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan,” tegasnya.
Pada tahun ini, sekitar 800 siswa SMK Negeri 2 Palembang dijadwalkan mengikuti UKK yang akan dilaksanakan pada April mendatang. Ujian tersebut melibatkan sembilan program keahlian, dengan materi dan teknis pelaksanaan disesuaikan dengan standar kompetensi masing-masing jurusan.
Melalui pelaksanaan UKK Mandiri yang melibatkan industri dan LSP, SMK Negeri 2 Palembang berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata, terukur, dan siap bersaing di dunia kerja. Langkah ini sekaligus menegaskan peran SMK sebagai pencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri.

















