Angka DBD di Sumsel Sepanjang 2024 Alami Kenaikan

- Redaksi

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Kesehatan Provinsi Sumse. (Foto: Tia)

Gedung Dinas Kesehatan Provinsi Sumse. (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat sepanjang tahun 2024 angka demam berdarah dengue (DBD) alami kenaikan, yakni mencapai 6.263 kasus dan 37 di antaranya meninggal dunia.

“Sepanjang 2024 ada 6.263 kasus DBD, 37 diantaranya alami kematian. Angka ini naik drastis dibandingkan beberapa tahun sebelumnya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa Ogahtiyah pada, Selasa (4/2/2025).

Ira mengatakan jika Kota Palembang merupakan wilayah penyumbang tertinggi yakni mencapai angka 1.268 kasus dan 14 orang meninggal dunia.

“Selain Palembang, jumlah kasusnya yang tinggi pada 2024 ada Banyuasin 634 kasus, Muba 507 kasus, OKU Timur 503 kasus, Prabumulih 455 kasus, OKU 412 kasus, Ogan Ilir 369 kasus, Muara Enim 361 kasus, Lahat 323 kasus, Lubuklinggau 284 kasus, OKI 279 kasus, Empat Lawang 194 kasus, OKU Selatan 152 kasus, PALI 151 kasus, Mura 146 kasus, Muratara 141 kasus, dan Pagar Alam 84 kasus,” katanya.

Sementara untuk jumlah kematian sebarannya di Palembang 14 kematian, OKU 8 kematian, Banyuasin 4 kematian, Muba dan Ogan Ilir masing-masing 3 kematian, dan OKU Selatan 2 kematian. Kemudian Muratara, Pagar Alam, dan Lahat masing-masing 1 kematian.

“Meski angka kematian 2024 lebih banyak, namun secara case fatality rate (CFR) lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Persentase CFR 2024 0,59, tahun sebelumnya 0,70 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan berbagai upaya pencegahan juga terus dilakukan untuk meminimalisir kasus DBD di Sumsel.

“Upaya pencegahan terus dilakukan agar kasusnya tidak terus naik, seperti sosialisasi masif melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat pembersihan tempat air, pemeliharaan ikan pemakan jentik dan fogging,” jelasnya.

Ia berharap, dengan upaya tersebut dapat mengurangi risiko DBD. Pihaknya juga telah merencanakan distribusi larvasida DBD, insektisida cynoff dan RDT chikungunya.

“Kita harapkan warga menggunakan lotion pengusir nyamuk dan memasang kelambu. Pengendalian juga akan dilakukan dengan pengembangan wolbachia yang mampu menurunkan kesakitan dengue hingga 77 persen, hospitalisasi 86 persen, dan imunisasi dengue,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

UNESCO Akui Kebaya, DPP PIM Konsolidasikan Gerakan Nasional Bersama Ribuan Perempuan Sumsel
Pertamina Patra Niaga Perluas Dampak Program Hidroponik Melalui Penguatan Kapasitas Warga
Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau
Penyamaran Berujung Bui, Dua Residivis Pembobol Rumah di Sako Diciduk Sehari Usai Gondol Uang Rp50 Juta
Rakerda IWAPI Sumsel Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global
Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi
Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Motor di Kantor Dinas Perkim Palembang Berujung Laporan ke Polisi

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:31 WIB

UNESCO Akui Kebaya, DPP PIM Konsolidasikan Gerakan Nasional Bersama Ribuan Perempuan Sumsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WIB

Penyamaran Berujung Bui, Dua Residivis Pembobol Rumah di Sako Diciduk Sehari Usai Gondol Uang Rp50 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:55 WIB

Rakerda IWAPI Sumsel Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:48 WIB

Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi

Berita Terbaru