PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sumatera Selatan menegaskan komitmennya mencetak perempuan pengusaha yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026. Forum tahunan ini menjadi ajang menyusun program strategis organisasi sekaligus memperkuat kapasitas anggota agar mampu menjawab tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Rakerda dihadiri Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA, Ketua DPD IWAPI Sumsel Ir. Romiana Hidayati, Ketua Kadin Sumsel H. Affandi Udjie, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumsel M. Zaki Aslam, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel Mega, serta pengurus IWAPI dari kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.
Ketua DPD IWAPI Sumsel, Ir. Romiana Hidayati mengatakan, Rakerda merupakan forum penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merancang langkah strategis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha perempuan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama organisasi, tidak hanya melalui penguatan kemampuan berwirausaha, tetapi juga keterampilan komunikasi, public speaking, etika bisnis, hingga personal branding.
“Program yang sedang kita jalankan merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kualitas para pelaku usaha agar semakin berkembang dan memiliki daya saing. Kami ingin anggota IWAPI mampu memperkenalkan produknya dengan baik, membangun kepercayaan konsumen, dan memperluas pasar,” ujar Romiana.
Ia berharap hasil Rakerda tidak berhenti sebagai keputusan organisasi, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi seluruh anggota.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA menegaskan Rakerda memiliki peran strategis sebagai forum komunikasi antara DPP, DPD, dan DPC untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan program kerja organisasi.
“Rakerda sangat penting karena menjadi forum komunikasi sekaligus evaluasi terhadap program yang telah berjalan agar ke depan semakin baik dan lebih bermanfaat bagi anggota,” katanya.
Nita menilai Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak perempuan pengusaha sukses. Kekayaan kuliner, kain songket, jumputan, hasil kerajinan, hingga sumber daya alam menjadi modal besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Ibu-ibu harus bangga karena Sumatera Selatan memiliki kekayaan luar biasa. Mari kita angkat seluruh potensi daerah ini agar semakin dikenal masyarakat luas, bahkan dunia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, IWAPI yang telah berusia 51 tahun kini memiliki sekitar 40 ribu anggota di seluruh Indonesia. Sebanyak 98 persen anggotanya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan dua persen lainnya merupakan pengusaha berskala besar dari berbagai sektor, termasuk industri kosmetik dan manufaktur.
Menurutnya, IWAPI juga terus memperluas jaringan internasional. Setelah memiliki perwakilan di Malaysia, organisasi tersebut tengah mempersiapkan pembukaan perwakilan di Singapura, Korea Selatan, dan Australia.
“Saya yakin dari Sumatera Selatan akan lahir perempuan-perempuan pengusaha yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha berskala besar,” katanya.
Nita mengakui tantangan terbesar yang masih dihadapi perempuan pengusaha saat ini adalah adaptasi terhadap digitalisasi. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota IWAPI memanfaatkan teknologi sebagai peluang untuk memperluas pasar.
“Peluang masih terbuka lebar. Untuk itu, saya mengajak seluruh anggota IWAPI untuk beradaptasi dengan digitalisasi sebagai sarana memperluas pasar, menjadikan inovasi sebagai budaya, serta meningkatkan kualitas sebagai standar utama produk Indonesia. IWAPI tidak boleh diam. IWAPI harus terus bergerak, tidak hanya menguasai pasar lokal, tetapi juga menembus pasar ekspor, memperluas akses pembiayaan, memanfaatkan teknologi digital, serta mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kadin Sumsel H. Affandi Udjie mengapresiasi konsistensi IWAPI dalam membina perempuan pelaku usaha. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah.
“Saya mengajak seluruh anggota IWAPI tidak hanya membangun bisnis yang sukses, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat. Selamat melaksanakan Rakerda, semoga menghasilkan keputusan terbaik dan membawa keberkahan bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Affandi.
Melalui Rakerda 2026, IWAPI Sumsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, memperluas jejaring usaha, mendorong transformasi digital, serta melahirkan perempuan-perempuan pengusaha yang mandiri, produktif, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan hingga tingkat global.
Editor : Jaks

















