Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya menjadikan pengelolaan karbon hutan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI yang membahas penguatan tata kelola perizinan pemanfaatan penyerapan karbon hutan produksi di Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah II Palembang, Jumat (17/7/2026).

 

Dalam forum tersebut, Cik Ujang menekankan bahwa pengembangan nilai ekonomi karbon (NEK) harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Menurutnya, pengelolaan karbon tidak boleh hanya berorientasi pada perdagangan karbon, tetapi juga harus menjadi instrumen pelestarian hutan dan peningkatan ekonomi daerah.

 

“Provinsi Sumsel memiliki komitmen kuat mendukung agenda nasional mitigasi perubahan iklim melalui instrumen Nilai Ekonomi Karbon. Kebijakan ini harus mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Cik Ujang.

 

Ia menjelaskan, Sumsel telah mendukung implementasi berbagai regulasi nasional, mulai dari Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon hingga Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 mengenai Tata Cara Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan.

 

Cik Ujang juga mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan tersebut mulai membuahkan hasil melalui Sumatera Merang Peatland Project (SMPP) di Kabupaten Musi Banyuasin yang dikelola PT Global Alam Lestari. Proyek tersebut telah memperoleh persetujuan penerbitan kredit karbon Non-SPE GRK dan menjadi salah satu proyek percontohan nasional.

 

“Proyek ini membuktikan bahwa perlindungan serta restorasi gambut dapat menghasilkan nilai ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian hutan,” katanya.

 

Menurut Cik Ujang, tata kelola karbon hutan harus berpegang pada dua prinsip utama, yakni menjaga ekosistem melalui pemulihan gambut, pencegahan kebakaran hutan, dan perlindungan keanekaragaman hayati, serta memastikan masyarakat memperoleh manfaat melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan layanan pendidikan, penyediaan fasilitas sosial, hingga mekanisme pembagian manfaat yang adil.

 

Ia menyebut, berdasarkan data tutupan lahan tahun 2024, Sumsel memiliki potensi cadangan karbon sekitar 416 juta ton. Potensi tersebut dinilai menjadi modal strategis untuk mendukung target penurunan emisi nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi hijau.

 

Karena itu, Cik Ujang berharap Komisi IV DPR RI dapat memperkuat regulasi dan pengawasan agar implementasi kebijakan nilai ekonomi karbon berjalan transparan, akuntabel, serta terhindar dari praktik greenwashing.

 

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Tim Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan bersama sejumlah anggota Komisi IV DPR RI. Turut hadir Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti, jajaran Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Sumsel, serta para pemangku kepentingan di bidang kehutanan dan ekonomi karbon.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Penyamaran Berujung Bui, Dua Residivis Pembobol Rumah di Sako Diciduk Sehari Usai Gondol Uang Rp50 Juta
Rakerda IWAPI Sumsel Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global
Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi
Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Motor di Kantor Dinas Perkim Palembang Berujung Laporan ke Polisi
Night Ride Palembang Darussalam, Astra Motor Sumsel Kenalkan New Honda Vario Evo 160 kepada Komunitas
ARYADUTA Palembang Tawarkan Promo Eksklusif di Sumsel Wedding Expo 2026, Gratis Akad hingga Photobooth
Dianiaya Istri Sirih, Pria Ini Lapor Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WIB

Penyamaran Berujung Bui, Dua Residivis Pembobol Rumah di Sako Diciduk Sehari Usai Gondol Uang Rp50 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:55 WIB

Rakerda IWAPI Sumsel Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:48 WIB

Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:23 WIB

Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu

Berita Terbaru