Pertamina Patra Niaga Perluas Dampak Program Hidroponik Melalui Penguatan Kapasitas Warga

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Sayuran segar yang dahulu hanya dibeli di pasar kini mulai dipanen sendiri oleh ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Kemang Agung, Kota Palembang. Melalui pendampingan berkelanjutan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Palembang, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Hidroponik binaan kini mampu memenuhi kebutuhan sayuran sehat keluarga sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari penjualan hasil panen kepada masyarakat sekitar.

 

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi sejak 2020 dan diaktifkan kembali pada 2025 terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas kelompok. Salah satunya melalui kegiatan Sharing Knowledge yang mempertemukan 15 anggota dari KUB Hidroponik RW 04 RT 18 dan RW 02 RT 08 bersama mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Sriwijaya (UNSRI) pada Senin (13/7).

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari teknik pembibitan dan penyemaian berbagai jenis sayuran hidroponik, seperti pakcoy, selada, kangkung, dan sawi. Mahasiswa Agribisnis UNSRI juga memberikan pembekalan mengenai pengemasan produk dan pencatatan keuangan sederhana untuk mendukung tata kelola usaha yang lebih baik.

 

Salah satu kelompok binaan, KUB Hidroponik RW 04 RT 18 yang beranggotakan 11 orang, kini mengelola kebun hidroponik berkapasitas 300 lubang tanam dengan produksi sekitar 15 kilogram sayuran setiap bulan. Sebelum program berjalan, sebagian besar anggota yang merupakan ibu rumah tangga hanya membeli sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Kini, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat sekitar sehingga menjadi tambahan penghasilan bagi anggota kelompok.

 

Ketua KUB Hidroponik RW 04 RT 18, Yulaila, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompok.

 

“Kami belajar tidak hanya teknik budidaya, tetapi juga cara mengelola usaha dengan lebih baik. Ilmu yang kami peroleh akan kami bagikan kepada kelompok lain agar hidroponik di Kemang Agung dapat berkembang bersama,” ujarnya.

 

Mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Sriwijaya, Anisa, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berharga.

 

“Kami senang bisa berbagi sekaligus belajar bersama ibu-ibu mitra binaan Pertamina. Diskusi yang terjalin sangat aktif dan memberikan banyak pengalaman baru. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas,” tuturnya.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana, tetapi juga dengan memperkuat kapasitas agar kelompok mampu berkembang secara mandiri.

 

“Kami ingin kelompok binaan tidak hanya mampu mengelola usaha hidroponik, tetapi juga menjadi penggerak yang dapat berbagi pengetahuan kepada kelompok lainnya. Kolaborasi dengan Universitas Sriwijaya diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan,” ujar Rusminto.

 

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Batalkan Rencana Mekanisme Pengawasan Menunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi
Kasat Lantas Polrestabes Palembang: Jangan Ada Lagi Konvoi Dijalan Raya
Pelaku Penombakan Pedagang Pecel Lele di Palembang Ditangkap, Lima Pelaku Lain Diburu
Korupsi Dana Kalibrasi Alkes, Kepala BPFK Jakarta Dituntut 1,5 Tahun
1,55 Kg Sabu, 28 Butir Ekstasi dan 8 Pcs Etomidate Dimusnahkan
Rekam Bagian Intim Anak Penjual Pempek, Pemuda di Palembang Nyaris Diamuk Warga
Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kajati Sumsel Tekankan Penegakan Hukum Berintegritas dan Humanis
Kasir D’Best Didakwa Gelapkan Rp103,8 Juta, Modusnya Edit Struk DANA Pakai Canva

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:53 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Batalkan Rencana Mekanisme Pengawasan Menunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi

Kamis, 3 September 2026 - 21:50 WIB

Kasat Lantas Polrestabes Palembang: Jangan Ada Lagi Konvoi Dijalan Raya

Kamis, 3 September 2026 - 21:48 WIB

Pelaku Penombakan Pedagang Pecel Lele di Palembang Ditangkap, Lima Pelaku Lain Diburu

Kamis, 3 September 2026 - 21:47 WIB

Korupsi Dana Kalibrasi Alkes, Kepala BPFK Jakarta Dituntut 1,5 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 16:08 WIB

1,55 Kg Sabu, 28 Butir Ekstasi dan 8 Pcs Etomidate Dimusnahkan

Berita Terbaru