Ajukan Eksepsi, PH Terdakwa Korupsi Perkebunan Sawit Ungkap Fakta Mengejutkan

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang dengan agenda pembacaan eksepsi. (Photo: Hermansyah)

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang dengan agenda pembacaan eksepsi. (Photo: Hermansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang kasus dugaan korupsi pada sektor Sumber Daya Alam, khususnya Perkebunan Sawit di Musi Rawas yang menjerat lima terdakwa, kembali digelar di Pengadilan Negeri (Tipikor) Palembang, dengan agenda pembacaan Eksepsi, Kamis (19/6/2025).

Adapun dalam perkara ini hanya dua orang terdakwa yang mengajukan eksepsi yaitu, Efendi Suryono dan Bachtiar. Sementara tiga orang terdakwa Saiful Ibna,  Riduan Mukti, Efendi Suryono, Amrullah, tidak mengajukan Eksepsi.

Dalam persidangan dihadapan majelis hakim yang diketuai Pitriadi SH MH, serta dihadiri Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel dan Kejari Musi Rawas, tim kuasa hukum kedua terdakwa secara berganti membacakan Eksepsinya.

Dalam Eksepsi, terdakwa Bachtiar melalui penasehat hukumnya Indra Cahaya SH MH menguraikan, bahwa dakwaan JPU mengadung Cacat Formal,atau mengandung kekeliruan bercara ( Error In Proceduce) serta dakwaan JPU salah susunan.

“Serta dakwaan JPU Juga kami anggap tidak memenuhi ketentuan yang ada didalam pasal 143 ayat (2) KUHAP karena Obscure Lible atau Confuse (membingungkan) atau Misleading  (menyesatkan) yang berakibat sulit bagi terdakwa untuk melakukan pembeelaan diri,“ urai Indra Cahaya, saat bacakan Eksepsi di persidangan.

Selanjutnya, Indra Cahaya, dalam Eksepsinya juga mengungkap, bahwa saat penyidikan perkara ini, ada perbuatan yang tidak terpuji oleh penyidik Kejari Sumsel, yaitu adanya dugaan tindakan pemerasan dan pelanggaran etika penyidikan, yang menjurus ke tindakan menghalangi proses penegakan hukum.

“Di mana dalam proses pemeriksaan tersebut, terdakwa Bahtiyar sempat diminta oleh penyidik untuk menyediakan uang sebanyak Rp 750 juta, agar statusnya hanya sebagai saksi seperti enam Kepala Desa yang lainnya,” tegasnya.

Indra kembali menjelaskan, karena Bahtiyar hanya mampu menyerahkan uang senilai  Rp 400 juta, yang diberikan secara 2 tahap, tahap pertama sebesar Rp 100 juta, dimana uang tersebut akan diserahkan kepada Khaidirman senilai Rp 50 juta, dan selanjutnya Rp 50 untuk Adi Muliawan bersama team.

“Pada bulan Agustus diberikan lagi uang dengan jumlah Rp 300 juta, dengan rincian akan diberikan kepada Khaidirman Rp 100 juta dan team Tipikor Rp 200 juta, termasuk didalamnya untuk Balmento dan Deni, sementara untuk sisanya sebesar Rp 350 juta terdakwa Bahtiyar belum mampu menyediakannya, dan akan diusahakan bila perkara ini sudah tuntas,” urainya saat sampaikan eksepsi.

Namun pada kenyataanya, klien kami ditetapkan sebagai tersangka dan selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap terdakwa pada 11 Maret 2025, akhirnya terdakwa meminta kembali uang yang telah diserahkan kepada penyidik sejumlah Rp 400 juta.

“Akhirnya melalui orang kepercayaan dari team penyidik benama A.Syafri Pradipta disaksikan oleh salah satu penyidik, uang sebesar Rp 400 juta tersebut dikembalikan melalui anak dari terdakwa Bahtiyar yang bernama Leo Saputra pada malam hari tanggal 11 maret 2025,” terang Indra Cahaya.

Dalam eksepsinya, Indra Cahaya juga meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini, untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan Penuntut Umum, karena menututnya dakwaan JPU cacat hukum, cacat prosedur.

“Bebaskan klien kami dari segala dakwaan, segera membebaskan terdakwa dari Rutan Pakjo Palembang,” tutur Indra Cahaya.

Sementara itu, seusai sidang Kasi Pidsus Kejari Musi Rawas Imam Murtadlo mengatakan, hari ini agenda sidang pembacaan Eksepsi dari tiga terdakwa, Efendi Suryono, Bachtiar, Saiful Ibna. Namun pada saat dipersidangan terdakwa Saiful Ibna membatalkan eksepsi dan hanya dua terdakwa yang mengajukan eksepsinya.

“Di dalam Eksepsinya mereka menyatakan bahwa dakwaan JPU salah orang,dakwaan kabur, dakwaan cacat hukum serta mereka menganggap dakwaan JPU tidak sesuai dengan perundang-undangan,” tegas JPU ditemui di PN Palembang.

Iman juga menjelaskan terhadap eksepsi yang diajukan oleh dua terdakwa tersebut, tentu pihaknya tetap pada dakwaan.

“Selanjutnya untuk Eksepsi yang disampaikan oleh kedua terdakwa tersebut, kami  akan menangapinya secara tertulis yang akan kami sampaikan pada sidang pekan depan,” ucapnya. (ANA)

Berita Terkait

Ayah-Anak dan Teman Wanita Jadi Tersangka Begal Anggota Polisi
Harmison Empat Kali Mangkir, Tim Kuasa Hukum Terdakwa Protes Keras
JPU Nilai Pembuktian Cukup, Kuasa Hukum Tetap Minta Hermizon Dihadirkan di Sidang Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu
Gara-gara Knalpot Bising, ER Dibacok Pakai Golok
Curanmor Kabur Bawa Motor Korban, Pelaku Tewas Hantam Tiang Listrik
Angkut 11 Ton Bensin Olahan Ilegal, Hariyanto Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Begal Polisi Saat Nyambi Jadi Ojek Diciduk, Ayah dan Anak Ikut Ditangkap
Sabu 14,7 Kg dan Aliran Dana Rp1,7 Miliar, Angga Prasetyo Diseret ke Meja Hijau

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Ayah-Anak dan Teman Wanita Jadi Tersangka Begal Anggota Polisi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Harmison Empat Kali Mangkir, Tim Kuasa Hukum Terdakwa Protes Keras

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:54 WIB

JPU Nilai Pembuktian Cukup, Kuasa Hukum Tetap Minta Hermizon Dihadirkan di Sidang Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Gara-gara Knalpot Bising, ER Dibacok Pakai Golok

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Curanmor Kabur Bawa Motor Korban, Pelaku Tewas Hantam Tiang Listrik

Berita Terbaru

Ayah-Anak dan Teman Wanita Jadi Tersangka Begal Anggota Polisi

Kota Palembang

Ayah-Anak dan Teman Wanita Jadi Tersangka Begal Anggota Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 11:30 WIB

Sumsel

Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Mahasiswa

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:11 WIB

Sumsel

Pancasila Sebagai Fondasi Karakter Hidup Kita

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:01 WIB

Sumsel

Pancasila dan Aksiku

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:37 WIB