Walikota Prihatin, Warga Pagar Alam Masih Jemur Kopi di Badan Jalan

- Redaksi

Kamis, 8 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Kopi. (Photo: Delta Handoko)

Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Kopi. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Masih banyaknya masyarakat yang menjemur biji kopi di badan jalan, turut mengundang keprihatinan Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni. Pasalnya, selain dapat membahayakan para pengguna jalan, kualitas kopi pun dapat menurun.

“Saat ini kita tengah berupaya meningkatkan kualitas kopi. Jadi kita minta bantuan kepada tokoh masyarakat, agar dapat menyampaikan kepada warga, untuk tidak menjemur buah kopi di badan jalan,” ujar Alpian, saat menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Kopi di Dusun Rempasai, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, kemarin.

Dikatakan Alpian, bila masih ada masyarakat yang menjemur buah kopi di badan jalan, tentu sangat disayangkan bagi penggiat kopi premium, karena rusak oleh hal demikian.

“Ada anggapan, jika kopi Pagar Alam masih tergeletak di tengah jalan, diinjak mobil, untuk itu mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas. Jika perlu Camat bisa membuat sanksi, bagi warga yang masih menjemur kopi di badan jalan,” serunya.

Ia menambahkan, bahwa adanya pembangunan Rumah Produksi Kopi dan Solar Dry di Dusun Rempasai, tentu patut untuk disyukuri, karena Pagar Alam mungkin salah satu daerah yang kerap mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Camat Dempo Selatan Suterimawati menyatakan, jika pihaknya akan menggelar rapat, bersama Lurah dan Ketua RW maupun Ketua RT, dengan agenda membahas masalah penjemuran buah kopi di badan jalan.

“Menindaklanjuti arahan disampaikan Walikota, kita akan mengadakan rapat bersama perangkat Kelurahan. Kalau memang warga masih bersikeras, maka terpaksa harus diberikan sanksi. Tapi terpenting kita tetap kedepankan langkah persuasif, dengan pemberitahuan, peringatan dan teguran terlebih dahulu,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Update Perampokan Sadis Terhadap Petani Kopi Di Pagar Alam, Polres Tetapkan Tiga Pelaku DPO
Tampang Sadis Pelaku Perampokan Petani 62 Tahun di Pagar Alam, Berstatus Pelajar Asal Kabupaten Lahat
Tak Nanggung! Misi Jadi Lumbung Bawang Putih Di Sumsel, Pagar Alam Siapkan Lahan 21 Hektar 
17 Hari Polres Pagar Alam Sukses Selamatkan 7.500 Jiwa Usai Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika
Tergiur Untung Besar, Pria 29 Tahun Simpan 2,3 Kg Ganja di Kost dan Kena Gerebek
Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81
Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia
Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Update Perampokan Sadis Terhadap Petani Kopi Di Pagar Alam, Polres Tetapkan Tiga Pelaku DPO

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Tampang Sadis Pelaku Perampokan Petani 62 Tahun di Pagar Alam, Berstatus Pelajar Asal Kabupaten Lahat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Tak Nanggung! Misi Jadi Lumbung Bawang Putih Di Sumsel, Pagar Alam Siapkan Lahan 21 Hektar 

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:22 WIB

17 Hari Polres Pagar Alam Sukses Selamatkan 7.500 Jiwa Usai Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Tergiur Untung Besar, Pria 29 Tahun Simpan 2,3 Kg Ganja di Kost dan Kena Gerebek

Berita Terbaru

Sumsel

Langkahku untuk Menjadi Generasi Pancasila

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:31 WIB

Sumsel

Ceritaku dalam Lima Sila Pancasila

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:28 WIB