Tinjau Wilayah Terdampak Banjir, Bupati OKI Fokus Pemulihan

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, bersama Ketua TP PKK. Ike Muchendi, saat meninjau wilayah terdampak banjir di Wilayah Lempuing dan Lempuing Jaya. (Photo: Istimewa)

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, bersama Ketua TP PKK. Ike Muchendi, saat meninjau wilayah terdampak banjir di Wilayah Lempuing dan Lempuing Jaya. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi bersama Ketua TP PKK Ike Muchendi meninjau sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Selasa (13/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat langkah pemulihan pasca banjir.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing. Akses menuju desa tersebut masih tergenang air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Di lokasi ini, Bupati Muchendi menyerahkan bantuan sembako dan menyapa warga dari rumah ke rumah yang terdampak banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, Kecamatan Lempuing. Sekitar 70 kepala keluarga sebelumnya dievakuasi ke sekolah tersebut.

Seiring air yang mulai surut, sebagian warga telah kembali ke rumah, sementara sekitar 30 kepala keluarga masih bertahan di pengungsian. Mereka didominasi oleh lansia, perempuan, dan anak-anak.

Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah disambut antusias oleh para pengungsi. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan, terutama terkait layanan kesehatan dan logistik selama berada di pengungsian.

Dalam dialog bersama warga, Muchendi mengatakan banjir yang terjadi kali ini merupakan bagian dari siklus alam yang jarang terjadi. Ia menyebut banjir dengan ketinggian serupa terakhir kali dialami warga sekitar dua dekade lalu.

“Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir sekitar 20 tahun lalu,” kata Muchendi.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Menurut dia, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami hadir untuk membantu dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Mudah-mudahan air segera surut dan aktivitas bisa kembali normal,” ujarnya.

Muchendi juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian.

Selain itu, Muchendi memastikan warga tidak perlu khawatir terkait biaya pengobatan karena telah terjamin melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau ada yang sakit, silakan berobat. Biayanya sudah ditanggung pemerintah,” katanya.

Terkait kebutuhan logistik, Muchendi memastikan pasokan sembako bagi warga di pengungsian tetap tercukupi. Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan bertindak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir.

“Kami mengajak masyarakat tetap bersabar dan saling menguatkan. Jika ada kebutuhan, sampaikan melalui kepala desa atau camat agar segera ditindaklanjuti,” ujar Muchendi.

Terhadap sawah terancam gagal panen, Muchendi mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih agar petani bisa tanam kembali.

Salah seorang pengungsi, Larso (60), mengatakan air mulai naik sejak Kamis pagi. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi ke bangunan sekolah.

“Masih sempat menyelamatkan barang. Setelah itu kami diajak Pak Kades ke sini. Kepala keluarga masih ada di rumah untuk berjaga,” kata Larso.

Pengungsi lainnya, Siti Aminah (45), mengaku bersyukur mendapat tempat evakuasi yang aman meski harus berbagi ruang dengan warga lain. Ia berharap air segera surut agar bisa kembali ke rumah.

“Di sini alhamdulillah aman, makanan kami juga ditanggung tapi tentu ingin cepat pulang. Rumah terendam, dapur dan tempat tidur basah semua,” ujarnya.

Sementara itu, Yanto (58), berharap pemerintah membantu perbaikan fasilitas umum setelah banjir surut. Menurut dia, banjir kali ini menggenangi rumah ibadah dan lahan pertanian warga.

“Kalau air sudah surut, kami harap jalan dan sawah bisa segera diperbaiki. Banyak tanaman yang rusak,” kata Yanto. (ANA)

Berita Terkait

Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
Bermodal Informasi Warga, Polisi Bongkar Bengkel Senjata Ilegal di SP Padang
Video Beredar, Massa Bakar Fasilitas PT BCP di OKI Usai Dugaan Penembakan Warga
Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui Dukungan Infrastruktur dan Percepatan Ekonomi Ramah Lingkungan
Kejari OKI Dalami Dugaan Penyimpangan di BRI Unit Pampangan, Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Belum Perdulinya Sikap OPD OKI Terhadap Peran Jurnalis
Raih Nilai ‘Baik’ dalam Penilaian Pelayanan Publik, RSUD Kayuagung Berikan Kepuasan untuk Masyarakat 

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:02 WIB

Bermodal Informasi Warga, Polisi Bongkar Bengkel Senjata Ilegal di SP Padang

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:01 WIB

Video Beredar, Massa Bakar Fasilitas PT BCP di OKI Usai Dugaan Penembakan Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:11 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui Dukungan Infrastruktur dan Percepatan Ekonomi Ramah Lingkungan

Berita Terbaru

Sumsel

Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:59 WIB

Sumsel

Dari Hal Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:55 WIB

Sumsel

Essay Implementasi Pancasila pada Kehidupan Sehari-hari 

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:49 WIB

Sumsel

Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:43 WIB