Sumsel Pacu Produksi Pertanian, Banyuasin Dibidik Jadi Penghasil Gabah Terbesar Nasional

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Foto: Tia

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengakselerasi produksi pertanian untuk mengejar target masuk tiga besar lumbung pangan nasional dengan mendorong Kabupaten Banyuasin menjadi daerah penghasil gabah terbesar di Indonesia.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa Banyuasin kini mendapat perhatian pemerintah pusat dan diyakini mampu meraih posisi puncak produksi gabah pada tahun mendatang.

Wilayah Banyuasin dinilai berhasil menjalankan program cetak sawah yang diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat posisi daerah sebagai penyangga pangan nasional.

“Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini telah dibuka dan diharapkan bisa menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Deru, Senin (1/12/2025).

Secara nasional, Sumsel telah naik dari peringkat kedelapan menjadi daerah penghasil padi terbesar kelima sehingga pemerintah provinsi menargetkan capaian tersebut dapat mendukung program swasembada pangan nasional.

“Kita belum menutup akhir tahun, tetapi hasil pertanian sudah meningkat sekitar 700.000 ton, dan kemungkinan produksi masih bisa bertambah,” jelasnya.

Dengan arah kebijakan yang semakin jelas, Pemprov Sumsel berharap memperoleh kewenangan ekspor mandiri untuk mendorong produktivitas sekaligus mempercepat realisasi Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pintu ekspor baru di wilayah Sumbagsel.

“Kami optimistis Sumsel dapat terus naik peringkat, dari posisi delapan menjadi lima, dan ke depan bisa menembus tiga besar nasional,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel
Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Astra Motor Sumsel Hadirkan Promo Spesial Shocktober
Pegadaian Hadirkan ATM Emas, Cetak Emas Fisik Tanpa Waktu Tunggu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan

Berita Terbaru