Suasana Terkini Simpang 5 DPRD Sumsel Terpantau Belum Ada Massa Aksi

- Redaksi

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana terkini di depan gerbang DPRD Sumsel, Senin (1/9/2025). Foto: Tia

Suasana terkini di depan gerbang DPRD Sumsel, Senin (1/9/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rencana aksi unjuk rasa dari sejumlah universitas se-Sumsel yang akan berlangsung di simpang 5 DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada, Senin (1/9/2025) terpantau hingga saat ini belum tiba di lokasi.

Dari kabar yang beredar sebelumnya, para pengunjuk rasa akan melakukan aksi demo sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat ini, jalan di setiap sudut simpang 5 DPRD masih terbuka dan masih dapat dilalui pengendara.

Sementara itu, sebanyak 1.836 polisi disiagakan untuk mengamankan aksi demo yang akan di lakukan oleh ribuan mahasiswa sari sejumlah universitas se-Sumsel.

Pihaknya menerjunkan sebanyak 1.836 personel guna mengawal dan mengamankan dan juga mengantisipasi adanya penyusup pada aksi tersebut.

“Ada empat lompok mahasiswa yang akan melakukan unjuk rasa, yaitu Cipayung Plus, BEM Sumsel, Dema UIN RF Palembang, dan Aliansi Mahasiswa Sumsel,” ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono saat diwawancarai langsung di lokasi.

Ia menjelaskan keempat kelompok tersebut akan terbagi dalam 3 sesi, yaitu dari pukul 08.00 WIB hingga sesi terakhir pada pukul 13.00 WIB.

“Aksi akan dilakukan di 2 titik, yaitu Simpang 5 DPRD Sumsel dan Mapolda Sumsel,” jelasnya.

Ia juga mengimbau mahasiswa untuk menggunakan identitas kelompoknya, untuk menghindari penyusup yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap rekan-rekan yang akan datang aksi dapat memakai sebuah identitas. Dengan demikian, penyampaian pendapat tetap terkawal tanpa adanya penyusup yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Ia mengatakan mahasiswa dapat menyampaikan pendapat dengan sebaik-baiknya dan diharapkan tidak berakhir ricuh seperti yang terjadi di kota lainnya.

“Cintailah Palembang dan Indonesia sebaik-baiknya, dengan demikian kota kita tidak akan terganggu rangka kehidupan sosialnya, seperti yang terjadi kota-kota lain,” kata dia.

Berita Terkait

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek
Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:27 WIB

Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:49 WIB

Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat

Berita Terbaru

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Kota Palembang

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:29 WIB