SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Suasana malam di perairan Sungai Musi berubah menjadi kepanikan setelah sebuah perahu ditabrak speed boat di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang.
Akibat kecelakaan tersebut, Arman Alfarizi (37), warga Jalan Lettu Karim Kadir, terjatuh ke sungai dan hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian, Arman tengah menjalankan aktivitas menjaga sawah yang berada di seberang Sungai Musi.
Sebelum kejadian, Arman mengantarkan tiga rekannya menggunakan perahu. Setelah memastikan ketiganya tiba, Arman kemudian kembali seorang diri menuju lokasi sawah.
Namun, saat perahu berada di tengah Sungai Musi, sebuah speed boat melaju dan menghantam perahu yang dikemudikan Arman. Benturan keras membuat korban terpental hingga jatuh ke dalam sungai.
Sejak saat itu, Arman belum ditemukan. Tim SAR Gabungan pun bergerak melakukan pencarian dan memasuki hari kedua pada Kamis (20/8/2026).
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, laporan kejadian diterima pihaknya sekitar pukul 07.30 WIB. Tim kemudian langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
“Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Raymond.
Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan Sungai Musi secara visual. Area pencarian mencapai sekitar 5 kilometer persegi dengan menggunakan perahu karet dan perahu milik masyarakat.
“Tim juga menyiapkan opsi penyelaman pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban, apabila kondisi di lapangan memungkinkan,” ungkap Raymond.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, PMPB, PMI, serta masyarakat setempat.
Raymond mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan, khususnya pada malam hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan. Gunakan alat keselamatan seperti pelampung, hindari beraktivitas di sungai dalam kondisi cuaca atau visibilitas yang tidak mendukung, dan selalu memperhatikan kondisi serta lalu lintas perairan di sekitar,” kata Raymond.
Masyarakat yang mengetahui kondisi darurat dan membutuhkan bantuan pencarian maupun pertolongan dapat menghubungi Emergency Call Basarnas melalui 115.
Hingga Kamis siang, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menemukan Arman. Pencarian akan dilanjutkan dan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Penulis : Uci
Editor : Jaks









