PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Serbuk bambu yang sebelumnya hanya menjadi sisa produksi kini mulai dimanfaatkan menjadi media budidaya jamur tiram oleh Kelompok Jamur Bumi Ayu di Desa Banu Ayu, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Inovasi ini dikembangkan melalui Program Gelora Banu Ayu Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Baturaja.
Melalui pelatihan yang berlangsung pada 13–26 Juli 2026, lima anggota Kelompok Jamur Bumi Ayu yang merupakan ibu rumah tangga belajar mengolah limbah serbuk bambu dari Kelompok Tunas Muda menjadi media tanam jamur tiram atau baglog. Pendekatan tersebut tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pendampingan dilakukan melalui praktik langsung, mulai dari pencampuran bahan, pengomposan, pengisian dan pemadatan baglog, sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, hingga pemindahan baglog ke kumbung. Pada tahap awal, kelompok berhasil memanfaatkan 20 kilogram serbuk bambu untuk menghasilkan 200 baglog dan menargetkan peningkatan produksi hingga 500 baglog.
Dari 500 baglog yang dibudidayakan, kelompok berpotensi menghasilkan sekitar 37 kilogram jamur dengan pendapatan penjualan mencapai Rp1,2 juta. Selanjutnya, kelompok akan merawat dan memantau pertumbuhan jamur hingga siap dipanen dan dipasarkan.
Ketua Kelompok Jamur Bumi Ayu, Herdiana, mengaku mendapat pengalaman baru melalui pelatihan tersebut.
“Sebelumnya kami belum tahu serbuk bambu bisa dimanfaatkan untuk media jamur. Sekarang kami sudah belajar membuat baglog dan memahami proses budidayanya. Semoga usaha ini bisa terus berkembang dan menambah penghasilan anggota kelompok,” ujar Herdiana.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan bagian dari upaya Pertamina mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kami ingin potensi yang ada di masyarakat bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai. Melalui pemanfaatan serbuk bambu untuk budidaya jamur, limbah dapat kembali dimanfaatkan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan melanjutkan pendampingan melalui penguatan kapasitas kelompok, peningkatan produksi, optimalisasi kumbung, dan pengembangan akses pasar. Program Gelora Banu Ayu menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (_Sustainable Development Goals_/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Editor : Jaks

















