SMKN 7 Palembang Sebut Belum Periksa Hasil Tes Urine Siswa yang Diduga Pakai Narkoba

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SMKN 7 Palembang, Senin (13/10/2025). Foto: Tia

Suasana SMKN 7 Palembang, Senin (13/10/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pihak SMK Negeri 7 Palembang menyatakan belum memeriksa langsung hasil resmi tes urine seorang siswa berinisial M (15) yang sebelumnya disebut menggunakan narkoba.

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan media sosial.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Arsyadi menyampaikan bahwa hasil tes urine memang pernah dibawa oleh orang tua siswa ke sekolah, namun pihaknya belum berkesempatan memeriksa secara langsung dokumen tersebut.

“Memang sudah sempat dibawa ke sekolah, tetapi kami belum melihat hasil tes urine itu secara langsung karena belum sempat bertemu dan berdialog dengan wali murid,” ujarnya saat diwawancarai langsung, Senin (13/10/2025).

Menurut Arsyadi, sekolah tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut sebelum menerima bukti hasil laboratorium secara resmi.

“Kami belum bisa memastikan apa pun karena belum melihat hasilnya secara langsung. Jadi, kami menunggu dokumen resmi agar dapat menindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya

Sementara itu, Kepala SMKN 7 Palembang, Aliyas Samsudin mengatakan bahwa pihak sekolah tidak pernah menuduh siswa tersebut menggunakan narkoba. Informasi awal berasal dari pengakuan siswa saat dimintai keterangan oleh guru program keahlian.

“Awalnya guru Kaprodi menerima pengakuan dari siswa yang mengaku pernah memakai narkoba. Laporan itu kemudian diteruskan kepada wali kelas dan kepada saya,” katanya.

Aliyas menjelaskan bahwa pihak sekolah juga menerima informasi dari Subdit Cyber Polda Sumsel terkait adanya dua siswa yang diduga terindikasi menggunakan narkoba dari dua jurusan berbeda, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

“Kami langsung memanggil keduanya untuk dimintai keterangan. Saat ditanya oleh wali kelas dan guru BK, keduanya sempat mengakui pernah menggunakan barang tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, pihak sekolah memilih berhati-hati dan menunggu hasil resmi agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

“Kami tidak ingin gegabah. Semua harus diklarifikasi dengan bukti yang sah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ucap dia.

Berita Terkait

Kejati Sumsel Pastikan Tak Ada Perkara Korupsi yang Mangkrak, Ketut Sumedana: Semua Diproses hingga Persidangan
Eksepsi: Dakwaan Diklaim Kabur, Terdakwa Bongkar Peran Harmizon dalam Kasus Irigasi Muara Enim
Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan
SS Diamankan Security Usai Diduga Bobol Gudang di IB II Palembang
Kejari Palembang Geledah Kantor Dishub dan Rumah Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan APBD-P 2025
Herman Deru Usut Polemik SPMB SMA yang Ancam Status Dapodik Ratusan Siswa di Palembang
Karantina Sumsel dan IPC Perkuat Sinergi Logistik Ekspor
Saksi Bea Cukai: 17 Cartridge Vape Berisi Metamfetamina Ditemukan dalam Tas WN Malaysia di Bandara SMB II

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:57 WIB

Kejati Sumsel Pastikan Tak Ada Perkara Korupsi yang Mangkrak, Ketut Sumedana: Semua Diproses hingga Persidangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Eksepsi: Dakwaan Diklaim Kabur, Terdakwa Bongkar Peran Harmizon dalam Kasus Irigasi Muara Enim

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:37 WIB

Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kejari Palembang Geledah Kantor Dishub dan Rumah Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan APBD-P 2025

Senin, 29 Juni 2026 - 21:03 WIB

Herman Deru Usut Polemik SPMB SMA yang Ancam Status Dapodik Ratusan Siswa di Palembang

Berita Terbaru

Foto : korban usai membuat laporan polisi

Kota Palembang

Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan

Selasa, 30 Jun 2026 - 13:37 WIB