Serapan Bulog Melonjak Tiga Kali Lipat, Target 100 Ribu Ton Di Depan Mata

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang Bulog Sumsel Babel Palembang. Foto: Bulog Sumsel Babel

Gudang Bulog Sumsel Babel Palembang. Foto: Bulog Sumsel Babel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Panen perdana tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Bulog berhasil mencatat serapan beras hampir menyentuh 100 ribu ton, angka tertinggi yang pernah dicapai.

“Serapan kami sudah mencapai 97 ribu ton setara beras, dan dengan sisa panen di Banyuasin yang masih berlangsung, kami optimistis bisa tembus 100 ribu ton dalam dua pekan ke depan,” ungkap Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel-Babel, Heriswan, Senin (19/5).

Jumlah itu merupakan hasil dari 133.833 ton gabah kering panen (GKP) dan 25.721 ton beras, jauh melampaui serapan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya 30 ribu ton pada musim panen awal tahun.

Secara rinci, berikut data serapan beras termasuk juga Gabah setelah dikonversi ke Beras pada Wilayah Kerja Sumsel Babel ;

  • Kanwil Sumsel (Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin): 82.121.977 Kg
  • Kancab OKU (OKU, OKU Timur, OKU Selatan): 12.005.569 Kg
  • Kancab Lahat (Lahat, Muara Enim, Prabumulih, PALI, Pagar Alam, Empat Lawang): 21.497 Kg
  • Kancab Lubuk Linggau (Musi Rawas, Muratara, Lubuk Linggau): 1.890.263 Kg
  • Kancab Bangka: 621.066 Kg
  • Kancab Belitung: 9.600 Kg

Total keseluruhan serapan mencapai 96.679.972 Kg atau hampir 97 ribu ton.

Bangka Belitung juga menunjukkan tren positif, dengan serapan gabah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menjadi Rp6.500/kg.

Heriswan menambahkan, capaian ini tidak lepas dari strategi jemput bola langsung ke sawah petani, berbeda dari pendekatan sebelumnya yang hanya menunggu pasokan di gudang.

“Sesuai arahan Presiden, kami langsung turun ke lapangan menyambut panen petani. Ini yang membuat perolehan kami melonjak signifikan,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan Sumsel masuk dalam tiga besar daerah penghasil beras nasional, dengan dukungan dari program optimasi lahan (opla) yang tahun ini ditargetkan mencakup 106 ribu hektare di Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Dengan kombinasi strategi jemput bola dan perluasan lahan tanam, kami yakin Sumsel bisa menjadi lumbung beras nasional yang disegani,” tutup Heriswan.

Berita Terkait

Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau
Penyamaran Berujung Bui, Dua Residivis Pembobol Rumah di Sako Diciduk Sehari Usai Gondol Uang Rp50 Juta
Rakerda IWAPI Sumsel Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global
Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi
Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Motor di Kantor Dinas Perkim Palembang Berujung Laporan ke Polisi
Night Ride Palembang Darussalam, Astra Motor Sumsel Kenalkan New Honda Vario Evo 160 kepada Komunitas
ARYADUTA Palembang Tawarkan Promo Eksklusif di Sumsel Wedding Expo 2026, Gratis Akad hingga Photobooth

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Pemprov Sumsel Dorong Tata Kelola Karbon Hutan Transparan, Sumsel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WIB

Penyamaran Berujung Bui, Dua Residivis Pembobol Rumah di Sako Diciduk Sehari Usai Gondol Uang Rp50 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:55 WIB

Rakerda IWAPI Sumsel Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Global

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:48 WIB

Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:23 WIB

Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu

Berita Terbaru