Saat Bumi Mendekati Titik Kehancuran

- Redaksi

Minggu, 2 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bumi

Ilustrasi bumi

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Jam Kiamat semakin mendekati tengah malam. Tahun ini, Doomsday Clock itu berada 100 detik dari tengah malam.

Perlu diingat, jika Doomsday Clock bukanlah soal waktu kiamat akhir jaman. Namun ini menunjukkan dan pengingat aksi manusia yang merusak dan menghancurkan Bumi.

Bulletin of the Atomic Scientist, yang membuat jam itu, mengatakan jam lebih cepat akibat penanganan Covid-19. Mereka menyebut para pemimpin dunia lamban dalam merespon pandemi.

“Pandemi mengungkapkan betapa tidak siap dan tidak maunya negara-negara serta sistem internasional menangani keadaan darurat global dengan benar,” ungkap mereka, dikutip cnbc indonesia, Minggu (2/1/2022).

“Dalam masa krisis yang sebenarnya itu, para pemerintah terlalu sering melepaskan tanggung jawab, mengabaikan nasihat ilmuwan, tidak bekerja sama atau berkomunikasi secara efektif dan akibatnya gagal untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan warganya”.

Lembaga itu didirikan oleh Albert Einstein dan mahasiswa Universitas Chicago tahun 1947. Saat pertama kali diluncurkan, jam itu berjarak tujuh menit dari tengah malam.

Jarum jam pernah berada jarak paling jauh dengan tengah malam tahun 1991. Saat itu berjarak 17 menit saat Presiden Amerika (AS) George Bush dan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev mengumumkan adanya pengurangan persenjataan nuklir di dua negara.
Ada beragam bencana yang disorot oleh Doomsday Clock. Misalnya bahaya nuklir dan juga soal perubahan iklim.

Bencana baru juga jadi perhatian, yakni disinformasi di dunia maya. Selain itu juga ada teori konspirasi yang dapat memicu perang nuklir. (*)

Berita Terkait

SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia untuk Amankan Pejuang Ramadan
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Telkomsel Sesuaikan Tagihan Telkomsel HALO dan IndiHome untuk Pelanggan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
Indosat Luncurkan Program CSR “Sampah Jadi Pulsa” di Universitas Sriwijaya Palembang: Solusi Inovatif Pemberdayaan Lingkungan dan Digitalisasi Kampus
Daftar Aplikasi Penghasil Saldo Dana Terbaru dan Terbukti Membayar
Peduli Kesehatan Masyarakat, Indosat Sumatra Kolaborasi dengan PMI Selenggarakan Donor Darah di 3 Kota
Tingkatkan Literasi Digital ke Lebih dari 1.000 Pelajar dan Guru di Indonesia, Internet BAIK Series 8 Bukti Kelanjutan Implementasi ESG Telkomsel dalam Mencerdaskan Bangsa
Gunakan Cara Ini, Bayar Tol Tidak Repot Buka Tutup Kaca Mobil

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:34 WIB

SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia untuk Amankan Pejuang Ramadan

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid

Minggu, 14 Desember 2025 - 12:35 WIB

Telkomsel Sesuaikan Tagihan Telkomsel HALO dan IndiHome untuk Pelanggan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera

Senin, 25 November 2024 - 23:18 WIB

Indosat Luncurkan Program CSR “Sampah Jadi Pulsa” di Universitas Sriwijaya Palembang: Solusi Inovatif Pemberdayaan Lingkungan dan Digitalisasi Kampus

Sabtu, 21 September 2024 - 08:19 WIB

Daftar Aplikasi Penghasil Saldo Dana Terbaru dan Terbukti Membayar

Berita Terbaru

Salah satu korban saat dibawa ke Puskesmas Muara Lakitan. Foto: dokumen polisi.

Musi Rawas

Pelaku Penembakan Warga di Desa Semeteh Diburu

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB