Puluhan Warga Desa Tunas Jaya Datangi PT PML, Protes Pembakaran Gubuk

- Redaksi

Rabu, 16 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN – Sekitar 60 warga Dusun VIII, Desa Tunas Jaya, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, mendatangi PT. Paramitra Mulia Langgeng (PT PML) pada Rabu (16/10/2024).

Kedatangan warga dipicu tindakan pembakaran sebuah gubuk milik warga yang berdekatan dengan lahan milik PT PML.

Warga menduga  gubuk tersebut dirusak dan dibakar oleh petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bersama petugas PT PML, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tamrin, salah satu tokoh masyarakat Desa Tunas Jaya, mengungkapkan bahwa kedatangan mereka bertujuan mencari kejelasan terkait insiden perusakan yang menimpa salah satu warga.

“Kami merasa terusik karena pondok milik saudara kami dirusak dan dibakar oleh petugas. Kami datang ke sini untuk mengetahui apa penyebabnya,” ujarnya.

Tamrin menjelaskan, bahwa warga telah tinggal dan bercocok tanam di Talang Sindang Palak, Dusun VIII, sejak tahun 1982. Kehadiran PT PML pada tahun 2009 tidak menghalangi mereka untuk tetap menggarap lahan tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Kami datang meminta keadilan, ketenangan, dan kenyamanan dalam mencari nafkah,” tambah Tamrin.

Sementara itu Sahroni Kepala Desa Tunas Jaya, turut mendampingi warganya dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan pembakaran pondok warga dilakukan tanpa komunikasi terlebih dahulu, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

“Beberapa hari lalu terjadi pembakaran pondok secara arogan oleh petugas KPH, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Warga kami merasa tidak nyaman dengan kejadian ini. Setidaknya, harus ada teguran terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan seperti itu,” jelas Sahroni.

Sahroni menambahkan bahwa warga yang menggarap lahan tersebut melakukannya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya sekolah anak-anak mereka.

“Saya hadir di sini untuk memastikan tidak ada hal yang tidak diinginkan. Warga kami hanya ingin keadilan dan solusi agar bisa tetap bercocok tanam dengan tenang,” lanjutnya.

Menurutnya, tindakan yang diambil oleh oknum KPH perlu dievaluasi agar warga bisa bekerja dengan aman di lahan mereka.

“Sekarang kami sebagai kepala desa merasa tersinggung. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, kami akan mengambil langkah lebih lanjut,” ancam Sahroni.

Menanggapi tuduhan tersebut, General Manager PT PML, Tribanto, yang didampingi Wakil Manajemen Bayu Ramanda, menjelaskan bahwa pembakaran gubuk warga tidak dilakukan atas perintah perusahaan.

“Pada saat itu, PT PML hanya meminta pendampingan dari KPH untuk memeriksa area yang dikelola oleh masyarakat. Namun, ketika sampai di lokasi, salah satu petugas KPH, langsung bertindak dengan merusak gubuk tersebut,” terang Tribanto.

Tribanto menegaskan bahwa PT PML tidak pernah bersikap anarkis terhadap masyarakat dan insiden tersebut berada di luar kendali mereka.

“Yang merusak adalah Pak Anton dan Pak Doni Kumaini, meskipun kami sudah melarang mereka karena khawatir akan timbul masalah, tetapi mereka tetap merusak dan membakar pondok itu,” ungkap Tribanto.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera menggelar pertemuan untuk mencari titik terang dalam permasalahan ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan mempertemukan semua pihak terkait untuk menemukan solusi terbaik,” tuturnya.

Dengan pertemuan tersebut, warga berharap adanya penyelesaian yang adil agar mereka bisa kembali bekerja dengan tenang tanpa ada ancaman perusakan atau pembakaran lahan yang mereka garap. (ANA)

Berita Terkait

Cekcok Soal Parkir Berujung Maut, Plt Kepala KUA di OKU Selatan Tewas Ditusuk
Tragedi di Sungai Selabung, Satu Bocah Tewas, Satu Lagi Masih Dalam Pencarian
Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua Perkuat Sinergi dengan Pengembang Perumahan, Perluas Akses Pembiayaan KPR FLPP dan KSG di OKU Selatan
Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Petani di Kebun Warkuk Ranau Selatan
Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua dan Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan Teken Kerja Sama Pengelolaan Keuangan, Jasa Perbankan, dan Fasilitas Kredit Pegawai
Polres OKU Selatan Bergerak Cepat, Dua Pelaku Pencurian Kabel Tower Telekomunikasi Berhasil Diamankan
Andie Dinialdie Ajak Karang Taruna OKU Selatan Perkuat Kolaborasi Bersama Pemerintah
Bupati Abusama Apresiasi Pembentukan Cabang Persiapan PMII di OKU Selatan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Cekcok Soal Parkir Berujung Maut, Plt Kepala KUA di OKU Selatan Tewas Ditusuk

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Tragedi di Sungai Selabung, Satu Bocah Tewas, Satu Lagi Masih Dalam Pencarian

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:34 WIB

Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua Perkuat Sinergi dengan Pengembang Perumahan, Perluas Akses Pembiayaan KPR FLPP dan KSG di OKU Selatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Petani di Kebun Warkuk Ranau Selatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:46 WIB

Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua dan Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan Teken Kerja Sama Pengelolaan Keuangan, Jasa Perbankan, dan Fasilitas Kredit Pegawai

Berita Terbaru