Per Januari 2025 Sumsel Alami Deflasi Sebesar 0,36 Persen

- Redaksi

Senin, 3 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat dibincangi langsung di Griya Agung. (Foto: Tia)

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat dibincangi langsung di Griya Agung. (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada bulan Januari 2025 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami deflasi sebesar 0,36 persen.

Komoditas penyumbang terbesar deflasi di seluruh kabupaten/kota Sumsel meliputi tarif listrik, tomat, telur ayam ras, bawang merah, serta angkutan udara.

“Kita mengalami deflasi 0,36 persen dan itu sejalan dengan nasional yang bahkan dalam deflasinya 0,76 persen. Kalau dilihat fenomenanya sangat signifikan sekali karena pengaruh diskon listrik dan air,” ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat dibincangi langsung di Griya Agung, Senin (3/2/2025).

Selain itu, ia juga melaporkan tingkat inflasi di Sumsel pada bulan Januari 2025 sebesar 0,92 persen secara year on year (yoy).

“Beberapa catatan peristiwa yang memengaruhi inflasi Sumsel pada Januari 2025 diantaranya penyesuaian harga BBM dan LPG bersubsidi, penyesuaian harga gabah, pengaruh cuaca, diskon tarif listrik, kenaikan UMP sumsel, kenaikan tarif cukai hasil tembakau dan sejumlah upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, komoditas utama yang menyumbangkan inflasi secara yoy diantaranya emas perhiasan, cabai merah, minyak goreng, cabai rawit, dan bahan bakar rumah tangga.

Adapun berdasarkan kelompok pengeluarannya, andil inflasi tertinggi disumbangkan oleh kelompok makanan minuman dan tembakau yang mengalami perubahan harga 2,89 persen dan andil 0,90 persen, kelompok transportasi dengan inflasi 1,84 persen dan andil 0,24 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 8,66 persen dan andil 0,56 persen.

Secara tahunan, inflasi tertinggi di Sumsel terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 1,57 persen dan terendah di Kota Lubuk Linggau sebesar 0,50 persen.

Kemudian, untuk tekanan inflasi secara month to month (mtm) terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami perubahan harga 2,27 persen dan andil 0,68 persen.

“Inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau disebabkan oleh kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit. Sedangkan penurunan tertinggi disebabkan oleh tarif listrik,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Mantan Pacar Dilaporkan Selebgram Rio Kaol , Meta Datangi Sakahira Law Firm Palembang Mintak Pelindung Hukum 
Satu Hati, Astra Motor Peduli, Hadir untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla di Kayuagung
Tersengat Aliran Listrik Satu Tewas dan Satu Korban Dalam Keadaan Kritis
Stok Beras Premium Menipis, Pemprov Sumsel Sidak Pasar dan Cek Pabrik
Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Resmi Dimulai, Wali Kota Palembang Tinjau Truk Angkut Sampah Ke PSEL 
Kasus Penipuan dan Penggelapan, Oknum Guru SMK Negeri 1 Palembang Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Tidur di Mushola, Tas Berisi Uang Rp15 Juta Digondol Maling
Bakar Lahan untuk Bercocok Tanam, Pria 43 Tahun Diamankan Tim Karhutla Polrestabes Palembang
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 20:40 WIB

Mantan Pacar Dilaporkan Selebgram Rio Kaol , Meta Datangi Sakahira Law Firm Palembang Mintak Pelindung Hukum 

Selasa, 1 September 2026 - 18:31 WIB

Satu Hati, Astra Motor Peduli, Hadir untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla di Kayuagung

Selasa, 1 September 2026 - 18:27 WIB

Stok Beras Premium Menipis, Pemprov Sumsel Sidak Pasar dan Cek Pabrik

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Resmi Dimulai, Wali Kota Palembang Tinjau Truk Angkut Sampah Ke PSEL 

Selasa, 1 September 2026 - 15:41 WIB

Kasus Penipuan dan Penggelapan, Oknum Guru SMK Negeri 1 Palembang Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Berita Terbaru