Pengawas Lahan Kebun Sawit Diancam 3 Pria, Diserang Pakai Sajam

Kriminal179 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Chichan (54), seorang pengawas lahan kebun sawit di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diancam oleh tiga pria. Ketiga pria yang diduga mengancamnya yakni, Agung Sani, Kunci Sapei, dan Permatai alias Sentot.

Diketahui, lahan kebun sawit dengan luas 100 hektare yang berada di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) milik Mayjen Burlian.

Lahan tersebut sudah bekerjasama dengan PT Sumber Wangi Alam (SWA) dengan pembagian plasma. Dalam pengawasannya, Mayjen Burlian menyuruh korban Chichan.

Sanusi selaku Pengacara Chichan menjelaskan, bahwa kronologi berawal saat sang klien membersihkan areal di perkebunan sawit tersebut. Tiba-tiba, datang ketiga pelaku mengancam sang klien.

Baca Juga :  Polisi Amankan 5 Tersangka dan 6,5 Kilogram Sabu di Kampung Narkoba

“Jadi, klien kami ini sedang membersihkan lahan, nah tiba-tiba datang pelaku yang mengaku bahwa lahan sawit luas 100 hektare tersebut milik mereka,” jelas Sanusi, saat ditemui di Polda Sumsel, Senin (16/10/2023).

“Ketiga pelaku ini bahkan menusuk klien kami dengan senjata tajam, tetapi berhasil ditangkis,” sambung Sanusi.

Selain menusuk, ketiga pelaku juga menebas leher Chichan. “Tetapi lagi-lagi berhasil ditangkis oleh klien kami,” ungkap Sanusi.

Dari sanalah kata Sanusi, pada tanggal 17 September 2023, pihaknya melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumatera Selatan.

Baca Juga :  17 Pelajar Aksi Tawuran Diamankan Satreskrim Polrestabes Palembang

“Klien kami merasa terancam, makanya kemarin kami melaporkan kejadian ini ke Polda,” kata Sanusi.

Selain Chichan, 2 orang karyawan dari PT SWA juga menjadi korban dari ketiga pelaku. Diketahui, bahwa ketiga pelaku juga melaporkan Chichan ke Polda Sumsel atas perkara pengancaman.

“Hari ini kami datang ke Polda Sumsel karena klien kami dilakukan pemeriksaan, kurang lebih 3 jam klien kami tadi diperiksa dan diambil keterangan sekaligus tindak lanjut dari pihak kepolisian,” terang Sanusi.

Sanusi berharap agar laporan dari pihaknya segera ditindaklanjut.

“Kami sangat khawatir karena orang-orang ini  kebal hukum, makanya untuk mengurangi terjadinya bentrok di lapangan, kami minta agar Kapolda Sumsel untuk segera menangkap dan menindaklanjuti laporan klien kami pada tanggal 17 September lalu,” tutur Chichan.

Baca Juga :  Viral di Medsos, Balapan Liar Ferrari Vs Pajero Diamankan Satlantas

Karena, lanjut Sanusi, hingga saat ini pelaku belum dilakukan pemanggilan oleh pihak kepolisian.

“Kami minta segera dipanggil dan dilakukan pemeriksaan, karena akibat kejadian tersebut klien kami mengalami trauma, klien kami juga khawatir dan was was kalau ke lapangan, takut kejadin kemarin terulang kembali,” tutur Sanusi. (ANA)

    Komentar