Pendiri SWI Diduga Jadi Korban Modus Penipuan Video AI

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aikot Atmodiningrat, salah satu pendiri Sekretariat Wartawan Indonesia (SWI). (Photo: Istimewa)

Aikot Atmodiningrat, salah satu pendiri Sekretariat Wartawan Indonesia (SWI). (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Aikot Atmodiningrat, salah satu pendiri Sekretariat Wartawan Indonesia (SWI), yang dikenal aktif dalam dunia literasi dan pendidikan jurnalistik, menjadi sasaran penipuan berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Modusnya, rekaman video call yang kemudian dimanipulasi untuk menipu pihak lain atas nama korban.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 9 Juni 2025. Ini menjadi peringatan penting terhadap meningkatnya ancaman kejahatan digital dengan teknologi canggih. Nomor pelaku yang digunakan dalam modus ini tercatat sebagai 0813-7033-****, mengatasnamakan Aiko Atmodiningrat.

Korban yang juga mantan Ketum SWI ini menceritakan, bahwa penipuan dijalankan dua pelaku dengan peran berbeda. Pelaku pertama menyamar menggunakan nama dan foto profil korban di nomor WhatsApp baru, menghubungi kontak-kontak korban untuk memberitahu pergantian nomor.

“Awalnya ada WA masuk dari akun yang memakai nama dan foto saya, bilang kalau ini nomor baru saya. Tapi cara bicara dan polanya janggal,” ujar korban, dalam keterangan persnya.

Pelaku kedua lalu mengirim pesan ke nomor asli korban dengan berpura-pura sebagai rekan jurnalis. Ia meminta izin melakukan video call singkat dengan alasan profesional.

Dalam panggilan tersebut, wajah korban direkam secara diam-diam, kemudian videonya dimanipulasi menggunakan teknologi AI.

“Mereka potong-potong video dari panggilan itu. Disisipkan suara lain. Jadi ketika mereka hubungi calon korban lain, wajah saya seolah berbicara, padahal suara dan maksudnya bukan saya,” terang Aiko.

Dalam aksi lanjutan, para penipu menggunakan rekaman video call dengan wajah asli yang direkam itu untuk menghubungi kenalan korban dan berpura-pura membutuhkan bantuan, biasanya berupa transfer uang atau bantuan logistik.

Saat calon korban merasa janggal karena suara yang terdengar tidak cocok, pelaku menjawab santai. “Iya, suaramu juga beda”.

Korban menduga pelaku menggunakan rekaman video call yang saat itu berlatar belakang mobil pribadi, sehingga seperti tampilan video terlihat alami dan tidak mudah dicurigai.

“Kalau kamu dicurigai, mereka akan bilang jaringan buruk atau sengaja buat putus-putus,” tambahnya.

Aiko menyarankan, ketika di video call agar meminta kepada terduga penipu untuk mengarahkan ke lokasi lain, jangan hanya wajah. Sehingga video editing tersebut tidak bisa lagi lanjut untuk aksi penipuan.

Peringatan untuk Jurnalis dan Masyarakat Umum

Modus penipuan ini dinilai berbahaya karena menyasar lapisan profesional, termasuk jurnalis, akademisi, bahkan aktivis sosial.

Ia mengimbau agar semua pihak ekstra hati-hati bila menerima video call dari nomor baru. Terlebih jika disertai permintaan pribadi atau finansial.

Pihak SWI tengah menyusun panduan darurat keamanan digital untuk para anggotanya, dan mengimbau masyarakat untuk tidak langsung percaya pada wajah yang muncul di layar, namun tetap melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh melalui jalur resmi.

Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian. Nomor pelaku sedang dalam pelacakan tim siber. Ahli keamanan digital menyarankan masyarakat untuk segera mengaktifkan verifikasi dua langkah di aplikasi WhatsApp dan tidak sembarang menerima video call dari nomor tidak dikenal. (ANA)

Berita Terkait

Tiga Handphone Siswa Hilang Saat Yasinan, Orang Tua Lapor Polisi
Modus Janjikan Masuk Kerja di PT Pusri, Pelaku Penipuan Diserahkan Warga ke Polisi
Jatanras Polda Sumsel Tangkap Begal Viral di Bukit Kecil Palembang 
Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga
115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko
Unit 5 Satresnarkoba Gerebek Kontrakan di Kertapati, 10 Paket Sabu Disita
Janda Muda 16 Tahun di Palembang Diduga Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Sambung Lapor Polisi
Polda Sumsel Amankan Tiga Orang Terkait Terbakarnya Sumur Minyak di Lahan PT Hindoli

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:18 WIB

Tiga Handphone Siswa Hilang Saat Yasinan, Orang Tua Lapor Polisi

Senin, 20 April 2026 - 14:44 WIB

Modus Janjikan Masuk Kerja di PT Pusri, Pelaku Penipuan Diserahkan Warga ke Polisi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Jatanras Polda Sumsel Tangkap Begal Viral di Bukit Kecil Palembang 

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:12 WIB

115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko

Berita Terbaru