Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Sitti Kania Affifa
NIM   : PO7131126120
Prodi : D3 Gizi

 

Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

 

Bagi saya, Pancasila bukan hanya lima sila yang harus dihafalkan untuk memenuhi tugas perkuliahan. Pancasila juga merupakan pedoman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, kampus, maupun masyarakat.

Sebagai mahasiswa Program Studi D3 Gizi, saya menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila penting untuk membentuk sikap dan karakter diri. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam proses belajar, tetapi juga dalam cara saya berinteraksi, mengambil keputusan, menghargai orang lain, dan menjalankan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa.

 

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan berusaha menjalankan ibadah dan mengingat Tuhan dalam setiap kegiatan yang saya lakukan. Sebelum memulai aktivitas, saya membiasakan diri untuk berdoa agar kegiatan yang saya jalani dapat berjalan dengan baik. Di lingkungan kampus, saya juga berusaha menghargai teman yang memiliki agama dan kebiasaan yang berbeda dengan saya. Menurut saya, perbedaan keyakinan bukan alasan untuk menjauhkan diri dari orang lain. Justru, dengan saling menghormati, kita dapat menciptakan lingkungan pertemanan yang nyaman dan penuh toleransi. Saya belajar bahwa menghargai orang lain merupakan salah satu bentuk nyata penerapan nilai Ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan melalui cara saya memperlakukan orang-orang di sekitar. Saya berusaha berbicara dengan sopan dan menjaga sikap ketika berinteraksi dengan teman, dosen, maupun orang lain. Saya juga berusaha untuk tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan keadaan, kemampuan, atau latar belakangnya.

Ketika ada teman yang mengalami kesulitan dalam memahami tugas atau materi perkuliahan, saya berusaha membantu sebisa mungkin jika saya mampu. Bagi saya, membantu orang lain tidak harus selalu melalui sesuatu yang besar. Hal sederhana seperti mendengarkan cerita teman, memberikan bantuan ketika dibutuhkan, atau tidak merendahkan orang lain juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, sangat berkaitan dengan kehidupan saya sebagai mahasiswa. Di kampus, saya bertemu dengan teman-teman yang memiliki karakter, daerah asal, kebiasaan, dan pemikiran yang berbeda. Dalam mengerjakan tugas kelompok, perbedaan tersebut terkadang membuat kami memiliki pendapat yang tidak sama. Namun, saya belajar untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah.

 

Saya berusaha mendengarkan pendapat setiap anggota kelompok dan mencari jalan tengah agar tugas dapat diselesaikan bersama. Saya menyadari bahwa kerja sama akan lebih mudah dilakukan apabila setiap orang memiliki tujuan yang sama dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Menjaga hubungan baik dengan teman dan menghargai perbedaan merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga persatuan.

 

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan ketika harus menentukan sesuatu bersama orang lain. Dalam kegiatan perkuliahan, terutama ketika mengerjakan tugas kelompok, setiap anggota tentu memiliki pendapat masing-masing. Saya belajar menyampaikan pendapat dengan baik tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain.

 

Jika terdapat perbedaan pendapat, saya lebih memilih membicarakannya bersama dan mempertimbangkan pendapat setiap anggota kelompok. Keputusan yang dihasilkan melalui diskusi bersama, menurut saya, akan lebih mudah diterima karena setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya.

 

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha bersikap adil terhadap orang-orang di sekitar saya. Dalam kehidupan sebagai mahasiswa, saya berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bagian yang telah disepakati. Ketika bekerja dalam kelompok, saya menyadari bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan agar pekerjaan tidak hanya dibebankan kepada satu orang.

 

Menurut saya, keadilan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghargai usaha orang lain dan menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, setiap orang dapat merasakan adanya keseimbangan dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

 

Sebagai mahasiswa Gizi, penerapan nilai-nilai Pancasila membuat saya semakin memahami bahwa profesi di bidang kesehatan tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga sikap peduli dan kemanusiaan. Nantinya, ketika terjun ke masyarakat, saya akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, saya perlu belajar untuk menghargai setiap orang dan memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan.

 

Nilai-nilai Pancasila dapat menjadi dasar bagi saya agar tidak hanya menjadi seseorang yang memiliki kemampuan di bidang gizi, tetapi juga mampu memperlakukan orang lain dengan baik. Saya memahami bahwa menerapkan Pancasila tidak harus selalu dilakukan melalui tindakan besar. Penerapannya dapat dimulai dari diri sendiri melalui kebiasaan sederhana, seperti menghormati perbedaan, membantu orang lain, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan bersikap adil.

 

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, saya berharap dapat menjadi mahasiswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang baik serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain dan masyarakat.

Berita Terkait

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar
Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas
Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Polres Muba Tangkap Bandar Sekaligus Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Seberat 1.7 Kilogram Di Desa Tebing Bulan
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:15 WIB

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB