Langit Masih Kering, Polres Pagaralam Gelar Shalat Istisqa Mohon Hujan dan Selamat dari Karhutla

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fhoto : sholat istisqo mohon hujan dan selamat dari karhutlah

fhoto : sholat istisqo mohon hujan dan selamat dari karhutlah

SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM- Kemarau panjang akibat El Nino mulai terasa di Kota Pagar Alam, Bahkan aejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Di tengah kondisi itu, Polres Pagar Alam menggelar shalat istisqa di Mapolres, sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan sekaligus keselamatan warga.

 

Suasana berlangsung khidmat. Para pejabat dan anggota Polres larut dalam doa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera turun dan membasahi tanah yang mulai mengering.

 

Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro S.I.K didampingi Kasubsi Penmas Penda Neni Dianti mengatakan, shalat istisqa digelar bukan hanya untuk meminta hujan.

 

“Melalui shalat istisqa ini kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera diturunkan. Kita juga berdoa agar Kota Pagaralam dijauhkan dari kebakaran hutan dan lahan serta bencana alam lainnya,” ujar Adam.

 

Ia menekankan, musim kering harus disikapi dengan waspada. Kondisi lingkungan yang kering rawan memicu Karhutla, terutama jika ada aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

 

“Kami berharap dengan turunnya hujan, kekeringan segera berakhir, sumber air kembali normal, dan risiko Karhutla bisa ditekan,” katanya.

 

Selain berdoa, Kapolres juga mengajak masyarakat ikut berperan. Penggunaan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membakar lahan menjadi kunci agar dampak kemarau tidak meluas.

 

“Jangan melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran. Mari kita jaga bersama agar Pagar alam tetap aman,” tuturnya.

 

Kapolres mengungkapkan, Perhatian ini penting mengingat Pagar Alam memiliki banyak kawasan perkebunan, hutan, dan lahan terbuka. Satu titik api kecil saja bisa berkembang menjadi Karhutla besar yang merugikan lingkungan dan warga.

 

Berkurangnya air juga berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari, pertanian, hingga perkebunan masyarakat. Karena itu doa yang dipanjatkan dalam shalat istisqa menyasar dua hal: turunnya hujan dan keselamatan seluruh warga.

 

“Kita ingin masyarakat tetap aman, sumber air kembali tersedia, dan Kota Pagaralam terhindar dari Karhutla serta bencana lainnya. Ini harapan dan doa kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Delta Handoko

Editor : Jaks

Berita Terkait

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin
Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan
HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas
Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN
Bukan Pemangkasan! Kemenhaj Pagar Alam Bongkar Fakta Masa Tunggu Haji 2027 Dari 26 Menjadi 14 Tahun
Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas

Berita Terbaru