Nama: Ananda Intan Pandhini
NIM : PO712042601
Prodi : STR Keperawatan Reguler
Pancasila dalam Cara Saya Menjadi Diri Sendiri
Bagi saya, Pancasila bukan hanya sesuatu yang saya baca di buku pelajaran atau hafalkan saat mengikuti mata kuliah Pendidikan Pancasila. Seiring bertambah dewasa dan memasuki dunia perkuliahan, saya menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila banyak muncul dalam pilihan kecil yang saya buat setiap hari. Kadang, penerapannya tidak terlihat seperti tindakan besar. Namun, hal tersebut tercermin dalam sikap saya, cara saya memperlakukan orang lain, serta tanggung jawab terhadap setiap pilihan yang saya ambil.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan berusaha menjaga keseimbangan antara keyakinan yang saya miliki dan cara saya memperlakukan orang lain. Saya belajar bahwa beragama bukan hanya tentang menjalankan kewajiban kepada Tuhan, tetapi juga tentang menjaga ucapan dan tindakan. Ketika berada di lingkungan dengan kebiasaan yang berbeda, saya berusaha menghormatinya tanpa kehilangan prinsip yang saya pegang. Bagi saya, keyakinan seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, bukan merasa lebih tinggi dari orang lain.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sangat dekat dengan pilihan saya untuk belajar di bidang keperawatan. Saya ingin belajar melihat seseorang bukan hanya dari keadaan atau kesalahannya, tetapi sebagai manusia yang memiliki perasaan dan cerita masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha untuk tidak menjadikan kekurangan teman sebagai bahan candaan. Saya juga tidak menyebarkan cerita pribadi seseorang hanya karena saya mengetahuinya. Menjaga perasaan dan privasi orang lain merupakan bentuk kemanusiaan yang sederhana, tetapi sangat berarti.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dengan belajar beradaptasi dan bekerja sama dengan orang-orang yang tidak selalu memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Saat bekerja dalam kelompok, saya mungkin memiliki pendapat sendiri, tetapi saya belajar bahwa tujuan bersama lebih penting daripada keinginan untuk dianggap benar. Saya tidak harus memiliki pemikiran yang sama dengan orang lain untuk dapat bekerja sama. Justru, perbedaan dapat membuat saya belajar melihat suatu masalah dari sudut pandang yang sebelumnya tidak saya pertimbangkan.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan dengan tidak hanya mendengarkan orang yang paling banyak berbicara. Dalam diskusi, saya berusaha memberikan ruang kepada teman yang cenderung diam untuk menyampaikan pendapatnya. Menurut saya, musyawarah yang sebenarnya bukan hanya tentang siapa yang paling banyak bersuara, tetapi tentang bagaimana setiap orang mendapatkan kesempatan untuk didengar. Saya juga belajar menerima keputusan bersama, meskipun terkadang keputusan tersebut bukan pilihan pertama saya.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan tidak menentukan nilai seseorang berdasarkan kedekatan saya dengannya. Saat bekerja sama, saya ingin memperlakukan semua teman dengan adil, baik kepada teman dekat maupun kepada orang yang belum terlalu saya kenal. Saya juga belajar bahwa membantu seseorang tidak harus selalu dalam bentuk yang besar. Membagikan informasi tugas, membantu teman memahami materi, atau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mencoba merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi nyata.
Bagi saya, kelima sila tersebut membentuk cara pandang saya terhadap kehidupan. Pancasila mengajarkan saya bahwa menjadi orang baik bukan tentang terlihat sempurna di depan orang lain, melainkan tentang bagaimana saya bersikap ketika tidak ada yang melihat. Sebagai seseorang yang sedang mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan, saya ingin membawa nilai-nilai tersebut dalam perjalanan saya. Saya ingin memiliki ilmu yang baik, tetapi juga mampu bersikap baik ketika berhadapan dengan sesama manusia.
Pada akhirnya, Pancasila bagi saya bukan hanya tentang menjadi warga negara yang baik. Pancasila juga merupakan pedoman untuk belajar menjadi manusia yang mampu menghargai, menghormati, dan memperlakukan orang lain dengan baik.














