SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang oknum sopir pekerja harian lepas di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Palembang, Sumatera Selatan, memanfaatkan mobil bak sampah untuk mencuri. Kendaraan yang harusnya dipakai untuk memuat sampah, justru digunakan sebagai tempat meletakkan barang hasil curian.
Adalah Erlan (28), yang nekat mencuri motor roda tiga jenis Kaisar warna merah hitam tahun 2017 dengan nomor polisi BG 5163 ABM. Awalnya, motor ini hendak dimasukkan ke dalam mobil bak sampah, namun karena tidak muat, motor tersebut akhirnya dibawa secara langsung.
Pencurian tersebut dilakukan Erlan bersama dua temannya, Muhamat Adri (18) warga Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang, dan Dopi Yupiter (27) warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang.
Aksi ketiga pelaku ini terjadi di Jalan Yusuf Singadekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, pada Senin (30/8/2021), sekitar pukul 04.00 WIB. Ketiganya nekat mencuri motor roda tiga, lantaran tidak punya uang untuk mengganti aki mobil bak sampah yang hilang dicuri.
“Kami sudah lama mengintai. Dilihat situasi sepi, kami pun langsung beraksi. Kami bagi tugas dengan Dopi yang menjadi eksekutor membuka kontak motor menggunakan kunci letter T,” terang Erlan, Rabu (1/9/2021).
Setelah kontak motor tersebut terbuka, kemudian para pelaku langsung menaikan motor tersebut ke dalam mobil bak sampah yang dibawa para pelaku. “Karena tidak muat, lantas kami menghidupkannya dan membawa motor tersebut kabur,” ungkapnya.
Rencananya, kata Erlan, motor itu akan dijual dengan harga Rp5 juta. “Kalau saya uangnya untuk mengganti aki mobil yang hilang. Sebab, aki mobil DLHK yang saya bawa pulang ke rumah hilang pada saat saya parkirkan di depan rumah,” kata Erlan.
Sementara itu, Kasubnit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christoher Panjaitan mengatakan, ketiga pelaku diberi tindakan tegas dan terukur saat akan ditangkap. Polisi terpaksa menembak kaki ketiganya karena memberi perlawanan.
“Saat akan ditangkap, ketiga pelaku mencoba melakukan perlawanan, sehingga terpaksa kami beri tindakan tegas,” ungkapnya. (ANA)















