Mentan-Mendagri-Dirut Bulog Cek Harga Sembako di Palembang, Pastikan Stok Beras Aman

- Redaksi

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat blusukan ke Pasar Km 5 Palembang, Jum'at (5/9/2025). Foto: Tia

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat blusukan ke Pasar Km 5 Palembang, Jum'at (5/9/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman blusukan ke Pasar Km 5 Palembang untuk memastikan stabilitas harga pangan dan efektivitas program Gerakan Pangan Murah (GPM) dari Bulog.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan distribusi pangan, terutama beras dapat berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kita ini spontan saja, tidak kita rencanakan mau datang kesini. Random saja,” ujar Tito saat diwawancarai langsung usai meninjau, Jumat (5/9/2025).

Tito menjelaskan bahwa harga beras yang dipasok melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sudah terjangkau di bawah Rp 12.000 per kilogram dan kualitasnya pun diakui baik oleh warga.

“Distribusi beras SPHP cukup lancar, di beberapa tempat juga dilakukan GPM. Harganya terjangkau dan kualitasnya bagus. Ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap harga beras di daerah lain juga bisa turun,” jelasnya.

Kedua menteri juga berdialog dengan para pedagang di pasar untuk mengetahui harga sembako terkini, termasuk cabai merah yang harganya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.

“Bu cabai merah berapa? Yang merah?” tanya Tito saat mengunjungi pedagang sembako.

“Yang ini (cabai merah) Rp 40 ribu, yang ini (cabai rawit merah) Rp 50 ribu. Bawang merah dan putih Rp 40 ribu. Cung kediro Rp 15 ribu, tomat Rp 10 ribu kemarin sempat naik sekarang sudah turun,” jawab pedagang Pasar Km 5.

Ia juga meminta masyarakat dan pemda memasifkan pekarangan rumahnya untuk menanam bahan pangan, terlebih jika daerah itu bukan wilayah penghasil.

“Dari dulu sudah saya sampaikan, gerakan tanam cabai agar tidak bergantung kepada daerah penghasil. Se-Indonesia bisa memproduksi cabai, kalau wilayahnya kering bisa pakai hidroponik. Gampang sebenarnya. Tapi ini bukan berarti pemerintah tidak tanggung jawab, kita tetap melakukan upaya-upaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Amran Sulaiman menambahkan bahwa kolaborasi antara kementerian dan instansi terkait penting untuk menstabilkan harga pangan, yang menjadi salah satu penyebab inflasi.

“Kami terus lakukan operasi pasar besar-besaran dan memantau harga, termasuk dengan pedagang untuk memastikan harga sembako tetap stabil. Saat ini inflasi sudah turun menjadi 2,31 persen,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini stok beras nasional tercatat 1,3 juta ton dengan produksi beras yang mengalami lonjakan 3 juta ton dibandingkan tahun lalu.

“Sampai dengan bulan sekarang ada kenaikan 3 juta ton. Itu informasi dari BPS. Artinya hasil pemantauan BPS dan monitoring Kemendagri dan produksi pertanian sinkron, tervalidasi dengan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Mersi Windrayani mengatakan, pihaknya terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah Sumsel dan Babel.

“GPM hari ini kita lakukan di 37 titik di Sumsel, sementara di Palembang sendiri ada 19 titik. Total 144 ton beras yang kita gelontorkan, ini disebarkan di 5 cabang Bulog,” kata dia.

Dia menyebut, setiap titiknya disebar 2 ton beras SPHP dengan kemasan karung berisi 5 kilogram. Harganya Rp 57.000 per 5 kilogram. Adapun ketentuannya, satu orang hanya bisa membeli dua kemasan beras SPHP atau masing-masing 10 kilogram beras.

“Kalau memang antusias dari masyarakat banyak, nanti kita akan tambah lagi,” kata dia.

Mersi menyebut, penyaluran SPHP hingga bulan Desember ditarget 44.000 ton. Sementara, stok di Gudang Bulog Sumsel Babel ada 99.000 ton.

“Stok ini mampu mencukupi 5-6 bulan ke depan. Namun stok ini akan terus bertambah karena penyerapan di tingkat petani masih dilakukan,” jelasnya.

“Kita juga melihat dan memantau harga, dengan mengelontorkan SPHP ini berdampak juga dengan harga beras premium khususnya di pasar-pasar tradisional, ritel atau modern. Itu juga menjadi satu dampak ke harga yang beredar sekarang,” tutupnya.

Berita Terkait

Permen ESDM 14 Tahun 2025 Segera Di Implementasikan, Pengelolan Sumur Minyak Masyarakat Masuk Jalur Resmi
OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN
Pastikan Kualitas Infrastruktur, Kapolsek Buay Madang Timur Hadiri Sertifikasi TPT Desa Tekorejo
Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum
Penyusunan Responsif Gender Jadi Misi Besar Pemkot Pagar Alam Demi Penghargaan PP
Rapat Finalisasi Digelar, Muba Matangkan Langkah Terapkan Permen ESDM 14/2025
Jalin Kedekatan dengan Warga, Personel Polsek Buay Madang Timur Perkuat Silaturahmi Kamtibmas
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Buay Madang Timur Salurkan Bansos untuk Warga Kurang Mampu

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 22:03 WIB

Permen ESDM 14 Tahun 2025 Segera Di Implementasikan, Pengelolan Sumur Minyak Masyarakat Masuk Jalur Resmi

Rabu, 29 April 2026 - 21:22 WIB

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN

Rabu, 29 April 2026 - 17:49 WIB

Pastikan Kualitas Infrastruktur, Kapolsek Buay Madang Timur Hadiri Sertifikasi TPT Desa Tekorejo

Rabu, 29 April 2026 - 16:25 WIB

Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum

Rabu, 29 April 2026 - 16:22 WIB

Penyusunan Responsif Gender Jadi Misi Besar Pemkot Pagar Alam Demi Penghargaan PP

Berita Terbaru