Marak Aksi Unras, Bupati Muba Minta Kesbangpol Aktif Lakukan Pembinaan LSM dan Ormas 

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID,MUBA- Maraknya aksi unjukrasa yang dilancarkan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Aktivis beberapa pekan terakhir terhadap sejumlah Dinas di kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ditanggapi santai Bupati Muba, M Toha Tohet.

Orang nomor satu di Muba ini tak membatasi aksi unjukrasa yang digencarkan sejumlah LSM dan aktivis selama masih santun dalam menyampaikan tuntutan.

“Unjukrasa itu bagian dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah, menurut saya selama ini mereka masih santun dalam menyampaikan aspirasinya,” ujar Toha.

Apalagi sejauh ini, tuntutan yang disampaikan sejumlah ormas ataupun aktivis masih bersifat dugaan.

Semua tuntutan dan aspirasi yang disampikan dalam aksi unjukrasa akan menjadi catatan pihaknya.

“Apapun informasi yang disampaikan, akan kita tampung dan tindaklanjuti, kalaupun ada yang keliru akan kita berikan penjelasan,” ujarnya.

Toha berharap aksi unjukrasa yang dilancarkan ormas, LSM dan sejumlah aktivis yang akhir akhir ini kian marak, kedepannya semakin berkurang demi menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Muba.

Toha mengaku siap menerima aspirasi yang disampaikan masyarkat dalam aksi unjukrasa. Karena menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun kabupaten Muba, melainkan butuh peran serta masyarakat dalam segala aspek.

“Kita kan tidak bekerja sendiri, ada LSM, ada media massa dari ormas juga kita rangkul, salah satunya hari ini ada ormas perempuan Sarinah Srikandi Serasan Sekate (S4), semua akan kita rangkul untuk membangun Muba,” ujar Toha.

Selain turun tangan langsung untuk berkoordinasi dengan LSM yang ada di Muba, Toha juga meminta peran aktif Kesbangpol untuk melakukan pembinaan kepada sejumlah LSM yang kerap melancarkan aksi unjukrasa.

“Pembinaan dari Kesbangpol, saya juga akan melakukan (koordinasi) sendiri, nanti kordinasi dengan LSM – LSM yang sering unjukrasa, apa keinginan mereka yang sebenarnya,” ungkap Toha.

Dari sejumlah aksi unjukrasa yang terjadi di Muba, Toha mengaku tidak tersinggung. Bahkan Toha merasa senang dan berterimakasih atas saran dan kritik yang disampaikan para demonstran dalam aksi unjukrasa selama ini.

“Saya tidak merasa tersingung, bahkan senang ada rekan-rekan yang mengkritis saya untuk kemajuan Musi Banyuasin,” tutupnya.

Diketahui beberapa pekan terakhir aksi unjukrasa terus terjadi di sejumlah Dinas di pemerintahan Musi Banyuasin, diantaranya Dispopar, Dinas Perkebunan, DLH, Bagian Umum Setda Muba dan sejumlah dinas lainnya.

Berita Terkait

Kapolres Muba Resmikan Kedai PADEK, Berikan Layanan Dan Fasilitas Gratis Bagi Pejuang Rupiah.
Motif Pedagang Bacok Jukir di Pasar Jakabaring, Diduga Tersinggung Soal Permintaan Bungkus Barang
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Komitmen Dukung UMKM Binaan Dengan Perluas Akses Promosi
Pria di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan, Disabet Golok dan Celurit
Tak Penuhi Permintaan Uang Rp15 Juta, Lansia di Palembang Jadi Korban KDRT dan Diancam Disiram Air Keras
Butuh KRIS dan Peningkatan Sapras RSUD Besemah, Walikota Pagar Alam Lobi Langsung Kemenkes
Dituduh Selingkuh, IRT di Palembang Jadi Korban KDRT dan Dibacok Suami
Jalin Kedekatan dengan Warga, Personel Polsek Buay Madang Timur Gelar Sambang Kamtibmas di Desa Pengandonan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:04 WIB

Kapolres Muba Resmikan Kedai PADEK, Berikan Layanan Dan Fasilitas Gratis Bagi Pejuang Rupiah.

Selasa, 21 April 2026 - 16:43 WIB

Motif Pedagang Bacok Jukir di Pasar Jakabaring, Diduga Tersinggung Soal Permintaan Bungkus Barang

Selasa, 21 April 2026 - 14:58 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Komitmen Dukung UMKM Binaan Dengan Perluas Akses Promosi

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Pria di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan, Disabet Golok dan Celurit

Selasa, 21 April 2026 - 14:37 WIB

Tak Penuhi Permintaan Uang Rp15 Juta, Lansia di Palembang Jadi Korban KDRT dan Diancam Disiram Air Keras

Berita Terbaru