Lakukan Perundungan Terhadap PPDS Unsri, Konsulen Anestesi RSMH Palembang Dinonaktifkan dari Tugas

- Redaksi

Rabu, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama RSMH dr Siti Khalimah

Direktur Utama RSMH dr Siti Khalimah

SUARAPUBLIK. ID, PALEMBANG – Usai melakukan perundungan terhadap Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Sriwijaya berinisial S, dr YS Konsulen Anestesi Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dinonaktifkan dari tugasnya.

“Ya dr YS mengakui perbuatannya sudah melakukan perundungan terhadap peserta PPDS Anestesi Unsri berinisial S,” ungkap Direktur Utama RSMH dr. Siti Khalimah, Rabu (23/4/2025).

Berdasarkan hasil penelusuran kata Khalimah bahwa peristiwa perundungan terhadap PPDS ini sudah terjadi sejak Tahun 2019. Di mana Konsulen tersebut melakukan pelanggaran kode etik dan akademik kepada PPDS (mengkalungkan tulisan yang bersifat melecehkan).

“Sehingga Rektor Unsri melalui Fakultas Kedokteran melarang yang bersangkutan untuk mengajar, membimbing mahasiswa, mengasuh mata kuliah dan melibatkan PPDS dalam pelayanan bila Konsulen tersebut yang bertugas,” kata Khalimah.

Lalu, pada Tahun 2023, Konsulen tersebut juga sudah dikenakan sanski hukuman disiplin oleh Direktur Utama RS Mohammad Hoesin Palembang karena melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Peraturan Pemerintah.

Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan Konsulen tersebut melakukan tiga jenis perundungan. Pertama melakukan perundungan verbal, yakni berkata kasar dan merendahkan seperti bodoh, benturkan saja kepalamu ke dinding.

Kedua melakukan perundungan fisik, yakni melempar benda mencubit, menonjok, menempeleng, mencubit dan menendang.

Ketiga melakukan perundungan Non-Verbal dan Non-Fisik, seperti mengabaikan dan mengucilkan PPDS yang mengalami depresi, minum obat dan sempat berpikir untuk berhenti menjadi PPDS.

“Dan berdasarkan hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak hanya PPDS yang menjadi korban. Namun, juga sebagian besar perawat di ICU pernah mengalami perundungan verbal yang dilakukan oleh Konsulen tersebut,” jelas Khalifah.

Lanjut dikatakan Khalimah, kejadian terbaru pada Minggu 20 April 2025, di mana Konsulen melakukan kekerasan fisik terhadap PPDS berupa penendangan ke arah selangkangan yang mengenai organ kemaluan (testis) sehingga terjadi hematom testis sebelah kiri.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari kegiatan Pelayanan dan Pendidikan di RS Mohammad Hoesin Palembang,” pungkas Khalimah.

Berita Terkait

Polda Sumsel Selamatkan 370 Ribu Jiwa, Jaringan Narkoba Dibongkar dalam 71 Kasus
UMP Gelar Seminar Nasional Menuju Pemilu 2029 
Razia Dua Tempat Hiburan Malam, Polisi Amankan 17 Orang dan Enam Butir Ekstasi
Polisi Razia Dua Tempat Hiburan Malam, Amankan 17 Orang dan 6 Butir Ekstasi 
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Qolbiku Olah Gedebog Pisang Jadi Camilan Bernilai Ekonomi
Tergiur Emas 1 Gram di TikTok SR Malah Jadi Korban Penipuan Uang Rp 2,1 Juta 
CitraLand Palembang Hadirkan Hunian Premium Sultan Dengan Ruang Lebih Lega Dan Desain Modern Classic
Gramedia Buka Gerai Ketiga di Palembang, Perluas Akses Literasi dan Edukasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:02 WIB

Polda Sumsel Selamatkan 370 Ribu Jiwa, Jaringan Narkoba Dibongkar dalam 71 Kasus

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:23 WIB

UMP Gelar Seminar Nasional Menuju Pemilu 2029 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Razia Dua Tempat Hiburan Malam, Polisi Amankan 17 Orang dan Enam Butir Ekstasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Polisi Razia Dua Tempat Hiburan Malam, Amankan 17 Orang dan 6 Butir Ekstasi 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Qolbiku Olah Gedebog Pisang Jadi Camilan Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru