Koperasi Merah Putih Sukodadi Hentikan Sementara Penjualan Bahan Pokok

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koperasi Merah Putih Sukodadi, Nanang saat diwawancarai langsung, Kamis (16/10/2025). Foto: Tia

Ketua Koperasi Merah Putih Sukodadi, Nanang saat diwawancarai langsung, Kamis (16/10/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Koperasi Merah Putih Sukodadi di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang menghentikan sementara penjualan sejumlah kebutuhan pokok sejak pertengahan September 2025.

Ketua Koperasi Merah Putih Sukodadi, Nanang menyebut jika saat ini koperasi tersebut hanya melayani penjualan gas LPG 3 kilogram bagi warga sekitar.

“Sejak pertengahan September kami sudah stop dulu penjualan beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Sekarang hanya gas LPG 3 kilogram yang masih kami sediakan,” ujar Nanang saat diwawancarai, Kamis (16/10/2025).

Nanang mengatakan keputusan penghentian sementara penjualan dilakukan karena tekanan harga akibat maraknya operasi pasar murah yang digelar berbagai instansi pemerintah.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual melalui operasi pasar jauh lebih murah dibandingkan harga di koperasi.

Kondisi ini membuat penjualan koperasi menurun drastis dan tidak mampu menutup biaya operasional.

“Harga beras di operasi pasar bisa Rp57.000 per lima kilogram, sedangkan di koperasi kami Rp62.500. Selisih ini cukup besar dan membuat masyarakat beralih,” katanya.

Ia menjelaskan sebelum adanya operasi pasar murah, koperasi sempat mencatat penjualan beras hingga dua ton per minggu. Namun, kini permintaan hampir tidak ada.

“Kami memahami tujuan pemerintah membantu masyarakat, tapi kami juga butuh keberlanjutan. Kalau terus seperti ini, koperasi tidak bisa hidup,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi pelaksanaan operasi pasar murah agar tidak menekan keberadaan koperasi yang seharusnya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di tingkat masyarakat.

“Kami berharap ada solusi agar koperasi tetap bisa berperan dan tidak tersisih di tengah kebijakan pasar murah,” ucap dia.

Berita Terkait

Kejati Sumsel Pastikan Tak Ada Perkara Korupsi yang Mangkrak, Ketut Sumedana: Semua Diproses hingga Persidangan
Eksepsi: Dakwaan Diklaim Kabur, Terdakwa Bongkar Peran Harmizon dalam Kasus Irigasi Muara Enim
Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan
SS Diamankan Security Usai Diduga Bobol Gudang di IB II Palembang
Kejari Palembang Geledah Kantor Dishub dan Rumah Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan APBD-P 2025
Herman Deru Usut Polemik SPMB SMA yang Ancam Status Dapodik Ratusan Siswa di Palembang
Karantina Sumsel dan IPC Perkuat Sinergi Logistik Ekspor
Saksi Bea Cukai: 17 Cartridge Vape Berisi Metamfetamina Ditemukan dalam Tas WN Malaysia di Bandara SMB II

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:57 WIB

Kejati Sumsel Pastikan Tak Ada Perkara Korupsi yang Mangkrak, Ketut Sumedana: Semua Diproses hingga Persidangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Eksepsi: Dakwaan Diklaim Kabur, Terdakwa Bongkar Peran Harmizon dalam Kasus Irigasi Muara Enim

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:37 WIB

Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kejari Palembang Geledah Kantor Dishub dan Rumah Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan APBD-P 2025

Senin, 29 Juni 2026 - 21:03 WIB

Herman Deru Usut Polemik SPMB SMA yang Ancam Status Dapodik Ratusan Siswa di Palembang

Berita Terbaru

Foto : korban usai membuat laporan polisi

Kota Palembang

Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan

Selasa, 30 Jun 2026 - 13:37 WIB