Kejati Sumsel Tetapkan Wakil Bupati PALI dan ASN Provinsi sebagai Tersangka Dugaan Gratifikasi Proyek

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, memberikan keterangan pers terkait penetapan Wakil Bupati PALI berinisial IT dan ASN Provinsi Sumsel berinisial AK sebagai tersangka dugaan gratifikasi fee proyek di Kabupaten PALI tahun 2024., Rabu (3/6/2026).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, memberikan keterangan pers terkait penetapan Wakil Bupati PALI berinisial IT dan ASN Provinsi Sumsel berinisial AK sebagai tersangka dugaan gratifikasi fee proyek di Kabupaten PALI tahun 2024., Rabu (3/6/2026).

 

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, mengungkapkan pihaknya telah mengamankan dan menangkap dua orang terkait dugaan pemerasan atau gratifikasi proyek di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2024.

 

Kedua orang yang diamankan tersebut yakni Wakil Bupati PALI berinisial IT dan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AK yang saat ini bertugas di Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

 

Sebelumnya, AK diketahui pernah menjabat sebagai Kabid di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PALI.

 

“Kami telah mengamankan dan sekaligus menangkap dua orang terkait adanya dugaan pemerasan atau gratifikasi fee proyek di Kabupaten PALI pada tahun 2024. Salah satunya saat ini menjabat sebagai kepala daerah, yakni IT selaku Wakil Bupati PALI, dan AK sebagai ASN,” ujar Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

 

Menurut Ketut, kedua tersangka diduga menerima uang sekitar Rp1 miliar yang diberikan secara bertahap oleh pihak swasta terkait proyek senilai Rp10 miliar yang dijanjikan.

 

“Dari proyek yang dijanjikan sebesar Rp10 miliar, yang bersangkutan diduga menerima fee sekitar Rp1 miliar. Penyerahannya dilakukan dalam beberapa tahap, bahkan sebagian melalui transfer,” katanya.

 

Ia menjelaskan, penyidik telah melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya melakukan tindakan pengamanan. Tim Kejati mengetahui adanya upaya pengembalian uang dari para penerima kepada pihak pemberi yang berasal dari kalangan swasta.

 

“Saat proses pengembalian uang itulah kami melakukan tindakan pengamanan dan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

 

Ketut menambahkan, IT diamankan di Bali, sedangkan AK diamankan di Palembang. Setelah penangkapan dilakukan, penyidik juga menggeledah rumah dinas IT dan menemukan sejumlah barang elektronik serta dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara.

 

“Kami melakukan penggeledahan di rumah dinas yang bersangkutan dan menemukan beberapa barang elektronik serta surat-surat yang terkait dengan perkara untuk diamankan sebagai barang bukti,” ujarnya.

 

Selain itu, penyidik turut mengamankan uang tunai sebesar Rp436 juta yang diduga merupakan bagian dari dana yang sebelumnya telah dikembalikan kepada pihak swasta.

 

“Kami juga mengamankan uang sebesar Rp436 juta. Uang tersebut merupakan bagian dari dana yang dikembalikan setelah proses penyelidikan berjalan dan saat ini sedang kami dalami lebih lanjut, termasuk melalui pemeriksaan rekening,” kata Ketut.

 

Kejati Sumsel memastikan kedua pihak akan segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan.

 

“Pada hari ini juga akan dilakukan penetapan tersangka terhadap IT dan AK. Selanjutnya keduanya akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara Palembang guna kepentingan penyidikan,” tegas Ketut Sumedana.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet
Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
Ketua DPM FH UM Palembang Kecam Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa dan Jurnalis di Mapolda Sumsel
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB