Nama: Aqila Afra Qonita
Prodi: D4 Keperawatan Regular
Pancasila, Bagian dari Hidup
Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa Pancasila bukan hanya sesuatu yang dipelajari dalam mata kuliah, tetapi juga nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang, penerapannya tidak terlihat seperti tindakan besar. Namun, nilai-nilai Pancasila dapat tercermin dari sikap saya, cara saya memperlakukan orang lain, serta tanggung jawab terhadap setiap pilihan yang saya ambil.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjalankan salat lima waktu. Saya juga belajar menghargai orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Menurut saya, perbedaan agama bukan alasan untuk menjauh atau memilih-milih teman. Justru, dari perbedaan tersebut saya belajar untuk lebih menghargai dan memahami orang lain.
Bagi saya, menerapkan sila pertama tidak harus selalu melalui hal-hal besar. Menjaga ucapan, menghormati orang lain, dan tetap menjalankan ibadah di tengah kesibukan sehari-hari merupakan cara sederhana untuk menerapkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan berusaha menghargai orang lain, membantu teman ketika mengalami kesulitan, serta menjaga ucapan agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Sebagai mahasiswa keperawatan, nilai kemanusiaan menurut saya sangat penting karena nantinya saya akan berhadapan dengan banyak orang yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan pelayanan yang baik.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dengan belajar beradaptasi dengan orang-orang yang tidak selalu memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Saat bekerja dalam kelompok, saya mungkin memiliki pendapat sendiri, tetapi saya belajar bahwa tujuan bersama lebih penting daripada keinginan untuk selalu dianggap benar. Saya tidak harus memiliki pemikiran yang sama dengan orang lain untuk dapat bekerja sama. Justru, perbedaan dapat membuat saya belajar melihat suatu masalah dari sudut pandang yang sebelumnya tidak saya pertimbangkan.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan ketika mengambil keputusan bersama. Saya berusaha mendengarkan pendapat teman, menyampaikan pendapat dengan baik, dan menerima hasil musyawarah meskipun terkadang pendapat saya tidak menjadi pilihan. Bagi saya, keputusan bersama harus dihargai dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha bersikap adil kepada teman dan tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakangnya. Dalam kegiatan kelompok, saya juga berusaha menjalankan tanggung jawab yang telah diberikan kepada saya dengan sebaik-baiknya.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa penerapan Pancasila tidak harus selalu dilakukan melalui hal-hal besar. Sikap sederhana seperti beribadah, menghargai orang lain, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan bersikap adil sudah menjadi bagian dari pengamalan Pancasila.
Sebagai mahasiswa baru, saya ingin terus belajar menerapkan nilai-nilai tersebut agar Pancasila tidak hanya menjadi hafalan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari diri saya dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila mengajarkan saya bahwa menjadi orang baik bukan tentang terlihat sempurna di depan orang lain, melainkan tentang bagaimana saya bersikap ketika tidak ada yang melihat.
Sebagai seseorang yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kesehatan, saya ingin membawa nilai-nilai Pancasila dalam setiap perjalanan saya. Saya ingin memiliki ilmu yang baik, tetapi juga mampu bersikap baik ketika berhadapan dengan sesama manusia. Pada akhirnya, Pancasila bagi saya bukan hanya tentang menjadi warga negara yang baik, tetapi juga tentang belajar menjadi manusia yang mampu menghargai, peduli, dan memperlakukan orang lain dengan baik.







