Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Nazifa Abshaara

NIM    : PO7120426004

Prodi  : D4 Keperawatan Regular

 

Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus

 

Saya adalah Nazifa Abshaara, seorang mahasiswa yang setiap hari menjalani berbagai kegiatan di kampus. Bagi saya, kampus bukan hanya tempat untuk mendapatkan ilmu, tetapi juga tempat untuk belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Di kampus, saya bertemu dengan banyak teman yang memiliki sifat, kebiasaan, dan latar belakang yang berbeda. Dari interaksi tersebut, saya belajar bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan saya sehari-hari.

 

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan selalu mengingat Tuhan dalam setiap kegiatan dan berdoa sebelum memulai aktivitas. Selain itu, saya juga berusaha menghargai teman yang memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda. Saya percaya bahwa perbedaan agama bukanlah alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar menghargai satu sama lain.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan memperlakukan teman dengan baik dan sopan. Ketika ada teman yang mengalami kesulitan dalam memahami materi kuliah atau sedang menghadapi masalah, saya berusaha membantu dan mendengarkan ceritanya. Menurut saya, kepedulian kecil dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya rasakan ketika melakukan berbagai kegiatan bersama teman-teman di kampus. Walaupun kami memiliki perbedaan daerah asal, karakter, dan pendapat, kami tetap dapat berkumpul, berdiskusi, bercanda, dan bekerja sama. Perbedaan tersebut justru membuat pertemanan menjadi lebih berwarna.

 

Sila keempat saya terapkan ketika mengerjakan tugas kelompok. Kami biasanya berdiskusi untuk menentukan pembagian tugas dan mengambil keputusan bersama. Saya belajar untuk menyampaikan pendapat dengan baik serta menghargai pendapat teman meskipun berbeda dengan pemikiran saya.

 

Sila kelima saya terapkan dengan berusaha bersikap adil kepada semua teman. Contohnya, ketika mengerjakan tugas kelompok, kami membagi pekerjaan secara merata agar setiap anggota memiliki tanggung jawab. Dari pengalaman selama menjadi mahasiswa, saya menyadari bahwa Pancasila bukan hanya lima sila yang harus dihafalkan, tetapi merupakan pedoman yang dapat diterapkan melalui tindakan sederhana. Bagi saya, menerapkan Pancasila dimulai dari diri sendiri, kemudian diwujudkan melalui cara saya bersikap, berteman, dan bekerja sama dengan orang lain di lingkungan kampus.

Berita Terkait

Cahaya Lima Sila dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupanku
Hidup Bersama Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila: Refleksi Sederhana dari Realitas Keseharian
Langkah Kecilku Bersama Pancasila
Saya Berpancasila
Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Cahaya Lima Sila dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupanku

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Hidup Bersama Nilai-Nilai Pancasila

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:54 WIB

Pancasila: Refleksi Sederhana dari Realitas Keseharian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus

Berita Terbaru

Sumsel

Cahaya Lima Sila dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:07 WIB

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupanku

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:04 WIB

Sumsel

Hidup Bersama Nilai-Nilai Pancasila

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:58 WIB

Sumsel

Pancasila: Refleksi Sederhana dari Realitas Keseharian

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:54 WIB

Sumsel

Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:50 WIB