Nama: Agustina Wijaya
NIM : PO7120426040
Prodi : D4 Keperawatan Regular
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupanku
Bagi saya, Pancasila bukan hanya lima sila yang harus dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Saya berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui hal-hal sederhana, mulai dari cara menghargai orang lain, bekerja sama dalam kelompok, hingga mengambil keputusan saat melakukan musyawarah.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dalam kehidupan dengan menjalankan salat lima waktu. Saya juga belajar menghargai orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Menurut saya, perbedaan agama bukan alasan untuk menjauh atau memilih-milih teman. Justru dari perbedaan tersebut saya belajar untuk lebih menghargai dan memahami orang lain. Bagi saya, menerapkan sila pertama tidak harus selalu melalui hal-hal besar. Menjaga ucapan, menghormati orang lain, dan tetap menjalankan ibadah di tengah kesibukan sehari-hari juga merupakan cara sederhana untuk menerapkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik. Misalnya, ketika ada teman yang sedang mengalami kesulitan, saya berusaha membantu sebisa saya tanpa membeda-bedakan siapa orangnya. Saya juga berusaha menjaga ucapan agar tidak menyakiti atau merendahkan orang lain. Menurut saya, hal sederhana seperti saling menghargai, membantu teman, dan tidak mengejek kekurangan orang lain merupakan bentuk penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya rasakan terutama dalam kehidupan sebagai mahasiswa dengan menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan di sekitar saya. Misalnya, saya mau berteman dan bekerja sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun daerah asal. Bagi saya, perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar menghargai satu sama lain.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan dengan mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memaksakan keinginan sendiri. Contohnya, saat mengerjakan tugas kelompok, saya ikut berdiskusi dan menerima keputusan yang telah disepakati bersama. Menurut saya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Hal yang penting adalah tetap saling menghargai dan mengutamakan kepentingan bersama.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan bersikap adil dan menghormati hak orang lain. Saya berusaha bersikap adil kepada semua teman tanpa pilih kasih, termasuk dalam membagi tugas secara adil saat bekerja dalam kelompok.
Pancasila bagi saya bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi cermin dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilainya mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang beriman, menghargai sesama, menjaga persatuan, mampu bermusyawarah, dan bersikap adil. Saya mungkin belum selalu sempurna dalam menerapkannya, tetapi saya percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari diri sendiri melalui tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.







