Nama: Annisa Hayyu Syifa
Prodi: D4 Keperawatan Regular
Pancasila di Setiap Langkah Kecil Saya
Pagi itu, dengan penuh semangat, saya berangkat ke kampus menggunakan motor. Pikiran saya dipenuhi dengan penerapan Pancasila yang sudah saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehari sebelumnya, dosen memberikan tugas esai untuk menceritakan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Awalnya, saya berpikir bahwa Pancasila hanya berkaitan dengan upacara, pelajaran PPKN, atau sekadar menghafalkan sila-silanya. Namun, akhir-akhir ini saya menyadari bahwa Pancasila ternyata dapat hadir dalam berbagai hal sederhana yang saya lakukan.
Sesampainya di kampus, saya bertemu dengan teman dan melihatnya sedang beribadah. Saya memilih untuk tidak mengganggunya agar ia dapat beribadah dengan tenang. Saat itu, terlintas di pikiran saya mengenai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengajarkan saya untuk menghargai dan menghormati keyakinan orang lain.
Ketika masuk kelas, saya melihat teman sedang mengerjakan tugas makalah yang diberikan dosen. Namun, ia terlihat kesulitan dalam menyelesaikannya. Saya kemudian membantunya mengerjakan tugas tersebut. Saya kembali menyadari bahwa membantu teman yang sedang kesusahan tanpa membeda-bedakan merupakan salah satu penerapan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Lalu, kami mendapatkan tugas kelompok untuk membuat laporan. Anggota kelompok saya memiliki latar belakang yang berbeda dan berasal dari berbagai daerah. Meskipun demikian, kami tetap bekerja sama dengan baik. Di situ, saya menyadari bahwa kami sedang menerapkan sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang mengajarkan untuk tetap bersatu meskipun memiliki perbedaan.
Saat mengerjakan tugas kelompok, kami memiliki pendapat yang berbeda-beda sehingga terjadi perbedaan pendapat dan perdebatan kecil. Namun, akhirnya kami memilih untuk melakukan voting agar keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Setelah mencapai kesepakatan, saya kembali memahami makna sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Sore harinya, jam pulang telah tiba. Kami pun membagi tugas kelompok untuk dikerjakan di rumah agar keesokan harinya dapat selesai dengan cepat. Pembagian tugas dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota agar tidak ada yang merasa terbebani. Saya kembali teringat pada sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sepulang dari kampus dengan mengendarai motor, saya menyadari bahwa Pancasila sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan saya sehari-hari. Pancasila bukan sekadar lima sila yang harus dihafalkan, tetapi nilai-nilainya dapat saya terapkan melalui tindakan-tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari.







