Nama : Nailah Putri Alin
NIM : PO7120426021
Prodi : D4 Keperawatan Regular
Langkah Kecilku Bersama Pancasila
Kalau ditanya seperti apa diriku, mungkin aku sendiri masih belum bisa menjawabnya dengan pasti. Aku masih dalam proses mengenal diri sendiri, memahami apa yang aku inginkan, dan mencari tahu seperti apa aku ingin menjadi nantinya. Sebagai mahasiswi, keseharianku juga cukup sederhana. Kuliah, mengerjakan tugas, bertemu teman, pulang, lalu mengulanginya lagi. Kadang aku merasa bosan dan ingin sekali libur dari rutinitas yang sama, tetapi semua itu tetap menjadi bagian dari proses yang sedang aku jalani.
Aku bukan orang yang selalu benar dan juga bukan orang yang selalu bisa bersikap baik. Ada kalanya aku peduli dengan orang lain, tetapi ada juga saat ketika aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri. Aku bisa menerima pendapat orang lain, tetapi terkadang aku juga masih sulit menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku. Aku sadar bahwa masih banyak hal dalam diriku yang perlu diperbaiki.
Dari proses tersebut, aku mulai menyadari bahwa Pancasila ternyata bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya bisa aku temukan dalam berbagai hal yang aku lakukan dan alami setiap hari.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengingatkanku untuk tetap dekat dengan Tuhan dan menjadikan keyakinan sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan. Aku memang masih sering lalai, tetapi aku terus belajar untuk memperbaiki diri dan menjalankan kewajibanku.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, aku coba terapkan dengan memperlakukan orang lain sebagaimana aku ingin diperlakukan. Aku berusaha menghargai dan membantu ketika bisa, walaupun terkadang aku masih kurang peka terhadap keadaan orang lain.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, membuatku belajar bahwa perbedaan sifat, pemikiran, dan kebiasaan bukan alasan untuk saling menjauh. Sebagai mahasiswa, aku bertemu dengan banyak orang yang berbeda dan belajar untuk tetap bekerja sama meskipun tidak selalu memiliki pandangan yang sama.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sering aku rasakan ketika berdiskusi atau mengerjakan tugas bersama. Aku belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan menerima keputusan bersama meskipun terkadang tidak sesuai dengan keinginanku.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkanku untuk tidak membeda-bedakan orang dan memperlakukan setiap orang dengan adil. Dalam kehidupan sehari-hari, aku mencoba menerapkannya dengan menghargai pendapat, usaha, dan hak orang lain.
Aku mungkin masih belum benar-benar mengenal diriku sendiri. Masih banyak hal yang ingin aku ubah dan perbaiki dari diriku. Tapi aku percaya, semua itu memang bagian dari perjalanan. Setiap hari selalu ada hal kecil yang bisa membuatku belajar tentang diriku dan orang-orang di sekitarku.
Buatku, Pancasila bukan sesuatu yang harus selalu dijelaskan dengan kata-kata besar. Cukup dengan bagaimana aku menjalani hari, menghargai orang lain, bertanggung jawab, dan belajar dari kesalahan. Mungkin aku masih jauh dari sempurna, tapi setidaknya aku sedang berusaha menjadi lebih baik dengan caraku sendiri.







