Nama: M. Afgan Tri Kharisma
NIM : PO7120426012
Prodi: D4 Keperawatan Regular
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila bukan hanya dasar negara yang perlu dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa keperawatan, saya tidak hanya mempelajari ilmu kesehatan, tetapi juga perlu memiliki sikap, moral, dan karakter yang baik. Karena itu, saya berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengajarkan saya untuk percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkannya dengan menjalankan ibadah, berdoa sebelum melakukan kegiatan, bersyukur, serta berusaha menjalankan ajaran agama dengan baik.
Saya juga menghormati teman yang memiliki agama atau keyakinan berbeda dan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.
Sebagai mahasiswa keperawatan, nilai ketuhanan juga penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Saya harus menghormati keyakinan pasien, memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah jika memungkinkan, serta tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan agama atau kepercayaannya.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua mengajarkan saya untuk menghargai dan memperlakukan setiap manusia dengan baik. Saya menerapkannya dengan menghormati orang tua, dosen, teman, dan masyarakat. Jika ada teman yang mengalami kesulitan, saya berusaha membantu sesuai kemampuan. Saya juga berusaha berbicara dengan sopan dan tidak merendahkan orang lain.
Sebagai calon perawat, nilai kemanusiaan sangat penting karena saya akan berhadapan langsung dengan pasien. Saya harus memberikan pelayanan dengan ramah, sabar, peduli, dan penuh empati. Setiap pasien harus dihargai dan diperlakukan dengan baik tanpa membedakan suku, agama, pekerjaan, maupun kondisi ekonominya.
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dan menghargai perbedaan. Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkannya dengan berteman tanpa membeda-bedakan latar belakang, menghargai pendapat orang lain, dan menjaga hubungan baik dengan teman.
Di lingkungan kampus, saya sering melakukan kegiatan bersama teman, seperti mengerjakan tugas kelompok. Melalui kegiatan tersebut, saya belajar bekerja sama, saling membantu, dan mengutamakan kepentingan bersama. Jika terdapat perbedaan pendapat, saya berusaha menyelesaikannya dengan baik agar tidak menimbulkan perselisihan.
Sebagai calon tenaga kesehatan, nilai persatuan juga penting karena pelayanan kesehatan membutuhkan kerja sama antara perawat, dokter, tenaga kesehatan lainnya, pasien, dan keluarga pasien.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mengajarkan saya untuk menghargai pendapat orang lain dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkannya ketika berdiskusi dengan teman, terutama saat mengerjakan tugas kelompok.
Saya berusaha mendengarkan pendapat teman dan tidak memaksakan keinginan pribadi. Jika terdapat perbedaan pendapat, kami berdiskusi untuk menemukan keputusan yang terbaik dan dapat diterima bersama. Setelah keputusan dibuat, setiap anggota juga harus bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Sebagai mahasiswa keperawatan, kemampuan berdiskusi dan mengambil keputusan secara bijaksana sangat penting. Dalam dunia kerja nantinya, saya harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima mengajarkan saya untuk bersikap adil dan menghargai hak orang lain. Saya menerapkannya dengan tidak membeda-bedakan teman, membagi tugas secara adil, serta membantu orang yang membutuhkan sesuai kemampuan.
Dalam kehidupan kampus, saya berusaha agar tugas kelompok tidak hanya dibebankan kepada satu orang. Setiap anggota mendapatkan tanggung jawab dan kesempatan yang sesuai. Saya juga berusaha menghargai hak teman, termasuk meminta izin ketika menggunakan barang milik mereka.
Sebagai calon perawat, sila kelima mengajarkan saya untuk memberikan pelayanan kesehatan secara adil. Saya harus memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama, suku, maupun latar belakang. Setiap pasien memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik dan manusiawi.
Pancasila sebagai Bekal Menjadi Perawat
Dari penerapan kelima sila tersebut, saya memahami bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang harus dihafalkan, melainkan nilai-nilai yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai mahasiswa D4 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang, saya berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari lingkungan keluarga, kampus, hingga masyarakat. Saya berharap penerapan tersebut dapat membentuk diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab, menghargai orang lain, mampu bekerja sama, memiliki rasa kemanusiaan, dan bersikap adil.
Nilai-nilai Pancasila juga menjadi bekal bagi saya untuk menjadi seorang perawat yang profesional, beretika, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.







