Nama : Khoilia
NIM : PO7120426002
Prodi : STR Keperawatan Regular
Aku dan Pancasila: Mahasiswa yang Tumbuh Lewat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Sebagai seorang mahasiswa, saya berusaha menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam keseharian saya, meskipun dalam bentuk yang sederhana namun konsisten.
Dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya meyakini bahwa setiap tindakan baik yang saya lakukan terhadap sesama merupakan bagian dari pengamalan iman. Menolong orang lain bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bentuk rasa syukur atas apa yang telah saya miliki, serta wujud kepatuhan terhadap ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang antarsesama manusia.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin kuat dalam sifat saya yang senang menolong sesama, terutama mereka yang sedang membutuhkan bantuan. Bagi saya, kepedulian terhadap penderitaan atau kesulitan orang lain adalah bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Saya percaya bahwa sekecil apa pun bantuan yang saya berikan, hal itu dapat meringankan beban orang lain dan mempererat hubungan antarmanusia.
Nilai sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya wujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat, seperti membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa persatuan tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari kerja sama nyata yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang latar belakang. Gotong royong menjadi sarana saya untuk membangun rasa kebersamaan dan cinta terhadap lingkungan tempat tinggal. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan dengan cara terlibat aktif dan menghargai musyawarah dalam kegiatan bersama masyarakat, termasuk saat merencanakan kegiatan gotong royong, sehingga hasil kesepakatan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama.
Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tampak dari sikap saya yang tidak membeda-bedakan siapa yang saya bantu. Baik dalam kegiatan gotong royong maupun dalam menolong sesama, saya berupaya bersikap adil dan tidak pilih-pilih, karena setiap orang berhak mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama untuk hidup layak.
Secara keseluruhan, sebagai mahasiswa, saya berusaha menjadikan Pancasila bukan sekadar teori, melainkan pedoman nyata dalam bersikap dan bertindak di tengah masyarakat.







