Aku dan Pancasila: Mahasiswa yang Tumbuh Lewat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Khoilia

NIM   : PO7120426002

Prodi : STR Keperawatan Regular

 

Aku dan Pancasila: Mahasiswa yang Tumbuh Lewat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

 

Sebagai seorang mahasiswa, saya berusaha menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam keseharian saya, meskipun dalam bentuk yang sederhana namun konsisten.

 

Dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya meyakini bahwa setiap tindakan baik yang saya lakukan terhadap sesama merupakan bagian dari pengamalan iman. Menolong orang lain bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bentuk rasa syukur atas apa yang telah saya miliki, serta wujud kepatuhan terhadap ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang antarsesama manusia.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin kuat dalam sifat saya yang senang menolong sesama, terutama mereka yang sedang membutuhkan bantuan. Bagi saya, kepedulian terhadap penderitaan atau kesulitan orang lain adalah bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Saya percaya bahwa sekecil apa pun bantuan yang saya berikan, hal itu dapat meringankan beban orang lain dan mempererat hubungan antarmanusia.

 

Nilai sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya wujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat, seperti membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa persatuan tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari kerja sama nyata yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang latar belakang. Gotong royong menjadi sarana saya untuk membangun rasa kebersamaan dan cinta terhadap lingkungan tempat tinggal. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan dengan cara terlibat aktif dan menghargai musyawarah dalam kegiatan bersama masyarakat, termasuk saat merencanakan kegiatan gotong royong, sehingga hasil kesepakatan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama.

 

Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tampak dari sikap saya yang tidak membeda-bedakan siapa yang saya bantu. Baik dalam kegiatan gotong royong maupun dalam menolong sesama, saya berupaya bersikap adil dan tidak pilih-pilih, karena setiap orang berhak mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama untuk hidup layak.

 

Secara keseluruhan, sebagai mahasiswa, saya berusaha menjadikan Pancasila bukan sekadar teori, melainkan pedoman nyata dalam bersikap dan bertindak di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus
Langkah Kecilku Bersama Pancasila
Saya Berpancasila
Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila Dalam Kehidupanku
Pentingnya Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Tingkatkan Keimanan, Rutan Baturaja Gelar Pembinaan Kerohanian Warga Binaan 

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Langkah Kecilku Bersama Pancasila

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:43 WIB

Saya Berpancasila

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru

Sumsel

Lima Sila dalam Cerita Perjalanan Saya di Kampus

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:50 WIB

Sumsel

Langkah Kecilku Bersama Pancasila

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:46 WIB

Sumsel

Saya Berpancasila

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:43 WIB

Sumsel

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:33 WIB