Kasus COVID-19 Meningkat, Dinkes Lakukan Tracking

- Redaksi

Senin, 2 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus corona. (Photo: Istimewa)

Ilustrasi virus corona. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Palembang menerima 20 ribu alat pengujian Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen. Alat ini bakal digunakan untuk melakukan tracking terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19. Di mana, kasus di Palembang, terus melonjak hampir menyentuh angka 1.000 dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palembang,

kasus baru selalu meroket tajam, dengan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif 812. Sehingga, saat ini jumlah kasus aktif mencapai 6.155. Dengan penambahan kasus kontak erat sebanyak 201.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr Fauziah mengatakan, rapid test antigen telah diterima dari Kementerian Kesehatan dan akan digunakan untuk melacak kasus kontak erat, ataupun masyarakat yang datang dengan gejala ringan.

“Ini mudah-mudahan meng-cover kebutuhan melacak kasus yang suspect atau kontak erat. Nanti akan disebar ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di Palembang sehingga kita lebih cepat mengetahui warga atau pasien yang bergejala,” kata Fauziah, Senin (2/8/2021).

Dia mengatakan, sesuai kebijakan Kemenkes bahwa RDT Antigen bisa digunakan untuk menegakkan diagnostic. Manakala hasil PCR baru keluar lebih dari 48 jam, maka penegakkan diagnosticnya bisa menggunakan RDT Antigen.

Saat tes Antigen hasilnya negatif dilakukan exit test dalam lima hari melalui RDT antigen kembali. “Mayoritas mereka yang bergejala perlu dilakukan pengecekan laboratorium,” katanya.

Untuk pengujian RDT Antigen sendiri, tidak bayar apabila memiliki kontak erat dan bergejala batuk, pilek, sulit menelan, serta gejala mengarah COVID-19. “Tidak bayar untuk yang kontak erat,” katanya.

Sementara, hampir sepekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Palembang, perkembangan kasus COVID-19 disebut Dinas Kesehatan masih fluktuatif.

“kasus COVID-19 cenderung fluktuatif, namun meningkat. Belum bisa menyimpulkan hasil akhir karena masih ada waktu pelaksanaan PPKM hingga 2 Agustus 2021,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Tiga Pekerja Lapangan Diperiksa dalam Penyidikan Korupsi Lampu Jalan Dishub Palembang
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Tiga Terdakwa Dituntut hingga 9 Tahun 6 Bulan
Mengaku Polisi, Pria Ini Diduga Cabuli Dua Perempuan Saat Ritual “Buang Sial”
Bupati PALI Diperiksa KPK, SIRA Desak Perkembangan Penyidikan Diungkap
Speed Boat Tabrak Perahu di Tengah Sungai Musi, Warga Gandus Hilang Tenggelam
Motor Mahasiswi UIN Raden Fatah Hilang Saat Diparkir di Depan Kampus
Solar Subsidi 5.350 Liter Ditimbun di Gudang Berkedok Bengkel, Tiga Pelaku Diciduk Polda Sumsel
Satu Pelaku Begal Adinda Diringkus, Rekannya Masih Diburu Polisi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Tiga Pekerja Lapangan Diperiksa dalam Penyidikan Korupsi Lampu Jalan Dishub Palembang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Tiga Terdakwa Dituntut hingga 9 Tahun 6 Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Mengaku Polisi, Pria Ini Diduga Cabuli Dua Perempuan Saat Ritual “Buang Sial”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Bupati PALI Diperiksa KPK, SIRA Desak Perkembangan Penyidikan Diungkap

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Speed Boat Tabrak Perahu di Tengah Sungai Musi, Warga Gandus Hilang Tenggelam

Berita Terbaru

Sumsel

Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:59 WIB

Sumsel

Dari Hal Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:55 WIB

Sumsel

Essay Implementasi Pancasila pada Kehidupan Sehari-hari 

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:49 WIB

Sumsel

Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:43 WIB